jump to navigation

Gmail for JalanSutera.com itu May 31, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
11 comments

Email yang menggunakan domain JalanSutera.com sekarang berhosting di Google. Jadi beta tester, nih

Hari ini saya mendapat undangan dari Google untuk menjadi beta tester Gmail for JalanSutera.com. Tentu saja saya senang sekali menerimanya. Dengan menjadi beta tester produk ini berarti saya bisa menggunakan domain JalanSutera.com sebagai domain email tapi menggunakan teknologi dari Gmail. Asyik, khan?

Nah, setelah mendapat undangan ini, yang perlu saya lakukan hanya mengganti MX Records. Ini bisa dilakukan dengan mudah karena Gmail menyediakan caranya. Lagi pula, control panel hosting di WHPlus juga gampang dipelajari, kok.

Jadilah sekarang semua email yang menggunakan domain JalanSutera.com bisa diterima di Gmail. Ini tentu saja beda dengan fasilitas forward email. Ini benar-benar teknologi Gmail. Keren, khan? Untuk program awal ini saya bisa membuat 25 alamat email menggunakan domain JalanSutera.com dengan space sebesar masing-masing lebih dari 2GigaByte.

Siapa yang sudah jadi beta tester juga?

Rokok itu May 31, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
6 comments

Cara ampuh berhenti merokok: bakar kedua ujung sigaret saat Anda ingin menghisap rokok.

Semua orang sebenarnya sudah menyadari bahaya merokok. Orang-orang dari dunia kesehatan sudah sering kali memperingatkan akan adanya kandungan nikotin dari berbagai zat kimia berbahaya yang terkandung dalam tembakau. Para ahli etika pun sudah menggembar-gemborkan betapa tidak sopannya merokok di tempat umum karena asapnya mengganggu orang lain.

Bahkan, pemda DKI pun menerapkan larangan merokok di berbagai area umum. Tidak mengherankan kiranya jika pemerintah mewajibkan semua bungkus rokok mencantumkan peringatan: Peringatan Pemerintah: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin

Namun, rokok itu memang ibaratnya buah simalakama juga. Jika semua orang Indonesia berhenti merokok, bisa-bisa negeri ini akan kekurangan pemasukan dari cukai rokok. Pernah ada seorang perokok yang dengan bangganya mengatakan hal itu dan dia juga ingin mencantumkan peringatan di semua bungkus rokok: Peringatan Perokok: Tidak merokok bisa menyebabkan negara bangkrut. Hehehe…

Nah, sekarang kelihatannya kampaye berhenti merokok sudah mulai ada hasilnya. Padahal, menghentikan kebiasaan yang sudah menyandu membutuhkan usaha ekstra keras. Tapi, ada satu tips ampuh jika memang ada yang ingin berhenti merokok secara total.

Bagaimana caranya? Gampang saja: jika Anda merasa ingin merokok, nyalakan saja batang rokoknya. Tapi, jangan cuma satu ujung saja yang dibakar. Bakarlah kedua ujung rokok secara bersamaan. Setelah itu hisaplah. Dijamin, Anda pasti tidak ingin merokok dengan dua ujung menyala, bukan?

Hari ini adalah hari tanpa tembakau sedunia.

Pranala luar:

Triji Parno itu May 30, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
8 comments

Ponsel 3G dilarang beredar karena bisa menyebarkan materi porno.

Peristiwa ini baru terjadi di negeri yang jauh, di Kamboja, bukan di Indonesia. Menurut weblog 3G Week-nya Budi Putera, perdana menteri negeri itu, Hun Sen, telah melarang beredarnya ponsel 3G (third generation) setelah menerima komplain dari istri dan teman-temannya karena menerima gambar-gambar porno lewat ponsel mereka.

“Saya telah menulis surat kepada menteri telekomunikasi untuk menunda penggunaan ponsel jenis tertentu,” kata sang perdana menteri. “Kita bisa menunggu 10 tahun lagi sampai kita bisa meningkatkan moral masyarakat,” katanya lebih lanjut.

Tampaknya peristiwa seperti ini sebentar lagi bakal terjadi di Indonesia. Tiga operator besar telah siap untuk menggelar layanan 3G. Atas nama moralitas juga, saya kira, ada pihak-pihak yang akan protes karena ternyata ponsel bisa menyebarkan materi pornografi.

Hayo, siapa yang tahu pihak mana akan protes itu? Kalau itu terjadi, mari kita kembali ke jaman tahun 90-an saja.

Tekor Bandwidth itu May 30, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
13 comments

Daripada kehabisan bandwidth, lebih baik gambar dititipkan saja.

Didats kehabisan bandwidth. Seingatku, sudah untuk yang ketiga kalinya weblog anak berkupluk ini tekor bandwidth. Akibatnya weblog yang sering gonta-ganti theme ini nggak bisa diakses. Weblog didats memang banyak pengunjungnya. Tiap tulisan yang muncul di blognya selalu mendapat komentar yang bejibun jumlahnya. Bahkan ada orang yang komentar nggak cuma sekali. Ini artinya ada begitu banyak orang yang seliweran di weblognya tiap hari. Nggak heran kalau bandwidthnya tekor meski sudah disediakan 2.5 Giga. Ugh..

Salah satu komponen yang bikin bandwidth tekor adalah gambar (image). Saya sendiri mempercayakan penitipan gambar weblog JalanSutera.com di ImageShack. Di samping gratis, selama ini layanan “karung gambar” ini nggak pernah bermasalah. Sementara itu teman yang lain menggunakan layanan dari PhotoBucket, sejenis dengan ImageShack juga.

Nah, ada lagi layanan baru dari CNet.com yang namanya AllYouCanUpload.com. Jasa yang diberikan perusahaan ini sama dengan dua firma internet di atas. Namun, ada juga kelebihan AllYouCabUpload.com, yaitu:

  • Nggak perlu daftar. Cukup kunjungi saja situs mereka dan mulailah mengupload
  • Nggak ada iklan yang menyesaki halaman tempat mengupload. Beda khan sama ImageShack dan PhotoBukcet
  • Nggak ada batasan ukuran foto yang diupload. Enak banget, khan?
  • Nggak ada batasan jumlah gambar yang diupload

Proses mengupload di tiap layanan di atas sederhana saja. Tinggal cari file gambar yang akan diupload, dan klik tombolnya. Kode html untuk ditempel di weblog kita sudah tersedia. Nah, bagaimana jika kita lupa dengan kode itu? Jangan bingung, ulangi saja upload sekali lagi. Bukankah mereka nggak membatasi jumlah gambar yang kita upload.

Eh, gambar di halaman ini juga saya upload ke AllYouCanUpload, lhoo..

Nah, daripada bandwidth kita tekor, lebih baik titipkan saja gambarnya.

Gempa itu May 29, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
3 comments

Antisipasi bencana datang dari utara, ternyata yang datang justru dari arah selatan. Manusia memang lemah.

Kita semua tersentak dengan terjadinya gempa besar di Yogyakarta dan kota-kota di sekitarnya. Ribuan nyawa melayang akibat bencana alam yang tidak diduga-duga ini. Padahal, sudah lebih dari sebulan ini Yogyakarta, Magelang, Klaten, dan Boyolali bersiap-siap menghadapi bencana alam: meletusnya gunung Merapi. Namun, gempa fajar Sabtu lalu itu justru berpusat di sebelah selatan kota Yogyakarta.

Alam memang berada di tangan Yang Maha Kuasa. Sepintar-pintarnya manusia mempersiapkan diri, selalu saja ada sisi keterbatasan yang menghalangi kita untuk tahu segalanya. Inilah yang harus kita sadari bersama.

Bagi rekan-rekan yang keluarganya meninggal dunia karena bencana ini, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Bagi kerabat yang kehilangan rumah dan tempat tinggalnya, saya berdoa semoga kita semua diberi kekuatan untuk membangunnya kembali.

Foto: MediaCenter.or.id

Bajaj itu May 24, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
5 comments

Ada yang tahu beli bajaj baru di mana?

Hampir sebagian besar dari kita tidak menyukai bajaj, kendaraan roda tiga khas Jakarta itu. Dari namanya, kita bisa tahu kalau asal-usul si roda tiga ini adalah dari tanah Hindustan sono. Suaranya yang memekakkan telinga, bodinya yang nyaris tanpa lekukkan, jalannya yang slonong sana-slonong sini membuat pengguna jalan lain “menjaga jarak” dengan bajaj.

Tapi, seorang teman saya justru ingin memiliki bajaj. Ada syaratnya, memang. Lewat email dia menginginkan sebuah bajaj yang baru dengan bodi yang mulus tanpa dempul. Selain itu, masih ada syarat lainnya: mesinnya tokcer dan asapnya nggak hitam bejelaga tebal. Warnanya juga harus warna khas bajaj ibukota, yaitu merah cerah norak.

Terus, mau diapakan bajaj itu? Dia cuma bilang mau buat investasi. “Wah, investasi kok beli bajaj, sih?” pikir saya. Tapi, dia tampaknya keukeuh dengan idenya. Ketika saya menyodorkan ide untuk membeli mobil kancil berbahan bakar gas, mentah-mentah saran itu ditolaknya. Alasannya: “Nggak nyeni!” katanya, singkat.

Pokoknya harus bajaj baru, bercat merah norak mulus, berasap putih. Ada yang tahu harus cari di mana binatang yang bernama bajaj itu? Kasih tahu, dong! Maaf, tanpa perantara dan tanpa komisi, ya.

Hari Kejepit itu May 24, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

Logika mengatakan gajian dipercepat gara-gara hari kejepit nasional.

Hari Kamis tanggal 25 Mei 2006 adalah hari Kenaikan Isa Almasih. Semua kantor dan sekolah tutup. Nah, hari Jumatnya tanggal 26 Mei 2006 menjadi hari kejepit nasional. Kantorku memutuskan untuk menjadikannya hari libur cuti bersama. Ada yang senang, ada pula yang tidak senang. Yang tidak senang beralasan bahwa jatah cuti karyawan menjadi berkurang gara-gara “dipaksa” cuti. Ah, bagi saya, “dipaksa” atau tidak menjadi tidak penting. Yang penting adalah hari Kamis dan Jumat menjadi hari libur berturut-turut ke Sabtu dan Minggu. Nyaman sekaleee.

Hey, kenyamanan itu bertambah jika dipertimbangkan lagi satu hal: hari gajian pun dipercepat. Kalau nggak salah ada “peraturan” yang menyebutkan bahwa pembayaran gaji akan dilakukan pada tanggal 27 setiap bulan.

Nah, karena tanggal 27 bulan ini jatuh di hari Minggu, maka itu artinya gaji dibayarkan pada 26 Mei. Tapi, bunyi “peraturan” itu tidak berhenti sampai di situ. Jika tanggal 26 jatuh pada hari Minggu atau libur nasional, maka pembayaran gaji akan dipercepat ke tanggal 25. Asyik, khan?

Nah, karena tanggal 25 adalah hari liburan nasional RESMI, maka artinya adalah bahwa pembayaran gaji juga dipercepat, bukan? Berarti hari ini gajian, dong? Saya nggak ngomong begitu. Logikayang mengatakan begitu.

Makan-makan, dong?

Tupperware itu May 23, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
25 comments

Suami boleh nggak pulang, tapi Tupperware nggak boleh hilang

Ssstttt, moga-moga nggak ada wanita yang baca postingan ini, ya. Saya pernah terkaget-kaget ketika pada suatu hari dalam perjalanan berkendara mendengar penyiar radio Pesona FM Jakarta mengatakan bahwa Suami boleh nggak pulang, tapi Tupperware nggak boleh hilang. Seketika saya jadi tersadar bahwa inilah yang menjadi jargon para istri ketika dengan hati-hatinya mereka menyimpan tupperware di rumah.

Pernah suatu ketika saya dibawakan bekal dari rumah berupa makanan kecil yang dimasukkan ke dalam tupperware. Ketika dibuka di kantor, semua temen berkerubut dan tupperware itu pun entah ke mana juntrungnya. Malam hari, ketika pulang ke rumah, tentu saja saya tidak membawa tupperware itu.

Eit, inilah awal “bencana” itu. Istri cemberut. Saat itu saya tidak habis pikir mengapa dia cemberut. Jawabannya baru didapat ketika mendegar jargon di radio itu. Oh, ternyata begitu, ya?

Eh, Anda pernah mengalami kejadian seperti saya, nggak?