Mbah Maridjan itu May 17, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Orang besar itu sedang mengemban amanah. Biarkan saja….
Seperti dibilang oleh Mas Pecas Ndahe, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menyebut Mbah Maridjan itu sebagai orang besar. Cirinya adalah bahwa dia mampu menjawab dan memberi penjelasan dengan ringkas, tegas dan logis.
Seperti dikutip di blog itu, Mbah Maridjan bilang,”Saya itu pengemban amanah sebagai juru kunci Gunung Merapi karena itu saya mesti menjadi orang terakhir yang meninggalkan Gunung Merapi.”
Mbah Maridjan itu ibaratnya seorang nahkoda kapal yang bernama Merapi. Nah, kapalnya hampir meledak. Dia tidak mau mengungsi seperti penduduk lain. Bahkan dia menuju ke arah sumber letusan. Keras kepala memang, tapi itulah tanggung jawabnya sebagai juru kunci, sebagai nahkoda.
Kita bayangkan seandainya seorang Mbah Maridjan tergopoh-gopoh mengungsi ketika Merapi masih dalam status siaga. Bisa-bisa seantero Magelang, Yogya, Klaten dan Boyololali akan heboh. Jangan-jangan nanti ada yang berpikir bahwa nahkodanya saja “melarikan diri” mengungsi, jangan-jangan bumi memang mau ambruk. Iya, khan?
Terus terang saya kagum dengan nahkoda tua ini. Dia tidak mau meninggalkan kapal itu sebelum seluruh penumpangnya selamat. Ini namanya Mbah Maridjan memenuhi amanahnya sebagai seorang juru kunci Merapi. Lha, apa dia tidak takut dengan letusan Gunung Merapi?
“Merapi kuwi mahluk alus, iso ngukum wong sing srakah,” katanya ketika wartawan KOMPAS menanyakan hal itu.
Bagaimana jika Mbah Maridjan tewas terkena letusan Gunung Merapi? Ya biarkan saja. Dia memang jadi juru kuncinya, kok. Lagi pula pemerintah juga sudah memperingatkan, kok.
Weleh… opo ra hebat Mbah Maridjan itu…Dia orang besar, man!



Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
local genius, kewaskitaan, kawicaksanan (gak ada hubungannya sama wicak yang satu itu), sedang diuji… :)
waduh, pecas ndahe tenan…
bedo coro mikirre haselle dadi bedo banget …:)
biar keren, namanya diubah dikit jadi marie jane..
hahahaha
tapi bukannya banyak orang nggak mo ngungsi nunggu instruksi dari si mbah itu? Dan sepengetahuan saya, si Mbah itu gak mau ngungsi karena alasan yang logis-teknis : bahwa (kalau gak salah) arah luapan nanti akan ke barat, tidak ke arah tempatnya ….
kalo gw malah setuju mbah itu diangkat paksa … dengan alasan keselamatan lebih banyak orang .. hehehe
Hebat tenan, sultan dan pak presiden es beye aja dituruti. Mbah Maridjan bigger than life
Manungso tan keno kiniro…..
Baru aja mau nulis tentang mbah maridjan yang “hilang” … eh udah keduluan :-)) Mbah maridjan emang seleb yang unik nan mengagumkan
Cara pandang berbeda dlm memahami bahaya Merapi antara pemerintah dan mbah Maridjan tak perlu dibenturkan. Pendekatan melalui pola pikir berlainan mestinya dicermati dlm konteks kebudayaan, sehingga ketidaksamaan mindset tsb turut mencerminkan keberagaman manusia dlm berperilaku mengantisipasi fenomena alam. Akan lebih arif-bijak bilamana kita memaknainya secara substansial. Toh, pemerintah dan mbah Maridjan sama-sama bermaksud menyelamatkan seluruh warganya, khususnya di kawasan lereng Merapi dlm kapasitas yg proporsional.
Koncoku Maridjan cocoke maen sinetron bar-barane kelar jam tayangku.
Salam anget,
Mbah Marimar
Uedah kuabeh iki wong2x…..
biar telat asal slamet
mbah punya kunci jawaban uan ips 2009 ga….
kan juru kunci masak ga punya…..hohohoh
haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
mbok tulung digoleke ben aku iso lulus!!!!!!!!!!!!
aku nek kon nggolek dewe ra iso mbah
mbah tetep roso – roso mawon nggih!!!!!!!!!!!!!!!!!
nek pun mboten roso ngih nggolek ganti mawon.