jump to navigation

Keliling Sebagian Jawa itu June 26, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
4 comments

Keliling sebagian Jawa moga-moga menyenangkan

Besok, Selasa malam, saya akan mengelilingi sebagian pulau Jawa. Bukan tugas dari kantor atau ngerjain proyek milik klien. Hanya sekedar acara keluarga saja, tidak lebih. Rencananya dari ibukota akan meluncur ke Pekalongan, kemudian ke Semarang. Dari situ akan ke tengah, tepatnya di kabupaten Karanganyar. Pulangnya akan melintasi Yogyakarta, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Cirebon dan akhirnya kembali lagi ke ibukota.

Persiapan sudah dilakukan. Gerobak sudah siap. Minggu kemarin sudah ditune-up. Badan pun sudah siap, seger. Piala Dunia sudah tidak saya hiraukan lagi demi perjalanan yang nyaman. Sudah tiga atau empat hari ini saya memilih tidur ketimbang memelototi layar kaca menanti siaran dari Jerman.

Seminggu ini saya tidak akan sempat ngeblog. Posting entri baru pasti berhenti. Komentar yang perlu dimoderasi pun akan tetap berada dalam antrian.

Komik Pemburu Koruptor itu June 23, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
4 comments

Komik bagus dari KPK untuk kampanye antikorupsi. Efektifkah?

Komik, buku bacaan yang sebagian besar isinya gambar dengan balon-balon percakapan, sekarang digunakan oleh KPK untuk memasyarakatkan gerakan anti korupsi. Komik ini judulnya Pemburu Koruptor. Di bagian bawah judul, semacam sub-judul, ada tulisan dalam tanda kurung Pajak Bukan Palak. Logo KPK, penerbit serial komik anti korupsi ini, ada di sisi kiri atas.

Komik yang didesain oleh Eko S Tjipatadi ini setebal halaman, semuanya hitam putih. Yang berwarna hanya sampulnya saja. Penulis cerita komik ini adalah Sony Wibisono. Ilustratornya ada lima orang, yaitu Dhian Praseya, Bondan Bondowoso, Deny Himond, Prie Spidol dan Johanes Pambudi.

Tokoh utama cerita Pemburu Koruptor ini ada tiga orang: Tara, Imel dan Tifa. Biru Laut Nusantara, nama panjang Tara, adalah pacarnya Imel. Tara menjadi korban kekacauan yang terjadi di kantor bapaknya. Ayah Tara yang bekerja di kantor pajak diceritakan menjadi terkucil diantara teman-temannya yang korup. Ayah Tara adalah tipikal orang yang jujur, tidak korupsi dan bekerja berdasarkan aturan. Akibatnya, ayah Tara tertekan, stress. Sebagai anak yang berbakti, Tara ingin meluruskan hal ini bersama Suci Melati alias Imel. Mereka berdua bekerjasama dengan Tifa yang jenius untuk memburu para koruptor di kantor pajak.

Cerita komik terbitan tahun 2005 ini sangat kentara sekali antara hitam dan putih, salah dan benar. Tapi, inilah usaha yang dilakukan oleh KPK untuk bisa berkomunikasi dengan anak muda.

Tara, sosok yang namanya mirip dengan bintang Tora Sudiro yang sedang naik daun itu, digambarkan sebagai anak yang suka olahraga. Badannya tinggi besar. Wajahnya keren. Kendaraan andalannya adalah skuter dengan tambahan bak penumpang di sisi kirinya. Di situlah Imel membonceng dan Tifa di belakang Tara. Secara keseluruhan sebenarnya komik ini bagus. Tapi, perlu ada pendalaman lebih lanjut mengenai efektivitas kampanye ini bagi anak muda.

Ada yang pernah baca komik ini? Gratis lho… Eh, ngomong-ngomong, efektif nggak ya kampanye antikoripsi dengan cara gini?

Gol Tangan Tuhan itu June 22, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

Ulang tahun gol tangan Tuhan yang ke duapuluh.

Hari ini, dua puluh tahun yang lalu, Inggris ditewaskan Maradona di Stadion Azteca pada Piala Dunia 1986. Gol tangan Tuhan dan gol abad ini terlahir pada partai ini.

Seingat saya, Piala Dunia 1986 tidak seramai piala dunia kali ini. Koran juga tidak memanfaatkan momen ini untuk bahan jualan. Kalau tidak salah, TVRI pun tidak menyiarkannya secara langsung. Paling-paling saya membaca Tabloid BOLA, anaknya KOMPAS itu.

Gol tangan Tuhan dicetak oleh Maradona pada pertandingan perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris. Partai ini digelar pada 22 Juni 1986, tepat 20 tahun yang lalu, di Estadio Azteca, kota Meksiko. Maradona menggunakan tangan kirinya untuk mencetak gol, sebuah aksi yang sebenarnya dilarang dalam sepakbola. Namun wasit yang bertugas saat itu tidak melihatnya. Dikiranya Si Boncel mencetak gol itu menggunakan kepalanya.

Argentina memenangkan pertandingan ini 2-1 dan melaju ke semifinal. Di semifinal Argentina menewaskan Belgia 2-0. Lagi-lagi Maradona mencetak dua gol itu. Akhirnya kesebelasan Albiceleste menjadi juara setelah mengandaskan tim Panzer Jerman 3-2.

Tentang gol tangan Tuhan itu Maradona menuliskannya di autobiografinya pada 1992:

Kini saya merasa mampu untuk mengatakan apa yang dulu saya tidak bisa. Dulu saya menyebutnya “gol tangan Tuhan”. Sebenarnya bukan tangan Tuhan, tapi tangan Diego. Dan saya merasa sedikit seperti mencopet orang Inggris.

Selamat ulang tahun gol tangan Tuhan.

Ulang Tahun Jakarta itu June 22, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
10 comments

Jakarta hari ini berulang tahun, lho…Apa yang akan kamu lakukan kalo kamu jadi gubernur?

Hari ini Jakarta berulang tahun yang ke 479. Tidak banyak yang berubah dalam perjalan satu tahun ini. Jakarta masih macet, jakarta masih berpolusi. Tapi, biarlah itu menjadi pekerjaan rumah para pejabat dan penghuninya.

Saya bukan orang Jakarta, hanya numpang saja di kala siang. Orang seperti saya jumlahnya banyak. Di waktu siang menjejakkan kakinya, mencari makan di tanah Betawi. Sore atau malam harinya kembali ke Tangerang, Bogor atau Bekasi. Makanya, dibilang penduduk Jakarta nyatanya bukan. Tapi, kok cari sesuap nasi di Jakarta?

Selamat ulang tahun, Jakarta. Kapan Front Betavia Revolusioner (FBR) itu dibubarkan? Hehehehe..

Ngomong-ngomong, seandainya kamu jadi gubernur tanah betawi ini, apa sih prioritas yang akan kamu lakukan? Ungkapkan saja, coy! Ini negara demokrasi kok.

Karyawati Termuda itu June 21, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
11 comments

Terpaksa ikut bokap atau nyokap ke kantor. Gara-gara waktu yang mepet

Pagi-pagi kemarin ada karyawati baru masuk kantor. Gayanya centil banget. Tas warna pink dipanggul di punggung. Rambut dikucir ekor kuda. Jeans warna biru jadi andalannya, ujungnya dilipat satu kali. Pakainnya bergaya kasual, agak sedikit “you can see“.

Begitu datang ke kantor, karyawati baru ini langsung ditinggal “bosnya”.

“Tunggu di sini, ya,” kata bosnya. “Bos ada meeting di lantai bawah!”

Si karyawati baru ini menurut saja. Dibukanya tasnya yang lebih besar daripada badannya. Ada macam-macam makanan kecil: permen, coklat, dan beberapa kue kering. Dimakannya coklat sebungkus sambil menatap komputer. Sekarang tangannya memainkan keyboard sesukanya. Nggak jelas apa yang ditulis. Maklumlah, anaknya memang masih kecil. Ketika duduk pun kakinya terpaksa uncang-uncang, menggantung di atas lantai kantor.

Inilah suasana kantor saat pendaftaran sekolah tiba. Bapak dan ibu yang tidak punya banyak waktu terpaksa membawa anak-anaknya ke tempat kerja. Beruntung jika anaknya mau bersosialisasi seperti Kiki di gambar itu. Dia menurut meskipun “bosnya” meninggalkannya di ruang kerja. Dia tidak rewel. Kemarin dia mendaftar masuk SD. Dari pagi sampai siang proses belum selesai. Terpaksalah dia dibawa bokapnya ke kantor.

Suasana seperti ini terjadi juga saat pembantu memaksa mudik. Biasanya itu terjadi pada saat-saat menjelang lebaran. Pembantu sudah kesusu mudik, tapi kantor belum memberikan libur. Terpaksalah anak dibawa ke tempat kerja.

Ada yang pernah bawa anak ke tempat kerja? Gimana rasanya?

Magister itu June 20, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
12 comments

Ini buku direktori satu-satunya yang berisi penjelasan puluhan program magister yang ditawarkan di Indonesia. Es satu saja sudah dingin, apalagi Es-nya dua, ya?

Setelah sukses selama 11 kali menerbitkan Panduan Memilih Perguruan Tinggi, kali ini terbit lagi buku panduan sejenis untuk program pascasarjana. Ya, dulu khusus S-1 alias strata sarjana, sekarang S-2 atawa pascasarjana, khususnya program magister. Judul lengkap buku ini adalah “Meraih Sukses Lewat Program Magister, Panduan Memilih 2006

Buku setebal 196 halaman ini juga berisi direktori yang rinci mengenai berbagai program studi magister, baik manajemen maupun non manajemen. Lewat direktori ini para peminat program S-2 bisa menimbang-nimbang kualitas penyelenggaraan program studi yang Anda minati. Selain itu buku ini juga memuat 11 arikel yang pantas untuk dibaca calon peserta program magister, diantarnya adalah peluang beasiswa yang ditawarkan berbagai institusi seperti AMINEF, Dikti, FINED, Panasonic, Pertamina, Sampoerna, SEARCA, Toyota dan Astra, British Chevening, dan NEC. Setiap informasi beasiswa disertai dengan cara melamar ke masing-masing institusi lengkap dengan alamatnya.

Ada 27 kota besar yang perguruan tingginya masuk dalam direktori buku yang pertama kali diterbitkan ini. Menariknya lagi, buku seharga Rp.50.000 juga memaparkan survey tentang persepsi masyarakat terhadap program pasca sarjana magister manajemen di Indonesia. Simaklah survey ini jika Anda ingin kuliah di tempat favorit.

Selain itu buku ini juga mengulas tentang bersemangatnya para pengusaha yang sudah sukses meraih gelar pasca sarjana di tengah kesibukan mereka mengurus bisnis. Bambang N Rahmadi dan Dewi Motik menjadi contoh dua orang wirausahawan/wati yang menggebu-gebu itu.

Jadi, jika sekarang sudah memegang S-1, kenapa tidak sekalian merengkuh S-2?

Orang Merdeka itu June 19, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

Dia tidak memikirkan kenaikan harga BBM dan inflasi. Ini orang merdeka, bung!

Siang panas tadi, dalam perjalanan cari makan, ada orang merdeka di pinggir jalan. Ya, dia benar-benar merdeka. Betapa tidak merdekanya dia. Ketika kami, saya dan teman-teman, rehat setelah sejak sekitar jam sembilan pagi meeting, dia sedang asyik tiduran di samping jembatan. Kepalanya disandarkan di beton jembatan, asyik tiduran di bawah rindangnya pohon. Semilir angin membuatnya nyaman, semakin merdekalah dia.

Dia pasti tidak memikirkan deadline materi iklan seperti halnya saya. Tidak pula dia pikirkan target perolehan sales bulan ini. Tidak dia pikirkan siapa yang menang di Piala Dunia di ujung dunia yang lain, Jerman. Dialah orang merdeka.

Ada yang bilang, jumlah orang yang merdeka di Jakarta tiap hari bertambah, ya?

Anda orang yang merdeka atau bukan?

Spiderman Ekuador itu June 16, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
9 comments

Banyak kelakuan aneh para pesepakbola di lapangan. Kepala Spiderman kok mirip onde-onde?

Ngomongin sepakbola lagi, ah. Ingat waktu gol ketiga Ekuador memaksa Kosta Rika harus angkat koper dari Jerman? Ketika itu waktu sudah menunjukkan lebih dari 90 menit kedua kesebelasan bertarung. Tapi, wasit memberikan injury time.

Saat itulah Ivan Kaviedes, yang masuk menggantikan Carlos Tenorio, menyambut umpan matang Edison Mendez dengan tendangan voli ke gawang Parras. Gooooooooool. 3-0 untuk Ekuador dan mereka dipastikan lolos ke babak kedua.

Ada hal lucu yang terjadi setelah itu. Pemain kelahiran 24 October 1977 yang baru menyarangkan bola ini lari ke pinggir lapangan dan mengeluarkan kain dari balik celananya. Bukan celana dalamnya yang dikeluarkan :P. Pemain berusia 29 tahun ternyata menyimpan topeng Spiderman. Sambil berlari kegirangan ujung tombak yang sekarang bermain di klub Argentinos Juniors ini memakai topeng Spiderman berwarna kuning itu.

Duh, masa Spiderman berwarna seperti Golkar, sih? Lagi pula bentuknya tidak persis seperti Spiderman, kok. Ketika Kaviedes memakai topeng itu, kepalanya lebih mirip onde-onde, khan? Hehehe….

Kenapa dia memakai topeng itu? Ternyata topeng spiderman itu dedikasikan untuk temannya, Otilino Tenorio, yang meninggal karena kecelekaan lalu lintas. Semasa hidupnya Tenorio memakai topeng Spiderman usai mencetak gol.

Eh, tahu nggak keanehan-keanehan pemain sepakbola yang lain?

Foto: Diario El Universo