jump to navigation

Ultah Google itu September 27, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
13 comments

Tambah lengket nih…

google

Semakin lama tampaknya saya semakin banyak tergantung pada Google. Awalnya, saya memfavoritkan situs ini sebagai mesin pencari yang canggih. Setiap hari selalu saja saya menggunakan mesin pencari ini untuk mencari data di rimba maya yang bernama internet. Kemudian Google ternyata juga menambah fitur dan layanannya.

Ada blogger.com yang sekarang sudah saya tinggalkan, ada adsense yang memberi saya sedikit dollar sebagai upah untuk membayar sewa hosting dan domain. Jangan lupa juga dengan GMail yang kapasitas besar sekali dibanding lawan-lawannya semisal Yahoo! dan Hotmail. Pokoknya, Google unggul, lah…

Ya, semakin lama memang saya semakin lengket dengan layanan Google.

Kemungkinan besar tahun depan saya juga semakin banyak menggunakan Google. Ada Writely yang masih dalam proses pengembangan dan nampaknya bakal bersaing dengan MS Word. Ada juga Google Print, Google Base, dan Google Video yang juga sedang dikembangkan pula.

Masih banyak layanan Google lain yang belum saya gunakan. Hari ini, Google mengubah logo di halaman depannya. Ada gambar kue dengan lilin yang menyala. Huruf G yang kedua pun diubah menjadi angka 8 untuk menunjukkan usianya yang memasuki tahun ke delapan. Logo yang apik dan ciamik, ya.

Ah, selamat ulang tahun, Google.

Putaran di Depan Senayan City itu September 26, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
15 comments

Aneh dan membahayakan. Juga bikin kagok

Sudah lama saya tidak melewati Jalan Asia Afrika di depan Plaza Senayan. Maklumlah, saya memang bukan orang yang suka keluyuran ke mall ini. Pun saya belum pernah masuk ke mall baru yang ada di seberangnya yang bernama Senayan City. Dua mall mahal ini berdiri agak berseberang-sebarangan.

Nah, kemarin saya kaget bukan kepalang. Setelah melewati Universitas Moestopo di Jalan Hang Lekir yang selalu terendat itu, legalah rasanya. Biasanya jalanan lancar sampai depan Plaza Senayan. Tikungan sebelum plaza itu pun biasanya bisa dilahap dengan mudah, nyaris tanpa gangguan sama sekali.

Tapi, ternyata sekarang di situ sudah berdiri lampu pengatur lalu lintas. Nyaris gerobak saya menubruk taksi yang ada di depan. Duh, ternyata sekarang ada putaran dari arah Plaza Senayan supaya pengunjung bisa masuk ke Senayan City. Jalan di sisi barat “digeser” ke sisi timur dan diujungnya ditempatkan sebuah lampu pengatur lalu lintas.

Posisi seperti ini benar-benar aneh dan membahayakan. Biasanya, lampu lalu lintas adanya di perempatan atau pertigaan. Tapi, lampu lalin di depan Senayan City ini berada di jalan yang lurus. Lampu ini benar-benar diadakan hanya untuk mengalirkan pengunjung ke mall yang baru, Senayan City.

Lampu lalin ini juga sangat berbahaya. Posisinya yang terletak setelah tikungan membuat pengendara terkaget-kaget, kagok. Saya sudah mengalaminya sendiri kemarin. Penjaga yang ada di situ tidak terlalu membantu. Benar-benar berbahaya.

Ada yang pernah kagok ketika lewat situ?

Oxymoron itu September 26, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
12 comments

Ada yang bisa memberi contoh oxymoron dalam bahasa Indonesia?

Saya mengenal istilah ini pertama kali dari Avianto. Setelah klik sana dan sini ternyata Oxymoron adalah sebuah istilah yang diturunkan dari dua kata Latin. Kata ini berasal dari dua kata, yaitu Oxy (artinya tajam) dan Moron (artinya tumpul). Nyata-nyata kata tajam adalah lawan kata dari tumpul. Tapi, di sinilah asyiknya. Memang, jika kita memakai kata oxymoron berarti kita ingin menunjukkan keadaan/sifat yang bertentangan untuk satu subyek.

Ya, oxymoron memang menyatakan terjadinya kontradiksi. Ada sebuah situs yang menampilkan daftar panjang oxymoron dalam bahasa Inggris. Status message Enda hari ini saya pikir juga bisa dimasukkan dalam oxymoron. Dia mencantumkan kata “include me out” sebagai statusnya. Entah saya tidak tahu apakah Enda setuju atau tidak dengan pendapat saya. Biasanya mantan copy writer lebih tahu masalah bahasa.

Sayangnya, dalam bahasa Indonesia kelihatannya kita sulit untuk mendapatkannya. Ini baru kesan sepintas saya.

Paling-paling saya menunjukkan satu contoh saja: sumbangan wajib. Kata pertama artinya pemberian yang sifatnya sukarela, tanpa paksaan sama sekali. Sementara itu kata kedua menunjukkan keharusan. Kata-kata itu mempunyai makna yang berlawanan, tapi disatukan menjadi sebuah kata. Inilah hebatnya oxymoron. Dalam pemakaian sehari-hari, kata-kata sumbangan wajib sering kita dengar, misalnya, ketika sekolah-sekolah membutuhkan dana dan memintanya kepada orang tua murid.

Ada yang bisa memberi contoh lain dalam Bahasa Indonesia?

Tiga Wajah Asia itu September 25, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
20 comments

Sukar membedakan wajah orang-orang Korea, China dan Jepang.

Korea, China dan Jepang. Ya, tiga bangsa di Asia ini mempunyai kemiripan yang sulit untuk dibedakan. Mereka sama-sama berkulit kuning. Tidak heran jika Asia disebut sebagai benua kuning, khan? Ketiga bangsa itu juga sama-sama bermata sipit. Mereka tidak akan tahu kalau Anda telah pergi saat mereka sedang tertawa. Gara-garanya, mata sipit mereka semakin tertutup saat tertawa. Hehehe…

Oh, ya, rambut mereka juga pasti hitam. Tidak ada bangsa China, Korea atau Jepang yang berambut pirang. Kecuali, tentu saja, jika mereka pergi ke salon dan rambut mereka dicat warna-warni.

Karena ada begitu banyaknya kemiripan ras tiga bangsa itu, saya kesulitan untuk membedakannya. Ada yang bilang bahwa tidak ada orang Korea yang berambut keriting kecuali rambut mereka dikeriting di salon. Ada juga yang bilang orang Jepang lebih sipit dibanding orang China dan Korea. Wah, ternyata ciri-ciri itu juga relatif sifatnya. Tetap saja saya kesulitan membeda-bedakannya.

Lho, kenapa ingin membeda-bedakan? Tidak ada maksud terselubung di balik keinginan itu kecuali ingin lebih mengharga perbedaan. Itu saja. Bukankah perbedaan itu rahmat? Nah, semakin kita mengerti perbedaan orang lain, semoga kita semakin bisa mengharga orang lain pula.

Bukan begitu sodara-sodara?

Eh, kalau Anda ingin ikutan kuis tebak gambar wajah China, Korea atau Jepang, login saja ke AllLookSame.com. Saya cuma bisa menebak 4 yang benar dari 18 tebakan yang ditampilkan. Artinya, saya belum mengenal perbedaan mereka, dong.

Ada yang tahu tips untuk membedakan ketiga bangsa Asia itu?

Gonta-ganti Nomor itu September 22, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
16 comments

Kartu milik konsumen atau negara? Yang pasti kita jadi raja.

mobile phone

Pertama kali mempunyai nomor hp ketika Satelindo dulu meluncurkan Mentari. Dulu harganya mahal sekali. Kalau tidak salah harganya hampir setengah juta rupiah. Padahal pulsanya hanya bernilai cepek saja. Setelah itu saya sempat beralih ke Simpatinya Telkomsel untuk beberapa saat. Nomor prabayar ini pun pernah punya lebih dari satu. Ada yang hilang, ada pula yang dihanguskan saja.

Sekarang saya menggunakan pasca bayarnya Telkomsel. Hitung-hitung, saya pernah menggunakan tiga jenis nomor, yaitu Mentarinya Indosat, Simpatinya Telkomsel, dan Halonya Telkomsel. Cuma XL yang belum pernah saya pakai.

Dulu, ketika bergonta-ganti nomor telepon, terasa sekali kerepotannya. Teman, klien dan saudara-saudara harus diberitahu bahwa saya berganti nomor. Wah, perlu puluhan SMS untuk mengirim announcement itu. Repot deh…

Tapi, seperti ditulis oleh KoranTempo, sebentar lagi industri telekomunikasi akan menerapkan mobile number portability. Artinya, nomor telepon seluler yang sudah dibeli konsumen akan menjadi miliknya selamanya kendati telah berpindah operator layanan seluler. Apa tujuan penerapan prinsip ini? Tujuannya agar operator semakin meningkatkan kualitas layanan mereka. Tentu saja yang diuntungkan adalah konsumen.

Koran Tempo menyebut nomor telepon seluler itu akan menjadi milik konsumen selamanya. Sementara itu Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar menyebut nomor itu akan menjadi milik negara. Mana yang benar? Saya tidak tahu.

Meskipun sekarang saya tidak berencana pindah operator selular, saya pikir Mobile Number Portability itu bagus, kok.

Berapa kali Anda ganti nomor telepon seluler? Berapa provider yang pernah Anda pakai?

Foto: Corbis.com

Studio Mini itu September 21, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
18 comments

Yang sederhana pun bisa menghasilkan yang hebat. Baca deh buku ini.

studio mini

Saya punya kamera digital kacangan, Nikon Coolpix 5200. Selama ini saya memakai kamera ini hanya berpanduan buku yang diberikan oleh penjual. Saya tidak mempunyai referensi lain. Untunglah kemarin Paman Tyo mengirimkan sebuah buku mungil berjudul Bikin Mini Studio Sendiri (foto cover, 687kb, JPG). Buku yang dibandrol Rp22.500 ini sungguh hebat. Serentetan tips dan trik bagaimana membuat studio foto mini dibahas tuntas dalam 9 bab, 112 halaman.

Buku ini dibuka dengan sebuah pendahuluan kira-kira bagaimana bentuk studio mini sederhana yang akan kita buat berdasarkan panduan dari buku ini. Kalau Anda seorang blogger yang sering ceprat-cepret dengan kamera digital sederhana, pasti Anda langsung terpesona dengan halaman pembuka ini. Apalagi jika Anda kemudian membuka halaman-halaman berikutnya. Bahan-bahan pembuat studio mini dibahas satu per satu, lengkap dengan spesifikasi bahan dan harganya. Dari mulai kardus bekas, berbagai macam jenis kertas yang akan dipakai, lampu-lampu, tripod dan lain-lain. Langkah-langkah membuat studio pun diulas dengan cermat, hati-hati dan mendalam. Pokoknya pepak bin lengkap, deh.

Selain itu buku ini juga menghadirkan bab yang membahas tentang berbagai kamera digital saku yang beredar di Indonesia. Masing-masing fungsi dan fitur kamera kacang ini dibahas. Tidak bertele-tele, memang. Tapi, cukuplah bagi kelas pemula seperti saya. Nah, bagi yang sudah mempunyai kamera kelas DSLR, buku ini pun membahasnya sekelumit.

Yang paling menarik dari buku ini adalah bagian tip dan trik memotret menggunakan kamera digital di studio mini yang kita bangun. Ada tips memotret segarnya kaleng minuman agar tampak lebih dinginnnn dan fresssssshhh. Ada juga tip memotret benda agar tampak terbang melayang. Wah, pokoknya asyik deh. Total ada 15 tip yang dibahas. Komplet lah…

Nah, bagi yang ingin berbisnis dengan kamera digital pun ada penjelasannya di sini. Pengin tahu bagaimana caranya membuat photobox seperti yang ada di mall-mall itu? Atau bagaimana membuat kios foto cetak? Nah, buku terbitan KomputerAktif ini adalah sumber yang paten, lengkap dengan perkiraan biaya dan harga alat-alatnya. Wow, hebat, khan?

Buku ini ditutup dengan dua halaman berisi jargon-jargon yang berhubungan dengan dunia cetak-mencetak digital. Dijamin Anda akan merasa jadi ahli setelah membaca buku mungil ini. Buku ini keliatannya wajib dibaca oleh blogger yang punya kamera digital. Highly Recommended, lah..

Catatan:
Foto di lema ini belum mempraktikkan tips dan trik yang ada dalam buku hebat itu. Jadi, harap maklum ya.
Telah terbit juga buku berjudul Bikin Situs Komunitas - Cepat dan Gampang dengan PHP Nuke. Keliatannya juga perlu dibaca nih…

Nasib sial itu September 20, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
12 comments

Dasar nasib. Mau bagaimana lagi?

wheelchair

Ini cerita tentang ulang tahun dan panjang umur. Ada seorang nenek. Namanya Debby Mills-Newbroughton. Umurnya, nggak tanggung-tanggung, 99 tahun, nyaris 100 tahun. Sayangnya, saat dia sedang menyeberang jalan, sebuah truk menabrak kursi roda yang dinaikinya. Nenek itu tewas. Padahal, dia sedang menyeberang untuk menghadiri ulang tahunnya yang ke 100. Lebih celakanya lagi, ternyata yang menabrak itu adalah truk yang sedang mengantarkan kue ulang tahun untuk pestanya. Kasihan sekali…

Ini jelas-jelas nasib sial yang menimpa seorang nenek yang umurnya hampir satu abad. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya keluarga. Saya juga tidak bisa menggambarkan bagaimana sialnya sopir truk yang menabraknya itu. Bisa jadi dia menyesal seumur-umur. Dua orang itu benar-benar sial. Ugh, jangan sampai mengalami hal yang seperti itu, deh.

Ya, begitulah. Nasib kita, manusia, tidak ada seorang pun yang tahu.

Nasib sial apa yang pernah menimpamu?

Gmail Mobile itu September 18, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
11 comments

Tidak ada rotan, akar pun jadi. Gmail Mobile lebih ringan, kok.

Meskipun saya suka menggunakan Gmail, tapi kadang saya kesulitan untuk mengakses layanan ini. Maklumlah, koneksi internet di kantor tidak begitu hebat. Apalagi pada peak hour sekitar jam 10.00 sampai jam 15.00. Saat itu hampir semua buruh di perusahaan ini kemungkinan besar sedang mengakses internet. Tapi, ada pula yang main game juga, sih.

Padahal, Gmail sering saya jadikan andalan untuk menerima email dari luar yang sifatnya urgent atawa mendesak. Dulu, internet di kantor sering ngadat. Nah, sejak pake Gmail semuanya lancar-lancar saja. Cuma ada syaratnya: koneksi harus kenceng. Duh, syarat ini yang seringkali tidak terpenuhi dan akhirnya ngadat juga.

Tapi, jangan khawatir. Akal harus tetap jalan. Google menyediakan mobile untuk Gmail atau Gmail Mobile. Alamatnya di http://m.gmail.com. Ini sebenarnya layanan khusus untuk diakses menggunakan henpon. Tapi, diakses menggunakan browser pun masih bisa, kok. Lancar-lancar saja. Bentuknya sederhana sekali, tanpa javascript yang rumit, tanpa AJAX yang membebani. Nggak heran kalau loadingnya cepat, aksesnya mudah. Wuzzz… wuzzz… wuzzzz. Ini yang sudah saya rasakan beberapa hari terakhir ini pada saat jam-jam sibuk.

Nah, sekarang masalah itu ada solusinya, khan? Tidak ada rotan, akar pun jadi. Jika Gmail masih sulit diakses, pakai saja layanan Gmail Mobile yang ringan. Sekedar untuk mengecek email dan membalasnya sih sudah lebih dari cukup.

Kapan ya janji Menkominfo untuk membuat broadband murah bisa terlaksana? Wuzzzz… wuzzzzz… wuzzzzz.