jump to navigation

Penutupan Google Answer itu November 30, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
6 comments

Google Answer tutup buku. Selamat tinggal Pinkfreud…

Tahukah Anda bahwa suara tawa yang muncul dalam sitkom dari Hollywood adalah bikinan akhir tahun 50-an atau awal 60-an? Saya tahunya ketika mengakses Google Answer beberapa waktu lalu. Sejak itu saya sering mampir ke layanan ini. Bukan untuk bertanya, tetapi untuk mengetahui jawaban orang lain atas pertanyaan yang diajukan. Well, lebih tepatnya adalah bagaimana strategi orang mendapatkan jawaban dengan menggunakan Google sebagai piranti pencari. Saya banyak belajar dari Google Answer ini. Bahkan saya juga mempunyai penjawab Google Answer favorit yang bernama Pinkfreud-ga.

Google Answer adalah tempat orang bisa menanyakan segala hal. Lemparkan pertanyaan, tentukan harga jawabannya dan biarkan para researcher akan menjawabnya. Google mempunyai lebih dari 500 researcher yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan menggunakan Google sebagai piranti pencarian informasi. Setiap pertanyaan yang dijawab bisa diberi rating oleh sang penanya. Jika penanya tidak puas dengan jawaban yang diberikan, dia bisa meminta uangnya kembali. Tapi, jika dia puas dengan jawabannya, dia bisa memberi tips tambahan. Keren, khan? Nah, penjawab favorit saya ya itu tadi: Pinkfreud.

Dalam profilnya tampak bahwa dia berhasil menjawab 2353 pertanyaan. Bintangnya nyaris sempurna, 4.91 stars. Keren banget, khan? Hanya 13 jawabannya yang ditolak oleh penanya dan dia wajib mengembalikan dollar yang diterimanya.

Saya suka dengan strategi Pinkfreud menjawab pertanyaan. Bagaimana dia memilih keyword, bagaimana dia menggabungkan keyword yang satu dengan yang lain untuk mencari di jagat maya ini menggunakan Google. Semuanya dipaparkan di akhir jawaban atas pertanyaan diberikan. Saya belajar dari Pinkfreud ini. Saking favoritnya, ada penanya yang hanya memberikan pertanyaan untuk dijawab oleh Pinkfreud ini. Kebangetan…

Tapi, sayang. Hari ini Google Answer tutup buku. Google secara resmi menutup layanan Google Answer. Ya, begitulah. Google Answer boleh ditutup, tapi saya masih tetap menggunakan Google sebagai mesin pencari informasi utama. Adios Google Answer. Adios Pinkfreud…

Update:

Ternyata Pinkfreud adalah seorang yang hidup dari Google Answer. Dia mendapatkan uang dari orang yang bertanya lewt Google Answer. Wah, kasihan ya. Dia sekarang kehilangan pekerjaan gara-gara Google Answer ditutup. Beberapa orang mengungkapkan simpatinya kepadanya. Bahkan ada penanya khusus melontarkan simpatinya tentang hal ini dan memberikan US$20. Wah…

Reklamasi Pantai Singapura itu November 29, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
17 comments

Negara kecil itu semakin kemaki, ya

singapore

Hari ini saya membaca sebuah surat pembaca yang menarik di KORAN TEMPO. Hasannudin, penulis surat itu, mengingatkan agar kita berhati-hati saat Singapura giat melakukan reklamasi pantai-pantainya. Pria yang tinggal di Depok itu mengkhawatirkan semakin digerogotinya luas wilayah negara kita jika kegiatan reklamasi oleh negara mini itu dibiarkan terus.

Sulit juga ya mengurus negeri yang luas ini..

Bagi yang mau membaca surat itu, saya kutip selengkapnya di sini.

Waspadai Kegiatan Reklamasi oleh Singapura

Penambangan pasir memang dianggap memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan asli daerah di Kepulauan Riau. Jumlahnya diperkirakan mencapai triliunan rupiah dari hasil kegiatan penambangan ini. Terlepas dari maraknya aksi penambangan ilegal, penambangan pasir laut telah menjadi primadona bagi pendapatan asli daerah setempat.

Penambangan pasir laut di Kepulauan Riau, baik yang dilakukan secara legal maupun ilegal, untuk dijual ke negara tetangga Singapura, jika terus-menerus dilakukan, tentunya akan mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, aktivitas penambangan ini telah memberikan begitu banyak dampak negatif terhadap nilai-nilai sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat setempat. Lebih berbahaya lagi, terancam tenggelamnya pulau-pulau yang berbatasan dengan Singapura, seperti Pulau Nipah. Bila terjadi, ada kemungkinan akan berdampak semakin luasnya batas negara tersebut dan Indonesia sebaliknya.

Selama ini Singapura telah mereklamasi delapan pulau kecilnya, yaitu Pulau Seraya, Merbabu, Merlimau, Ayer, Chawan, Sakra, Pesek, Masemut Laut, dan Pulau Meskol, sehingga menjadi Pulau Jurong. Pengurukan pulau tersebut mempergunakan pasir-pasir dari Indonesia sehingga menambah luas daratan Singapura, sehingga Pulau Jorong kini telah maju semakin dekat ke Indonesia.

Menurut hukum kelautan internasional, batas laut diukur 12 mil dari titik terluar dari teritorial negara. Bila Pulau Jorong bertambah titik terluarnya, otomatis batas perairan akan lebih menjorok ke perairan Indonesia. Adapun titik terluar Indonesia adalah Pulau Nipah. Jika pulau ini tenggelam, Indonesia akan kehilangan luas teritorialnya.

Karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan penambangan pasir di sekitar Kepulauan Riau. Eksploitasi alam yang sudah berlebihan harus dihentikan. Hal itu perlu dilakukan karena Pulau Nipah merupakan titik pangkal penentuan batas RI dengan Singapura dan RI dengan Malaysia. Bila pulau tersebut tenggelam, otomatis titik pangkal pun hilang, dan batas negara RI-Singapura dan RI-Malaysia menjadi kabur. Inilah yang selama ini tak pernah disadari semua pihak.

Hasanudin
Jalan Giring-giring Nomor 12, Depok

Saya kok merasa negara kecil itu semakin kemaki saja di hadapan Indonesia, ya. Kemarin ketika asap dari hutan kita mengganggu wilayahnya, Singapura melaporkannya ke PBB. Tapi, saat kita teriak-teriak adanya koruptor dari negeri kita yang ngendon di negeri singa itu, mereka tampaknya cuek-cuek saja. Nggak heran, lah. Karena sepertiga orang kaya di sana ternyata adalah orang Indonesia. Duh… kemaki bener mereka, sih.

Meniru tayangan SmackDown itu November 23, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
comments closed

Seorang anak tewas gara-gara meniru tayangan SmackDown. Bagaimana Lativi?

smackdown

Keponakan saya yang kelas lima SD senang sekali nonton SmackDown di Lativi. Ya, stasiun itu kalau nggak salah memang hampir tiap hari menayangkan acara gulat bodoh gaya bebas itu. Saya sudah berulang kali menasehati keponakan saya itu supaya tidak menonton acara itu.

Tapi, dia tetap ngeyel. Dia bilang SmackDown bagus karena orang-orang yang berkelahi kuat-kuat. Buktinya, dia bilang, nggak pernah ada yang berdarah walaupun dipukul dengan menggunakan kursi. Saya membantahnya dengan mengatakan bahwa SmackDown itu cuma sandiwara saja, bukan berkelahi beneran layaknya tinju Mike Tyson. Tapi, dia tidak percaya. Malah dia menertawai saya.

Duh…saya benar-benar prihatin.

Hari ini saya membaca ada seorang anak di Bandung yang tewas setelah bermain ala SmackDown. Dia di-smackdown oleh kakak-kakak kelasnya hingga patah tulang dan menderita demam tinggi sebelum akhirnya tewas. Benar-benar tragis. Saya pikir kecelakaan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sudah berapa anak yang cedera gara-gara meniru tayangan SmackDown? Saya tidak tahu jumlahnya. Tapi, saya yakin cukup banyak.

Untuk itu ada baiknya Lativi berubah.

  • Pindah jam tayang SmackDown ke jam yang lebih malam
  • Selama ini Lativi mulai memutar acara SmackDown dan sejenisnya pada pukul 21.00. Ada baiknya jamnya dipindah ke atas jam 22.00. Sekarang anak-anak kecil masih banyak yang melototi layar kaca pada jam 21.00. Semakin malam acara ini dimulai, saya pikir semakin bagus. Semakin sedikit anak kecil yang menonton, semakin bagus. Kita tidak ingin anak-anak kita menjadi preman yang main pukul, khan?

  • Beri keterangan di layar: Jangan meniru adegan ini
  • Selama ini saya tidak melihat adanya peringatan seperti itu. Akan lebih bijaksana seandainya Lativi memasang tulisan “Jangan Meniru Adegan Ini” atau yang sejenisnya untuk mengingatkan para penontonnya bahwa adegan-adegan yang ada di SmackDown sangat berbahaya. Ada baiknya juga diberi penjelasan bahwa para pelaku SmackDown adalah orang-orang profesional yang sudah berlatih berbulan-bulan. Mana kepedualianmu, Lativi?

  • Beri penjelasan secara lisan: SmackDown adalah sandiwara
  • Banyak anak yang belum mengetahui bahwa SmackDown dan sejenisnya hanyalah sandiwara di atas ring. Beri penjelasan sebelum acara dimulai tentang hal ini supaya anak-anak sadar dan tidak mencoba menirunya.

Kita lihat apakah Lativi akan berubah atau tidak.

Lobang pada FF Password Manager itu November 23, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
4 comments

Password Manager-nya FF berlobang, lhoo..

password manager

Salah satu fitur Mozilla Firefox yang paling saya sukai adalah password manager. Dengan adanya fasilitas ini saya tidak perlu mengingat-ingat password dari berbagai layanan di internet selama saya masih menggunakan komputer yang sama. Selama ini saya yakin bahwa fitur ini aman karena komputer di kantor hanya saya yang menggunakan. Orang lain tidak pernah ikut campur menggunakan komputer saya.

Ternyata, keyakinan saya hari ini terpatahkan. Situs p2pnet.net melaporakn bahwa fitur password manager itu rentan terhadap penyadapan password yang disebut sebagai Reverse Cross-Site Request (RCSR). Halah, apa pula itu?

Kelemahan Firefox ini bisa menyebabkan password yang tersimpan bisa dengan mudah dimunculkan. Password manager di FF itu bisa digunakan untuk mengirimkan username dan password ke komputer penyerang tanpa sepengetahuan kita.

Nah, kalau mau lihat contohnya bagaimana hal ini bisa terjadi, lihat saja demonya di halaman ini. Di situ, silakan masukkan username dan password. Tapi, hati-hati. Masukkan username dan password bohongan saja. Kemudian akan muncul jendela password manager. Klik save dan kunjungi halaman berikutnya. Di situ muncul sebuah video yang berasal dari YouTube. Klik pada bagian video itu dan sebuah hasil pencarian Google akan terbuka. Cermati URL-nya. Jangan kaget kalau username dan password yang Anda masukkan tadi ada di URL itu. Wah, bahaya!

Untunglah Mozilla sudah menyadari adanya lobang ini dan mereka sedang berusaha untuk menambalnya.

Menulis Review di ReviewMe itu November 21, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

ReviewMe mangajak blogger menjadi penulis advertorial yang netral. Ayo ikutan.

ReviewMe adalah sebuah inovasi baru. Review me adalah sebuah model bisnis dimana menempatkan blogger sebagai pihak yang melakukan review atas produk milik pengiklan. Namun, ReviewMe tidak sama dengan PayPerPost yang sempat dihebohkan itu. PayPerPost menentukan “harga” yang akan dibayarkan kepada semua blogger. Harga itu tidak tergantung ada besar kecilnya review, bagus tidaknya review.

Nah, ReviewMe menggunakan algoritma berdasarkan Alexa, Technorati dan statistik lain untuk menentukan bagus tidaknya sebuah blog. Dengan demikan mereka membayar blog tidak sama rata. Jadi, jika kalkulasi mereka menyebutkan bahwa blog itu bagus, maka blogger itu akan dibayar lebih tinggi. Harga yang ditetapkan oleh ReviewMe berkisar antara $30 - $1,000 per entri. Cukup besar bagi blogger yang selama ini banyak melakukan review tanpa imbalan apapun.

Selain itu, weblogger harus menyatakan bahwa review itu dibayar oleh pengiklan. Hal ini dilakukan supaya para pembaca tidak mendapatkan review yang bias. Saya pikir ini nyaris seperti advertorial yang dimuat di koran atau suratkabar. Pembaca harus tahu bahwa advertorial bukanlah berita. Advertorial adalah iklan yang dikemas seperti layaknya berita. Jadi, pembaca harus diberitahu tentang hal ini.

Nah, setelah blogger menulis di blog mereka, silakan beritahu ReviewMe URL postingannya. Nah, di sinilah pengiklan bisa membeli entri itu atau tidak. Bagusnya lagi, pengiklan tidak mensyaratkan bahwa review yang ditulis itu harus positif. Blogger dipersilakan untuk menulis opininya tanpa takut tidak dibayar. Satu-satunya syarat hanyalah jumlah kata yang harus lebih dari 200 kata. Ah, bukan syarat yang sulit bukan?

Jadi, tunggu apa lagi? Silakan sign-up ReviewMe. Tulis review kamu tentang para pengiklan yang ada di ReviewMe. Saatnya blogger dihargai oleh para pengiklan. (Sponsored Post)

James Bond Culun itu November 20, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
35 comments

James Bond kok culun. Hihihi…

Sudah nonton Casion Royale? Saya belum dan sampai saat ini tidak ingin menonton film James Bond yang dibintangi oleh Daniel Craig itu. Saya kok merasa Craig tidak pantas memerankan seorang agen rahasia Inggris yang keren, digandrungi wanita, dan selalu memakai gadget terbaru.

Sampai saat ini saya masih tetap menganggap Pierce Brosnan-lah yang paling cocok memerankan agen rahasia yang punya lisensi membunuh itu. Well, mungkin itu karena saya dibesarkan saat Brosnan menjadi bintang utama dalam film-film Bond: GoldenEye, Tomorrow Never Dies, The World Is Not Enough, dan Die Another Day.

Padahal, sebelumnya saya tahu Brosnan sebagai pemeran detektif swasta yang rada-rada kemayu dalam Remington Steele bersama Stephanie Zimbalist. Tapi, entah mengapa saat Brosnan menjadi Bond, semuanya berubah. Dia menjadi detektif yang keren, dandy, rapi, cergas, menarik hati wanita, usil. Pokoknya beda banged. Makanya saya berpikir Brosnan-lah orang yang paling cocok memerankan Bond.

Jadi, saya tidak heran dengan diri saya sendiri yang sekarang males nonton Craig yang agak botak itu beraksi sebagai Bond. Menurut saya, wajahnya culun, kurang ganteng untuk jadi pujaan wanita. Entahlah, mungkin ini karena saya belum nonton filmnya secara keseluruhan. Ada yang sudah nonton Casino Royale? Komen dong…

Angin Ribut di Bogor itu November 20, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
18 comments

Santet dan angin ribut akan melanda Bogor. Wah…

Setelah menahan diri untuk tidak menulis cerita tentang kedatangan Mister Bush, akhirnya saya tidak tahan juga. Semuanya berawal saat menonton sebuah acara malam di TV7. Sayangnya saya tidak dengan utuh menonton acara wawancara televisi itu dengan paranormal Ki Gendeng Pamungkas. Namun saya bisa mengambil kesimpulan bahwa dukun santet itu menyatakan ketidaksetujuannya dengan kedatangan Bush dan berniat menyantetnya. Bahkan dia mengatakan mendapat 3000 tandatangan yang mengatakan menolak kedatangan Bush.

Ada yang lebih menarik saat acara itu ditayangkan. Dengan jejampian yang tidak jelas artinya, Gendeng melakoni serentetan praktik penyantetan. Dia menusuk kepala ular dengan benda tajam dan mengumpulkan darahnya. Seekor burung gagak pun meregang nyawa di tangannya. Darahnya juga dikumpulkannya. Dua jenis binatang itu didatangkan dari tempat yang jauh.

Si ular asalnya dari daerah Berau di Kalimantan Timur. Burung gagak ditangkap di daerah Lampung. Sementara kayu tajam penusuknya berasal dari Cilacap. Di batang kayu itu ada orang yang pernah mati gantung diri. Darah dari binatang itu akan dicampur dengan darah orang yang meninggal karena pembunuhan dan kecelakaan lalu lintas. Semua “ubo rampe” itu adalah syarat dilakukannya santet terhadap tamu negara, Mister Bush.

Bukan hanya santet saja yang akan dilakukan Gendeng. Dia juga bercerita bahwa dengan persetujuan “orang-orang pintar” di Bogor maka akan didatangkan angin ribut saat Bush datang.

Hari ini Bush datang ke Bogor. Banyak orang yang tidak setuju dengan kedatangannya. Banyak juga orang yang acuh tak acuh. Kita lihat nanti sore, sebesar apa angin yang akan berhembus di Bogor. Bisa jadi akan ada Black Hawk Down di Bogor. Bisa jadi akan ada bule yang muntah darah di Bogor.

Kita ikuti beritanya nanti sore.

WP di Dreamhost itu November 17, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
13 comments

Pengalaman pertama dengan Dreamhost. Mabok themes!

Saya paling nyaman menggunakan blog engine WordPress. Pertama-tama tentu saja karena proses instalasinya yang mudah. Ya, ini karena saya bukanlah orang yang tahu bahasa programming dan html. Dulu, jaman pertama kali mengenal blog, saya bisa memasang WordPress meskipun dengan tanya sana-sini, buka manual berkali-kali dan error sesekali. Maklumlah… Prosesnya lebih mudah lagi ketika saya menggunakan layanan WHPlus. Mereka menyediakan one-click instalation untuk banyak aplikasi, salah satunya adalah WordPress.

Sebentar lagi WHPlus akan saya tinggalkan. Saya akan menggunakan Dreamhost. Ternyata Dreamhost tidak mempunyai fasilitas Fantastico menginstal WordPress. Sebenarnya tidak masalah sih karena saya bisa menginstalnya secara manual. Untunglah ternyata ada pengganti Fantastio. Namanya, ehmmmm, shmantastico. Terkesan sebagai nama yang tidak serius. Tapi, okelah. Setelah mengisi nama database dan passwordnya, kita tinggal selangkah lagi untuk menyelesaikan proses instalasi. Nah, di sinilah bedanya. Kalau kita menggunakan Fantastico, semua proses diselesaikan oleh aplikasi itu. Di Dreamhost kita sendirilah yang menyelesaikan proses instalasi. Hmmmm.. nggak terlalu beda jauh lah. Masih oke kok.

Eit… ada lagi yang beda. Setelah proses instalasi selesai, cobalah masuk ke tab Presentation di Dashboard WP. Ternyata di situ sudah nangkring 50 themes WP. Weleh..weleh…weleh. Mabok beneran!