jump to navigation

2Prong, Halah Apa itu November 17, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
2 comments

Email pun ada yang disposable. Kek popok saja.

Pernah nggak ngalami situasi seperti ini: Kita masuk ke sebuah situs. Tertarik dengan layanan mereka. Sayangnya untuk menggunakan service mereka, kita harus mengisi data diri dan juga memberikan alamat email. Duh, bisa-bisa alamat email yang kita berikan ke mereka nantinya jatuh ke tangan spammer. Khawatir, khan?

Nah, untunglah sekarang ada 2Prong. Situs ini menyediakan alamat email sementara yang bisa kita gunakan untuk mendaftar suatu layanan web dan melakukan verivikasi. Caranya, buka saja satu jendela baru untuk mengunjungi situ 2Prong.com. Nah, di sisi kanan atas ada alamat email sementara (disposable). Gunakan saja email itu untuk mendaftar. Jangan tutup halaman 2Prong itu saat kita melakukan pendaftaran. Di halaman itulah nantinya akan muncul pop-up saat email verifikasi muncul. Saya sudah mencoba menggunakan 2Prong. Keren. Saya pikir 2Prong lebih keren dibanding MyTrashmail.com.

Oh, ya ada satu lagi informasi yang kelewatan. Alamat email yang disediakan 2Prong selalu berubah-ubah. Domainnya pun secara teratur diganti supaya tidak bisa diblok. Soalnya ada beberapa orang yang mengeblok email berdomain MyTrashmail.com sehingga kita tidak bisa menggunakannya untuk mendaftar.

Cobain saja deh.

Hosting Impian itu November 16, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
26 comments

Akhirnya saya pindah ke Dreamhost.

Akhirnya, setelah tanya sana dan sini, saya memutuskan untuk menggunakan layanan hosting dari Dreamhost. Prosesnya agak ribet sedikit karena mereka membutuhkan validasi kartu kredit dengan cara mengirimkan imprint kartu kredit via fax. Caranya dengan meletakkan kartu kredit di bawah kertas dan kemudian kita gosok menggunakan krayon atau pensil supaya nama pemegang kartu kredit dan nomornya bisa dibaca dengan jelas. Kemudian hasil cetakkan kartu kredit itu dikirimkan Karena hal itulah maka proses untuk mendapatkan account di Dreamhost memakan waktu dua hari.

Mengapa Dreamhost?
Pertama-tama tentu saja adalah karena kerepotan yang saya alami dalam mengurus lebih dari satu domain dan blog. Ya, saya memang memegang total lima domain dan semuanya aktif. Tidak ada yang kurang dengan WHPlus tempat saya selama ini berhosting. Layanan mereka cukup baik. Paling tidak sesuailah dengan harga yang mereka tetapkan. Kalaupun ada sedikit glitch, saya yakin itu masih normal-normal saja.

Nah, sejak bulan lalu saya mencari-cari layanan hosting yang besar, bisa digunakan untuk multiple domain, tapi murah. Ada beberapa pilihan, memang. Teman-teman yang berbisnis reseller sempat menawari saya. Tapi, saya pikir, mengapa harus menggunakan layanan mereka kalau saya bisa langsung berhubungan secara langsung dengan perusahaan hosting besar? Plihan menggunakan layanan dalam negeri saya urungkan. Bukankah kebanyakan dari mereka adalah reseller?

Ada beberapa alternatif yang masuk dari luar negeri, misalnya Hostgator, Yahoo!, MediaTemple. Tapi, kok mahal ya. Saya maunya space besar, multiple domain, tapi murah. Nah, ternyata Dreamhost memberikan apa yang saya impikan. Spacenya besar, 200Giga. Bisa multiple domain. Dan harganya murah, cuma US$22.40 per tahun. Itu pun masih gratis satu domain. Gila sekali, bukan?

Dua Testimonial
Sebelum memutuskan menggunakan DreamHost, saya sempat berkirim email ke dua orang yang telah hosting di sana, yaitu Harry Sufehmi dan William Pramana untuk menanyakan pengalaman mereka menggunakan layanan Dreamhost. Hanya William saja yang dengan cepat membalas email saya.

Kata William:

Iya, saya menggunakan DreamHost sejak 2 tahun yg lalu. Downtime sih kadang2 terjadi karena server upgrade/network upgrade, saya bisa memaklumi karena menurut saya jarang ada host yg bisa 100% uptime. Bisa 100% up malah lebih berbahaya karena itu artinya server nya tidak pernah di patch dari masalah2 security yg ada.

Data lost, tidak pernah. Lagipula mereka juga punya backup system yg cukup memadai. Anda juga dapet menghubungi support kalau tidak sengaja menghapus file personal anda.

Renew kontrak sudah 1x, karena saya selalu bayar 1 tahun full. Soal perpanjangan mungkin saya akan menggunakan server sendiri setelah ini karena ada beberapa project yg membutuhkan dedicated server. Jadi blog saya bisa numpang. Tapi kalau projet tsb dibatalkan, saya rasa DreamHost masih pilihan saya.

Menurut saya harga service dreamhost sangat murah untuk disk space dan bandwidth yg di berikan DreamHost. Satu hal yg saya kurang suka dari dreamhost, pembuatan database MySQL dan username baru membutuhkan waktu 10 - 15 menit. Tapi untuk saya gak ada masalah.

Wah, sebuah testimonial yang bagus dari seorang blogger paling terkenal di Indonesia. Saya pun menanyakan secara lisan tentang layanan DreamHost kepada Budi Putra. Blogger yang juga wartawan IT kawakan pun mengatakan bahwa DreamHost bagus. “Cepat kok loadingnya,” katanya pada suatu saat.

Ah, dua testimonial dari dua orang blogger papan atas pasti tidak akan salah. Akhirnya saya sign up Dreamhost dan approval sudah diterima pagi ini. Sekarang, tinggal memindah satu-satu domain dan file yang ada di WHPlus ke server baru.

Harga Dreamhost
Saya memilih paket Crazy Domain Insane yang mempunyai fitur: 200Giga space, bandwidth 2T per bulan, gratis satu domain, unlimited MySQL, one-click installation, unlimited domain hosted. Harganya adalah US$9.95 per bulan atau sama dengan US$119.4 per tahun. Dengan menggunakan kode promosi tertentu, saya mendapat diskon US$97. Jadi, saya hanya perlu membayar US$22.4 per tahun. Kalau dirupiahkan ya kurang dari Rp.210.000,- per tahun. Murah banget, khan?

Pendaftaran Domain di Microsoft itu November 15, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
4 comments

Kita bisa mendaftarkan domain di Microsoft, lhoo

Siang ini, ketika blusak-blusuk di dunia maya mencari informasi tentang pendaftaran domain, saya mendapat berita bahwa ICANN telah menambah daftar panjang perusahaan pendaftar domain dengan memasukkan Microsoft ke dalamnya. Dengan demikian, lewat perusahaan itu kita bisa membeli domain top-level.

Google sebenarnya juga mempunyai kemampuan untuk mendaftarkan domain. Tapi, tampaknya Google belum terjun secara langsung ke dalam bisnis ini. Entah kapan kita bisa melihat Google dan Microsoft bersaing untuk menjadi tempat pendaftaran domain. Ah, kian ramai saja bisnis ini tampaknya.

Silakan para raksasa bersaing, asal yang fair. Akhirnya konsumenlah yang akan diuntungkan. Bukan begitu?

Webware itu November 9, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
5 comments

Masa depan dunia aplikasi ada di web. Anda setuju?

Belum lama ini CNet meluncurkan sebuah situs yang baru. Namanya Webware.com. Filosofi situs ini, seperti yang tercantum di bawah judul halamannya, adalah “Say No to boxed software! The future of applications is online delivery and access. Software is passé. Webware is the new way to get things done.”

Dengan demikian orang-orang di Webware percaya bahwa nantinya semua hal yang selama ini kita lakukan dengan menggunakan aplikasi yang kita instal di komputer kita nantinya akan berubah. Semuanya akan dilakukan secara online dengan menggunakan browser, begitu kurang lebih saya menerjemahkannya.

Ya, sedikit banyak saya menyetujui filosofi ini. Sekarang tiap hari saya amat sangat tergantung kepada aplikasi buatan Microsoft: Word dan Excel. Kedua software itu harus dibeli dan kemudian diinstal dikomputer. Tanpa kedua aplikasi itu mustahil bagi saya untuk bekerja.

Tapi, perlahan-lahan saya juga mulai belajar Google Docs dan Google Spreadsheets yang bisa diakses lewat mesin perambah. Tidak ada aplikasi yang perlu saya beli untuk menggunakan layanan ini. Pun tidak ada aplikasi yang harus saya instal. Memang, ini layanan baru dan masih banyak kekurangannya dibandingkan Word dan Excel-nya Tuan Bill Gates. Tapi saya yakin semakin hari pasti Google akan menyempurnakannya.

Itu baru satu contoh kecil bahwa masa depan dunia aplikasi terletak pada mesin perambah. Masih banyak contoh yang lain, misalnya saja email berbasis web, instant messaging berbasis web, editing gambar online, presentasi online, dan lain sebagainya. Semuanya itu masih belum sempurna. Kapan semua itu bisa diwujudkan? Teknologi dan waktulah yang akan menentukan. Mari kita lihat dan tunggu bersama.

Desain Jelek Myspace itu November 9, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
11 comments

Meskipun desainnya jelek, Myspace tetap populer. Pilih mana: fasilitas untuk membangun konten yang lengkap atau desain bagus?

Tahu situs MySpace, khan? Beberapa kali saya mengunjungi situs yang menawarkan layanan interactive, jaringan sosial, profil pribadi, blog, group, layanan penyimpanan foto, penyimpanan musik, dan video. Kurang apa, coba? Lengkap banget, khan?

Menurut Alexa Internet, MySpace adalah situs berbahasa Inggris keempat terpopuler sekaligus situs keenam terpopuler di dunia dan situs terpopuler ketiga di Amrik. Bahkan, karena saking sibuknya, Google pun kesengsem dan berani membayar US$900juta untuk menyediakan fasilitas mesin pencari dan memasang iklan di situs MySpace.com. Jumlah yang tidak sedikit, bukan?

Tapi, saya kok nggak sreg dengan desain situs milik News Corp. yang punya anggota sebanyak 160 juta itu. Kenapa? Rasanya kok ada yang aneh, ya.. Desainnya kaku, kotak-kotak, jelek dan tidak nyaman dipandang mata. Mungkin ini disebabkan karena keawaman di bidang desain web. Saya enggak tahu bagaimana komentar suhu CSS seperti Didats dan Deny melihat halaman MySpace.

Tapi, kenapa situs itu populer sekali? Mana yang lebih penting sebenarnya: fasilitas untuk membangun konten atau desain yang keren? Wah, nggak ngerti…

Ekstensi Kecanduan Internet itu November 8, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
3 comments

Seberapa parah kamu sudah terserang kecanduan internet?

PageAddict adalah sebuah ekstensi browser Firefox yang akan membantu kamu memantau kadar kecanduan kamu terhadap internet. Cara instalnya gampang karena filenya kecil: cuma 10kb saja. Proses instalasi hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik saja.

Nah, setelah ekstensi itu terinstal dan mesin perambah direstart, maka ekstensi itu akan mencatat situs apa saja yang dikunjungi, berapa lama situs itu dikunjungi (dalam satuan detik dan prosentase). Semua angka itu bisa dilihat di halaman pageaddict.com. Di halaman itu kita bisa mencantumkan tag untuk masing-masing halaman yang kita lihat itu. Jadi, cobalah untuk membuat tag, misalnya: fun, jobs, email, blog dst.

Nah, dari situlah pada akhir sesi internet kita bisa mengambil kesimpulan kira-kira halaman apa saja sih yang kita kunjungi, berapa lama, berapa prosen, untuk apa dan seterusnya.

Jangan kaget setelah melihat hasilnya, ya..

10,000 Spam itu November 8, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
7 comments

Jumlah spam sudah mencapai 10,000. Untung ada Akismet

Pagi tadi, ketika saya melihat dashboard admin WP, jumlah spam yang mengotori blog ini baru 9.900-an. Siang ini angka itu tembus 10,000 spam. Untunglah ada Akismet yang berhasil memberangus spam-spam kurang ajar itu. Kadang saya heran dengan orang-orang yang mengirimkan spam itu.

Kok ya sempat-sempatnya mereka mengirim spam ke halaman blog yang pengunjungnya sedikit ini. Ya, saya tahu yang mengerjakan pasti mesin yang bisa diperintah dengan mudah. Tapi, mengapa blog ini yang menjadi sasaran?

Padahal sudah jelas-jelas sebagian besar blog yang menggunakan WP sudah memasang Akismet sebagai penangkal spam. Tapi, tetap saja juru spam itu mencoba menyelusup masuk. Ya, silakan saja. Tapi, nggak akan tembus sepanjang server Akismet masih bekerja.

Ayo, sampai berapa kuat spam menghajar, Akismet tetap bertahan. Thanks, Akismet. Kalau nanti tembus 25,000 spam, saya akan mengucapkan terima kasih lagi, ah.

Iklan Cetak dan Iklan Televisi Itu November 7, 2006

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
5 comments

Di negeri seberang iklan media cetak tergencet iklan online. Di sini tergencet iklan televisi.

WashingtonPost.com melaporkan bahwa Google melebarkan sayapnya sebagai broker iklan dengan mengadakan program ujicoba yang memungkinkan para pengusaha untuk membeli iklan lewat Google untuk dipasang di aneka koran di Amerika Serikat.

Google memang fenomenal. Dari sebuah survey yang diwartakan oleh BBC diketahui bahwa pendapatan mesin pencari nomor satu itu akan melampaui pendapatan iklan televisi Inggris Channel Four (US$1.5milyar). Biro iklan Mindshare dan Initiative mengatakan bahwa Google kemudian akan melampaui pendapatan ITV1 dalam 18 bulan ke depan. Bulan lalu Google mengungkapkan bahwa pendapatannya secara global pada kuartal ketiganya adalah sebesar US$733juta. Angka ini meningkat 92% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Stasiun televisi saja sudah nyaris terlampaui oleh Google. Bagaimana dengan nasib surat kabar dan majalah? Tentu saja kedaaannya lebih parah karena secara umum pendapatan iklan media cetak biasanya lebih rendah dibanding pendapatan iklan stasiun televisi.

Tidak mengerankan jika ujicoba yang dilakukan oleh Google untuk menjadi perantara pemasangan iklan ini disambut juga oleh koran-koran ternama di Amerika Serikat. Tercatat suratkabar Washington Post, NY Times dan Wall Street Journal serta 50 koran lainnya ikut dalam program ini. Ujicoba selama 3 bulan ini didesain untuk memudahkan para pengiklan untuk datang ke Google, mendapatkan koran tempat mereka beriklan, mencari tarif iklan dan kemudian membeli space iklan.

Itu adalah cerita yang terjadi di Amerika yang industri dotcomnya sangat maju, tingkat melek hurufnya tinggi, intelektualitasnya tinggi. Ini tidak terjadi di sebuah negeri yang acara-acara sinetron dan kuis bego mendominasi rating televisi dan rakyatnya ogah baca koran/majalah. Ini juga tidak terjadi di negeri yang bujet iklan media cetak selalu tergerus oleh bujet iklan untuk televisi.