jump to navigation

Tandatangan Rumit itu January 18, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Bagaimana sebaiknya bentuk tandatangan itu? Haruskan rumit supaya tidak mudah ditiru?

tandatangan

Dulu aku punya bos. Dia orang Indonesia asli. Salah satu yang menarik dari mantan bosku ini adalah tanda tangannya. Kenapa? Tanda tangan sang bos ini sungguh ruwet. Tidak ada satupun orang yang mampu meniru cara dia menciptakan tanda tangan. Jangankan meniru, menyerupai pun hampir mustahil. Jika ada berkas yang harus ditandatangani, bosku ini akan memegang dokumen itu dan meletakkannya di atas meja. Kemudian kertas dokumen itu diputar beberapa derajat dan mulailah dia menorehkan tanda tangan.

Eit, jangan salah kalau dia ternyata memulai menorehkan tanda tangannya dari bagian tengah. Kemudian berturut-turut akan maju dan akhirnya mundur lagi. Itupun masih ditambah dengan atribut berupa titik dan “clengkuwer” yang mustahil untuk disamai.

Anehnya, bosku itu bisa membuat tandatangan yang 100% sama untuk semua dokumen yang wajib mendapatkan tanda tangannya. Semua kuitansi, invoice, proposal, dokumen perjanjian kerjasama dan aneka macam surat ditandangani dengan sempurna. Dia tampaknya menikmati prosesnya menorehkan tanda tangan di atas kertas.

Semua itu berakhir ketika perusahaan memutuskan untuk mengirimkan kartu ucapan selamat tahun baru ke semua klien yang jumlahnya ratusan. Setelah semua karyawan di divisi saya menandatangani kartu itu, kini giliran yang bos menandatanganinya. Dimulailah prosesi memutar kartu ucapan itu sekian derajat, menempatkan titik dan “clengkuwer” di sana sini dan menggarisbawahinya. Belum sampai puluhan kartu ditandatangani, dia sudar menyerah.

“Aku nggak sanggup tandatangan. Tanganku capek. Kirim saja semua tanpa tandatanganku!” katanya.

Kami para cecunguk hanya tertawa geli melihat sang bos tangannya kecapekan.

Makanya bos, bikin tandatangan yang sederhana saja. Ngapain harus rumit-rumit?

Seperti apa bentuk tandatanganmu? Nyaris bisa dibaca sebagai namamu, khan?

Be the first to like this post.

Comments»

1. kunderemp - January 18, 2007

Ibuku selalu menertawakan aku kalau melihatku menandatangani sesuatu. “Wah, Le.. kamu gak bakat jadi bos. Tanda tanganmu terlalu rumit. Bagaimana kalau dalam sehari kamu harus menandatangani puluhan dokumen?”

Tentu saja aku langsung mengelak, “Salah Ibu juga. Tandatanganku jadi ribet begini kan karena ingin meniru tanda tangan Ibu”

“Ya itu.. Ibu menyesal. Capek kalau pas lagi banyak dokumen yang harus ditandatangani. Maksud Ibu, jangan sampai kamu menyesal seperti Ibu”, kilah ibunda

“Yeee…. telat sembilan tahun. Tandatangan di KTP sudah seperti itu sih ^_^*!”

2. Nofie Iman - January 18, 2007

Tanda tangan saya lumayan simpel. Tidak terlalu bisa dibaca, tapi terlihat jelas inisial saya di situ.

Di luar negeri, kalau tanda tangan kita nggak mirip dengan nama kita, biasanya malah dicurigai. Misalnya sewaktu pengecekan paspor di bandara. Argumen kita dalam membuat tanda tangan biasanya “supaya susah ditiru.” Padahal tanda tangan seharusnya mencerminkan nama kita.

Rhenald Kasali dulu pernah menulis artikel bagus sekali soal ini.

3. Anang - January 18, 2007

tanda tanganku njlimet.. ruwett…

4. andriansah - January 19, 2007

Setuju ama no.2
Alesan saya kenapa saya bikin tandatangan yang terbaca.

tapi masalahnya adalah sampai sekarang saya belom pernah tandatangan yang ada hubungannya dengan luar negri :|

*curhat

5. iway - January 19, 2007

bagi yang punya indra ke-6, tanda tangan saya adalah nama belakang saya, bagi yang cuman 5 indranya, hanya coretan yang ga penting buat diplototin :D

6. yanti - January 19, 2007

nggak njlimet amat, tapi mlungker2 ga jelas.
ga sempet jadi masalah sih pas di luar negeri. tapi emang beberapa kali ditanya, “apakah itu namamu dalam huruf asli Indonesia?”… hehehehehe…

7. devie - January 19, 2007

kata kawan2 sih, tanda tanganku ruwet plus njlimet. cuman huruf D aja yang terwakili disitu.

8. dikshie - January 19, 2007

ikuti saja cara orang jepang yaitu menggunakan inkan atau hanko atau dalam bhs indonesia cap :-)

9. Hedi - January 19, 2007

Tanda tangan saya ya terbaca jelas, minimal nama depan. Inspirasinya dari lihat tangan pengarang buku kuliah dan pernah juga dibilangin orang bule sih. Katanya, orang kita suka aneh kalo bikin tanda tangan :P

10. lucky - January 19, 2007

jadi inget kalo minggu lalu aku ada cerita tentang tanda tangan… pas buka rekening baru di bank sejuta umat, sempat diminta tanda tangan ulang karena beda ama di KTP… trus karena punya 2 tanda tangan,kadang suka pusing juga kalo mau tanda tangan slip transaksi…lupa di kartu ada tanda tangan yang mana yah?

11. didats - January 21, 2007

tanda tanganku jelek. aneh. gampang di baca. hehehe… :D

tapi cuwek lah, wong aku ndak bakat bikin tanda tangan ruwet kok… :D

12. R. Iqbal - January 21, 2007

Postingnya menarik. Saya jadi teringat artikel dari Pak Rhenald yang saya baca beberapa tahun lalu. Menurut beliau, mayoritas orang Indonesia memang cenderung membuat tanda tangan yang rumit agar sulit ditiru.

Hal itu merupakan efek karena kita hidup di negara yang low trust society. Kita sering kali menaruh rasa curiga terhadap orang lain.

Artikel tersebut saya baca di kolom Detik tapi tadi saya cari sudah tidak ada lagi. Setelah mencoba googling, saya mendapatkan artikel tersebut di arsip salah satu milis. Isinya sangat bagus.

Semoga suatu saat negara kita bisa menjadi High Trust Society.

13. Priyadi - January 24, 2007

tanda tangan jangan rumit2, apalagi kalau 2 tanda tangan gak bisa sama persis. bisa kasus kalau mau ngambil uang di bank.

14. Helmar Yusri, A.Md. - January 29, 2007

Kalau saya sih santai-santai aja. pokoknya yang minta tanda tangan harus hadir di hadapan saya. lantas kasih aja tanda tangan lima jari di wajahnya, he he…

15. japspress - July 25, 2008

Karena tanda-tangan yang akhirnya saya putuskan menjadi tanda tangan di KTP saya bentuknya rumit naujubilah, saya sempat siteru dengan ayah saya yang menganut asas: “tanda tangan mah simple aja sampe cek beliau aja saya yang nanda tanganin”. Beliau berpikir orang yang bikin rumit tanda tangan cenderung suka memperumit segala sesuatu, termasuk pikiran dan hidupnya. Dan jadilah saya yang senang dengan dunia yang penuh dengan kerumitan ini. :) terimakasih buat post yang membangkitkan memory saya tentang diskusi itu. salam -japs-

16. rangga - July 25, 2008

Ah.. iya.. tanda tangan rumit ya.. Bener kata mas priyadi, kalo terlalu rumit, suka susah kalo urusan di bank..

Ngomong-ngomong, kalo di Amerika, tanda tangan malah harus kebaca namanya. Jadilah tanda tangan orang-orang sana cuma kaya nulis nama biasa aja. Hahaha..

17. ESTER HERMITA PURBA - March 14, 2009

Pentingkah bentuk tanda tangan itu? terus terang tanda tangan saya mulai dari SD kelas 1-6, SMP dan SMU itu beda. Dan yang jadi hasil akhirnya tanda tangan waktu UAN SMU. Karena kalau yang ini lebih cepat untuk membuatnya.

Eh… gue curhat sedikit dulu ya….. tanda tangan ayah saya tiap tahun ganti lho……. malah tiap ssssebulan sekali…

masalah ga ya!!!!

18. fifi - March 20, 2009

mas e biasa tanda tangan itu gambarin profil orang nya. semakin rumit tanda tangannya semakin susah juga kita berurusan dengan dia. tul nggak ?

19. virgo - September 21, 2009

Y’ne,,,,ruweEeEeEt bgtz,nget,nget,ngettt.

20. ARWAN - July 2, 2010

ada rumusnya g sih, supaya g rumit kyk gtu… (-_-”)

21. Kichitaro - July 10, 2010

waduh seru jg ngomongin tanda tangan..
klo saya mah tanda tgn ny enak d liat tapi ga da sangkut pautnya sama nama saya…

mau ganti tanda tangan tp nunggu memperpanjang KTP ny msh lama..

piye jal..


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>