jump to navigation

Lady Diana August 31, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
14 comments

Lady Diana

Diana Frances Spencer
1 July 1961 – 31 August 1997

Foto: worldroots.com

Anak Melayu yang Sial itu August 30, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
6 comments

Pufff.. untung “bijinya” tidak dipotong

malaysia bego

Mumpung diskusi tentang Malaysia belum berakhir, mari kita simak sebuah berita yang lucu, menggelikan sekaligus mengenaskan dari negerinya Siti Nurhaliza itu. Ini bukan cerita tentang keangkuhan mereka, bukan pula cerita tentang TKI kita yang diperbudak oleh majikan Melayunya. Ini hanya cerita anak kecil saja yang dimuat di KOMPAS pada 29 Agustus 2007 lalu…

Diberitakan bahwa ada seorang bocah berusia sembilan tahun asal Kampung Bahru, Malaysia, harus dioperasi karena buah zakarnya terjepit di pipa besi yang ukurannya mirip selang air. Seperti dikutip dari Harian New Straits Times, Selasa (28/8) peristiwa itu bermula saat bocah itu sedang mandi dan mendengar panggilan abangnya. Bocah itu memanjat partisi di kamar mandi untuk menjawab panggilan. Tiba-tiba dia terpeleset.

Ketika jatuh, buah zakar bocah itu masuk ke dalam lubang pipa besi dan terjepit. Ouch…. segerrrrr… Anda bisa bayangkan bagaimana sakitnya bocah itu. Dia pun menjerit keras. Ayahnya kaget melihat anak itu terkulai lemas di lantai. Sang ayah pun segera menghubungi layanan darurat. Staf medis yang datang itu tidak bisa melepaskan si anak dari pipa tersebut. Waduh, parah. Mereka meminta pertolongan petugas pemadam kebakaran.

Rohana Mustafa, petugas pemadam kebakaran Bukit Mertajam, mengatakan, mereka harus memotong pipa itu agar si anak bisa diangkut ke rumah sakit dengan potongan pipa yang masih menjepit. Selanjutnya, dokter mengoperasi anak itu selama 30 menit untuk membebaskan “biji” itu dari pipa. Puffff… untung bisa lepas, gimana kalo nggak bisa? Apa “biji” si anak itu yang harus dipotong saja?

Nak, engkau harus belajar banyak dari peristiwa ini. Asal kau tahu saja, nak, perasaan yang kau alami juga pernah dirasakan oleh orang Indonesia, saudara kami, yang disiksa oleh empat polisi Malaysia. Ya, empat orang Malaysia saudaramu itu. Kini engkau harus ambil hikmahnya, nak. Dan tolong bilang ke bangsamu bahwa kami, bangsa Indonesia, juga punya harga diri, punya martabat yang tidak bisa seenaknya dihina oleh bangsamu.

Malaysia yang Enggan Minta Maaf itu August 29, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
comments closed

Malaysia ogah minta maaf. Pelaku cuma diskors dan potong gaji separo.

malaysia
Seperti sudah diduga sebelumnya, Malaysia enggan meminta maaf atas terjadinya pengeroyokan terhadap wasit karateka asal Indonesia bernama Donald Pieter Luther Kolopita yang diundang di kejuaraan karate internasional di Negeri Sembilan. Seperti sudah ditulis oleh banyak blog dan media, wasit asal Indonesia itu dikeroyok oleh empat polisi Malaysia tanpa alasan yang jelas.

Luhut B Panjaitan, Ketua Kontingen Karateka Indonesia memutuskan untuk menarik seluruh kontingen Indonesia dari arena pertandingan sebagai bentuk protes kepada pemerintah Malaysia. Sementara itu menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault mengatakan bahwa pendatang haram atau binatang pun tidak boleh diperlakukan dengan kasar dan dia berjanji akan melakukan protes keras.

“Malaysia menunjukkan arogansi berlebihan,” kata ketua DPR kita.

Protes keras juga disampaikan oleh para pengunjung blog ini. Banyak yang mengecam. Namun, apa jawaban pemerintah Malaysia sendiri? Menteri Luar Negeri Datuk Syed Hamid Albar enggan meminta maaf. “Saya pikir yang paling penting ialah sikap Kerajaan Malaysia terhadap kejadian. Sikap kami, kejadian ini perlu diberikan pengadilan secukupnya.” katanya seperti disiarkan oleh KORAN TEMPO.

Well, diberi pengadilan secukupnya? Apakah bentuk hukumannya? Ternyata pelakunya hanya diskors dan separuh gajinya tidak dibayar. Ya, hanya itu saja. Tidak lebih, tidak kurang. Astaga! Memukuli orang sampai babak belur hanya diskors dan dipotong gajinya separo? Sama seperti di sini kalau ada aparat yang salah, paling-paling akan disebut sebagai kesalahan oknum saja, ya…

Gimana nih…? Protes lagi yuk, yang lebih kenceng…

Gelombang Video Porno Indonesia itu August 27, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
59 comments

Video YZ dan ME “menghasilkan” uang sebesar Rp.19.6 Milyar

Hari ini saya membaca berita di harian Rakyat Merdeka yang menyebutkan bahwa saat ini telah beredar lebih dari 500 judul film porno buatan lokal, 90 persennya dibuat oleh anak-anak muda di Indonesia. Ya, itulah sebagian dari isi buku yang berjudul ‘500+ Gelombang Video Porno Indonesia‘ yang ditulis oleh Seno Set.

Saya tidak kaget dengan angka 500 itu. Saya pikir angka itu justru terlalu kecil jika kita melihat betapa maraknya milis porno di Yahoo!Groups yang dikomandani oleh orang dari Indonesia. Belum lagi milis di GoogleGroups. Jika kita juga menimbang banyaknya foto porno dengan model lokal, angka 500 pastilah terlalu kecil.

Peredaran video dan foto porno di internet adalah kejahatan sekaligus pemborosan. Mengapa pemborosan? Penulis itu mengambil contoh video mesum yang dibuat oleh (mantan) anggota DPR Yahya Zaini-Maria Eva. Menurut sang peneliti, video itu didownload sebanyak 19.6 juta kali. Jika untuk satu kali download video dibutuhkan biaya sebesar Rp.1000 saja, maka bangsa ini menghamburkan uang sebanyak Rp19.6 milyar untuk sesuatu yang tidak berguna.

Selain menulis buku itu, Seno Set juga meluncurkan kampanye simpatik bertema “Anak Muda Indonesia: Jangan Bugil di Depan Kamera.” Ayo dukung mereka.

Malaysia yang Makin Menyebalkan itu August 27, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
comments closed

Tetangga ini semakin menyebalkan saja…

Hubungan kita dengan tetangga serumpun ini memang akhir-akhir ini agak memanas. Nasib tenaga kerja Indonesia di Malaysia sering menjadi berita. Yang terkenal tentu saja adalah kasus Ceriyati yang tidak ceria itu. Dia nekad kabur melalui jendela apartemen di Malaysia menggunakan untaian kain yang dipilin-pilin. Dia mengaku disiksa oleh majikannya yang berkewarganegaraan Malaysia.

Malaysia

Kemudian ada TKW yang bernama Parsiti yang juga nekat kabur dari lantai 22 sebuah apartemen di Klang, Selangor, Malaysia. Nasibnya masih mujur, ia diselamatkan tetangganya ketika tergaing-gaing di lantai 15. Parsiti nekat kabur karena tidak tahan dianiaya majikan perem­puannya. TKI ini menjadi PRT sejak tiga bulan lalu pada sebuah keluarga yang oleh Parsiti sendiri tidak diketahui siapa namanya. Pariati sempat bergelantungan selama 30 menit di depan sebuah jendela lantai 15 apartemen tempat majikannya tinggal.

Kemudian ada kasus Astro yang dianggap melakukan monopoli siaran pertandingan Liga Primer Inggris setelah tahun-tahun sebelumnya kita bisa menikmati aksi sepak bola ini secara gratis lewat tv lokal. Tentu saja para penggila Liga Primer sangat geram terhadap Astro yang notabene adalah perusahaan asal Malaysia yang bekerjasama dengan perusahaan lokal Indonesia untuk menyediakan layanan televisi berlangganan.

Sekarang ada lagi kasus yang baru. Seorang wasit Kejuaraan Karate Internasional asal Indonesia bernama Donald Peter Luther dipukuli oleh polisi Malaysia hingga babak belur. Kondisi Donald, yang diundang sebagai wasit resmi kejuaraan karate internasional itu sungguh memilukan. Mata, pipi kiri, pipi kanan dan kemaluannya bengkak serta rusuk bagian kanannya rusak gara-gara dihajar dengan membabibuta oleh polisi Malaysia. Tidak heran jika akhirnya Indonesia memutuskan menarik diri dari Kejuaraan Karate Internasional itu. Sungguh biadab polisi Malaysia itu. Tidak berperikemanusian. Tidak menghargai tamu yang datang atas undangan resmi.

Well, Malaysia nampaknya mulai sombong dengan keberhasilan pembangunan ekonominya. Sayangnya mereka takabur, tidak sadar bahwa yang mengerjakan berbagai proyek gedung bertingkat di sana adalah para buruh asal Indonesia. Yang mengerjakan perkebunan kelapa sawit mereka juga sebagian besar adalah buruh Indonesia. Sayangnya perlakukan mereka tidak manusiawi. Kita dianggap sebagai bangsa budak yang bisa disiksa seenaknya majikan.

Bagaimana nih, kita dilecehkan sebagai sebuah bangsa…

Flash PacMan itu August 24, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
4 comments

Mainan PacMan, yuk..

Cara mainnya gampang banget kok. Pertama-tama tentu saja tekan tombol Start, kemudian mainkan. Untuk menggerakkan PacMan, gunakan tanda panah yang ada di keyboard kamu. Ke atas, bawah, kanan, kiri. Ayo, jangan sampai PacMan dimakan oleh hantu jahat berwarna hijau, merah dan coklat itu. Semakin banyak poin yang dimakan oleh PacMan, semakin banyak pula poin yang kamu kumpulkan.

Ah, masa kecil kurang bahagia, ya? No, masa kecil saya justru sangat berbahagia. Makanya, saya pengin mengulanginya lagi. Hahahaha…

Tugas Seorang Presiden itu August 24, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
17 comments

Apa enaknya jadi presiden?

Bagaimana tugas seorang presiden? Kalau pertanyaan ini diberikan kepada presiden kita, maka jawabannya, “Tugas presiden itu tidak ringan anak-anak! Sepertinya hebat, naik mobil, ada chips-chips-an (motor polisi pengawal- Red). Kalau upacara tujuh belasan jadi inspektur upacara gagah begitu. Kalau ada acara-acara selalu disebut bapak. Tetapi, tanggung jawab presiden besar. Tugasnya berat. Kami siang malam memikirkan nasib dan masa depan bangsa Indonesia, nasib dan masa depan anak yatim, dan nasib dan masa depan rakyat Indonesia.”

Mungkin juga perlu ditambahkan bahwa tugas seorang presiden adalah menghimbau penculik untuk melepaskan Raisya. Hmmm… benar-benar rumit pekerjaan seorang presiden, ya.

Coba sekarang lihatlah tugas Viktor Yushchenko presiden Ukraina, sebuah negara pecahan Uni Sovyet. Seperti disebutkan di situs kepresidenan, presiden adalah “Guarantor of state sovereignty and territorial integrity of Ukraine.”

Jadi, nggak heran kalau dia berusaha mati-matian memadamkan api yang membakar hutannya. Digunakannya sekop untuk menyorongkan tanah supaya api bisa padam. Meskipun masih menggunakan baju kerja yang berwarna putih, dia tidak enggan untuk langsung turun tangan mengendalikan kobaran api yang membakar hutan. Benar-benar berusaha keras dia memadamkan api.

Ukraina

Lalu, apa lagi tugasnya? Presiden Ukraina juga rupanya tidak segan-segan mendorong mobil kebakaran yang mogok. Lihatlah dia bersama para bawahannya dengan sekuat tenaga mendorong truk yang besar.

ukraina2

Benar-benar berat pekerjaan seorang presiden di Ukraina. Bagaimana jika dibandingkan dengan kerja presiden di Indonesia? Ada yang mau komentar?

Foto: EnglishRussia.com

Petruk yang ‘orang kita’ itu August 24, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

Petruk tentu saja bukan orangnya Pollycarpus

Petruk

Dulu ketika di SMA saya punya seorang teman yang jangkungnya minta ampun. Dialah anak tertinggi di kelas kami. Nggak heran kalo kami lebih senang memanggilnya Petruk. Sebenarnya Petruk adalah nama tokoh dalam jagad pewayangan. Dia anaknya Semar. Saudaranya dua orang, yaitu Gareng yang sedikit pincang dan Bagong yang tambun. Keempat figur bapak-anak ini disebut sebagai Punakawan.

Selain jangkung, Petruk juga dikenali dengan hidungnya yang mancung. Dulu, jaman orde baru, ada acara di TVRI yang bernama Ria Jenaka. Di situ Petruk diperankan oleh Iskak (alm) karena memang dia jangkung dibandingkan Ateng (alm) yang memerankan si tambun Bagong. Saat akan masuk panggung acara, gaya Iskak selalu standard saja mengikuti irama gendhingan. Bagaimana gayanya? Satu tangannya diangkat tinggi sambil menunjuk-nunjuk ke atas, tangan satunya lagi menggenggam erat sesuatu di bagian belakang. Ternyata, itu ada maknanya:

Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih.

Menurut Pollycarpus yang menjadi terdakwa pembunuh Munir, Petruk adalah ‘orang kita’.

“Yaa, kalau dia itu orang Jepang atau Amerika, mana mungkin saya sebut sebagai ‘orang kita’,” begitu Polly mengatakan. Ya, jelaslah karena Petruk itu adalah produk budaya Indonesia, bukan bikinan Jepang atau Amrik.

Lho, siapa yang disebut sebagai Petruk oleh Polly?

Ternyata Petruk itu adalah Abdul Rahman Saleh, mantan Ketua MA yang sekarang sudah diganti oleh Hendarman Supandji. Abdul Rahman memang orangnya tinggi dan hidungnya mancung, pantaslah kalau dia disebut sebagai Petruk. Tapi, apakah benar dia adalah orangnya Polly? Well, kalau kriterianya mengikuti definisi si gendheng Polly, ya memang benar si Petruk itu orang kita. Sama seperti saya dan Anda semua orang Indonesia. Kita semua ‘orang kita’. Tapi, apakah kita mendukung pembunuhan Munir? Tidaaaaaaak.

Pollycarpus memang mudah nggedabrus, pembohong nomor satu.