jump to navigation

Petruk yang ‘orang kita’ itu August 24, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Petruk tentu saja bukan orangnya Pollycarpus

Petruk

Dulu ketika di SMA saya punya seorang teman yang jangkungnya minta ampun. Dialah anak tertinggi di kelas kami. Nggak heran kalo kami lebih senang memanggilnya Petruk. Sebenarnya Petruk adalah nama tokoh dalam jagad pewayangan. Dia anaknya Semar. Saudaranya dua orang, yaitu Gareng yang sedikit pincang dan Bagong yang tambun. Keempat figur bapak-anak ini disebut sebagai Punakawan.

Selain jangkung, Petruk juga dikenali dengan hidungnya yang mancung. Dulu, jaman orde baru, ada acara di TVRI yang bernama Ria Jenaka. Di situ Petruk diperankan oleh Iskak (alm) karena memang dia jangkung dibandingkan Ateng (alm) yang memerankan si tambun Bagong. Saat akan masuk panggung acara, gaya Iskak selalu standard saja mengikuti irama gendhingan. Bagaimana gayanya? Satu tangannya diangkat tinggi sambil menunjuk-nunjuk ke atas, tangan satunya lagi menggenggam erat sesuatu di bagian belakang. Ternyata, itu ada maknanya:

Petruk adalah simbol dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya. Jika digerakkan, kedua tangan tersebut bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan depan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih.

Menurut Pollycarpus yang menjadi terdakwa pembunuh Munir, Petruk adalah ‘orang kita’.

“Yaa, kalau dia itu orang Jepang atau Amerika, mana mungkin saya sebut sebagai ‘orang kita’,” begitu Polly mengatakan. Ya, jelaslah karena Petruk itu adalah produk budaya Indonesia, bukan bikinan Jepang atau Amrik.

Lho, siapa yang disebut sebagai Petruk oleh Polly?

Ternyata Petruk itu adalah Abdul Rahman Saleh, mantan Ketua MA yang sekarang sudah diganti oleh Hendarman Supandji. Abdul Rahman memang orangnya tinggi dan hidungnya mancung, pantaslah kalau dia disebut sebagai Petruk. Tapi, apakah benar dia adalah orangnya Polly? Well, kalau kriterianya mengikuti definisi si gendheng Polly, ya memang benar si Petruk itu orang kita. Sama seperti saya dan Anda semua orang Indonesia. Kita semua ‘orang kita’. Tapi, apakah kita mendukung pembunuhan Munir? Tidaaaaaaak.

Pollycarpus memang mudah nggedabrus, pembohong nomor satu.

Be the first to like this post.

Comments»

1. ojat - August 24, 2007

wah wah wah, udah gitu, dia bilang semua itu hanya guyonan, wess, pas denger rekamannya, kok ga kliatan gaya ngguyonnya yak.hmm..mudah2an kasus munir bisa cepet selese ya ndoro..amin :D

2. jalansutera - August 24, 2007

#1
Polly memang keliatan banged kalo dia itu agen yang katro, mbelgedhez, wagu dan kejam. Tapi bego… keliatan boongnya..

3. usamah - August 25, 2007

Pertanyaan bodoh dari saya : Untuk apa seorang Dirut Garuda membunuh Munir? Apa kepentingannya? Saya fikir semua orang sedang gedabrusssss.Kalaupun dia seorang agen eksekutor, siapa dunk yg nyuruh membunuh. Capek deh.

4. rd Limosin - August 25, 2007

oh, jadi bagongnya??

//kabur

5. Remo Harsono - August 28, 2007

#3
Semua orang punya kepentingan…

Pertanyaan yang kurang lebih sama bodohnya:
Untuk apa seorang PRESIDEN Amerika membunuhi penduduk Irak? Apa kepentingannya? Saya pikir semua orang yang anti BUSH sedang nggedabrusss. Kalaupun BUSH seorang agen eksekutor, siapa yang nyuruh membunuh? CD…alias capeee deh

Mas Puji ‘bagong’ Ono simbol apa donk? :)

6. jalansutera - August 28, 2007

#5
masa’ gue yg tinggi spt ini dipanggil bagong. nggak lah. petruk juga bukan. gue ya guwe…

7. daeng rusle' - September 5, 2007

Abdul Rahman Saleh, mantan Ketua MA ??

salah tuh mas, Jaksa Agung kali ya.

Kalo saya dah gak percaya lagi sama Aman, sejak dia mengeluarkan SP3 utk kasus Soeharto. Masya Allah, kasus masih hangat gitu kok di bekukan. Mana integritas pak Aman? Kalo kasus Munir..yah gitu deh, terbukti kan? semuanya jahat sama mas MUnir…kasihan…

Ketua MA kita juga, beraninya cuman ngotot dan arogan aja…ketahuan kalo typicalnya status quo banget


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>