jump to navigation

Satu Siaran Langsung EPL di Lativi. Kuraaaaaang….. !!! September 28, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
39 comments

Cuma satu pertandingan siaran langsung saja, ya?

EPL
Pencinta siaran langsung Liga Primer sekarang boleh bernafas lega. Siaran langsung liga utama Inggris sudah bisa disaksikan di Lativi mulai Sabtu mendatang. Menurut rencana perusahaan penyiaran yang dulunya dimiliki oleh Abdul Latief ini akan menyiarkan satu pertandingan langsung dan satu pertandingan tunda. Penggemar CHELSEA nanti akan bisa menyaksikan siaran langsung The Blues melawan FULHAM pada jam 21.00, dilanjutkan dengan pertandingan tandang LIVERPOOL melawan WIGAN ATHLETIC pada jam 23.00. Tentu saja para EPL-mania sangat senang dengan berakhirnya “monopoli” yang sebelumnya dipegang secara eksklusif oleh Astro, anak perusahaan penyiaran asal Malaysia yang sekarang beroperasi juga di Indonesia.

Sebelum “hak monopoli” itu pecah, Trans7 sudah mendapat hak menayangkan pertandingan siaran tunda EPL juga. Kemudian Lativi juga secara simultan menayangkan pertandingan tunda dari Senin sampai Kamis pada jam tayang utama. Tapi, meskipun dua televisi itu sudah menayangkan siaran Liga Primer, kecaman terhadap Astro tidak kunjung berhenti. Bahkan demo pun terjadi di depan kantor Menkominfo menuntut agar Astro membagi hak siarnya ke televisi lokal yang gratis.

Kini tuntutan itu sudah dipenuhi. Lativi sudah mendapat hak untuk menayangkan SATU siaran langsung Liga Primer Inggris per pekan ditambah beberapa siaran tunda. Terus mengapa Lativi yang mendapatkan hak itu?

Seorang teman bercerita bahwa beberapa waktu yang lalu sebagian besar saham Lativi sudah tidak lagi dikuasai oleh keluarga Abdul Latief lagi. Sejak awal berdirinya, stasiun yang bermarkas di Pulo Gadung itu memang tidak menunjukkan performa yang bagus. Tidak ayal jika Lativi limbung, program acaranya tidak diminati oleh pemirsa. Apalagi kualitas gambarnya pun kata sebagian orang di Jakarta tidak terlalu bagus. “Ada bintik-bintik,” kata seorang teman yang tinggal di daerah Benhill, Jakarta.

Lalu datanglah ANTV sebagai dewa penolong. Stasiun milik keluarga Bakrie ini menyuntikkan dana besar supaya Lativi segar kembali. Sebagai imbalannya, saham Lativi berpindah tangan ke keluarga Bakrie. ANTV sendiri sebelumnya juga mempunyai nasib yang hampir sama dengan Lativi. Bedanya, dewa penolong ANTV berasal dari Hong Kong. Perusahaan milik Rupert Murdoch yang bernama STAR membeli sebagian saham ANTV. Itulah sebabnya logo ANTV sekarang bertambah dengan dengan simbol STAR di depannya. Keponakan saya menyebut stasiun televisi ini sebagai STAR ANTV, bukan hanya ANTV saja.

Proses pembelian saham ANTV oleh STAR belum berlangsung lama. Kemudian ANTV menyuntikkan dana ke Lativi. Nah, darimana uang untuk menyegarkan Lativi itu berasal? Akal sehat akan mengatakan bahwa duitnya tentu saja berasal dari STAR juga. Artinya, apa? Simpulkan sendiri.

Kini Lativi mendapat hak menayangkan pertandingan Liga Inggris. Kenapa STAR Sports dan ESPN selaku pemegang hak siar EPL untuk wilayah Asia Pacific lebih percaya kepada Lativi dibanding stasiun lain? Pertama-tama tentu saja adalah karena Lativi juga sebagian milik mereka juga. Ibaratnya, duit keluar dari kantong kanan, masuk ke kantong kiri. Kedua adalah karena jangkauan Lativi lebih sempit dibanding televisi swasta lain, bahkan siaran Lativi ternyata juga tidak terdapat di Indovision, televisi satelit saingan Astro. (Just for your info bahwa ANTV dan Lativi tidak ada di Indovision. RCTI, TPI dan Global TV juga tidak ada di Astro). Dengan cara ini, bisnis Astro tidak terganggu karena maniak EPL tetap harus berlangganan televisi satelit ini jika ingin menonton lebih banyak siaran langsung EPL. Tapi di saat yang bersamaan di mata masyarakat Astro sudah berbaik hati membagi hak siarnya ke tv lokal di sini.

Apa kesimpulan yang bisa diambil? Astro kemungkinan ternyata hanya bermain mata saja dengan Lativi dan Star Sports/ESPN. Untuk meredam berbagai demo dan tuntutan, STAR Sports dan ESPN memberikan SATU pertandingan siaran langsung saja per pekan. Dibandingkan dengan seluruh jumlah pertandinga per pekan, sebuah siaran langsung tentu saja kurang. Hmmm… ada komentar?

Update;
Baca komentar pertama dari orang Lativi langsung….

Mudik Asyik September 27, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
9 comments

Mudik asyik, tapi harus hati-hati

Saya tidak pernah mudik saat lebaran. Sejak dulu selalu di Jakarta. Yah, paling tidak menikmati Jakarta tanpa kemacetan, Jakarta tanpa hiruk pikuk kendaraan yang bersliweran. Tapi, saat lebaran sangat sulit mencari kendaraan umum. Mungkin karena sebagian besar sopir juga ikutan mudik. Atau paling tidak mereka libur dari rutinitasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu rajin memantau bagaimana repotnya orang yang mudik menggunakan angkutan umum. Setiap tahun pasti kita melihat adanya kemacetan yang mengular saat menjelang lebaran dan saat pemudik kembali ke Jakarta. Setiap tahun pula saya pasti membaca ada orang yang dibius saat akan mudik, semua barang berharganya raib digondol penjahat. Ada lagi yang sama dari tahun ke tahun: kereta api kelas ekonomi dan bisnis pasti dijejali orang. Pasti nanti juga ada gambar orang yang memasukkan bayi ke dalam kereta lewat jendela. Dari tahun ke tahun headline koran berisi gambar-gambar seperti ini selalu berulang saja. Atau cerita mengenai pemudik yang naik kereta ekonomi dan terpaksa duduk di toilet kereta sepanjang perjalanan dari Jakarta sampai Kutoarjo atau Jombang.

kereta

Semoga tidak ada lagi pemudik yang duduk di atas kereta sepanjang perjalanan. Itu nekad namanya. Kalau memang tidak bisa naik kereta kelas eksekutif, ya paling tidak jangan naik kereta di atas gerbong. Itu namanya VIP atawa Very Idiot Person. Hahahaha… Berbahaya!

Moga-moga tahun ini lebih baik lagi, ya. Anda punya pengalaman mudik naik angkutan umum yang asyik? Atau mudik naik kendaraan roda dua menyelusuri pantai utara Jawa? Sudilah berbagi di sini romantika yang Anda rasakan itu. Yah, sekedar berbagai untuk saudara yang lain yang akan mudik juga.

Pengemis di Jakarta September 25, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
24 comments

Selektiflah dalam memberi.

Berapa kali sehari Anda melihat pengemis di Jakarta? Dari pagi sampai malam mereka beroperasi. Di perempatan jalan, di sepanjang jalan yang macet, di atas angkutan umum, di seputar tempat ibadah. Nampaknya mengemis sekarang memang sudah dijadikan sebagai profesi. Contohnya adalah seorang ibu yang selalu duduk di bawah kolong jembatan Slipi ini. Di pagi hari dia bersama seorang bayi duduk di trotoar.

Pengemis DKI

Dia sama sekali tidak menghiraukan asap yang keluar dari knalpot mobil dan motor. Jelaga itu pasti memenuhi hidung dan paru-parunya. Ya, begitulah. Dia rela duduk berjam-jam di situ. Sesekali dia menengadahkan tangannya, mengiba kepada para pengendara mobil dan motor untuk memberinya sedekah. Tapi, awas lho. Pemda DKI kemungkinan besar akan melarang orang untuk menjadi pengemis dan memberi uang kepada pengemis. Ancaman hukumannya tidak main-main. Pengemis dan warga yang memberi uang ke pengemis terancam denda Rp 100.000 sampai Rp 20 juta atau kurungan dua bulan.

Hmmm… terus terang saya tidak setuju dengan larangan yang akan diundangkan seperti ini. Memang, berulang kali media massa melaporkan tentang adanya mafia pengemis. Mereka adalah orang-orang yang mengorganisir pengemis untuk beroperasi di jalanan. Mereka juga seringkali menyewakan bayi untuk diajak mengemis. Ini bukan barang baru. Nah, orang-orang seperti inilah yang seharusnya diberantas.

Pengemis DKI

Lalu, apakah kita sebaiknya tidak memberi kepada pengemis? Saya tidak tahu jawaban pastinya. Saya sendiri sangat selektif jika akan memberi kepada pengemis. Pengemis yang masih segar bugar tentu saja tidak akan saya beri. Mereka hanyalah pemalas saja. Pengemis yang membawa bayi juga tidak saya beri. Besar kemungkinanannya mereka juga bagian dari mafia pengemis Jakarta.

Sebenarnya akan lebih aman seandainya sedekah kita disalurkan kepada tetangga kanan kiri kita yang benar-benar kita kenal dan benar-benar membutuhkan. Kita pasti tahu siapa mereka dan kekurangan yang mereka butuhkan. Bisa juga sedekah disalurkan melalui tempat ibadah masing-masing. Bisa di masjid atau gereja.

Jika rancangan peraturan daerah itu benar-benar diberlakukan, artinya para pengemis itu bisa menuntut lapangan kerja ke Pemda DKI. Selama lapangan kerja tidak terpenuhi, selama itu pula pengemis ada di jalanan. Selam ada orang yang malas, selama itu pula ada pengemis di jalanan. Makanya, untuk membatasi jumlah mereka selektiflah dalam meberi sedekah. Dan, pak Sutiyoso, sediakan dong lapangan kerja.

Ada komen?

Busway Lewat Pondok Indah September 21, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
90 comments

Setuju atau nggak?

busway

Busway melewati Pondok Indah? Ya, pemerintah provinsi DKI Jakarta memang mempunyai rencana untuk mengoperasikan busway melewti Pondok Indah, sebuah kompleks perumahan elit yang ada di sisi selatan Jakarta itu. Kompleks prestisius ini memang dekat dengan terminal Lebak Bulus. Menurut The Jakarta Post, lebih 74% penduduk Pondok Indah adalah ekspatriat, khususnya orang-orang yang berasal dari Amerika, Inggris dan Australia. Mereka kemungkinan besar bukanlah konsumen busway. Bagaimana dengan sisanya yang 25%? Ya, mereka adalah penduduk Indonesia biasa saja. Cuma, mereka memang kaya raya sehingga bisa memiliki rumah di kompleks elit ini. Mereka jarang naik angkot atau bis umum.

Rencananya Busway koridor 8 akan membelah PI. Otomatis, jalanan umum di sini pasti akan dipangkas khusus untuk lalu lintas Busway. Bagaimana dengan pohon-pohon yang selama ini ada? Sutiyoso bilang, pohon-pohon itu akan diganti jika ditebang. Namun warga Pondok Indah telanjur keberatan dengan rencana pemerintah ini. Berbagai alasan dilontarkan warga: kemacetan akan semakin parah, udara semakin panas karena tidak ada pepohonan, banjir akan terjadi jika hujan datang dan lain sebagainya.

Pemerintah sendiri bersikukuh untuk tetap melanjutkan pembangunan Busway koridor 8 ini. Sutiyoso pernah mengatakan bahwa rakyat miskin pun sering kena gusur jika tanah mereka diperlukan untuk sarana umum. Nah, bagaimana sekarang orang kaya? Apakah mereka mau busway lewat di dalam kompleks mereka?

Nah, seandainya (ini seandainya saja, lhoooo) Anda ini adalah warga Pondoh Indah: relakah Anda busway membelah perumahan Anda? Jika setuju, apa alasanya? Jika tidak setuju, kenapa gak setuju?

Horeeeee.., Suharto juara (lagi)! September 19, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
32 comments
TIME

Beberapa hari yang lalu Mahkamah Agung Republik Indonesia memutuskan memenangkan gugatan mantan presiden Suharto terhadap Majalah TIME edisi Asia yang pada edisi akhir Mei 1999 memberitakan bahwa kekayaan klan Cendana itu mencapai US$15 Milyar (atau sekitar Rp120 trilyun) dalam bentuk uang, properti, perhiasan, hingga pesawat. Suharto membantah berita itu dan menggugat TIME. Kini TIME dituntut membayar Rp 1 trilyun kepada Suharto dengan tuduhan pencemaran nama baik. Wuih… jumlahnya banyak. Suharto juara, euy….

Kini Suharto juga kembali dinyatakan sebagai juara oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia. Dua lembaga kelas internasional itu mengatakan bahwa Suharto ada di urutan teratas sebagai pejabat negara yang menjarah aset negara dengan cara korupsi. Wiuh… juara, euy. Menurut kedua lembaga itu, pundi-pundi Suharto menggelembung mencapai US$42 milyar.

Padahal, beberapa saat setelah lengser Suharto mengatakan bahwa,”Saya tidak mempunyai uang satu sen pun di luar negeri. Kalau uang itu ada, silakan ambil.” Wah, kira-kira jika memang TIME membayar uang sebanyak Rp.1 trilyun kepada Suharto, buat apa ya uang sebanyak itu? Ada yang mau usul?

Baca juga:

Nokia Rilis Ponsel Terbaru September 14, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
31 comments

Dirilis pada awal ramadhan untuk mengantisapasi lebaran.
Nokia

Espoo, Finlandia - Nokia Corporation (OMX: NOK1V, NYSE: NOK, FWB: NOA3), sebuah perusahaan multinasional yang memfokuskan pada pengembangan perangkat telekomunikasi nirkabel, hari ini (15/09) di Espoo telah merilis sebuah ponsel khusus berbentuk sandal. Produk yang telah dikembangkan selama belasan tahun ini rencananya memang akan dirilis pada tahun 2008 mendatang. Namun, atas desakan konsumen yang sangat kuat, akhirnya kantor pusat Nokia Corporation di Finlandia memutuskan untuk melepaskan produk ini ke pasar pada awal ramadhan tahun 2007 ini.

Olli-Pekka Kallasvuo, Chairman dan CEO Nokia Corporation mengatakan,”Inovasi kami berupa telepon selular yang berbentuk sandal ini adalah yang pertama di dunia. Kami sangat bangga dengan para insinyur kami yang telah mampu menyelesaikan produk ini satu tahun lebih cepat daripada yang diharapkan.”

Sementara itu Robert Andersson, Executive Vice President, Customer and Market Operations, menambahkan bahwa,”Kami sangat yakin bahwa produk ini akan diterima oleh pasar internasional dengan sangat cepat. Kami memperkirakan produksi sebanyak satu juta unit akan diserap pasar hanya dalam waktu satu minggu sejak diluncurkan. Banyak pelanggan kami yang sudah menanti-nantikan produk ini.”

Timo Ihamuotila, Head of Sales and Portfolio Management for Nokia Mobile Phones, juga sangat optimis. “Semua teknologi terbaik Nokia ada dalam ponsel berbentuk sandal ini. Ponsel GSM ini adalah produk 3G terbaik di kelasnya. Anda bisa menggunakannya untuk menelepon, melihat tayangan televisi, mendownload music, dan juga untuk melempar anjing,” paparnya, bangga.

Anssi Vanjoki, Executive Vice President and General Manager of Multimedia, mengaku terkejut dengan produk yang sangat inovatif ini. “Ini adalah produk multimedia terbaik yang pernah kami keluarkan. Tidak ada seorangpun yang menduga bahwa kami bisa menciptakan ponsel berbentuk sandal ini. Kami sangat bangga kepada pabrik kami yang ada di Cimahi, Jawa Barat. Berkat merekalah produk ini akan menyebar ke segala penjuru dunia.”

Dalam waktu dekat ini Nokia Corporation akan mengadakan peluncuran besar-besaran di seantero penjuru dunia. Menurut rencana film James Bond yang mendatang juga akan disponsori oleh Nokia, khususnya Nokia versi sandal ini. Konsumen di seluruh dunia kami harapkan bersabar untuk mendapatkan ponsel terbaru ini karena permintaan sangat besar menjelang lebaran tahun ini.

About Nokia
Nokia is the world leader in mobility, driving the transformation and growth of the converging Internet and communications industries. Nokia makes a wide range of mobile devices and provides people with experiences in music, navigation, video, television, imaging, games and business mobility through these devices. Nokia also provides equipment, solutions and services for communications networks.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk ponsel Nokia berbentuk sandal ini, silakan hubungi:

Nokia
Communications
Tel. +358 71834900
Email: press.office@nokia.com

Kontes Komen Dhani Maia September 14, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
28 comments

dhani maia

Bulan puasa nggak boleh nggosip. Makanya sekarang kita bikin kontes saja. Lihat gambar di atas yang saya dapatkan entah dari mana. Dhani duduk di sebuah kursi besar. Sementara itu Maia duduk di lantai bersimpuh. Maia mencium dengkul Dhani, mungkin dia sedang sungkem. Sementara itu Dhani tersenyum. Tangan kanannya ditempelkannya di atas kepala Maia.

Nah, pertanyaannya, kira-kira apa yang sedang diucapkan oleh Maia dan Dhani? Coba deh direka-reka dan tuliskan di komen di bawah ini.

Dilema Blogger September 13, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
13 comments

To post or not to post, that’s the question

shakespeare
Ya, seperti kata-kata terkenalnya Shakespeare: to post or not to post, that’s the question. Ketika begitu banyak kejadian tumpang tindih satu dengan lainnya. Ketika satu peristiwa besar, gempa bumi, sudah disiarkan oleh begitu banyak media. Ketika pada saat yang sama pekerjaan masih menumpuk. Akhirnya yang muncul adalah pertanyaan apakah saya perlu menulis atau tidak.

Ya, kemarin gempa mengguncang pulau Sumatra. Bahkan sampai hari ini pun masih ada satu-dua kali goyangan. Saya sendiri tidak merasakan gempa itu meskipun banyak orang bilang Jakarta juga digoyang beberapa kali. Syukurlah gempa di awal bulan puasa ini tidak menimbulkan korban jiwa yang buanyak. Semoga hari ini guncangan gempa itu sudah berhenti.

Keadaan seperti ini sering saya rasakan. Ingin menulis tapi tidak ada kesempatan. Mungkin perlu sebuah sarana yang mudah untuk bisa mengirimkan sebuah posting pendek di blog ini. Ya, semacam microblogging begitulah. Saya ingin melakukannya di sini, di domain ini, bukan di domain yang lain. Nantilah saya cari plugin yang cocok.

Sementara itu, selamat berpuasa bagi yang menjalankannya ….