jump to navigation

Malaysia Memang Makin Menyebalkan October 4, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Seperti sudah saya pernah tulis sebelumnya, negera tetangga kita yang bernama Malingsia, eh, Malaysia, memang menyebalkan. Beberapa waktu yang lalu warga negara kita dipukuli oleh polisi Malingsia padahal dia sedang menjadi duta bangsa Indonesia. Ya, polisi yang adalah aparat negara tega menganiaya orang dari Indonesia meskipun dia tidak bersalah. Mereka awalnya tidak mau minta maaf, namun karena desakan dari Indonesia yang bertubi-tubi, akhirnya mereka minta maaf. Aparat Malingsia itu merampas hak orang Indonesia dari rasa aman.

Kemudian ada lagi kasus wanita TKI yang diperkosa oleh anggota RELA, semacam satpol PP-nya Malingsia. Keterlaluan sekali mereka. Untuk kasus ini, mereka belum minta maaf. Mereka merampas kehormatan wanita asal Indonesia.

Suasana panas itu diperparah oleh hadirnya Astro, sebuah televisi berbayar yang berbasis di Malingsia, yang dianggap melakukan monopoli terhadap tayangan langsung Liga Primer Inggris. Penggemar sepakbola di Indonesia melakukan protes keras atas praktik bisnis yang dilakukan oleh Astro itu sampai akhirnya Lativi mendapatkan hak untuk menyiarkan satu pertandingan siaran langsung EPL per pekan. Astro dianggap merampas hak orang Indonesia untuk menonton tayangan langsung liga Inggris

Kini ada kasus baru lagi. Lagu Rasa Sayange yang sejak jaman kita masih TK sering dinyanyikan saat berlatih Pramuka, digunakan oleh Malingsia untuk mempromosikan pariwisata negeri itu. Ya, lagu itu dirampas begitu saja oleh Malingsia tanpa ijin dari Indonesia. Parah… Mereka merampas hasil kebudayaan Indonesia.

Well, lagu ini kemungkinan besar memang lagu rakyat yang bisa dikategorikan sebagai folklore. Bisa jadi memang kita tidak bisa membuktikan hitam di atas putih bahwa lagu ini diciptakan oleh orang Indonesia. Namun, secara etika sebaiknya Malingsia tidak menggunakan lagu yang nyata-nyata berasal dari Maluku untuk mempromosikan kebudayaan mereka.

Benar-benar Malaysia telah merampas banyak hal dari Indonesia. Tidak heran jika di berbagai forum banyak yang menyebut Malaysia sebagai Malingsia. Ya, kita tahu bahwa maling adalah pencuri atau perampas hak orang lain.

Lebih daripada itu, Malingsia juga mengklaim bahwa wayang dan batik juga sebagai milik mereka. Mereka mengatakan bahwa Indonesia tidak mempunyai hak untuk mengklaim bahwa Wayang sebagai milik negara kita. Apa alasannya? Mereka bilang Wayang dibawa oleh orang Hindu pada jaman Sriwijaya pada abad ke tujuh dan pertunjukan seperti ini menyebar ke Langkasuka (Kedah), Palembang, Batavia and Temasik.

Terus, kalau Indonesia akan menggugatnya, Malingsia mengatakan bahwa Indonesia akan menemui jalan buntu:

But if Indonesia wants to pursue the matter, it will face a dead end and will also affect Malingsia-Indonesia relations,” kata pejabat Malaysia yang bernama Datuk Seri Dr Rais Yatim.

Benar-benar parah si Malingsia itu. Mereka makin sombong saja, ya? Kita ganyang saja mereka?

Baca juga:


Be the first to like this post.

Comments

1. Tiwi - October 4, 2007

Memprihatinkan… yah susah juga posisi kita, Bos di seberang sana rakus dan niat culas. Bos di negeri sendiri lagi sibuk ngurus KEPENTINGANnya sendiri.. oh nasib mu Indonesia.

Menyedihkan… Tapi yakin saja, semua akan berakhir. Generasi berikutnya sudah bosan dengan kebodohan dan ketololan ini. Hilang paten utk beberapa itu jadikan pelajaran.. di depan ya harus dipikirkan. Optimis saja, Allah selalu bersama orang-orang yang baik.

2. Thomas Arie - October 4, 2007

Dan pihak yang seharusnya bisa memperjuangkan kepentingan Indonesia menjawab, “Kita akan mempelajari kasus ini…”

Ya… ya… mempelajari terusssss…

3. Anonime - October 4, 2007

GANYANG MALAYSIA!

4. jalansutera - October 4, 2007

#2 Thomas Arie
pejabat kita memang banyak belajar. karena terlalu banyak belajar, jadi banyak yg lupa. banyak belajar, banyak lupa. repotnya, kita bersebelahan dengan Malingsia eh Malaysia yang somse and arogant..

5. Thomas Arie - October 4, 2007

Mas Puji, jadi… “Tidak belajar, tidak lupa…” :D

Saya malah ada pertanyaan yang cukup mengusik diri saya: “Dimana sih artikel, informasi atau apapun itu yang merujuk tentang kepemilikan aset budaya? Semacam peraturan pemerintah, atau apa gitu…”

6. jalansutera - October 4, 2007

#5 Thomas Arie
wah, keliatannya belum ada tuh. apa perlu dibikin web yang berisi inventarisasi aset budaya nasional? isinya bisa mulai dari lagu daerah, tarian, folklore, kuliner daerah, dan lain-lain. buruan gih bikin proposalnya, kirim ke menteri kebudayaan kita… :D

7. Thomas Arie - October 4, 2007

Kalau soal inventarisasi, sepertinya sudah cukup banyak.. dari Wikipedia, atau sumber lain. Tapi khusus tentang rujukan dasar hukum tentang aset-aset budaya itu yang saya masih bingung. Ada atau tidak? Jadi landasannya kuat.

Lha kalau semua dengan pendekatan, “sejak jaman dulu kita sudah mengenalnya…”, berarti masih dalam konteks “common sense” saja donk…

Bikin proposal trus dikirim ke menteri kebudayaan? Lha terus selama ini departemen yang terkait dengan hal ini ngapain??? HUhuhuhuhu…

8. jalansutera - October 4, 2007

#5 Thomas Arie
apa perlu semua produk budaya kita dibikinin SK mentri kebudayaan?

9. Thomas Arie - October 4, 2007

Saya belum sampai berpikir mengenai SK secara keseluruhan, atau ‘tiap-tiap’.

Paling tidak, ada informasi rujukan yang punya dasar kuat bahwa ‘ini adalah budaya asli Indonesia’. Kalau tiba-tiba budaya, ataupun hak intelektual/kultur ini diakui oleh pihak/negara lain… trus gimana kita meng-klaimnya?

Ah, saya bukan ahli budaya apalagi ahli hukum/HAKI… maapkan.. saya cuma gemes saja kenapa kasus seperti ini (dalam tulisan Mas Puji) harus (bisa) terjadi…

Singkatnya, dimanakah sumber/referensi tentang hal ini bisa didapatkan oleh publik? Mudah diakses dan dibaca? Apakah ada tapi masih dalam bentuk hard copy? Huhuhuh…

10. ak - October 4, 2007

Masalah internasional tidak cukup kalau dihadapi dengan dengan hukum nasional. Saya rasa hal-hal seperti ini baiknya diangkat ke tingkat regional Asean.

11. anymatters - October 4, 2007

sedikit oot nih.
saya denger2 bom Bali 1 & 2 katanya ada conspiracy dr pem Malaysia, biar tourism shifting ke mereka.
bener ga sih?

12. anymatters - October 4, 2007

satu lagi nih, kalo boleh komen lagi.

kalo batik & wayang dicuri wajarlah pem Indonesia marah.

kalo lagu orang Ambon dicuri, agaknya sulit u/ menjadi relevan. krn kenyataannya orang Ambon sendiri sampe skrg merasa terpisah (ingin berpisah) dr NKRI melalui jalur RMS nya. jadi ironi kalo pem Indonesia marah u/ kepentingan orang2 yg ga begitu dkt dgn pemerintah sendiri.

terlihat kan mslh yang ini ruwet.

13. Jiewa - October 4, 2007

Kalo menurut saya, kejadian Astro masih bisa dimaklumi karena itu permainan bisnis. Tapi kalo soal wayang, batik dan lagu Rasa Sayange (yg jelas2 empunya nyong Ambon) itu sudah bener2 keterlaluan bos.

14. MalingSia - October 4, 2007

Ah sudahlah, cape kalau dipikir. Ndak ada gunanya lewat jalur formal karena orang2 MalingSia itu memang sombong, culas, dan pengecut.

Biar saja kita pakai cara mereka juga, apa mau dikata. Biar mereka merasakan sendiri pahitnya.

Jadi, kampanyekan “MalingSia” ! Malaysia bangsa pencuri, culas, dan pengecut!

Pasang banner di blog, web, dsb. Tulis di forum-forum.

Sama seperti mereka menjuluki bangsa kita dengan sebutan “Indon”. Sekarang gantian. Kita juluki mereka dengan sebutan orang “Malingsia”!

Jumlah penduduk kita jauh lebih banyak dari mereka. Kita pasti menang.

Teruskan perjuangan! Jangan menyerah!

15. Adi Guntur - October 4, 2007

rupanya pemimpin kita harus niru Iran dan Korut, Biar dibujuk.

Kalau nggak tegas..
penakut.. banyak pikir.. yah begini

16. Jimmy Polandos - October 4, 2007

heran yah.. mengapa Malay berani sama kita.

Sepertinya bangsa ini merosot harga dirinya

17. Irvan - October 4, 2007

harus ada deface mendeface lagi ini.
hore… seru.

-IT-

18. divi - October 4, 2007

malaysia itu gak punya apa2!!! yg mereka bisa cuman ngambil hak dan punya orang!!!!

19. jalansutera - October 4, 2007

#18 divi
artinya, mereka memang MALINGSIA..

20. Hiu - October 4, 2007

Malayshit maksudnya?

21. jalansutera - October 4, 2007

#20 Hiu
Malingsia, MalaySHIT, atau MalaySIAL… sama ajah..

22. susan - October 4, 2007

jadi inget waktu mampir di Central Market-nya KL bbrp tahun lalu. Hampir semua barang yang ada di sana persisss banget barang-barang yang ada di pasar-pasar di Kota Padang. Saat itu, saya mikir, lha saya tu ada di negeri jiran atau di Padang yakk.. langsung deh saya keluar saat itu, trus nyruput ais tea.. sekali lagi saya terkaget-kaget kok rasanya mirip es teh yang ada di depan kantor ya..hehehehe..Gak ada istimewanya euy..

23. MalingSia - October 4, 2007

“Malaysiaaaaaaaaaa … Maling .. Asiaaaaaaaa”

24. Doi - October 4, 2007

siiih, cuman ginian diributin. Padahal urusan perbatasan, bahkan patok patok yang berbatasan di Borneo sana yang selalu digeser ke arah pedalaman Indo kagak ada yang protes.

25. maseko - October 4, 2007

Ternyata udah ada blognya yah
http://malingsia.blogspot.com/

Bannernya bagus

26. reno - October 5, 2007

malanjing itu emang enaknya di kebiri aja. udah bahasanya campur aduk kaya t**k, moralnya juga busuk.
bener kata bung karno.
PATENI AE MALAYSINTING!

27. zal - October 5, 2007

denger2 lagu kebangsaan nya juga dari lagu kita ya ? (terang bulan) saya aja ga tau lagu nya kaya gimana,
mungkin lebih baik mereka yang merawat budaya kita, aset2 kita, dari pada ga di rawat ama yang punya, yang punya aja baru nyadar kalo itu punya nya kalo udah di ambil.. bangsa yang aneh..

28. Lai - October 5, 2007

Dear Indonesian, take back your song and also your two millions Indonesian here. We had enough of them.

29. jalansutera - October 5, 2007

#28 Lai
You said that we can take back our song. It means you confess that Rasa Sayange is Indonesian song. Since the beginning, it is our original song. We are proud of Malaku people who created this song.

Do you think you can build Malingsia without Indonesian? You are ashamed of yourself to say that, Malingsia…

30. susan - October 5, 2007

Ehhh…fotonya bagus euy.. Kreatif bangat.. Si mas yang satu ini memang otreee…dapettttt aja yg seru-seru..hehehe

31. annots - October 5, 2007

Dari sisi pemerintah kita sepertinya Indonesia emang males ngurus HAKI kebudayaan sendiri, terbukti beberapa produk kita selalu diklaim bangsa lain, sebut saja tempe, wayang, batik, angklung e la kok sekarang mrembet ke lagu daerah. Jangan2 gamelan jawa bisa di klaim amerika karena banyak turis sana yang belajar karawitan bahkan beli disini untuk latihan di negeri paman sam.

32. wanto - October 5, 2007

Bener kata Bapak Bangsa kita Ir Soekarno Ganyang Malaysia , Ini masalah harga diri bangsa apabilagi kebanggan kita kalau kita sudah diinjak-injak Malingsia atau Malaysialan

33. adewk - October 5, 2007

Makanya kita harus punya pemimpin yg berani dan Tegas. Ayo kita ramai-ramai pilih SUTIYOSO pada Pilpres 2009.
“Hidup Bang Yos!!” Ayo ganyang Malaysia the trully Maling Asia hehehe

34. arin - October 5, 2007

Lama-lama emang ulah Malingsia itu bikin eneg,mual dan pengen muntah..!!
tapi herannya artis-artis di sini kayak KD bangga banget samat Malingsia….(mungkin karena sama-sama orang bego kali yaa..hahhahahh)
anyway, gak ada untungnya sahabatan sama Malaysia, bisanya cuma nyolongin semua yang kita punya…hikmahnya bagi kita orang Indonesa yang cinta tanah air.., harus lebih bisa jaga dan mencintai kebudayaan bangsa sendiri, jangan malah bangga dengan budaya barat..!!

35. gilaEPL-MU - October 5, 2007

makanya rame2 boikot produk malingsia, seperti: ASStro, dll …

36. Budayawan Muda - October 5, 2007

Malaysia Klaim Wayang Kulit…

Satu lagi klaim Malaysia tentang kekayaan budaya Indonesia yaitu Wayang Kulit. Menteri Kebudayaan mereka Dr Rais Yatim mengungkapkan bahwa wayang kulit, yang sering dipentaskan di Malaysia, tak ada urusannya dengan Indonesia karena kesenian itu berasal…

37. warno_e02UP-Jakarta - October 6, 2007

MALAYSIA MENCURI LAGU RASA SAYANGE….

kalo berharap pemerintah akan bertindak lebih jauh keliatannya susah mas….soalnya mereka sibuk mikirin THR biar keluarganya bisa lebaran.

menurut saya yach mas…..pemakaian lagu rasa sayange untuk promosi wisata malaysia adalah sebuah trik promosi malaysia untuk membentuk opini publik dunia dengan melibatkan bangsa indonesia. soalnya mereka tahu kalo kita ntu gampang dibuat marah…pas ramai didebatkan oleh indonesia dan malaysia secara otomatis, publik dunia akan penasaran dengan lagu rasa sayange versi malaysia, minimal kita harus buka situs dinas wisata mereka. iya tidak mas…??
.pandangan saya soal masalah ini dilihat dari sisi trik picik malaysia bisa di baca lengkap di blog saya. http://www.blogwarno.blogspot.com

thanks.

38. Lai - October 6, 2007

Soekarno “Ganyang Malaysia”.

39. Edi - October 6, 2007

Memang malaysia sudah kelewatan, mungkin kita bisa mulai dari diri sendiri dengan tidak memakai produk Malaysia ataupun lisensinya, Pro xl, astro, dll.Belajarlah cinta produk Indonesia.Walau kadang sedikit lebih mahal. Kita untung, bangsa Untung. Martabat bangsa terjaga.

40. Sujatmiko - October 7, 2007

Wah bener2 keterlaluan nih. Pemerintah kita ko’ seakan2 nggak ada “gigi”nya sih. Putusin aja kerjasama bilateral kedua negara, Usir dubesnya dari sini. TKI suruh pindah ke Arab aja ! Paling nanti ribut2 sebentar, setelah itu bakal stabil lagi.

Sama negara pencuri seperti itu kita harus galak ! Malingsia di atas kertas nggak ada apa2nya ! Udah perang aja, komporin rakyat indonesia untuk melawan ! Gerilya ! 200 juta to nothing, certain victory !

41. arin - October 7, 2007

Setuju banget dengan comment #39#, mulai dari sekarang boikot aja produk Malingsia, jangan pake produk mereka lagi.!! on vacation jangan visit Malingsia, mending pergi ke Lombok, Bunaken, dsb..

42. Ari - October 8, 2007

Malingsia? Malaysia Teruk!! F*ck Malaysian!!! huehahuha …

Heheheh .. emang bener bener menyebalkan tetangga kita yang satu ini!

43. adewk - October 8, 2007

Coba tolong bikin daftar barang2 dan perusahaan2 malay yg ada di indonesia. biar kita boikot rame2, etc. : astro, petronas, proton, hayo apalagi bro!!!

44. kang aan - October 8, 2007

emang sih susah kl punya pemimpn lelet kayak kiong racun.kita orang indonesia kudu bnyk istigfar biar allah swt kasih kt pemmpn ygtepat. tepat tindakn dan u2pan. jangan kayak sekarang plinplan. maaf sby… abs sampean jendral tapi gak seperti mbah marijan teguh pendirian…

45. kang aan - October 8, 2007

satu lagi… kang aan cuman mo ngingetin besok 2009 bro jangan smpe salah pilih… banyak yg nilai masalah seperti ini sepele. tp setidaknya kita tau yang serumpun saja kaya begini bagaimana dg oztrali singapore menilai negara ini…

46. alexs - October 9, 2007

Gue Setuju…..TRULLY MALING ASIA….GANYANG MALING ASIA…. HANCURKAN MALING ASIA…….BOIKOT MALING ASIA… MULAI SEKARANG JANGAN PAKAI KATA MALAYSIA TAPI MALING ASIA………………

eh….JANGAN-2 MALING ASIA ADA YG TINGGAL DI PONDOK INDAH…BUKTINYA ADA YG MENOLAK PEMBANGUNAN BUSWAY KORIDOR VIII…..

47. Artianto - October 9, 2007

hajar aja malingSia…. Tapi aparatnya juga pengecut….. Jadi rakyat juga cuma bisa besengut aja… paling@ coma protes dikedurtaan doang…. Gimana Hajar ataw dianggap wajar????

48. arin - October 9, 2007

udah denger tentang istri atase kebudayaan kita yang di siksa sama Malingsia belom..???
tambah kurang ajar banget sih Malingsia…
kenapa sih pemerintah kita lele banget kayak keong.., udah negara kita direndahin harkat dan martabatnya, tetep aja gak mau mutusin hubungan diplomatik sama Malingsia..????

49. ARTI NOOR84 - October 9, 2007

Gue pernah kasih komen di blognya org malay(judul artikelnya kita serumpun) kalo musik mereka busuk lagi berulat+jgn kirim teroris lg ke Indonesiaku ini.
eeh itu artikel besoknya udah di delete. segitu marahnya ama org Indo…katanya tak susahlah nak jadi serumpun, gitu katanya hehehe…

50. Wibisono Sastrodiwiryo - October 9, 2007

#49 ARTI NOOR84, oh dihapus ya? itu bukan tanda kemarahan tapi tanda mereka gak berani/gak PD dengan diri mereka sendiri. Banyak saya nemu orang Malaysia yang sebenarnya takut dengan dan gerah dengan ulah pemerintahnya yang dikuasai oleh segilinitr politis busuk di partai UMNO yang sangat nepotisme dan rasis itu.

Sementara sindrom kompleks rendah diri seglintir orang itu yang memaksakan kebesaran Malaysia dengan cara yang tidak senonoh. Kasihan saya sebenarnya pada mereka. Secara ekonomi sukses tapi miskin sandaraan budaya. Jadi mirip OKB yang ngotot masuk ke strata yang lebih tinggi dengan hanya modal kekayaan harta saja.

Sementara pemerintah kita seperti priyayi miskin / kere yang gak mau susah hidupnya padahal harta gak punya. Jadi ntar 2009 pilih presiden yang tahu menghargai budaya dan ngerti membangun ekonomi.

51. Kidang Pananjung - October 9, 2007

Diakui atau tidak, bangsa kita (Indonesia) adalah bangsa:
a) Penaik Darah / Super Reaktif
b) Tidak bisa diatur & tidak taat aturan (lihat di jalan raya contohnya)
c) Jago Kandang
d) Tidak pandai berdiplomasi di luar negeri
e) Hampir semua langkah pemerintah selalu diprotes, didemo atau dikomplain
f) Banyak lagi hal-hal negatif lainnya.

Patut mencontoh negara Cina:
Mempersilakan semua investor asing masuk, diberi tempat usaha dengan syarat mempekerjakan rakyatnya (rakyat Cina). Semua koruptor dihukum mati (lihat contoh firing squad Cina yg menghukum seluruh keluarga koruptor.

Di kita (Indonesia):
Pemerintah yg sedang bekerja direcokin terus oleh lawan-lawan politiknya, lumpur porong sedang ditangani terus-terusan diganggu dengan protes, demo, dll (gimana bisa bekerja baik kalau seperti ini terus).

52. kang aan - October 10, 2007

malingsia … kumat… indonesia… cape deeh…

53. jedanifa - October 10, 2007

Bangsa Indonesia apa kurangnya? Jahat macam setan jugak tapi kami rakyat malingsia masih lagi byk bertolak ansur pada rakyat indonesia..kalau benci malingsia, mengapa ramai rakyatnya datang ke Malingsia? malah ramai yang datang secara HARAM..Ramai rakyat kamu yang di sini membuat kacau tapi kami tidak pun hendak mengapi-apikannya..jangan terlalu bongkak..! Tuhan tidak suka manusia yang bongkak..sedar la kamu semua..pegi jalan laaa bangsa Indonesia..!

54. Lai - October 10, 2007

It is astonishing with how little wisdom Indonesia have on its own, you never learnt from TimTim, Acheh, Moluccu, Ambon, Papua etc..
How much more grievous are the consequences of your anger than the causes of it.

55. ARTI NOOR84 - October 10, 2007

yang kami benci itu sifat kebanyakan rakyat malingsia. kau muslim tapi kau siksa,tipu,rogol orang indonesia yg muslim juga. kau hinakan bangsaku, kau curi kayu, karya seni, bahkan musik kami kau anggap sampah tapi laku di malingsia + dianggap mematikan muzik tempatan, bila begitu, hebat betul musik Indonesia di bandingkan barat yang bisa ‘bunuh’ muzik malesya. Indo itu melayu juga macam kau itu. kau sebut kami Indon itu terdengar rasis tau ! apa kau senang kupanggil LAYU asal kata melayu buruk rupa. kau hina orang Indonesia tetapi muzik, filem sampai bahasa mulai kau tiru ! bangad bangad…geli aku…

56. ARTI NOOR84 - October 10, 2007

kerusuhan 98 itu adalah politik bukan rasis.
tahun 60′an dulu yang saya tahu ada kerusuhan berdarah di malesya antara melayu vs chinese karena kecemburuan sosial-ekonomi. setelah itu ada peraturan malesya bahwa harus mendahulukan etnis melayu lebih dulu daripada etnis lain di malesya. betul begitukan sejarah kau tu.

57. Trisha Ayasha - October 10, 2007

Memang nyebelin apa yang telah dilakukan Malingsia terhadap WNI tetapi sebaiknya jangan menfokuskan diri untuk melihat kesalahan org lain, deh. Sebaiknya orang Indonesia juga harus menata laku sendiri. Pemerintah juga harus punya visi ke depan mau dibawa kemana bangsa ini. Kalau gak yah makin ketinggalan dan makin menyalahkan bangsa lain. Selain itu gimana kalau Pemerintah Indonesia juga mulai melindungi warisan budaya Indonesia (entah makanan, design batik dll) dengan mendaftarkan ke hak patent. Jadi jangan sampai kecolongan dan nanti buntut2nya menyalahkan orang lain lagi. Harus proaktif dong!

58. arin - October 10, 2007

untuk komentar no 54 dan 53.., sombong kali kau…!!!
hei kau orang malingsia, harusnya kalian ngaca dan intropeksi juga…, dulu kemerdekaan aja cuma hadiah dari penjajah, tidak seperti Indonesia yang berjuang hingga tetes darah penghabisan…!!
kami walaupun miskin, tapi kami bangsa Indonesia masih memiliki harga diri yang jauh lebih besar dari kalian..
jangan kalian cuma bisanya mencuri kebudayan kami..!!
Lihat.., artis-artis kalian juga banyak menyanyikan lagu ciptaan dari negri kami, karena kalian bangsa yang tidak bisa apa-apa..!!
kalo kalian bilang, negara kami tidak punya aturan, jangan dibandingin dengan kalian..
Luas wilayah kami lebih besar dari kalian dengan beragam suku,bangsa dan agama..
Kalian juga jangan sombong , hidup bagaikan roda yang berputar…, saat ini kalian merasa lebih kaya dari kami, tapi kelak bangsa kami akan lebih makmur dari kalian…kita lihat saja…!!

59. arin - October 10, 2007

Bener banget.., Malingsia lebih rasis dari kita…, kejadian tahun 60 itu merupakan bukti bahwa Malingsia memang rasis..!!
Hallo…., orang Malaysia no 53 dan 54…, bodoh kali kau…, sejarah nasional kau sendiri tidak tau…hahahahahhahahahahahahhah

60. ARTI NOOR84 - October 10, 2007

kerusuhan 98 itu adalah politik bukan rasis…

hampir tiap negara yg demokrasinya berkembang pasti ada satu hari mengalami rusuh berbau politik. namanya juga rusuh harus ada kambing hitamnya sialnya justru org chinese yg jadi sasaran disini. tapi rusuh berbau rasial sangat jarang terjadi didunia. namun malesya alami kerusuhan rasial thn 60′an setelah itu etnis melayu malesya dimanjakan dari politik-ekonomi. oleh sebab itu etnis china m’sia dendam sekali dengan melayu malesya, tapi yg jadi sasaran siksa= TKI yg tentunya ada ras melayunya. michele yeoh aja tinggalnya di HK+US mana betah hidup di malesya.

61. Anonymous - October 11, 2007

#61

Woi… Inget dunk!
Dulu bangsa lo tuh belajar banyak dari Indonesia…

Trus siapa coba arsiteknya Twin Tower hah?

Dasar bangsa gak berterima kasih!

62. Amal - October 11, 2007

Jika komentar tidak jelas, entah anonim atau sengaja menghasut, diskusi sudah tidak menarik lagi, hanya mengandalkan emosi — entah betul atau tidak. Kita tidak tahu identitas atau itikad lawan bicara, namun malah meributkan pesan yang disampaikan seolah-olah pesan tersebut sudah sahih.

Bung Puji, apa tak sumpek membaca silang sengketa kusut di komentar tulisan ini? :-)

63. alexs - October 11, 2007

NAMPAKNYA KITA SUDAH SETUJU BAHWA KATA MALINGSIA SEBAGAI PENGGANTI KATA MALAYSIA ….. … .TRULLY MALING ASIA ……. …. … ….. ………..
KENAPA KITA SEBUT MALING:
1. HUTAN-HUTAN DI BORNEO SUDAH DIA MALING MELALUI TEKONG-TEKONGNYA …. …… .. …….
2. LAGU-LAGU KITA (RAKYAT INDONESIA) DIMALING JUGA….
3. PULAU SIPADAN DAN LIGITAN DI MALING JUGA WALAUPUN PERMALINGAN MEREKA DILEGALKAN OLEH PBB
4. TENAGA DAN KERINGAT SAUDARA-SAUDARA KITA YG KERJA DIMALINGSIA JUGA DIMALINGNYA ……
5. DAN BANYAK LAGI YANG MEREKA MALING DARI KITA….

OLEH SEBAB ITU MARI KITA RAKYAT INDONESIA …. BERSATU PADU UNTUK …… MENGHANCURKAN MALINGSIA ….. SI TRULY MALING ASIA

64. ochi - October 11, 2007

malaysia emang ga punya malu ya ck.ck.. brsan buka sitenya yg rasasayang.com.my, nyebelin bgt liatnya,btw jd iseng browse di google about malaysian community,eh ketemu website yg ternyata dicontek jg sama malaysia : websitenya http://www.kawanster.com , sumpahhh ngikut2 friensdster abisss,lambangnya aja sama,si smiley,iihhh maluu,norak bgt sih malaysia,weeek..

65. alexs - October 11, 2007

KEBANGGAAN BANGSA KITA DARIPADA BANGSA MALINGSIA:

1. BENAR BANGSA MALINGSIA KEMERDEKAANNYA HASIL PEMBERIAN KOLONIAL ….. TAPI BANGSA KITA MEMPEROLEH KEMERDEKAAN DENGAN GAGAH BERANI ….. HEROIK…..PERJUANGAN … SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN… .. ……. .. …..

2. PEMIMPIN-PEMIMPIN KITA BANGSA INDONESIA PADA SAAT ITU …. HEBAT-HEBAT …. PINTAR-PINTAR …. (SUKARNO, HATTA, BUYA HAMKA, AGUS SALIM, SYAHRIR, SUDIRMAN, BUANYYAK LAGI …..) BANDINGKAN DENGAN BANGSA MALINGSIA.. …. .. …….. .. … … …. ……… ……….

AYO BANGSA INDONESIA….. BERSATU PADU…. INGAT PESAN FOUNDING FATHER KITA …. ….. GANYANG MALINGSIA…….


Sorry comments are closed for this entry