Kliru Kirim October 18, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Kliru kirim itu hal yang manusiawi, khan?
Sore hari yang gerah di Tangerang. Saya sedang mencuci piring di dapur ketika sebuah SMS masuk ke henpon saya. Istri saya yang dekat dengan telepon genggam itu segera membukanya karena tangan saya sedang basah kena sabun. Dia teriak,”Mas… Mas Kere Kemplu kirim SMS.”
Mas Antyo memang dulu satu pabrik dengan istri saya, cuma beda gedung saja.
Saya pikir dia pasti mengirimkan pesan lebaran. Ah, biasa saja, pikirku.
Tapi kemudian istriku ngakak setelah membaca SMS yang diterima. Dibacanya SMS itu agak kenceng.
“Wuk aku keluar dulu ya, ketemu org. Laki kok, bukan perempuan hehe..”

Kata “Wuk” adalah sapaan seorang yang lebih tua kepada wanita yang lebih muda: bisa istri sendiri atau anak perempuannya. Wah, pasti SMS yang salah kirim, khan? Masa saya yang 100% cowok dipanggil “wuk” sih?
Kemudian muncullah ide iseng untuk menjawab SMS itu. Ya, sebaiknya SMS itu memang harus dijawab agar yang kliru mengirimkan SMS pun tahu bahwa ada pesannya yang nyelonong ke hp saya padahal maksudnya dikirim ke piranti milik orang lain. Tapi, kalau hanya memberitahukan bahwa telah terjadi salah kirim, kok nggak lucu.
Akhirnya saya meminta istri saya membalas SMS itu. Saya sendiri tidak tahu persis apa yang diketiknya. Ternyata, kemudian SMS balasannya adalah…
“ya, mas. ketemu siapapun boleh. aku gak cemburu kok. met lebaran”
Ini tipikal kami berdua ketika mengirim SMS: semua huruf kecil, singkat, padat, jelas. Saya yakin mas Antyo kaget saat menerima SMS saya itu. Benar juga, gak berapa lama kemudian ada balasan lagi dari Mas Antyo,
“Haha kliru. Bs masuk blog ini”
Kami berdua di Tangerang ngakak menerima balasan SMS itu. Dan benar saja cerita ini saya tuliskan di blog saya setelah sebelumnya juga ditulis duduk perkaranya di blognya Mas Antyo.
Well, salah kirim memang hal biasa. Saya juga sering sekali menerima kiriman email di alamat saya yang ada di Gmail. Sering sekali rasanya menerima email untuk seseorang yang bernama Pujiono yang bukan saya. Saya pikir Pujiono yang itu lebih canggih daripada saya karena seringkali emailnya datang dari bule menggunakan bahasa yang ndakik-ndakik. Beberapa waktu yang lalu bahkan ada orang yang mengirimkan kopi akte kelahiran dalam format PDF ke email saya itu. Weleh… tapi kok nggak ada yang kirim uang yang nyasar, ya. Hahaha…


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
untung aja isi sms-nya bukan untuk selingkuhan hehehe…
yg lebih seru, sms gosip terkirim ke obyek yg digosipkan. sangar!
“mon, kayaknya aku naksir si ren deh, tapi gimana ngomongnya ya?”
rencana ngirim ke mon, tapi sent to ren. matik!!!
yg lebih seru, sms gosip terkirim ke obyek yg digosipkan. sangar!
“mon, kayaknya aku naksir si ren deh, tapi gimana ngomongnya ya?”
rencana ngirim ke mon, tapi sent to ren. mampusss!!!
Bukan cuma paman yang salah kirim. Tapi untung saya cuma salah kirim sms ke telpon stationer, sampek budek juga ga bakal sampek dan dibaca hehehe
Mas Antyo sudah punya istri lum? pasti tergabung dalam Klub ISTI yah..
**Kabooorrr :P
Cilakaaaaaaaaaaaaaaaaaa cilaka! :D
memang huruf “w” & “c” itu ternyata penting, apalagi setelah “ba” & “ka” dihilangkan.