Ikut Kuis, Sumbang Beras October 21, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.1 comment so far
Jangan boros makanan, ada jutaan orang kelaparan di luar sana.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa setiap tanggal 16 Oktober kita memperingati Hari Pangan Sedunia. Di tengah suasana lebaran yang biasanya berkelimpahan dengan makanan yang enak, bisa jadi ada orang yang tidak sadar bahwa ada 850 juta orang yang menderita kelaparan kronis. Dari jumlah itu, 820 juta diantaranya hidup di negara berkembang, 13 juta diantaranya hidup di Indonesia.
Saya jadi ingat dengan seorang teman saya dulu yang bernama Kian. Lelaki keturunan Tionghoa ini benar-benar disiplin saat makan. Maksudnya begini: saat makan semua makanan yang ada di piring tidak akan disia-siakan meskipun itu hanya sebutir nasi. Dia benar-benar bertanggung jawab terhadap makanan yang dibelinya. “Untung saya bisa makan. Ada banyak orang di luar sana yang kelaparan. Masa’ aku tega sih untuk membuang makanan,” katanya suatu siang saat tanya kebiasaannya menghabiskan semua makanan yang ada di piringnya.
Tidak banyak orang yang seperti Kian itu. Sebagian besar diantara kita pasti bersisa saat makan, meskipun itu sebutir nasi atau sesuap lauk. Mending kalau kita juga rajin untuk memberi bantuan kepada orang yang berkekurangan. Yang parah adalah orang yang membuang makanannya dan tidak memberi sumbangan. Jangan-jangan saya masuk dalam golongan itu. Ah, memprihatinkan, ya?
Tapi jangan khawatir jika Anda belum sempat menyumbangkan beras. Masuk saja ke FreeRice.com, sebuah situs yang akan menyumbangkan 10 butir beras untuk setiap kata yang berhasil Anda tebak di situs itu. Ya, situs ini memang menyediakan permainan tebak kata dalam bahasa Inggris. Sampai saat ini FreeRice.com sudah menyumbangkan 3.5 juta butir beras yang disalurkan lewat World Food Program.
Jadi, jika Anda ingin meningkatkan vocabulary bahasa Inggris Anda sekaligus ingin menyumbang beras, silakan sering-seringlah bermain di FreeRice.com. Hari ini lebih dari 200 butir beras telah saya sumbangkan. Lumayan…
Blogger Uzur October 20, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.9 comments
Blogger tertua berumur 108 tahun. Mau nyaingin?

Blog itu mainan yang belum lama muncul. Bisa dibilang ini mainan anak-anak yang modern. Yah, paling tidak lebih disukai oleh anak muda daripada orang tua. Atau mungkin lebih tepatnya lebih disukai oleh orang yang berjiwa muda meskipun mungkin mereka sudah senior (untuk tidak mengatakan mereka sudah tua).
Contohnya adalah Olive Riley, seorang blogger dari Australia yang hari ini berulang tahun ke 108. Dialah blogger paling senior di muka bumi ini. Dia sudah punya cucu dan cicit. Tapi, dia masih semangat untuk ngeblog.
Nenek Riley ini lahir di Broken Hill, sebuah kota tambang di sebelah barat Sydney, pada 20 Oktober 1899. Wow, lebih dari satu abad yang lampau. Meski sudah tua, ingatan Olive masih cemerlang. Dia menikah dua kali, membesarkan tiga anaknya seorang diri, selamat dari dua perang dunia, selamat dari krisis ekonomi pada 1930-an dan bekerja sebagai seorang akuntan. Hebat ya..
Sayangnya, pada saat entry ini ditulis, blognya sedang tidak bisa diakses. Kemungkinan besar sih karena terlalu banyak yang ingin masuk ke blognya dan servernya nggak kuat.
Nah, sekarang pertanyaan untuk para blogger muda: sampai kapan kalian kuat untuk terus ngeblog? Sampai seabad, kah?
Kerja 100% October 19, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.6 comments
Cuti bersama bikin kacaw

Tadinya sih saya niat memberikan 100% saat kerja. Namun nyatanya cuti bersama bikin amburadul semua. Mau kerja nggak bisa karena temen yang lain belum kerja. Gimana koordinasinya? Mau diem saja di rumah juga nggak bisa, masa’ istri harus berangkat sendirian?
Akhirnya yang 100% itu saya pecah-pecah saja deh… Hahaha…
Sudahkah sampeyan 100% kerja pada minggu ini?
Kliru Kirim October 18, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.7 comments
Kliru kirim itu hal yang manusiawi, khan?
Sore hari yang gerah di Tangerang. Saya sedang mencuci piring di dapur ketika sebuah SMS masuk ke henpon saya. Istri saya yang dekat dengan telepon genggam itu segera membukanya karena tangan saya sedang basah kena sabun. Dia teriak,”Mas… Mas Kere Kemplu kirim SMS.”
Mas Antyo memang dulu satu pabrik dengan istri saya, cuma beda gedung saja.
Saya pikir dia pasti mengirimkan pesan lebaran. Ah, biasa saja, pikirku.
Tapi kemudian istriku ngakak setelah membaca SMS yang diterima. Dibacanya SMS itu agak kenceng.
“Wuk aku keluar dulu ya, ketemu org. Laki kok, bukan perempuan hehe..”

Kata “Wuk” adalah sapaan seorang yang lebih tua kepada wanita yang lebih muda: bisa istri sendiri atau anak perempuannya. Wah, pasti SMS yang salah kirim, khan? Masa saya yang 100% cowok dipanggil “wuk” sih?
Kemudian muncullah ide iseng untuk menjawab SMS itu. Ya, sebaiknya SMS itu memang harus dijawab agar yang kliru mengirimkan SMS pun tahu bahwa ada pesannya yang nyelonong ke hp saya padahal maksudnya dikirim ke piranti milik orang lain. Tapi, kalau hanya memberitahukan bahwa telah terjadi salah kirim, kok nggak lucu.
Akhirnya saya meminta istri saya membalas SMS itu. Saya sendiri tidak tahu persis apa yang diketiknya. Ternyata, kemudian SMS balasannya adalah…
“ya, mas. ketemu siapapun boleh. aku gak cemburu kok. met lebaran”
Ini tipikal kami berdua ketika mengirim SMS: semua huruf kecil, singkat, padat, jelas. Saya yakin mas Antyo kaget saat menerima SMS saya itu. Benar juga, gak berapa lama kemudian ada balasan lagi dari Mas Antyo,
“Haha kliru. Bs masuk blog ini”
Kami berdua di Tangerang ngakak menerima balasan SMS itu. Dan benar saja cerita ini saya tuliskan di blog saya setelah sebelumnya juga ditulis duduk perkaranya di blognya Mas Antyo.
Well, salah kirim memang hal biasa. Saya juga sering sekali menerima kiriman email di alamat saya yang ada di Gmail. Sering sekali rasanya menerima email untuk seseorang yang bernama Pujiono yang bukan saya. Saya pikir Pujiono yang itu lebih canggih daripada saya karena seringkali emailnya datang dari bule menggunakan bahasa yang ndakik-ndakik. Beberapa waktu yang lalu bahkan ada orang yang mengirimkan kopi akte kelahiran dalam format PDF ke email saya itu. Weleh… tapi kok nggak ada yang kirim uang yang nyasar, ya. Hahaha…
Sampah Plastik yang Terus Menggunung October 15, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.9 comments
Blog Action Day: Hidup kita terbelenggu plastik, ya?
Dalam satu bulan, paling tidak saya berbelanja ke supermarket sebanyak dua kali. Jika dalam sekali belanja saya mendapatkan dua buah kantong plastik, maka saya paling tidak menyumbang empat kantong plastik dalam sebulan. Ini tentu jumlah yang minim alias terlalu sedikit. Nyatanya saya masih membuang lebih banyak lagi sampah plastik. Bayangkan saja bahwa gelas air minum, pembungkus snack, botol shampoo, pembungkus sabun, aneka peralatan rumah tangga yang rusak… semuanya terbuat dari plastik.
Benar-benar banyak jumlah sampah plastik yang kita hasilkan setiap hari. Sekedar sebagai informasi saja bahwa sampah plastik dari sektor pertanian saja setiap tahun mencapai 100 juta ton. Dengan jumlah sebanyak itu kita bisa membungkus bola bumi yang kita tinggali ini sepuluh kali lipat. Wow, benar-benar jumlah yang amat berlebihan mengingat angka di atas barulah sampah dari sektor pertanian saja.
Saya benar-benar prihatin jika melihat angka itu. Keprihatinan ini makin bertambah tatkala kita menyadari bahwa plastik sebenarnya mempunyai efek yang tidak baik bagi tubuh kita. Jika dibuang, plastik tidak akan terdegradasi oleh bakteri. Jika dibakar pun plastik akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.
Sayangnya, nampaknya saya tidak bisa berkelit dari masalah ini. Saat berbelanja di supermarket saya selalu membungkus barang belanjaan dengan plastik. Tidak ada pilihan bagi saya untuk meminta barang-barang itu dibukungkus menggunakan kantong kertas seperti di luar negeri itu. Bahkan, membayar pun pakai “uang plastik” juga. Benar-benar hidup ini sudah dipenuhi dengan plastik, ya?
Ketika Autoreply Dibalas Autoreply October 11, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.6 comments
Hati-hati melakukan setting autoreply sekarang. Bisa-bisa inbox penuh saat kembali dari cuti.

Masih tentang liburan. Ya, lebaran kali ini memang memaksa orang untuk cuti panjang. Ada yang seminggu, ada pula yang lebih. Beberapa klien nampaknya sudah mulai libur sejak hari Rabu yang lalu. Saya mengirimkan sebuah email ke seorang klien di Jakarta kemarin. Tiba-tiba langsung dibalas. “Cepat sekali balasannya,” pikir saya. Ternyata balasannya dikerjakan secara otomatis. Isi pesannya pun sangat standar yaitu memberitahukan bahwa di tidak ada di kantor sampai dengan tanggal 22 Oktober mendatang. Hmm… lama juga dia cuti.
Saya kemudian berpikir, kira-kira apa yang terjadi jika dua orang klien yang sudah melakukan setting autoreply mengirimkan email dan kemudian mereka cuti selama lebih dari seminggu. Saya pikir inbox kedua orang itu akan dipenuhi dengan email bersubyek “Autoreply, Autoreply, Autoreply”.
Makanya, bagi orang yang akan mudik hari ini, nggak perlu melakukan setting autoreply, lah. Semua orang juga sudah maklum bahwa liburan kali ini benar-benar menurunkan produktivitas dan menaikkan jumlah uang belanja. Ada yang pernah mengalami kejadian autoreply dibalas autoreply? Keren, ya…
Met liburan..
Iklan Kurang Asem October 10, 2007
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.15 comments
Mendekatlah dan kereta akan melindasmu

Ini memang iklan funeral services atawa iklan jasa penguburan. Saya menebak iklan ini dipasang di sebuah stasiun kereta api bawah tanah. Tapi saya tidak tahu persis di mana letak stasiun ini. Yang menggoda saya untuk membacanya adalah tulisannya yang sederhana: “Come a little closer” atau “Ayo, mendekatlah lagi.”
Tidak ada yang istimewa dari kalimat sederhana tadi kecuali bahwa kalimat itu ditempatkan di seberang rel kereta api. Jika Anda benar-benar terpikat oleh kalimat itu dan mendekat, kemudian kereta api datang, maka Anda pasti akan menggunakan jasa penguburan dari mereka. Hahahaha… Lihat versi besarnya di sini.
Ya, begitulah sekarang dunia iklan. Kadang terasa kurang asem. Tapi, kalau kita mencoba melihatnya dari sisi humor, iklan sesungguhnya penuh dengan aneka senyum dan tawa.



Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.