Perang Sudah Dimulai November 29, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: malin
100 comments
Sebuah serangan di dunia maya (kembali) dilancarkan
Peperangan dengan Malaysia Malingsia sudah dimulai. Seorang hacker dari Indonesia dengan nickname GetCrash berhasil menembus server Malaysia yang beralamat di http://www.heritage.gov.my.
Seperti diketahui di situs itu Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia Malingsia mengklaim sebuah tarian bernama Barongan sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Padahal nyata-nyata tarian Barongan itu tidak lebih daripada penjiplakan Reog asal Ponorogo, Jawa Timur.
Situs itu disusupi dengan tiga tuntutan untuk Malaysia Malingsia, yaitu:
- Hentikan pencurian kesenian dan kebudayaan dari Indonesia
- Adili pelaku kekerasan terhadap WNI yang berada di
MalaysiaMalingsia - Bubarkan Pasukan Rela
Perang sudah dimulai di dunia maya. Kapan perang yang sesungguhnya akan dilancarkan?
Sampai dengan saat saya menulis entry ini, pihak Malaysia Malingsia belum membenahi situs itu. Screenshoot hasil penelusupan ini bisa dilihat di sini
Update: untuk kedua kalinya situs keparat itu dihack lagi, screenshootnya bisa dilihat di sini
RoundPic November 28, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.12 comments
Kapan ya aku mau belajar PhotoShop
Bagi saya yang tidak mendalami aplikasi Adobe PhotoShop, bingung sekali rasanya ketika ingin mengotak-atik sebuah gambar.
Misalnya ada kasus saya pengin sebuah gambar tidak berbentuk kotak seperti biasanya. Kotak rasanya kok kaku banget. Nah, kalau pojok-pojoknya dibikin melengkung kok nampaknya lebih enak dipandang mata, ya? Nah, bagaimana bikin foto yang kotak agar punya siku yang melengkung? Kalau pakai PhotoShop, saya lebih baik menyerah. Bagi orang-orang yang biasa menggunakan aplikasi ini, paling dengan satu dua kali klik jadilah foto itu berubah sesuai dengan keinginan. Tapi…
Untunglah sekarang ada RoundPic. Ini layanan online yang akan mengubah foto dengan pojok siku berubah menjadi foto dengan pojok yang melengkung. RoundPic bisa mengubah foto yang ada di komputer kita dan juga foto yang sudah online di internet.
Bagaimana caranya? Gampang banget. Pilih lokasi gambar yang akan kita ubah: di komputer atau di internet (URL). Dan kemudian, klik Round It. Kemudian RoundPic akan memproses gambar kita. Kita juga bisa menentukan warna pojok foto yang diproses itu. Ini tentu berhubungan dengan warna latar tempat foto kita akan diletakkan.
Setelah semuanya cocok, tinggal download saja foto yang sudah berpojok lengkung.
Lihat hasilnya nih…Bandingkan foto aslinya dan foto hasil olahan RoundPic.

Foto kotak
Hanya dengan beberapa kali klik, foto ini berubah menjadi…

Setelah diolah oleh RoundPic
Gampang, khan? RoundPic membuat saya malas belajar PhotoShop. Parah…! Dasar pemalas!
Sumber gambar: Orangescale’s photos
Koran Mini November 23, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.20 comments
Ukuran mungil bikin repot pembaca dan pemasang iklan
Surat kabar paling mini di Indonesia sekarang kemungkinan besar ada KORAN TEMPO. Ini kalau kita membandingkan ukuran koran ini dengan, misalnya, KOMPAS ataupun tabloid NOVA. Ukuran KOMPAS sendiri sebenarnya sudah menyusut satu kolom dibandingkan dengan KOMPAS yang dulu.

Di luar negeri ada lagi ukuran koran yang lebih kecil lagi dari KORAN TEMPO. Nama terbitan ini adalah First News. Ukurannya mungil banget. Dipegang dengan ujung jempol pun keliatannya sulit juga. Saya nggak tahu bagaimana koran mungil ini dicetak, dikemas dan kemudian diterbitkan. Saya juga nggak paham ukuran iklan yang dijual ke biro iklan. Wah, repot juga, ya…
Hore, Inggris tidak Lolos ke Piala Eropa 2008 November 22, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.27 comments
Liga Inggris beda dengan kesebelasan nasional Inggris

Saya bukan pendukung kesebelasan Inggris pada event-event internasional meskipun saya adalah penggila sepakbola liga Inggris. Jadi, dinihari ini saya tidak kaget ketika Inggris ternyata tidak lolos ke Piala Eropa 2008 mendatang. Inggris kalah melawan Kroasia 3-2 dan pada saat yang bersamaan Rusia mengalahkan Andora 1-0.
Setiap kali Inggris tampil di kejuaraan internasional, gamang rasanya untuk mendukungnya sebagai juara. Piala dunia pun baru satu kali mereka raih, pada tahun 1966 ketika mereka menjadi tuan rumah. Prestasi terbaik di Piala Eropa pun diraih pada 2 tahun usai mereka menjadi juara dunia, di Italia. Kemudian pada 1996 mereka melaju sampai ke semifinal. Di sini mereka keok diganjal panzer Jerman lewat adu pinalti. Southgate menjadi pecundang setelah gagal mengeksekusi tendangan dua belas pas. Kasihan deh elo…
Apakah mereka jago kandang? Saya nggak tahu.
Bye-bye Inggris… Ada yang kecewa dengan tidak lolosnya Inggris ini?
Keledai Keledai November 14, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.9 comments
Seharusnya keledai tidak mungkin memerosokkan dirinya ke lubang tempat dia pernah terperosok

Kita mengenal keledai (Equus asinus) dari peribahasa “Hanya keledai yang terperosok dua kali di lubang yang sama.” Hewan ini sendiri jarang kita lihat di Indonesia. Paling-paling kita melihatnya di televisi. Meski tubuhnya lebih kecil dibandingkan kuda, keledai dikenal sebagai hewan yang kuat menahan beban berat. Kita juga sering melihat ada keledai yang mengangkut beberapa karung besar yang sedang melintasi daerah pegunungan.
Keledai juga bisa dibilang sebagai hewan yang istimewa. Hewan ini disebut-sebut sebagai tunggangan Yesus ketika dia akan memasuki kota Yerusalem. Dia tidak menunggang kuda yang gagah atau gajah yang kuat, tapi keledai yang sering disebut sebagai hewan yang dungu. Saya sendiri tidak tahu mengapa keledai sering disebut-sebut sebagai binatang yang dungu. Apakah karena si keledai ini oke-oke saja ketika disuruh mengangkut beban yang berat? Apakah karena keledai tidak bisa belajar dari keledai yang lain? Saya tidak tahu jawabannya. Yang pasti, keledai adalah hewan yang dungu.
Nah, bagaimana jika ada keledai yang terperosok di lubang yang sama dua kali? Saat dia terperosok di lubang yang pertama, dia mengatakan bahwa lubang itu membuatnya merasa lebih punya tenaga. Si keledai ini kemudian berhasil menarik simpati banyak orang. Kelakuannya yang menawan, tutur katanya yang lembut, membuat banyak orang memaklumi mengapa si keledai ini terperosok di lubang ini. Apalagi setelah itu dia mengajarkan kepada keledai-keledai yang lain agar jangan mengikutinya. Dia mengajarkan bagaimana caranya agar tidak terperosok di lubang yang telah membenamkannya.
Tapi ternyata setelah dia memberikan pencerahan bagaimana menghindari lubang itu, justru dia yang masuk ke lubang ini dengan sukarela. Yah, maklumlah. Keledai ternyata memang seperti itu adanya. Si keledai kita ini sekarang berkubang lagi dengan kesengsaraan yang sama. Dia tidak bisa bebas meski dia pernah mengatakan bahwa kebebasan itu mewah sekali rasanya.
Keledai kita ini ternyata adalah keledai munafik. Dia mengajarkan cara untuk tidak masuk lubang yang pernah dimasukinya, tapi ternyata dia sendiri tetap berkubang di dalamnya. Keledai kita ini ternyata tidak bijaksana meskipun namanya adalah Wicaksono AS. Yang pasti ini bukan nama Ndoro Kakung, lho…Duh….
Baca juga:
Olahraga Gado-gado November 12, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.8 comments
Untuk jenis olahraga gado-gado, kita juga salah satu ahlinya.
Kita sudah tahu adanya triatlon, gabungan tiga olahraga dalam satu paket kejuaraan. Sang atlet harus bertanding dalam tiga cabang, yaitu renang, lari dan balap sepeda. Ya, triatlon bagi kita sudah biasa. Yang belum biasa adalah olahraga catur yang digabung dengan tinju.

Menurut National Geographic, gabungan olagraga olah otak dan olah jotos ini sedang marak di Eropa. Untuk memenangi pertandingan, seorang atlet harus meng-KO lawannya menggunakan jotosan tangannnya atau checkmate alias nyekak lawannya di papan catur dalam 11 ronde. Hmmm.., bukan olahraga yang mudah. Mana bisa kita berpikir jernih setelah kepala dihantam lawan? Justru karena ketidakmudahannya ini maka olahraga gado-gado ini jadi menarik.
Lihat saja dua pemain tinju yang sedang serius memainkan bidak caturnya. Tangannya masih dibebat kain pelapis. Di kepalanya terpasang headset, mungkin peredam suara agar teriakan penonton di seputar ring tinju tidak mempengaruhi konsentrasi mereka. Peluh masih mengucur. Dan lihat juga meja yang digunakan untuk bertanding, di situ tertulis WCBO. Hmmm…, mungkin kepanjangannya adalah World Chess Boxing Organization. Keren juga, ya..
Sebenarnya di Indonesia ada lagi olahraga gado-gado yang lain, yaitu gabungan antara sepakbola dan tinju. Nggak cuma pemain saja yang bermain, penonton dan pelatih pun sering kali masuk juga ke lapangan. Untuk hal ini, Hedi pasti lebih tahu daripada saya. Bukan begitu, Hed?
Semangka Kotak November 9, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.28 comments
Bentuk kotak lebih gampang ditumpuk dan didistribusikan
Sejak jaman kita kecil dulu, bentuk buah semangka itu ya bulat. Ya, memang tidak sebulat bola voley, sih. Tapi, paling enggak bentuknya mendekati bulat. Memang ada juga buah semangka yang bentuknya agak lonjong juga, sih. Oh, ya di samping ada buah semangka yang warna isinya merah, sekarang juga ada buah semangka yang isinya berwarna kuning. Terus, ada buah semangka yang tanpa biji juga. Nggak tahu bijinya dibuang kemana oleh para ahli genetika. Sejauh ini, jenis-jenis buah semangka seperti itulah yang kita tahu.
Buah semangka, yang bulat maupun yang lonjong, agak rumit untuk didistribusikan karena bentuknya itu. Sisi-sisinya yang melengkung itu menyebabkannya tidak mungkin untuk menumpuknya dengan efisien. Itu dulu…
Sekarang ada buah semangka yang bentuknya kotak, ya kotak. Lihat saja foto yang diambil di Wuhan, China itu. Nah, dengan bentuknya yang kotak itu sekarang petani bisa menumpuk buah semangka dengan lebih efektif, tidak ada ruang antara buah yang satu dengan yang lain yang terbuang percuma. Inilah kemajuan teknologi genetika. Saya tidak tahu apakah kemajuan teknologi yang mengubah bentuk semangka dari bulat ke kotak ini berguna atau tidak bagi kita. Tapi, saya kok jadi merasa betapa pongahnya manusia dengan kepandaiannya itu, ya?
Wah, jangan-jangan nantinya juga ada buah semangka berdaun sirih, nih seperti lagunya Broery Marantika itu.
Anjing November 9, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.15 comments
Ketika yang besar berhadapan dengan yang kecil

Yang gedhe namanya Gibson. Tingginya 107 cm. Dia anjing Great Dane, pemegang rekor dunia sebagai anjing tertinggi di dunia. Nah, yang ada di depannya itu Boo Boo. Dia ini jenis anjing Chihuahua. Si mungil ini tingginya cuman 10.16 cm. Dibandingkan dengan yang besar, seluruh tubuh si mungil masih kalah besar dibanding kepala si besar. Tapi kok keduanya nggak kelahi, ya?
[via: lifeinthefastlane.ca]


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.