US7.5 juta dollar masuk ke DreamHost
Ini cerita tentang kartu kredit lagi. Tapi bukan cerita tentang Rangga.
Kemarin sore saya mendapat pemberitahuan dari DreamHost, perusahaan ruang hosting untuk blog-blog saya, bahwa mereka telah berhasil membebankan pembayaran dari kartu kredit saya untuk sewa hosting satu tahun ke depan. Saya sempat bingung juga, bukankah saya sudah melakukan pembayaran pada Desember tahun lalu? Mengapa satu bulan kemudian saya diminta membayar kembali? Saya pikir ada yang salah dengan DreamHost.
Pagi ini saya mendapat email permintaan maaf dari DreamHost. Ternyata mereka melakukan kesalahan. Hampir semua pelanggan telah ditagih untuk membayar sewa hosting untuk masa satu tahun ke depan. Total US$7.5juta masuk ke rekening DreamHost akibat kesalahan ini. Gila! Itu jumlah yang sangat besar. Untunglah DreamHost sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan dan tagihan yang masuk sudah dibatalkan.
Hmmm… ngeri juga ya kalo pake autobilling di DreamHost.


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Posted by jalansutera on April 1, 2008 at 08:39
#13 – abangmandud
pembayaran pake kartu kredit. soal fitur, silakan cek sendiri. jangan malas baca info dari penyedianya langsung.. :P
Posted by abangmandud on March 29, 2008 at 14:53
numpang tanya,beli hosting di dreamhost byrnya lwat bank ato gmana?klo lwat payment laen bsa ga yachh trus fitur hostingnya jlasin donk mau buka situsnya aga ruwet enakan djelasin thx b4
Posted by johan on January 24, 2008 at 11:12
Wah besar juga ya angkanya, namun mungkin kalo kita nggak autobilling or autodebet masih sedikit aman, soale nggak kena charge secara otomatis.
Pengalaman gue untuk pembayaran dedciated server, gue menggunakan pembayaran manual pake CC, jadi lebih aman.
Posted by Angga on January 16, 2008 at 23:20
Hmm…,emang lebih baik pake cash aja dulu, aman terkendali.
Posted by nananias on January 16, 2008 at 17:24
pas bayar tagihan dreamhost bulan september kemarin (dibayarin si ito ganteng akhirnya! horeee…) langsung rubah set up supaya ngga autobilling :D
Posted by Freddy Hernawan on January 16, 2008 at 15:12
fatal banget tuh ….
Posted by Ben on January 16, 2008 at 14:38
hanya dapat permintaan maaf dowang? jangan mau dong! minimal dapat mug dan payung :))
Posted by Thomas Arie on January 16, 2008 at 14:34
Kemarin saya dan Yan Arief sempat kebingungan juga, untunya di DH Status ada informasi bahwa ada kesalahan dalam billing.
Pelanggan DH kaya-kaya? heheh… sepertinya pada milih DH karena budget terbatas ya? :D
Posted by susan on January 16, 2008 at 13:16
Untungnya pelanggannya alert udh bayar. coba kalu nggak, repott deh… Saya sih, anti deh pake kertukredit utk pembayaran OL. Praktis sih, tapi risikonya tak terukur..
Posted by jalansutera on January 16, 2008 at 12:59
#4 Hedi
keliatannya deduksi yang diambil oleh Hedi kurang tepat deh. Angka 7.5 juta dollar itu berasal dari ratusan ribu (saya nggak tahu persisnya) pelanggan dreamhost. jadi, nggak benar kalo kesimpulannya adalah bahwa pelanggan drimhos itu kaya-2. hihihi…
Posted by Hedi on January 16, 2008 at 12:23
berarti pelanggan dreamhost kaya-kaya tuh :D
Posted by venus on January 16, 2008 at 11:59
mas, sebenernya aman gak sih, melakukan transaksi online pake kartu kredit? makin lama makin serem…
Posted by Charly Silaban on January 16, 2008 at 11:20
Yupe.. Untung CC gw yg sudah terdaftar di Dreamhost sudah expired.. Repot aja kalo didebet langsung.. 2 jutaan sekali sedot.. :)
Posted by anima on January 16, 2008 at 10:57
lesson learned: never, ever pake autobilling :D