Pembatasan BBM February 12, 2008
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.trackback
Batasi pembelian BBM sampai urine bisa menggantikannya
Rencana pemerintah membatasi pembelian bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor ditanggapi beragam oleh kawan-kawan saya. Ada yang bilang memang sudah saatnya harga BBM itu naik karena kita sekarang memang sudah bukan lagi negara pengekspor minyak.
“Realistis saja, lah. Kita ini sebenarnya bukanlah anggota OPEC. Kita selama ini sudah melakukan impor BBM untuk keperluan dalam negeri. Kita beli minyak dari Arab itu dengan harga yang mahal, kemudian dijual di dalam negeri dengan harga subsidi. Sampai kapan pemerintah kuat bertahan untuk terus memberi subsidi di tengah harga minyak dunia yang terus membubung tinggi?” ujarnya. Saya cuma mengangguk.
Jadi, apakah dia setuju pemerintah membatasi pembelian BBM?
“Oh, saya setuju seratus persen. Kita memang bangsa yang boros BBM. Sudah saatnya pemerintah membatasi pembelian BBM. Paksa para pemilik sedan menggunakan Pertamax dan Pertamax Plus. Kalau perlu naikkan juga harga kedua jenis BBM itu setinggi mungkin. Tidak pantas rasanya pemilik sedan di atas 2000cc antri bensin di SPBU,” kata dia lagi. Dia sendiri pulang pergi ke Bekasi mengendari Kijang kapsul.
Terus, kalau sudah dibatasi, apakah Anda masih mau pakai mobil bikinan Toyota itu?
“Ya, mobil itu khan memang sudah menjadi kebutuhan saya. Kalau memang dibatasi pembeliannya ya saya terpaksa tidak pergi-pergi naik mobil itu. Ada baiknya tetap di rumah saja, kumpul bareng anak istri. Pergi cuma kalo benar-benar perlu. Paling-paling tiap hari bolak-balik ke tempat kerja saja,” katanya mencoba bijak.
Nggak naik angkutan umum?
“Ah, you sendiri tahu khan bagaimana amburadulnya jalanan Bekasi? Anda pasti tahu juga betapa brengseknya sopir angkot di Bekasi? Anda tahu khan betapa parahnya kemacetan di Bekasi?,” katanya penuh retorika.
Hmmm, meskipun tidak tinggal di Bekasi, saya mengamini saja perkataannya. Saya sendiri akan mencoba naik kereta ekspress Tangerang - Jakarta bila ada pembatasan pembelian BBM. Jarak stasiun yang tidak terlalu jauh dari rumah, ongkos yang lebih murah, waktu yang lebih efisien dan anti macet adalah alasan utama saya menggunakan kereta api.
Sampai kapan saya akan menggunakan KRL ekspress itu? Sampai mobil bisa berbahan bakar urine!


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
dan akhirnya kita bisa kencing di mana aja selama kendaraan butuh bahan bakar :P
Weleh, lha mobile tekno pesing kuwi
huehehe…
trus cerita2 dong mas gimana di kereta-nya…
kayaknya pernah ada kan mas isu mobil yang berbahan bakar air. jadi tunggu aja hi hi hi
Sebenernya kalo pemerentah kita mau, cabut subsidi bahan bakar, terus sebagian besar dananya diinvestasikan buat bikin transortasi massal yang nyaman…
BTW, itu si kakek kagak bisa beli pertamax, mangkanya premium dicampur urine… :mrgreen:
wuih..
lhaaa…
urine kan mengandung amonia ya..
uhuhuhu.. mesinnya bisa keropos..
hihihi..
setujuuu, biar gak ada lg yg kencing sembarangan!!!
Ehh..tunggu dulu, truss kalo yg bw mobilnya cewek..piye??? hiks.. kalo bener itu terjadi…gender banget deh… hihi..serius banget yakkk.. :-) pisssss ah
hohoho,,enak juga klo bisa pake bahan bakar kaya githu!
Ikutan nunggu bahan bakar urin sajah :D
untuk mas kucingkeren. klo yg bawa mobil cewe,ntar dikasih sedotan khusus mas.biar ga ada perbedaan gender terhadap mobil berbahan bakar urine. (hhihihihiihii…)
hahaha tuh kakek desperate banget kali ya, sampe bikin bensin oplosan sendiri gitu.. huahahaha
Wealah….. kok persis ayahku, suka pipisin mobil.
Tapi kalau ayahku karena kebelet dan tak tahan lagi…… he…3x