jump to navigation

Pengucapan February 27, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
20 comments

Cerita tentang pe, ep, f, dan v

Ini cerita tentang pembangunan halte di sebuah tempat di Jakarta. Letak halte itu ada di dekat sebuah jalan layang. Makanya, banyak orang yang menyebutnya sebagai HALTE FLYOVER. Dari nenek-nenek penjual gorengan sampai anak-anak sekolah di seputarnya paham benar nama halte itu.

Nah, suatu saat halte itu perlu direnovasi supaya lebih beradab. Tempat duduk yang dulunya dari besi diubah. Besi diganti dengan keramik warna kecoklatan, licin, nyaman untuk diduduki sambil menunggu bus lewat. Atap yang sudah bocor di sana-sini diganti dengan yang lebih kokoh. Pun nama papan nama haltenya juga diganti dengan yang baru.

Ternyata pemenang tender renovasi halte itu adalah seorang kontraktor yang berasal dari Bandung. Dia asli Bandung 100% meski sudah puluhan tahun merantau di Jakarta. Dia ingat benar dengan nama haltenya: HALTE FLYOVER. Tapi, Anda tahu sendiri khan bagaimana kontraktor kita yang Sunda itu mengucapkannya? Yups, maka ketika diperintahkannya bagian design membuat papan nama halte, maka jadinya adalah seperti pada foto di bawah ini.

Protes pun bermunculan. Banyak orang yang ngomel bahwa kontraktornya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris dengan benar. “Masa menulis FLYOVER saja tidak becus. Bukan PLY OVER. Bukan pake huruf “pe”, tapi pake huruf “ef”,” kata seorang mahasiswa sambil cemberut.

Protes itu ternyata didengar oleh sang kontraktor. Dia mengingat-ingat kata-kata sang mahasiswa “bukan pake pe, tapi pake ep” Serta merta dia menelpon ke kantornya. Diperintahkannya desainer grafis untuk mengubah papan nama halte itu sesegera mungkin. “Bagaimana sih kamu ini, masa nulis nama halte itu saja salah! Bukan pake pe, tapi pake ep. Kalau belum benar, Dinas Perhubungan tidak akan membayar biaya renovasi. Bisa rugi kita!” bentak sang kontraktor.

“Jangan lupa setelah kamu mengubah pe menjadi ep, segera dipasang, ya!” perintah sang kontraktor.

Di kantor, desainer kita yang juga orang Bandung menuruti perintah bosnya. Dia menuruti perintah atasannya itu dan kemudian memasang papan nama yang baru. Hasilnya adalah …

Huahahahaha…. jangan tersinggung ya, cuma lelucon saja kok.

Premium Themes Gratis dari WPDesigner.com February 26, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
11 comments

16 buah premium themes sepanjang satu tahun ke depan. Gratis!

WPDesigner.com adalah sebuah situs yang menawarkan themes WordPress Premium dengan harga hanya US$5 untuk masa selama satu tahun. Nah, dalam masa dua belas bulan itu sang desainer, yang menyebut dirinya dengan nama Small Potato, itu akan membuat themes premium minimal sebanyak 12 buah.

Sekarang WPDesigner.com sudah mempunyai empat buah WPThemes yang tidak dirilis dengan bebas. Themes yang sudah jadi adalah Gossip, Music, Personal, dan WPDesigner8. Jadi, sampai dengan tahun depan total 16 buah WP Themes Premium akan ditawarkan dengan hanya membayar US$5 itu. Di samping itu, WPDesigner.com juga akan memberikan dukungan via ticket support jika ada pertanyaan-pertanyaan seputar themes yang dia ciptakan.

Namun, jangan khawatir dengan US$5 itu karena Small Potato menawarkan keanggotaan gratis. Bagaimana caranya? Gampang saja. Silakan meluncur ke PremiumWP.com yang menyediakan 100 tiket untuk menjadi anggota WPDesigner.com. Beri komentar pada salah satu entri yang berjudul WordPress Themes Club Account Giveaway. Tuliskan pendapat kamu tentang fitur apa yang kamu harapkan dari sebuah WP Themes Premium. Saya sudah menuliskan komentar saya di sana dan kemudian tiket keanggotaan dikirimkan via email. Gampang, khan?

Secara pribadi sebenarnya saya menilai themes yang dibuat oleh Small Potato ini tidak terlalu istimewa (moga-moga dia nggak mencoba menterjemahkan entri ini). Masih banyak themes keren lain yang gratis di luar sana. Tapi, siapa tahu nantinya dia membuat themes yang yahud setelah mendapat masukan dari PremiumWP.com, khan? Jadi, nggak ada salahnya ambil sebuah tiket gratis segera.

Lho, kok saya tiba-tiba ngomongin IT? Biar nggak ditendang dari Planet Terasi, ya? Hihihi… Dasar anak badung!

Update: Kalau kamu malas bikin komen di PremiumWP.com, kamu masih bisa mendapatkan keanggotaan WPDesigner gratis dengan menggunakan kode weblogtoolscollection2873ry ketika melakukan pendaftaran. Ayo, tunggu apa lagi? Jangan bengong saja!

Awas Lubang Genangan Air February 26, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

Usai hujan, genangan muncul. Awas kecebur!

Musim hujan nampaknya belum akan beranjak dari Jakarta dan sekitarnya sampai akhir bulan kedua ini. Sepanjang hari mendung masih menggelayuti Jakarta. Hujan sporadis terjadi di sana-sini, dari Bogor sampai Tangerang, dari pagi sampai malam. Hujan memang tidak kenal tempat dan waktu. Karena hujan inilah air menggenang di jalanan. Sebentar saja hujan mengguyur, berbagai ruas jalan digenangi air. Kompas.com mencatat ada sekitar 45 titik di jalanan DKI Jakarta yang tergenang air.

Jika genangan ini terus dibiarkan, maka jalan akan rusak, aspal akan ambrol dan air yang tergenang akan semakin banyak. Sudah berkali-kali terjadi kecelakaan akibat motor yang terperosok di lobang genangan air. Selama ini memang baru motor saja yang menjadi korban. Biasanya sih karena pengendara tidak bisa mengendalikan keseimbangan saat terperosok ke lubang genangan air. Akibatnya tentu saja adalah terjungkalnya kendaraan beroda dua beserta pengendaranya.

Bagaimana dengan mobil? Jarang terjadi kecuali jika ada banjir besar. Tapi, kalau Dinas Pekerjaan Umum ogah-ogahan membenahi jalanan Jakarta ini, bukan tidak mungkin kejadian di negeri antah berantah seperti di rangkaian foto di bawah ini bisa kita saksikan di Pondok Indah, Kebayoran atau Kelapa Gading.

(more…)

Virus February 25, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
7 comments

Kenapa virus sukar dibasmi?

Seorang teman dari bagian teknologi berkeluh kesah kepada saya pada suatu ketika. Dia bilang bahwa rekan-rekannya dengan ceroboh mendownload file dari internet sehingga komputernya terjangkiti virus.

“Saya heran dengan aktivitas teman-teman,” katanya pada suatu pagi yang masih sepi. “Ada saja file yang didownload tiap hari. Dari mulai video lucu, file PDF, lagu berformat MP3, file presentasi, template dan lain-lain. Parahnya lagi, mereka tidak pernah melakukan scanning setelah download selesai,” kata sang insiyur informatika ini, nyerocos.

“Herannya lagi, mereka kemudian saling bertukar file-file itu lewat jaringan komputer milik pabrik. Ini yang membuat virus nyaris tidak pernah bisa dibasmi sampai tuntas. Ada juga yang mengirimkan file-fle itu lewat milis pabrik,” ujarnya tanpa saya komentari lagi. Saya biarkan dia ngoceh terus.


Dari sinilah virus itu berasal

“Kopi-mengkopi file itu berbahaya. Bisa-bisa virus komputer menyebar dari satu komputer ke komputer lain, dari satu media simpan ke media simpan yang lain atau dari satu media simpan ke jaringan komputer,” katanya serius. Saya masih membiarkannya ngomong.

Tiba-tiba handphone si insiyur itu berdering. Dia menjawab,”Ya, saya segera ke situ. Nanti saya hapus virusnya,” katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkan saya.

Cangkir 3 February 22, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
10 comments

Tiga cangkir dijadikan satu, yang paling atas njomplang!

Ndoro Kakung heran dengan sebuah cangkir yang bertangkai tiga yang ada di hotel Menara Peninsula tempat berlangsungnya seminar Corporate Blogging kemarin. Logikanya mengatakan bahwa sebuah cangkir hanya akan dinikmati oleh sebuah mulut dan sebuah tangan. Pertanyaannya: mengapa pegangannya ada tiga?

Saya juga heran dengan desainer cangkir yang menumpuk tiga cangkir menjadi satu. Apalagi numpuknya nggak beraturan, cangkir yang paling atas agak njomplang. Pegangannya otomatis juga tiga buah karena memang ini tiga cangkir yang dijadikan satu.

Kerjaan desainer sekarang memang lebih dekat dengan suasana main-main. Bagaimana sih batas antara main-main dan kreativitas itu sebenarnya?

Ada yang tahu jawabannya?

400 Megawatt February 22, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
6 comments

Jangan nyalahin PLN. Salahin saja cuaca yang gak menentu!

Jangan kaget kalau nanti sore atau besok siang listrik di rumah Anda mati. Harap malkumlah, perusahaan setrum negara sedang kelimpungan karena kekurangan pasokan 400 Megawatt listrik.

Gara-garanya, konon, adalah karena berkurangnya pasokan batubara untuk menggerakkan turbin. Kenapa pasokan batubara kurang? Karena kapal tongkang pembawa batubara tidak bisa merapat? Kenapa tidak bisa merapat? Karena ombat yang besar. Kenapa ombaknya besar? Karena global warming sehingga cuaca di Indonesia tidak menentu.

Demikianlah, PLN berteriak kekurangan setrum karena adanya global warming. Semua masalah memang punya kambing hitamnya masing-masing. Gelapnya rumah kita hari ini atau esok adalah karena pemanasan global, bukan karena petugas PLN gak becus kerjanya.

Habis terang, datanglah gelap

Rambu Kebolak-balik February 18, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
13 comments

Dagelan rambu gaya Jasa Marga

Kalau diperhatikan dengan lebih seksama, ada yang kurang benar dengan rambu-rambu berwarna biru yang terpasang di pintu masuk tol Merak – Jakarta km 17 ini. Rambu itu terpasang dengan posisi terbalik. Posisi bagian atas diletakkan di bagian bawah, sedangkan yang seharusnya di bagian atas ada di posisi bawah. Ini namanya kebolak-balik upside-down.

Apakah rambu itu salah? Tidak, sama sekali tidak salah karena rambu ini memang tidak dipasang untuk dibaca dari arah belakang. Apa artinya? Artinya, memang seharusnya rambu ini wajib dibaca dari bagian depan saja.

Ini mungkin strategi efisiensi yang dilakukan oleh pengelola jalan tol Jakarta – Merak untuk mendayagunakan rambu yang tidak dipakai. Nah, Jasa Marga melakukannya dengan menggunakan rambu bekas, kemudian bagian belakangnya dipoles lagi, dicat ulang, diberi tulisan yang semestinya. Mereka lupa untuk menutup bagian belakangnya. Akibatnya, ya rambu kebolak-balik inilah yang muncul di Kebon Nanas, Tangerang.

Apa isi tulisan yang ada di bagian depan? Pada rambu di bagian depan tertulis “KURANG ANTISIPASI PENYEBAB DOMINAN KECELAKAAN“. Lho, apa bedanya dengan tulisan yang kebalik yang ada di bagian belakang? Tidak ada bedanya sama sekali. Anggap saja ini dagelan yang dibuat oleh Jasa Marga. Hahahaha…

Foto lebih besar bisa dilihat di sini.

Kompetisi February 14, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
34 comments

Kali ini rumput sendiri pasti diklaim sebagai yang paling hijau

Seorang teman yang bekerja sebagai humas di sebuah perusahaan telekomunikasi mengeluhkan kompetisi yang tidak sehat dengan perusahaan lain. Dia mengatakan bahwa banyak kode etik yang telah dilanggar oleh berbagai perusahaan telko saat mereka berpromosi. Misalnya saja ada yang mengatakan bahwa tarifnya sangat rendah tanpa menyebutkan bahwa tarif tersebut hanya berlaku mulai menit ke sekian. Nah, tarif dari menit pertama sampai menit ke sekian itu tidak disebutkan berapa harga per detiknya. Konsumen yang kurang teliti pasti akan tergiur dengan promo gencar yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi itu.

Ada lagi yang berpromosi dengan cara membandingkan secara langsung tarif mereka dengan tarif perusahaan lain. Memang tabel itu tidak menyebutkan nama perusahaan telekomunikasi pesaing. Tapi dari warna yang digunakan, orang sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa warna merah adalah perusahaan A, warna biru perusahaan B dan seterusnya.

Sang humas itu juga mengatakan bahwa sekarang sulit rasanya untuk mendapatkan pelanggan baru yang mau setia menggunakan jasa satu perusahaan telekomunikasi untuk waktu yang panjang. Konsumen, terutama dari kalangan muda dan dari golongan ekonomi bawah, tidak peduli dengan berapa kali dalam sebulan mereka ganti nomor telepon, ganti operator. Patokan mereka pasti pada harga yang murah. Mereka tidak peduli lagi dengan nomor yang sudah disebarkan ke sanak famili, teman dan handai taulan. Kalau ada kartu yang menawarkan harga miring, serta merka mereka akan buang kartu lama, ganti dengan yang murah. Begitu seterusnya.

Pernahkah Anda tergiur oleh iming-iming perusahaan telekomunikasi dan akhirnya dibikin kecewa?