Memancing pun kini bisa dilakukan di jalanan tengah kota
Selama musim hujan ini pendapatan nelayan tradisional dari Muara Angke, Jakarta Utara, merosot tajam. Sekitar 50 persen kapal nelayan tidak melaut karena khawatir terhadap angin kencang dan ombak yang tingginy tiga meter lebih. Mereka memperkirakan akan rugi besar jika memaksakan diri melaut. Apalagi harga solar untuk mesin kapal juga sering menghilang dari pasaran. Tidak mengherankan jika nelayan harus membayar lebih mahal untuk seliter solar dibandingkan tahun lalu. Lengkaplah sudah penderitaan nelayan Muara Angke ini: angin besar, ombak tinggi, solar mahal, dan harga kebutuhan pokok membubung tinggi.
Tapi, kesedihan itu kini berubah jadi tawa riang manakala mereka tahu bahwa mencari ikan di Jakarta sekarang tidak hanya bisa dilakukan di laut saja. Sejak musim hujan ini, ikan-ikan ternyata banyak yang ngendon juga di genangan air di jalan protokol ibukota.
“Kami mengharapkan pemerintah daerah tidak cepat-cepat memperbaiki jalanan yang rusak ini. Kasihanilah kami para nelayan ini. Jika kami paksakan melaut, hanya kerugian yang akan kami dapat. Tapi, sejak kami bisa memancing di jalanan ini, kami bisa kembali mendapat penghasilan. Beras bisa kami beli meskipun itu hanya beras yang tidak bagus kualitasnya,” kata Karmin (45th) yang ditemui di sebuah genangan air di Kuningan, Jakarta, kemarin.
“Gubernur DKI memang benar-benar ahli menciptakan alternatif pekerjaan bagi kami. Ketika sang ahli itu tahu kami tidak bisa melaut, dia biarkan jalanan digenangi air supaya ikan bisa hidup. Kami sungguh-sungguh kagum kepadanya,” kata Karmin melanjutkan.
“Baru kali ini pemerintah daerah khusus ibukota ini mempunyai kepedulian yang tinggi kepada penderitaan rakyat miskin. Sekarang kami berharap dinas perikanan mendukung program gubernur ini. Kami mohon ikan-ikan disebarkan di seantero genangan air di Jakarta ini supaya bisa hidup dan kami bisa pancing untuk penghasilan sehari-hari,” kata Karmin yang mempunyai tiga orang anak kecil yang tiap hari harus diberi makan itu. (SP/HWX)


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Posted by mugi on October 16, 2008 at 10:52
mancing kemiskinan ni yeeee
Posted by jalansutera on March 19, 2008 at 18:11
#7 – harid
blogger memang penipu, ya? hehehehe… roy pasti seneng banged baca ini. huahahaha…
Posted by harid on March 19, 2008 at 17:50
Mantap!
sungguh, kaget dan terhenyak lihat gambar itu!
hampir percaya dengan narasumber . SP/HWX.
he hehehhe
Posted by jalansutera on March 18, 2008 at 08:32
#3, #4
Sp itu ya singkatan nama yang nulis. HWX itu ya mangsudnya howax gitu loch… ah, gitu ajah ditanyain, kirain udah pada tahu. hihihi… :P
Posted by Kunderemp on March 17, 2008 at 22:21
#3,
tentu saja itu singkatan wartawan penulisnya.. atau minimal biar terkesan seperti artikel beneran.. :p
Posted by culuntea on March 17, 2008 at 20:51
baguslah emang…. saya setuju bang Foke dipilih jadi gubernur. Terbukti kan, beliau memang ahlinya. Biar banjir, ternyata hasilnya membela rakyat kecil seperti nelayan di atas.
Makanya jangan sok ngomel kalo banjir….. dasar kalian kalian ini kapitalis sok enak pamerin mobil aja
Posted by Hedi on March 17, 2008 at 20:22
OOT. SP/HWX maksudnya apa tuh, mas?
Posted by mr.bambang on March 17, 2008 at 15:51
Demo macam ini nendang banget kreatifnya dan tepat sasaran. Aku pernah lihat model seperti ini di koran.
Posted by beinginspired on March 17, 2008 at 15:06
Itu beneran mancing ikan ga sih?
Apa cuman iseng2 doang?
pake jaring aja langsung, kena semua ntar ikannya :D