jump to navigation

Yang Muda tak Kenal, Yang Tua Sebal April 21, 2008

Posted by JalanSutera.comâ„¢ in Blog.
trackback

“Kaum muda tak mengenal, kaum tua yang kenal pun sebal pada Harmoko”

Kutipan di atas adalah komentar Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer, sebuah lembaga survey, kepada KORAN TEMPO (20/4) di Jakarta menanggapi kemunculan (kembali) Harmoko di panggung politik. Mantan Menteri Penerangan dari zaman orde baru itu, menurut berita itu, mendeklarasikan sebuah partai baru bernama Partai Kerakyatan Nasional.

Ketika kecil dahulu saya tidak menyukai Harmoko lebih karena dia terlalu banyak omong. Karena masih kecil, saya tidak tahu apakah omongannya itu isi atau kosong. Dulu, ketika pilihan saluran televisi tidak sebanyak sekarang, kalau pada siang harinya ada sidang kabinet, maka malam hari adalah waktu yang paling menyebalkan untuk duduk di depan televisi usai acara Dunia Dalam Berita. Ada acara yang mendadak tayang usai berita yaitu konferensi pers hasil sidang ekuin. Apa itu ekuin? Halah, apa peduli saya dengan singkatan-singkatan jaman order baru ketika itu?

Celakanya, ya ini celakanya bagi anak sekecil saya yang tidak suka ngomongin ekonomi makro, konferensi pers itu tidak ketahuan kapan akan berhenti. Bisa hanya satu jam, bisa pula lebih dari dua jam. Lho, kok bisa? Ya, bisa saja karena pelaku utama laporan dari sidang kabinet itu adalah Harmoko, sang menteri penguasa media massa. Acara itu pun amat sangat miskin gambar. Selama acara itu berlangsung hanya ada wajah pak menteri yang nyerocos membacakan angka-angka produksi beras, angka inflasi, produksi pupuk dan seterusnya dan seterusnya. Menjengkelkan sekali!

Acara ini tiap bulan ada, teratur mengunjungi penonton tv plat merah atawa TVRI. Adakah televisi swasta pun menayangkan acara ini juga? Saya tidak tahu karena di kampung saya dulu tidak ada tv swasta yang bisa ditangkap siarannya. Saya pun akhirnya jadi paham bahwa keesokan harinya koran yang ada di depan pintu pun isinya sama plek dengan yang diucapkan Harmoko sesuai petunjuk bapak presiden di televisi.

Makanya, usai Dunia Dalam Berita saya lebih baik tidur jika ternyata ada siarannya Bung Harmoko. Lebih celaka lagi JIKA dalam tidur itu saya mimpi Bung Harmoko sedang melakukan konferensi pers. Ini namanya celaka tiga belas! Ampuuuuun, deh!

Foto: Wikipedia

Comments»

1. Vavai - April 21, 2008

Lebih celaka lagi jika dalam tidur itu saya mimpi Bung Harmoko sedang melakukan konferensi pers.

Gubrak, kalo ini kejadian berarti bener-bener kesengsem sama pak Hari-Hari…

Saya jadi ingat, dulu dengan lugunya saya mengikuti harga cabe dan bawang merah :-D

2. Hedi - April 21, 2008

harmoko jumpa pers di TVRI, wah tv langsung off…gila apa nonton itu, lama bangetttt :D

3. gnine - April 21, 2008

“menurut petunjuk Bapak Presiden…” :D

4. Denny - April 21, 2008

wah nostalgia lagi.. :)
jaman dulu namanya TVRI kan untuk jam tayang terkenal jam karet tuh.. :P
kadang di kasih 1 jam, siaran langsung pejabat2 bisa molor sampe 2 jam bahkan lebih, hehehehe.

5. iway - April 21, 2008

mimpinya nendang banget hahahhahahaahah

6. kucingkeren - April 21, 2008

weleehhhh kok menderita sekali hidupmu malam itu, mas…. hihihi… ada petunjuk gak saat mimpi itu…. :-))

7. Ben - April 21, 2008

cilakanya skrg om puji kerja di tempat yg dulu mungkin sering ditilpun ybs…

benar-benar kisah cinta yg mengharukan…

*cegat taksi*

8. Ana Gustini - April 21, 2008

Mas, kalo mimpi seorang petinggi itu kan biasanya alamat dapet sesuatu yang bagus. Ntah itu rejeki dapat hadiah, naik jabatan dll. Jadi semestinya ndak usah takut kalo mimpi Bp Harmoko pada saat itu, kekekek

9. Ana Gustini - April 21, 2008

Mas, biasanya kan kalo mimpi seorang petinggi itu artinya bagus. Ntah mau dapet rejeki nomplok, naik jabatan atau kebahagiaan dan sebangsanya. Jadi saat itu kalo bermimpi tt Dia ndak usah ditakuti tetapi disyukuri sebagai alamat kebahagiaan.

10. venus - April 21, 2008

ini orang…..arghhhhhhhhhhhhhhh…..

si njak njuk njak njuk. dikit2 minta petunjuk. sebel banget. gak malu ya, puluhan taun ngilang, tau2 mencungul lagi?

11. daustralala - April 21, 2008

Tapi saya salut sama bung satu ini. dia tokoh orba yang paling bersih cuci tangannya. ;)

12. Pitra - April 21, 2008

dari dulu saya ingin tau, nama panjang Harmoko itu siapa sih?

soale pas ngapalin Kabinet Pembangunan IV jaman SD itu, yg paling diinget ya Harmoko, soalnya cuma dia yg nggak punya nama panjang.

13. Epat - April 22, 2008

Resiko berdemokrasi? :-D

14. funkshit - April 23, 2008

duh jaman kapan ya itu.. saya masih terlalu kecil untuk tau kayaknya
tapi kayaknya klo lagi ada sidang gitu.. semua TIVI swasta ngikut ke TVRI deh.. siyall

15. mr.bambang - April 24, 2008

Tapi mas Puji teteup suka baca Koran Pos Kota kan? :lol:

16. jalansutera - April 24, 2008

#15 - mr.bambang
saya baca PK hanya dan hanya jika lagi butuh cari sesuatu di halaman iklan mereka. tapi, setelah baca, siapkan tissue atau lap. tangan anda pasti belepotan dengan tinta dari koran itu.

17. rezco - April 26, 2008

HARi-hari oMOng KOsong

18. Suherman - April 27, 2008

Pers Sangat sangat dan sangat melindungi si Hari Hari Omong Kosong, Solidaritas Pers yang cukup tinggi mengakibatkan Harmoko hidup tenang tanpa pernah diganggu. Padahal semua tahu bahwa Beliaulah orang yang berada dibelakang kehancuran Bangsa ini. Hanya Allah yang akan membalas Mu hai Hari2 Omong Kosong.

19. FIM - April 28, 2008

HARMOKO = DaHAR MOd*l ngeroKO