Decision Maker April 24, 2008
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.trackback
Biarkan otak yang memutuskan, bukan kancing baju
Kemarin saya berkunjung ke kantor teman yang sekarang sudah jadi bos. Di mejanya tergeletak barang yang bentuknya mirip di sebelah ini. Setelah ngobrol sana sini, saya tak kuasa untuk bertanya juga benda apakah yang terbuat dari stainless steel itu. Dia mengatakan bahwa ini adalah Decision Maker atawa Pengambil Keputusan.
“Lho, bukannya pengambil keputusan di divisi ini adalah sampeyan,” tanya saya seketika sambil menjentikkan jari ke pendulum agar berputar-putar.
“Ah, itu khan secara hierarki. Tapi pada kenyataannya khan saya nggak mungkin mengambil keputusan sendirian. Masih ada bos besar yang pasti punya pengaruh besar juga. Masih ada rekan manager lain yang juga punya suara. Jangan lupa juga ada karyawan yang jumlahnya puluhan. Betul, khan?” sergahnya.
“Lalu, apa gunanya si Decision Maker,” tanya saya, lugu.
“Ya ini cuma hiasan. Saya memang menamainya Decision Maker biar keren. Tapi itu cuma nama saja. Tidak lebih tidak kurang. Masa’ sih saya akan memberikan wewenang kepada Decision Maker untuk mengambil keputusan? Dia khan nggak punya OTAK,” katanya sambil tertawa. Si teman ini menekankan pada kata terakhir dengan jelas, tegas dan galak.
Saya mengamini kata-kata teman saya itu sambil mengingat ada seorang teman lain di luar sana yang menyerahkan pengambilan keputusannya kepada jumlah kancing baju yang dipakainya saat itu.


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Haha, telak menembakku :).
“Duh kacau.”
“Kenapa Koen?”
“Kunci laci ketinggalan. Flash drive ketinggalan.”
“Apa lagi.”
“Otak ketinggalan.”
“Haha.”
“Untung kerja di sini boleh nggak pakai otak.”
“Hahahaaaa.”
hah? tertohok!!!!
kadang-kadang kalo udah mentok banget ngga ngerti mau ngapain, kemudian menyerahkan pengambilan keputusan pada sekeping uang logam… gyahahahahahaha *maluw*
kancing baju itu untuk soal pilihan ganda .. klo keputusan yang harus dieambil esay gimana :D:D
kancing baju itu untuk ulangan umum model multiple choice jaman smp :D
#3 - funkshit
kalo essay gimana ya? ntar gue nanya bos di sebelah sono duluan. tapi, mungkin dia nggak cuma pake kancing baju doang. jangan-2 dia pake kancing celana segala,.. :P
#4 - Hedi
waktu smp ngerjain soal mengandalkan kancing baju. udah jadi bos, kancing baju teteup jadi andalan. heran gue..
Emangnya mengambil keputusan harus pake otak?
*ngelirik ke …*
kirain tadi mau cerita bagaimana decision making terkait engineering
dihitung ya kancing bajunya, a.. b.. c.. d.., seperti mo ngisi jawaban UM anak sd aja. dulu seh q juga sering kaya ginian, waktu masih sd.
Kalo ngerjain soal pilihan ganda waktu SMA, itu pake ilmu fisika, Hukum KIRCOK II.
-Kira-kira-cocok-
.nasgur
cara kayak begitu kalo di pilkada dipeke juga nggak ya (oleh pemilih) ?
soale nggak pernah ada yg mau nerima pilkada dgn ikhlas sih,,,,,,,,,,,,