jump to navigation

Hidup Nyaman Berkat Joko Suprapto dan Achmad Zaini Suparta May 30, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
35 comments

Joko and Achmad for President

joko dan achmad

Alangkah nyamanannya hidup ini karena ada Joko Suprapto. Di tengah kebingungan kita saat harga minyak yang terus membubung menembus harga US$135 per barel, ada warga Nganjuk yang bisa menyulap air menjadi bahan bakar. Hebat, bukan? Indonesia bukanlah negeri yang kekurangan air. Di sini air melimpah. Berkat temuan Joko ini, kita pun akan berlimpah bahan bakar. Asyik…

Horeeee… lupakanlah solar, bensin, avtur ataupun minyak tanah yang berharga mahal. Ciduklah air di gentong dan biarkan Joko menyulapnya menjadi bahan bakar. Inilah blue energy yang telah lama diincar oleh negara-negara maju. Untuk tiap liter bahan bakar yang rendah emisi ini, Joko hanya mengutip Rp3000 perak saja. Hebat bukan? Tidak usah khawatir dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar. Tidak akan ada lagi demo mahasiswa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak. Tidak ada lagi bentrok aparat dengan pendemo. Tidak ada lagi polisi yang digebuki mahasiswa. Alangkah indahnya Indonesia.

Tunggu dulu, kebahagian kita juga akan bertambah karena ada Achmad Zaini Suparta. Inilah dermawan baru asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia punya uang Rp 18.000 triliun dan membuka diri untuk meminjamkan dana kepada siapa pun yang memiliki proyek di atas Rp 50 miliar. Dari mana uangnya berasal? Itu uang warisan dari kedua orangtuanya yang diberikan kepadanya. Wow… itu artinya sebentar lagi Jakarta punya monorail. Tidak ada lagi kemacetan karena jalan tol sudah dibangun sempurna. Tidak ada lagi internet yang lelet. Tidak ada lagi bantuan langsung tunai. Tidak ada lagi sekolah reot. Tidak ada lagi pengemis di pinggir jalan. Tidak ada lagi listrik PLN yang byar-pet. Nyaman nian hidup ini….

Joko dan Achmad benar-benar menjadi pahlawan bagi republik yang sedang ngos-ngosan diterpa badai korupsi. Mereka berdua adalah hero saat harga minyak melambung tinggi, utang menumpuk dan rupiah masih loyo.

Saya mengusulkan agar Joko dan Achmad kita pilih sebagai presiden dan wakil presiden Republik Daripada Indonesia saja deh….

Sembilan Lumba-lumba? May 30, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
42 comments

Apa yang Anda lihat tergantung pada kebersihan otak Anda

9 lumba-lumba

Semalam ketika kantor sudah mulai sepi…

“Mas, coba tebak gambar apakah ini?”

“Lho, tentu saja itu gambar dua orang sedang bermesraan,” jawab saya.

“Kalo jawabannya itu, berarti otak sampeyan ngeres, sudah terkena polusi!”

“Kok bisa? Ini khan memang gambar seorang wanita telanjang bersama seorang pria di belakangnya. Betul, khan?” jawab saya.

“Yah, itu khan menurut mata sampeyan. Tapi, coba tunjukkan gambar ini kepada anak kecil yang belum pernah lihat wanita telanjang. Tanyakanlah gambar apakah ini. Pasti dia akan memberikan jawaban yang berbeda dengan jawaban yang Mas berikan tadi. Coba saja..”

“Memangnya apa jawaban yang akan diberikan anak kecil yang masih polos tentang gambar ini?” tanya saya penuh curiga.

“Anak kecil yang belum tahu urusan seks akan memandang gambar ini sebagai sekumpulan sembilan lumba-lumba.”

“Ah, masa sih?” tanya saya lebih curiga lagi.

Nah, saya ingin bertanya kepada Anda pembaca blog ini: adakah diantara Anda bisa melihat sembilan lumba-lumba di gambar itu ketika pertama kali melihat. Saya sih akhirnya memang bisa melihat kesembilan lumba-lumba itu setelah membersihkan otak saya. Duh…

Gambar Max May 29, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
18 comments

Ini asli atau enggak?

max

Foto ada karena dibikin. Pria yang ada dalam foto itu adalah anggota dewan yang terhormat. Namanya Max. Dia mengaku bahwa foto itu adalah hasil jepretan seorang temannya ketika dirinya akan berenang di sebuah kolam renang yang berada di kawasan Jakarta. Namun, pria yang pernah menjadi Ketua Komisi IX DPR RI periode 1999 2004 ini mengaku tidak ingat kapan persisnya foto tersebut diambil.

Lalu siapa si wanita dalam pelukan itu? Wah, jangan tanyakan ke saya. Bukankah sekarang PhotoShop mampu melakukan manipulasi foto? Yah, misalnya gambar seorang wanita dari foto yang lain ditempelkan ke foto Max. Itu kemungkinan pertama. Kemungkinan ke dua sampai ke sejuta berikutnya saya tidak tahu karena gambar tempelan itu kok rapi banget, ya? Heheheh…

Ayo cepat tanyakan ke pakar telematika tentang metadata gambar ini. Asli atau asli? Siapa yang akan Anda percaya: Max, Pakar Telematika, atau biarkan foto itu yang berbicara?

Orang Ngumpet di Pohon May 28, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
30 comments

Saya menemukan ada 11 orang yang ngumpet

Secara sekilas, hanya ada dua orang yang nampak nyata di gambar itu. Namun kalau diperhatikan dengan seksama, ada lebih banyak lagi orang yang “ngumpet” di atas pohon. Saya senang memandangi gambar-gambar ilusi seperti ini.

Ada pelajaran yang bisa saya ambil dari tiap gambar ilusi, yaitu bahwa tiap orang mempunyai persepsi sendiri-sendiri tergantung sudut pandangnya masing-masing saat menghadapi masalah. Jika diberi kesempatan, orang bisa mendalami permasalahannya, memandangnya dengan tenang dan kemudian menyelesaikan permasalahan itu. Jika diburu-buru, jangankan menyelesaikan masalah, melihatnya pun sudah bikin jengah. Bukan begitu, bos?

Ada berapa orang yang ngumpet di pohon itu menurut mata Anda? Ada 10, 11, 12, 16 kepala orang atau lebih? Biarkan mata Anda yang berbicara!

Indonesia Memang Ajaib May 26, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
29 comments

BBM naik, penjualan kendaraan bermotor juga meroket. Ajaib…

Ketika Jumat kemarin pemerintah menaikkan harga BBM, saya berpikir Senin ini jalanan akan lebih sepi daripada hari Senin yang sudah-sudah. Asumsinya, banyak orang yang keberatan dengan kenaikan harga itu, kemudian mereka akan mengambil keputusan mengandangkan mobilnya dan beralih menggunakan kendaraan umum. Lagipula, kenapa sih pengumuman itu dilakukan pada tanggal tua seperti ini? Atau, bagi yang terbiasa naik motor, saya berpikir sepeda bermotor itu akan ditinggalkan di rumah dan berganti menggunakan kendaraan umum atau nggenjot sepeda (tanpa motor) ke kantor.

Tapi, ternyata saya salah. Senin ini jalanan tetap saja macet. Ruas tol Tangerang - Jakarta macet sejak kilometer delapan. Itu artinya sepanjang delapan ribu meter jalan yang terdiri dari empat lajur itu dipenuhi oleh mobil-mobil yang tiap detiknya selalu menenggak bensin sambil menebarkan asap berjelaga. Itu baru satu ruas. Belum lagi ruas-ruas lain yang.

Kemudian saya baca di KORAN TEMPO Senin pagi ini bahwa pembelian mobil baru inden tiga bulan. Gila! Di tengah kebingungan banyak orang akibat kenaikan harga BBM, ternyata tidak menyurutkan niat orang untuk membeli mobil baru. Bahkan Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto, menengarai kondisi ini sebagai tanda kegiatan ekonomi membaik. Hmmm, aneh juga ya?

Seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan leasing kendaraan roda dua juga mengabarkan bahwa target yang ditetapkan perusahaan dengan mudah dia lampaui. Dia bilang hampir tiap pekan dia bisa menjual 30% di atas target. Hebat, khan?

Jadi, apa yang salah dengan Indonesia ini sebenarnya? BBM naik tapi pembelian kendaraan bermotor juga naik. Indonesia memang ajaib…

Menurut Anda, kita ini sedang mengalami krisis ekonomi nggak sih?

Serba Karbohidrat May 23, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
14 comments

Tiap hari makannya karbohidrat muluuuuuuu!

Sambil makan siang tadi, seorang teman meramalkan bahwa pasca pengumuman kenaikan harga BBM nanti, akan semakin banyak orang yang makan karbohidrat melulu setiap hari.

“Bagaimana tidak?” kata teman saya. “Sekarang saja, ketika harga BBM belum dinaikkan harga-harga bahan kebutuhan pokok sudah melambung.”

“Oh, begitu ya, Mas?” tanya saya, sekenanya.

“Nanti, setelah ada pengumuman bahwa harga BBM naik sekian persen, maka pagi harinya harga-harga di pasar naik lagi. Kasihan istri saya di rumah. Baru ada isu BBM naik, harga beras naik. BBM benar-benar naik, harga beras naik lagi. Parah!” katanya lagi.

“Terus, strateginya bagaimana, mas?” tanya saya.

“Ya, itu tadi. Akan banyak orang yang tiap hari makannya hanya karbohidrat ‘mulu karena harga lauk seperti telur, ikan dan daging sudah tidak terjangkau gara-gara naik gila-gilaan mengikuti naiknya BBM,” kata teman saya.

“Lalu, menunya seperti apa?” tanya saya.

“Serba karbohidrat itu ya dimulai dari nasi sepiring penuh, lauknya bakwan, kerupuk, sayur nangka, minumnya cendol! Itu semua sudah bikin perut kenyang. Tapi masalah gizi, jangan tanya ke saya, ya!” katanya.

Nyaris semua yang disebutkan teman saya itu memang mengandung karbohidrat yang tinggi.

Apa dampak kenaikan BBM bagi Anda?

Foto: Firda di Flickr

Pengantin Gembrot May 12, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
comments closed

Menurut Dian, pengantin nggak boleh gendut

Dulu, si kecil Dian keponakan saya memang lugu. Ketika diajak mamanya jagong manten adat Jawa, tidak berhenti-hentinya dia nanya ini dan itu. Juga saat iring-iringan pengantin masuk ke ruang resepsi. Dia bolak-balik bertanya.

“Ma, kok pengantin boleh gendut, ya? Yang Dian liat di majalah kok pengantin putri itu kurus dan ceking,” begitu komentarnya tatkala dilihatnya pengantin putri gendut dan tidak langsing.

Mamanya Dian tidak bisa menjawab pertanyaan anaknya.

Dian yang sekarang sudah beranjak dewasa pasti akan mengulangi pertanyaannya lagi ketika melihat foto seorang puteri dari Yogyakarta menikah dengan seorang pangeran. Anak perempuan Sultan Yogyakarta yang bernama GKR Maduretno dipersunting seorang pangeran bernama KPH Purbodiningrat.

Jangan bayangkan sang putri bagai bidadari yang ceking kekurangan makanan. Putri kita ini layaknya abg kebanyakan: berbadan subur, berpipi tembem, berlengan gombyor. Hmmmm, putri keraton jaman sekarang mungkin tidak dipingit seperti jaman dahulu, ya? Kesan gendut itu makin terasa tatkala pengantin pengantin bernama asli Nurkamnari Dewi Maduretno ini mengenakan pakaian adat Jawa tanpa atasan. Bahunya terbuka, membiarkan lengannya yang gempal terlihat oleh siapapun.

Well, puteri keraton jaman sekarang memang beda. Dalam bayangan saya, seorang puteri keraton punya banyak aturan, selalu dijaga makanannya, banyak minum jamu dan seterusnya. Kini puteri keraton adalah orang yang punya halaman Friendster, suka BBQ, suka teppanyaki, suka cheese cake, Pizza Dominos, Orange Creme Caramel, spaghetti, rice noodle soup, empek-empek, masakan korea yg pedes, french fries, brownies es krim, suka shopping, suka jalan-jalan… (hampir semua entri di blognya selalu ada kata “makan“)

Kalau Dian benar-benar melihat foto ini, pasti dia akan menebak pengantin wanitanya adalah dua orang yang berada di samping kiri kanan itu. Wanita yang langsing, tinggi semampai berambut panjang. Lady Arwen Undomiel dalam Lord of the Rings adalah tipe ideal seorang pengantin menurut Dian. Pengantin prianya pun harus seperti Aragorn yang macho, kekar, dan six-pack perutnya. Ah, Dian memang aneh.

Bagaimana menurut Anda?

Batik Bill Gates May 9, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
27 comments

Bisakah kita paksa semua orang di Redmond pakai batik?

bill gates batik

Seharusnya kita malu dengan Bill Gates yang memberikan kuliah di Jakarta Convention Center hari ini. Di tengah suasana kaku yang ditunjukkan oleh para peserta yang mengenakan jas resmi dan dasi, justru bos Microsoft ini tampil mengenakan batik bikinan Iwan Tirta.

Kemarin kita ribut ketika hak cipta desain batik oleh negara tetangga. Seharusnya sejak saat itu semua acara resmi kenegaraan diwajibkan mengenakan batik tanpa kecuali. Bukankah ada motif batik yang bisa dicocokkan untuk acara resmi seperti seminar dan kuliah umum? Jika selama ini kita HANYA mengenakan batik pada saat lebaran dan kondangan saja, kini saatnyalah yang tepat untuk kembali menggaungkan kembali kampanye cinta batik produksi dalam negeri. Lihatlah pejabat Philipina yang nampak sering menggunakan baju kebanggan mereka yang transparan itu.

Sampai hari ini kita melihat serbuan bahan tekstil dari China. Kini justru anggota dewan perwakilan rakyat kita masih setia dengan jas warna gelap dan dasi melilit leher ketika mereka bersidang. Kasihan para pengrajin batik di Pekalongan dan Yogya yang kehilangan order gara-gara membanjirnya tekstil dari Tiongkok. Awas, kalau kita tidak memulai ini, jangan heran jika akhirnya kita mengimpor kain batik dari Singapura, Hongkong, Tiongkok, Malaysua atau Taiwan. Mengerikan sekali, bukan?

Di tengah naiknya harga minyak untuk menggerakkan turbin generator listrik untuk mendinginkan ruangan, kini saatnyalah bagi kita untuk menggunakan batik. Jakarta yang udaranya lebih sering panas tanpa salju pasti lebih cocok dengan batik. Batik relatif lebih murah daripada stelan jas lengkap. Untuk menggunakan batik, tidak perlu baju berlapis-lapis. Cukup gunakan kaos singlet dan baju batik. Bayangkan jika Anda menggunakan jas: paling dalam tentu singlet, kemudian kemeja lengan panjang, lalu jas, ditambah dasi yang melilit leher. Wuih, panas bukan?

Bayangkan jika Anda harus berdesakan di dalam busway yang sekarang tidak adem itu. Menggunakan batik lengan panjang pun rasanya masih lebih nyaman daripada menggunakan jas berdasi yang paling tipis sekalipun.

Jika batik lebih populer daripada jas dan dasi, suhu di dalam ruangan mungkin bisa dinaikkan barang beberapa derajat celcius. Dampaknya adalah penghematan bahan bakar minyak. Jika batik lebih populer daripada jas dan dasi semoga kita tidak perlu banyak mengimpor baju dari China. Lalu, semoga lebih banyak order bagi para perajin batik di Pekalongan, Semarang, Yogya, Cirebon, Solo dan lain-lain.

Kalau bukan kita yang peduli, apakah kita akan memaksa Bill Gates pakai batik tiap hari di Redmond?