Leher Jenjang May 6, 2008
Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.trackback
Penderitaan atas nama keindahan

Anda seorang wanita yang lahir pada hari Rabu pas di bulan purnama? Wah, jika Anda adalah warga suku Padaung, sebuah suku di Thailand bagian utara, maka bersiaplah menderita. Leher, bagian tubuh yang menghubungkan badan dengan kepala, akan disisipi gelang logam. Semakin tua semakin banyak (dan panjang). Leher direntang oleh gelang. Bahkan ada yang panjangnya sampe 40 cm, gila, hampir setengah meter. Apakah ini siksaan atau kesenangan? Saya tidak tahu.
Kemungkinan besar sih wanita itu menderita. Bayangkan saja berat logamnya lebih dari lima kilo! Logam itu akan menekan pundaknya ke bawah dan juga memaksa kepalanya naik ke atas.
Tradisi seperti ini justru kini semakin menjadi. Anak yang tidak lahir pada hari Rabu itu pun lehernya ditambahi gelang. Apa tujuannya? Apa lagi kalau bukan uang.
Haruskah logam itu dilepas atas nama kemanusiaan? Jangan. Jika tiba-tiba gelang itu dilepas secara tiba-tiba, justru akan bahaya. Tulang leher yang selama ini ditopang logam menjadi lemah. Padahal leher itu sudah memanjang. Tahu sendiri khan akibatnya kalau dilepas tiba-tiba? Sesak nafas yang bisa berujung pada kematian!
Wanita memang mahluk yang sulit dipahami.
Sumber: [cri.cn]


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
ini seperti high heels. dipakenya gak enak, tapi kami perempuan nekat memakainya karena kalian para laki-laki menganggap high heels = seksi.
now tell me, is it the woman, or the society? hmm…
:D
ini bukan permasalahan cara pikir perempuan dan laki-laki semata. tapi masalah kultur masyArakat setempat.
nah mestinya orang2 yang berpikir tidak menyerah begitu saja pada kultur, kalo sekiranya menyiksa, mestinya bisa ga mengikuti tho?
*sensi terhadap kebiasaan2 aneh atas nama budaya*
Itu sih sudah jadi budaya sana om, jadi bukan menyiksa. Kalau harus dilepas, Kemarin di TV saya pernah lihat ada yang mau mencopotnya, karena sudah terbiasa pakai itu maka tulang lehernya tidak kuat menompang lehernya, jadi cuma beberapa menit saja setelah itu minta dipasang lagi.
Saya hanya heran, fikiran darimana ya nenek moyang orang sana membuat leher jenjang dengan cara begitu? Anehnya lagi gimana melihat keindahannya kalau sepanjang hidup si wanita, lehernya terbungkus logam begitu? Lalu hubungannya dengan uang apa Mas Puji?
#4 - Rafki RS
ternyata, komunitas berleher panjang ini menarik perhatian para turis. nah, utk menontonnya tentu mereka menarik bayaran. tahu khan sekarang hubungannya kenapa wanita yang tidak dilahirkan pada rabu saat bulan purnama pun ingin lehernya digelang logam?
itu semakin panjang leher menunjukkan semakin tinggi ‘kasta’nya bukan to? kayaknya dulu pernah baca, semakin panjang leher semakin tinggi derajatnya…
kasian…
mudah2an itu bukan karena pingin nyaingin angsa atawa burung unta ya,,,,,,,,,,,,,
tapi klo sepanjang itu.. apa ngga malah mirip jerapah
hargai budaya orang lain sehingga kita juga dihargai orang, apapun latar belakangnya , itulah budaya kadang nggak masuk akal seperti banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia.