jump to navigation

Hujan Uang Tung Desem Waringin June 2, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Jangan beli buku Marketing Revolution karya Tung Desem Waringin!

tung desem waringin

Tung Desem Waringin, motivator yang belum pernah saya ikuti seminar maupun bukunya, kemarin menyebar uang Rp100juta di atas kota Serang, Banten. Dari sebuah pesawat Cessna yang melintas, motivator berkepala botak separo ini mengucurkan uang kertas pecahan Rp1000, Rp5000 dan Rp10.000. Mengapa dia melakukan itu? Intinya adalah promosi bukunya yang tidak akan saya beli: Marketing Revolution.

Di tengah kegalauan masyarakat yang terhimpit kenaikan harga BBM dan juga harga kebutuhan pokok, hujan uang adalah mimpi yang diharapkan oleh banyak orang. Kemarin Achmad Zaini Suparta sudah memberikan sinar benderang di tengah kegelapan. Bualannya yang mengatakan dia punya duit yang besarnya 20 kali APBN Indonesia jelas omongan kosong yang tidak perlu kita dengarkan.

Kali ini, seorang motivator menyebarkan uang Rp100juta dari langit seolah-olah dia adalah dewa penolong bagi masyarakat. Padahal, aktivitasnya ini tidak lebih daripada kegiatan marketing yang lain seperti: memasang iklan di media massa, memasang umbul-umbul di pinggir jalan, membuat happening art di perempatan jalan, membagikan sample produk di pasar becyek dekat pangkalan ojyek dan seterusnya.

Saya pikir kegiatan Tung Desem Waringin yang membagikan uang itu adalah bentuk kesombongan orang kaya saja. Apakah hujan uang ada manfaatnya? Well, bagi orang seperti Tung Desem Waringin pasti ada. Namanya kini berkibar-kibar di media massa. Aktivitasnya diliput dengan biaya yang minimal sekali. Dibandingkan biaya pememasangan iklan reguler, liputan hujan uang tentu jauuuuuuuh lebih murah. Tapi, apakah hujan uang berguna bagi orang-orang yang ada di bawah?

Menurut saya aktivitas itu tidak ada gunanya sama sekali bagi orang bawah. Hujan uang membuat nenek-nenek lari-lari lintang pukang tak tentu arah. Di tengah kegirangan banyak orang, seorang nenek yang meninggalkan barang dagangannya untuk merebut uang adalah kesia-siaan semata. Dia pasti akan kalah bersaing dengan preman pasar, pemuda gagah, sopir angkot, dan ibu-ibu muda. Yah, begitulah jadinya jika hujan uang ada di depan mata: kekacaubalauan!

Kalau memang Tung Desem Waringin ingin mendapatkan liputan media massa dengan “modal” Rp100juta, masih banyak aktivitas lagi yang pasti akan diliput media. Misalnya: Tung Desem Waringin memanjat menara telekomunikasi tanpa mengenakan baju, tanpa tali pengaman. Lho, bagaimana kalau jatuh? Aha, bukankah liputannya akan semakin luas? Bagaimana kalau dia terpeleset lalu keseleo? Nah, apakah Tung Desem juga memikirkan ada nenek-nenek yang keseleo gara-gara berebut uang?

Apakah saya mau membeli buku Marketing Revolution karya Tung Desem Waringin? Wow, diberi pun saya tidak akan baca! Nggak usah pula mengeluarkan uang untuk membeli sebuah buku yang memicu aktivitas gila berbentuk hujan uang di tengah rakyat miskin. Kelaut saja deh…


Be the first to like this post.

Comments»

1. satria - June 2, 2008

saya miris banget liat liputannya di tv, orang2 berlarian berebuat uang yang jatuh dari langit, sama seperti segerombolan ayam yang berlarian ketika ada menebar beras.
APA YANG DI LAKUKAN TDW TELAH MERENDAHKAN/MENGHINA MARTABAT ORANG

2. tampanabadi™ - June 2, 2008

Iya mas saya juga ndak mau beli tuch bukunya. Klo ikhlas pingin bantu nasib rakyat miskin kenapa ndak lansung disalurkan ke Panti Asuhan atau Lembaga Sosial aja ya.

3. iway - June 2, 2008

mungkin beliau ingin merasakan hujan hujatan :D

4. KiMi - June 2, 2008

Kesombongan orang kaya. Promosi murahan. Merendahkan orang yang tidak mampu. *tersenyum sinis*

5. Pambote - June 2, 2008

seperti biasa, wong cilik dilecehkan.

6. gadjah.net - June 2, 2008

Biasalah Indonesia lagi mabok sekarang, semua orang jadi ikut mabok, termasuk tdw, pastinya voucher yang ikut dibagiin saat hujan uang tidak ada yang menganggap.

7. Sambalewa - June 2, 2008

Kalau menurut saya ini sama aja dengan black marketing, masa mengorbankan rakyat kecil demi keuntungan pribadi. orang yang seperti ini harus dikurangi.

8. Ady Wicaksono - June 2, 2008

Mari mas2 kita tanya ke penerima sebaran uang apa mereka merasa terhina? Aih, jangan2 anda2 ini yang mereka merasa terhina sementara mereka tidak.

Saya pribadi menilai apa yang dilakukan oleh TDW sah2 saja sekaligus sindiran keras ke pemerintah dengan program BLT-nya, sama2 tunai dan langsung tapi yang pemerintah antrinya lama, bisa ditilep :)

Sebagai penonton saya gak bisa menilai apa ini hinaan buat yang nerima uang, tapi rasanya tidak, yang sok merasa terhina ya kita2 ini yang sudah lebih kecukupan, ndak perlu rebutan duit…

Mari mas2 tanyakan ke mereka yang kekurangan duit rebutan duit… apa mereka terhina, dan terjawabnya secara objektif apakah mereka dihina :)

9. okky - June 2, 2008

@ady wicaksono,

saya lebih concern ke masalah safetynya…
apakah sudah dipikirin matang2 tuhh…
kalo ada kecelakaan, keributan, kekacaubalauan…apa si TDW mo tanggung jawab?

10. Vincent Teo - June 2, 2008

#7 – Ady Wicaksono

BLT dan hujan uang sama saja. Banyak penerima BLT adalah orang kaya yang menyamar sebagai orang miskin. Penerima hujan uang adalah orang yang kuat secara fisik meskipun dia bisa saja orang kaya. Baik BLT maupun hujan uang sama-sama tidak efektif memecahkan masalah kemiskinan di Indonesia.

kalau Tung Desem memang ingin menyumbang, silakan langsung datang ke panti asuhan, panti sosial, dan rumah ibadah. Tidak perlu datang ke kantor sosial. Kalau memang butuh liputan media, sumbangkan uang itu lewat dompet sosial yang dibuka oleh media massa seperti RCTI dan KOMPAS. Tung Desem adalah motivator katro dan kampungan!

11. Ady Wicaksono - June 2, 2008

“BLT dan hujan uang sama saja. Banyak penerima BLT adalah orang kaya yang menyamar sebagai orang miskin. Penerima hujan uang adalah orang yang kuat secara fisik meskipun dia bisa saja orang kaya. Baik BLT maupun hujan uang sama-sama tidak efektif memecahkan masalah kemiskinan di Indonesia.

kalau Tung Desem memang ingin menyumbang…

Betul… TDW memang tidak membicarakan masalah kemiskinan, jelas dia mau promosi buku dia dan tentu saja ketenaran dia :D

Bagi yang dapat uang pasti senang, bagi TDW dia senang, bagi saya fair-fair saja, bagi pembaca lain silakan berpendapat sendiri.. karena rasanya pembaca lain dan saya cuman penonton :D
bukan pelaku/objek pelaku… jadi ya.. subjektif pendapatnya hehehe

12. venus - June 2, 2008

black marketing?

13. khairulu - June 2, 2008

Dua orang menyebarkan uang 100jt. Keduanya kehilangan uang. Yang satu dapat tenarnya. Yang lain dapat ridho Tuhannya.

Di luar sana, ada yang bersedekah ratusan juta rupiah dengan diam-diam. Saya yakin itu.

Saya sendiri merasa ada yang tak nyaman dengan apa yang dilakukan TDW, berkaitan dengan etika yang diajarkan orang tua kita dulu.

Memang itu cuma marketing. Makanya ketulusan tak tersirat di sana.

14. Ollie - June 2, 2008

Benar-benar tindakan yang nggak wise dan mempermainkan kemiskinan.

15. geblek - June 2, 2008

duet bisa mengendalikan manusia :D

16. labu - June 2, 2008

ini yang namanya riya yak? wong orang yang lebih kaya dari tung aja ga segitunya kali kalo maw nyumbang. katro.

pikir aja dech, kelakuan si tung ini bagi yang stuju. coba apa bedanya dia nyebar duid 100jeti dan direbutin orang kurang mampu dengan orang yang nyuruh orang kurang mampu jilatin spatunya supaya si orang kurang mampu dikasi duid sama si orang kaya. kalo orang yang mikirnya dah saya hari ini maw makan apa sedangkan di dompet tinggal debu ga bakal mikir panjang, langsung aja jilat tuh spatu. bahkan mungkin jilat spatu lebih baik karena safety nya lebih aman.
nah, anda sebagai orang berpendidikan mrasa wajar ga? yang saya tekankan di sini adalah KESOMBONGAN si Tung. dan tidak ada yang baik dalam kesombongan. bukan masalah sini mampu rese dengan ulah si Tung dan si orang miskin ga peduli asal dapad duid. orang yang susah itu demi 10ribu aja maw panas2an naik turun gunung. masalahnya adalah kita yang mampu ini maw bantu gimana? kalo kita kencingin si orang miskin dan ngelempar uang 10ribu di mukanya dan si orang miskin mengucapkan terima kasih sambil nangis ke kita, apakah itu ga papa karena si orang miskin ga protes? atau yang maw nyata nih, anak2 miskin di afrika maw dilecehkan secara sexual oleh pekerja sosial demi sepotong roti. apakah karena si anak2 ini mrasa ga papa jadi ada pembenaran terhadap si pekerja sosial.
intinya, bagi yang stuju sama ulah si Tung, well anda harus belajar lebih menghargai orang lain.

17. caffeins - June 2, 2008

aku gak dapat mengerti apa tujuannya????

jauh panggang dari api..

18. Roffi - June 2, 2008

yang jelas kalo ada hujan uang lagi, kasi2 tau dong.. kasiiidaaahh

19. Remo Harsono - June 2, 2008

Kayaknya perlu dikasi pasal “perbuatan merusak ketertiban umum”

20. AS - June 3, 2008

SOMBONG tuh orang ….

21. Shirei - June 3, 2008

Sombong2…… kenapa ga nyumbang tp diem2. Ridho Tuhan dpt, orang jg bahagia. Ga perlu publikasi apalagi sok kaya dg menebar uang di langit yg bs menyebabkan banyak org celaka.
sampe ga tau mau ngomong apa akuh sangking shock nya

22. Anjar Priandoyo - June 3, 2008

Jadi ga tertarik beli bukunya, apalagi kalau membaca komentar-komentar diatas. Bisa jadi bukunya kurang bagus -dalam artian menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan

23. diansukmana - June 3, 2008

duh….aku jadi miris ngliat org kaya gitu…
dia mikirnya gimana ya..?
apa aku yang telmi..?
meskipun aku gak sugeh kaya dia, tapi aku pasti mikir..dan mikir, cara ngasih duit/nolong ke org dengan cara yg pantes, bermoral, bertata-krama.
mungkin karena wis sugeh, dia lupa klo dia juga manusia… mati dan jadi debu…bu..bu..

24. Yoyo - June 3, 2008

paling juga isi bukunya itu, nggak jauh dari MLM……

25. deden - June 3, 2008

Maksudnya mungkin membuat sesuatu yang bombastis dari segi pemasaran. TDW memang bombastis. Dia membanggakan hal ini karena diliput media-media luar negeri.
Sayang kali ini TDW sudah menabrak moral dan etika.
Tetapi pimpinan komunitas Tangan Di Atas Roni Yuzirman malah ikut membanggakannya lihat di http://www.roniyuzirman.com/
Atau Roni dan komunitasnya sudah menjadi arogan juga? Mudah-mudahan tidak…
Ah TDW, Sayang sekali….
Akan menjadi antiklimaks kah hasilnya?

26. Ryan - June 3, 2008

Kalo ada yang mau baca bukunya, lihat di XXXXXXX
Mudah-mudahan bermanfaat

27. Herlambang - June 3, 2008

Psikolog Kecam Penyebar Duit di Banten
Tung Desem menganggap tujuannya tercapai.
JAKARTA — Psikolog sosial Sartono Mukadis mengecam penyebaran duit melalui pesawat Cessna di Kota Serang, Banten, dua hari lalu. Tung Desem Waringin, yang menyebarkan uang kepada masyarakat, dinilai menyinggung martabat bangsa Indonesia. “Secara moral telah menurunkan derajat bangsa,” kata Sartono ketika dihubungi kemarin.

Sebagai motivator, Sartono menganggap, Tung tak seharusnya melakukan hal semacam itu. Tindakan itu dinilai tak menampakkan Tung sebagai motivator yang terpelajar. Apalagi, kata Sartono, penyebaran duit ini tak jelas tujuan dan maksudnya.

Fenomena ini, kata dia, menunjukkan kondisi sosial masyarakat makin timpang antara yang kaya dan miskin. “Tindakan ini tidak pada tempatnya,” kata dia. “Padahal mereka terpelajar. Tindakan ini gila, untuk pamer saja. Kan kini banyak yang melarat.”

Ratusan warga Serang, Banten, kemarin berebut duit yang disebar dari pesawat Cessna pada pukul 09.30 WIB dua hari lalu dari ketinggian sekitar 200 meter dari permukaan tanah. Pesawat itu menyebarkan uang kertas pecahan Rp 1.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu, serta tiket seminar buku Financial Revolution yang diadakan Tung Desem Waringin senilai Rp 4.999.500 per lembar.

Warga segera histeris melihat pesawat dari Lapangan Grup I Kopassus, Taman Taktakan, Taktakan, Kota Serang, Banten, itu. Mereka lalu berlari mengejar dan memunguti uang yang melayang-layang dan jatuh di sekitar lapangan. Hujan uang dari langit Kota Serang itu hingga kemarin masih menjadi obrolan hangat warga.

Sejumlah warga menilai sang pengucur duit berhati dermawan. “Bagai mimpi di siang bolong,” kata Hendra, yang tak menyaksikan langsung.

Namun, Iman, 23 tahun, menilai usaha mendapat uang itu tak sebanding dengan dampaknya. Ia harus kehilangan kuku kaki dan hanya mendapat Rp 20 ribu. “Saya lari sangat kencang, tidak terasa ternyata kuku saya lepas karena tersandung aspal,” kata dia.

Tung Desem, 40 tahun, kepada Tempo, mengatakan sengaja menyebar duit untuk menghibur warga dan memasarkan buku keduanya. Menurut dia, hujan duit memunculkan dua efek baginya. “Nggak enaknya, banyak pertanyaan dan tudingan kepada saya,” kata pria kelahiran Solo, 22 Desember 1967, ini. “Seperti adakah hubungannya dengan BLT kenaikan harga BBM. Ada juga yang menduga ini kerjaan partai politik atau pemilihan kepala daerah.”

Lelaki berjulukan Pelatih Sukses Nomor 1 di Indonesia versi majalah Marketing itu menilai target memasarkan bukunya berhasil karena pemberitaan media elektronik dan cetak sebagai laporan utama. Alasannya, ia juga diwawancarai berbagai media asing.

Salah satu tokoh the most powerful people & ideas in business 2005 versi majalah SWA itu mengatakan alasan utama membagikan uang ini terkait dengan tekad memecahkan rekor penjualan 50 ribu eksemplar buku pertamanya, Financial Revolution. Awalnya, kata dia, bagi-bagi uang akan dilakukan di Parkir Timur Senayan, Kepulauan Seribu, dan Bandung, tapi tidak mendapatkan izin. Joniansyah | Eko Ari | Mabsuti Ibnu Marhas
http://www.korantempo.com/korantempo/2008/06/03/Nasional/krn,20080603,1.id.html

28. hehe - June 3, 2008

1. alasan yg salah untuk tidak baca bukunya.
(anyway saya juga gak pernah/ingin baca bukunya, tp bukan krn alasan itu)

2. 100 juta itu totalnya, 60 juta cash, 40 juta dalam bentuk tiket seminar (yg dikonversikan setara dgn 40 jt)

29. nana - June 3, 2008

Ko ga kebagian ya…. kpn hujan duit di depok nih?
msh banyak ko yg mo nerima dah ga sabar neeeh.. mas tdw ku tunggu ya… kapan donk, bilang bilang yaa..

30. JAY - June 4, 2008

INGAT FIRMAN TUHAN BOS!

31. Mata Badai - June 4, 2008

Sayang sekali… Anda ikut-ikutan terjangkit tabiat buruk orang Indonesia: Gemar mengkritik orang dan merasa dirinya paling benar. Cobalah lihat dari sisi lain, sisi positifnya. Kita butuh orang-orang kreatif. Daripada biaya promosi yang mahal diberikan ke televisi atau koran-koran, lebih baik uangnya diberikan ke rakyat tapi tetap berpromosi. Ini sah-sah saja. Kalau pak Tung memberikan langsung ke Yayasan Amal atau Tempat Ibadah, nilai promosinya akan berkurang, padahal uang yang digunakan itu adalah alokasi untuk promosi, bukan sosial. Anda juga munafik. Anda yakin tidak akan mau jika diberi bukunya? Buku gratis? Tidak mau? Anda sombong.

32. jalansutera - June 4, 2008

#31 – Mata Badai
Sayang sekali Anda juga bertabiat buruk dengan mengatakan saya ingin memonopoli kebenaran. Saya justru senang dengan perbedaan pendapat. Semua pendapat saya ada di blog ini. Jika Anda tidak setuju dengan pendapat saya, silakan saja. Saya tidak memaksa Anda untuk mengikuti pendapat saya kok.

Anda pikir iklan di media massa (TV, koran dan majalah) tidak menghidupi banyak orang? Anda pasti tidak tahu bahwa berkat adanya iklan maka koran dan majalah bisa terbit. Di belakangnya ada para pekerja iklan, para pengecer koran, agen koran, agen iklan, wartawan dan lain-lain. Anda pikir itu bukan jumlah yang banyak?

Bagaimana Anda mengatakan saya munafik? Saya memang tidak tertarik dengan buku TDW kok meskipun diberi gratis. Jika dia memberikan ke saya, akan saya hadiahkan kepada Anda biar Anda bisa lebih pintar. Anda juga sombong..!

33. FAD - June 4, 2008

Kenapa enggak di beliin beras aja untuk orang miskin…lebih mulia tuh

34. semelekethe - June 4, 2008

Itu namanya ngece/mencemooh orang tidak punya ( Sisi negatifnya).
Tapi pemasaran yang andal (Sisi Positipnya)
Nah kita tinggal pilih mana tuh…terserah anda

35. Terasi Rumah - June 5, 2008

Sombong menyombong menjadi satu…
eh…
sambung menyambung ding…
sori… :D

36. BeYonCe - June 5, 2008

Think Positive aja deh, Bagi yang ingin beli ya silahkan jika ingin berkembang dan maju. Yang ga ingin juga silahkan… Dunia Ini bebas memilih, orang mau mati or idup kan bebas atao kaya n miskin kan bebas……. :-) ,

Orang mo sebarin uang dari atap genteng, helikopter atau dari tiang listrik kan bebas, namanya juga REVOLUSI MARKETING (Cara Baru Promosi).

Syukurilah apa yang kita hadapi hari ini, bersukacitalah, bergembiralah, dan think & Feel Positive setiap hari…

Introspeksi diri, dan jangan mengkritik orang lain sebelum mengkritik diri sendiri….. Jika kita memang lebih baik , Yuk kita berbagi juga seperti Tung Desem Waringin ke pada orang miskin RP 200 juta sekalian lebih bagus daripada mengkritik TDW…

Agama juga mengajarkan : rendahkan hatimu, dan Always Positive Thinking aja dan ambil manfaatnya. :-)

So, Pilihlah yang terbaik aja untuk idup anda semuanya!…

TrimZ!

37. Prihatin - June 8, 2008

Tung Desem membuang uang dgn jumlah begitu banyak, tahukah dia kalo salah satu Klien Tung yang pernah di Advise oleh Tung, hari ini nasib daripada salah satu perusahaan yg pernah di Advise oleh Tung, skarang Direksi dan Komisarisnya jatuh Bangkrut hingga seluruh aset dan rumah dijual semuanya,nasib mereka lebih miskin dari pengemis,saya adalah teman langsung daripada direksi & Komisaris perusahaan tersebut.Perusahaan tersebut adalah Penyelenggara Konser Jacky Cheung World Tour 2007,mereka membayar mahal untuk mendapat advise dari Tung, akan tetapi jika Tung mau membuang uang seperti itu, alangkah baiknya jika ia membantu dulu Klien dia yg Bangkrut.

Dengan Segenab Prihatin
Truetrump@yahoo.com

38. gentolet - June 8, 2008

Siapa yang tahu yang disebar 100jt, kalau yang disebar cuma 10 juta dibilang 100juta juga ndak ada yang tau, ndak ada yang ngetung dan tidak ada buktinya, murah dan rame pokoke

39. felix - June 9, 2008

ada yang mau komentar lagi…boleh

dalam bisnis kita mengenal namanya inovasi
ini adalah inovasi dahsyat yang tidak pernah terfikirkan

luaaaar biasa….!!!
kita biasa menghabiskan milyaran uang untuk promosi…

tapi tung dw melakukan penghematan yang berhasil mencuri perhatian…

bagi yang mendapatkan kiriman uang sangat senang sekali..
masalah martabat saya rasa tidak ada yang terhina…

bagi tung promosi…
bukan pamer tetapi strategi…

win2………

tidak ada yang dirugikan
bukan hanya diindonesia saja yang senang dengan hujan uang

diluar negeripun pernah ada atraksi menyebar uang

sah2saja…
dan antusiasnyapun sama saja

INOVATION NEVER ENDING…!!!

silahkan beri komentar ke alamat saya…
karena saya kemungkinan besar tidak membuka web ini lagi…
saya we;lcome…
salam kenal felix_belief@yahoo.com

40. nana - June 9, 2008

banyak jalan menuju roma ……..
banyak cara untuk mencari popularitas …

tapi alangkah baiknya dilakukan dengan cara yang lebih etis dan jelas daripada seperti yg dilakukan TDW.

41. Andi Eko - June 9, 2008

Pro dan kontra selalu ada didalam blog, jika tidak blog akan mati :)
Kisah tentang TDW bagi2x duit ini klo menurut saya sah saja karena yang dapet duitnya juga seneng dan yang nyebar duitnya pun seneng.
Pihak peliput (Media) yang katanya juga menyangkut hajat hidup orang banyak juga seneng karena dapat berita yang sensasional. Yang punya blog ini juga seneng :) karena blognya juga rame karena posting ini. Sebenarnya semuanya seneng gak ada yang susah, yang susah kan karena pola pikirnya saja belum berubah.
Gitu aja kok repot :D (Model Gus Dur yang juga tenar karena kata2x ini)

42. tian basuki - June 9, 2008

tahukah anda banyak produk di tv yang menghamburkan uang ratusan juta untuk pasang iklan dan menjual mimpi palsu sedangkan iklannya mengisi otak para penonton tv yang kebanyakan orang miskindengan info yg “sebenarnya” mereka nggak perlu

tahukah anda berapa banyak acara TV yang mengatas namakan pemasaran sudah mengeksloitasi kemiskinan kecacatan dan kebodohan manusia?

tahkah anda Berapa rupiah uang yang dihamburkan untuk membayar pulsa SMS untuk sekedar tahu ramalan bintang, temu idola, atau menghabiskan waktu malam2

Tung mungkin sama dengan kasus itu semua tapi dia nggak pake topeng…sedangkan yang lain mungkin anda2 tidak tahu yg sebenarnya

43. nonik - June 9, 2008

Semua kejadian bisa diberi arti positif dan negatif.
Apa yang dilakukan Pak Tung mungkin negatif buat sebagian orang, tapi buat saya itu hal jenius..
Memarketkan dengan dana hanya 100 juta tapi diliput dimana-mana.
Saya pribadi berubah berkat Pak Tung.
Dulu saya orang yang tidak percaya diri, negatif, dan miskin.
Berkat seminar 1 hari yang berharga senilai Rp 500,000,- (tabungan Saya sampai habis untuk ikut) Saya berubah total
Saya ambil semua hal positif yang dia ajarkan, dan bertekad merubah diri. Berkat TUhan dan ilmu dari Pak Tung, pendapatan Saya meningkat 50 kali lipat, saya mempunyai pasangan yang saya impikan, Saya percaya diri dan jauh lebih baik dan positif.
Terima Kasih Pak Tung! Love u

44. devari bali - June 10, 2008

maaf tung itu siapa ya, kelamaan di gua nih.
waah nyebarin duit gitu. kayak robinhood aja

duh saya sampe ambil kalkulator ngitung anti spam 14 + 17 :(

45. WOW - June 10, 2008

Wow hebat, banyak Pro dan Kontra ni yee…
memang jalan Sutera Blog ini kayak Kondom Sutera. lembut enakkkkk….

Tung Bagi duit?? pake pesawat ni yee…
tapi kalo mau bagi duit harus kabarin dulu donk, gua kan mau kesana ikut rebutan… haha…

yang sirik pasti alasannya karena saat bagi duit dianya gak tau jadi sesaat dia tau ternyata duitnya dah habis, sehingga dia merasa kesel gak sempet ikut mungut,,

Pak Tung LAIN KALI DIUMUMKAN DONK kapan bagi duitnya, biar gak ada pro dan kontra,
yg kontra juga bisa kesana ikut rebutan..

Salam Dahsyat,

tapi saya baca tulisan diatas apa bener ada perusahaan yg di Advise pak Tung Bangkrut???????

46. Ivan - June 11, 2008

Lumayan menarik respon2 kalian :) Paling ga setuju emang ttg unsur keselamatan. Kalo emang mau bagi2 duit, tentu saja masih banyak jalan. Kalo emang tujuannya marketing, bukan amal.

Hhhmmm …ada2 saja. Mampir blog gue yah! (Ini baru marketing hehehe )

47. iqranegara - June 11, 2008

Paling gak dia bisa berhasil menggoyang media, tmasuk artikel ini, banyak yg comment :D

Caranya yg gak elegan itu bisa mencerminkan isi bukunya juga gak bener. Masak marketing kayak gitu… gak kena target marketnya. Kecuali dia bikin buku ttg “cara dapet duit utk orang kere”

48. edy - June 14, 2008

Hm..Sayang sekali……….
Hanya karena masalah seperti teman2 saling menghujat dan menyalahkan. Sungguh sayang

49. nertal aja kale - June 15, 2008

semakin banyak yg mengomentari pak tung semakin pak tung terkenal tau.
masih ingat gak kasus AXIS yg ada isu santet, pujaan setan dsb.
liat aja setelah kejadian AXIS itu malah membuat AXIS itu tambah terkenal tanpa promosi tambahan.

100 jt itu mau dibilang buat promosi kek, sumbang-sumbang kek, atau sombong-sombong kek semua terserah dia, toh uanmgnya punya dia juga.

yang boleh menghakimi hanya TUHAN tau, kalo dia melakukan dengan ikhlas ya nanti dapat juga balasan yg setimpal, begitu pula kalo dia melakukan dengan hati yang jahat yah mgkin someday kita denger aja apa balasan tuhan buat pak tung.

lebih baik kita keep silent, wait n see what next `ll hepe that all.

50. GODFATHER - June 19, 2008

TDW orang pinter tp keblinger, pupus sudah citra baiknya yg pernah sy baca dr bukunya yg pertama.
TDW contoh pendidik yg tdk mendidik, dgn menyebarkan uang di banten beberapa wkt yg lalu.
Utk tujuan apapun penyebaran uang itu, sgt tdk bermoral & penuh kesombongan, penuh pemegahan diri.
Ingat bung, sejak hari itu anda adalah salah satu faktor pemercepat kiamat. Ingatkah anda akan firman Tuhan,”bahwa akhir jaman sudah dekat.”
Apa mungkin anda sudah lupa bahwa anda masih punya Tuhan, atau anda memang tidak percaya bahwa Tuhan itu masih ada?
Kelemahan bangsa di ASIA, bila mereka sedang di atas, terkadang mereka lupa bhw dirinya pernah juga berada di bawah dan selalu menilai bawahannya dengan uang.
Ingat bung… kita lahir telanjang dan kita akan mati tanpa membawa sepeserpun harta yg pernah kita kumpulkan.
Seharusnya TDW sbg orang yg sukses harus memikirkan bagaimana caranya membantu masyarakat yg miskin utk dpt menaikkan taraf ekonominya menjadi lebih baik.
Jangan cuma orang yg sdh baik taraf ekonominya dibuat lebih kaya lagi.
Kalo dibanding dengan boss sy, TDW tidak ada apa2 nya.
Nama boss sy, AU Bintoro.
Pendiri & Presiden Komisari Olympic Group, beliau tokoh sukses yg dicintai seluruh pegawainya dan seluruh masyarakat BOGOR, karena kerendahan hatinya.
TDW anda harus belajar dari beliau, bagaimana caranya dihormati dan dicintai oleh seluruh kalangan, anda tahu di saat KRISMON 1998 – sampai saat ini, beliau tidak pernah mem PHK karyawannya yg total seluruh Indonesia berjumlah 12000 orang.

51. Positive Thinker - June 20, 2008

Selalu ada pro dan kontra
Pendapat dari sisi positif dan dari sisi negatif.
Bagi yang ingin berpendapat negatif dan bertindakan negatif, silahkan saja. Namun hasil yang bisa diperoleh dari orang dari yang memilih berpendapat positif dan berpendapat negatif tentunya akan berbeda. Hasilnya seperti apa, bisa dipikirkan dengan logika. Bagi yang berpendapat positif pasti bisa memetik ilmu baru yang berguna dari tindakan marketing Tung Desem Waringin.

Kembali ke masing masing pribadi ingin hasil yang bagaimana karena memang tidak ada paksaan dari mana pun.

52. Gus_Af - June 20, 2008

Saya sih salut saja, kalau setiap daerah para pengusaha melakukan apa yang dilakukan TDW kan bagus juga buat nyenengin masyarakat kecil, Oh iya barangkali TDW mau bantu saya untuk biaya kuliah anak saya boleh juga, tapi saya nggak minta gratis, saya ada Sawah di Pandeglang luasnya 4000 M2 kalau mau bantu tolong beli Sawah saya hanya Rp.100 juta. Bagi anda uang segitu tidak berarti apa-apa, tapi bagi saya sungguh sangat bermanfaat guna kelanjutan pendidikan anak, oh iya saya adalah pensiunan dan hanya sawah itu sebagai andalannya. Atau siapa saja yang berminat membeli sawah sambil membantu, saya sangat berterima kasih.

53. superbajul-seroboyo - July 1, 2008

mudah mudahan Tdw segera tobat dan kembali kejalan yang benar

54. Fang - July 2, 2008

Apa yang dia lakukan betul betul merendahkan derajat bangsa indonesia terlebih-lebih untuk orang yang tidak mampu, itu tipe orang yang ingin mengejar kesombongan, jika kalian ingin tau kemarin in tgl 23 Juni – 28 Juni di lembang bandung dia mengadakan seminar utk anak2 remaja yang biayanya sekitar 7 juta, saya mengikutkan anak saya di seminar tersebut, saya sangat menyesal karena saya telah membayar biaya seminar tersebut lalu terjadilah hujan uang itu, jika saya tau dia akan melakukan itu saya tidak akan mengikut sertakan anak saya dalam peserta seminar, dan juga ternyata isinya tidak sebobot yang diperkirakan orang.
Dia hanya mencari uang semata-mata, ngga aneh jika dia melakukan hujan uang itu, semoga dia sadar apa yang telah dilakukannya

55. mahardhika - July 3, 2008

heh bagi yang belum tau, dia itu nyebarin duwit tu 7anx bwt marketing promosi bukux yg baru!!!!!!!!!!! dan yg diundang tu cm wartawan doank, kan cm bwt promosi si Tung. Tp karena nyebarin di lpngan kampung jadi byk warga yg dateng!!!!!!!! itu alasan yg pernah aq denger dari dia wktu nonton trans tv

56. dhika - July 3, 2008

tujuan dia bukan untuk keg. sosisal. tp cm promosi yg unik. klo mw ngasih duwit kt TDW ga perlu ngundang wartawan!! gitu mas….mbak

57. One_yi - July 4, 2008

ampun deh, banyak amat yang negatif thinking disini, ini bukan masalah arogan dll bapak2, ibu2…
TDW hanya ingin memberikan simbol atas peluncuran bukunya dengan kegiatan yang fenomenal, simbol hujan uang itu maksudnya
“Hujan Uang juga bisa terjadi jika kita baca bukunya”. Itu cuma bagian promosi. Soal safety, toh nyatanya tidak terjadi apa2 toh? Merendahkan manusia? Coba lihat dari segi bahwa TDW juga ingin berbagi suka cita untuk merayakan evennya.. Jadi STOP Think Negatif lah!
Sy memang bukan fans TDW, tp saya pikir daripada berpikir tentang kejelekan orang lain melulu, coba kita mulai belajar mengambil nilai positif orang. Menurut saya TDW seorang yang fenomenal dan kreatif!

58. recosmic - July 5, 2008

warna warni marketing….benar2 cara promosi yang aneh untuk mencari popularitas

59. little star from west - July 6, 2008

ha3..
kecaman yg anda2 lakukan saya pikir cukup menarik namun tidak beralasan..
satu hal yg saya sarankan, sebelum mengkritik silahkan anda lihat dulu seluk beluk akar permasalahan..
bukan asal ngoceh..
itu yg ga jelas..

yg saya sedihkan adalah Anda mengkritik seseorg yg anda tidak kenal!!!
coba anda bayangkan bila suatu saat Anda dijodohkan dengan seorang wanita yg sama sekali anda belum kenal..
memangnya Anda mau??
ha3.. ^ ^

jadi saya sarankan anda untuk mencari seluk beluk diri tung desem waringin terlebih dahulu..

saya bukan membela seorang TDW..
tapi jujur, saya termotivasi atas buku yg saya baca hasil dari tulisan tangannya..

mari kita sharingkan permasalahan ini..

“Mengapa seorang TDW menyebarkan uang 100 juta kepada masyarakat??”
“apa orang ini sok kaya??”
atau..
“apa org ini sekedar mempromosikan bukunya..???”

saya yakin klo buku yg seorang TDW cetak tidak terjual SATU EKSEMPLAR pun.. ia tetap akan menjadi org kaya..
(alasannya dapat Anda baca di bukunya “Financial Revolution”..

bagi yg tidak ingin membaca yah itu urusan anda..

presenter terkenal yang saya kagumi, Mas Tantowi Yahya pernah berkata..
“buku adalah sumber ilmu.. Bacalah buku sebanyak mungkin, maka wawasan anda semakin terbuka..”
jika dipikir2, apa ruginya membaca..??
ha3.. ^ ^

kembali ke topik..
mengapa seorang TDW menyebar uang 100 juta rupiah ??
saya kira pertanyaan yg mudah di jawab selama kita tahu bahwa dia seorang motivator..

jawabannya menurut saya adalah, “dia (TDW) ingin kita seperti dirinya!!!”
kaya raya, bisa memotivasi orang lain, bisa membantu org lain untuk menjadi kaya, dan sekaligus beramal (kalau ad yg menganggapnya beramal..)
ha3.. ^ ^

jika anda berpikir dia sombong dengan menyebarkan uang 100 juta di udara?? mengapa Anda tidak berpikir untuk menyebarkan uang 1 miliyar di udara?? tentu anda akan dianggap lebih hebat dari pada dia bukan..?? jika anda berpikir itu adalah hal yg tdk perlu.. mengapa anda tidak berpikir uang 1 miliyar itu anda berikan saja pada anak2 yatim piatu?? yayasan, membuka sekolah gratis dsb??

saya tertarik dengan gaya TDW untuk memberi motivasi..
saya sempat berpikir.. jika ada 100 orang baik hati yg membaca dan mengikuti TDW menjadi seorang kaya, maka akan muncul 100 orang lagi di Indonesia yg dapat membantu mengurangi kemiskinan di Indonesia..
jangan hanya berpikir negatif ttg menyebar uang 100 juta tupiah di udara??

kalo Anda tidak suka, yah pilih jalan yg tenang saja dengan beramal secara tertutup.. menjadi kaya bukanlah dosa, saudaraku sekalian..
tidak semua orang kaya menindas yang lemah..
berpikirlah untuk menjadi orang kaya yang baik hati dan menolong orang..
kalo org lain bisa, mengapa kita tidak??
itu saja yg ingin saya sampaikan..
semoga teman2 disini membuka wawasan anda tentang hal2 tersebut.. thx.. ^ ^

60. Little bee - July 10, 2008

Saya ucapkan Selamat kepada Pak Tung! Saya salut dengan cara Bapak yang PEMBERANI dengan langkah-langkah yang telah berhasil Bapak realisasikan dengan tindakan NYATA, bukan “penunda” ataupun pemikir-pemikir hebat tetapi yang ciut terhadap risiko dengan segudang rencananya yang ingin mendapatkan dirinya sebagai seorang yang kaya dengan cara-cara yang biasa, tetapi rencana mereka yang sangat matang dan penuh pertimbangan itu belum juga berhasil dalam tindakan nyata mereka. Mereka terpelajar, mereka terdidik, mereka pandai menulis dan mengkritik, mereka pandai bicara.. bicara.. dan bicara, tetapi tidak menyadari bahwa relitas mereka sekarang dan mungkin selamanya hanyalah sebatas realitas seorang PEMBICARA.

Seoarang Tung bukanlah seorang yang sombong.
Inilah terobosan baru yang dilakukan oleh seorang Tung Desem yang hebat dan gagah berani, yang tidak takut risiko, yang tidak takut dengan kritik, yang dengan lapang dada menyambut semua masukan-masukan dan kritikan-kritikan sebagai pembelajaran untuk belajar.. belajar.. dan terus belajar. Sesuai dengan karyanya, Financial Revolution, beliau ingin agar kita dapat mengambil pelajaran berharga dibalik karya dan tindakannya itu. Apakah kita sudah mendapatkan diri kita sebagai seorang yang hebat dan gagah berani? Atau apakah kita hanya melihat diri kita sekarang ini seperti inilah “apa adanya”? Apa yang salah dari pribadi seorang Tung yang tidak seperti kita yang merasa hebat? Atau apa yang salah dari pribadi kita yang tidak seperti seorang Tung Desem Waringin yang super hebat?

Sekali lagi, Selamat dan Sukses buat Bapak Tung!
Dan buat Anda dan saya yang ingin belajar dan selalu mengambil sisi baiknya, semoga kita semua berada dalam keselamatan, yang dapat menyelamatkan sebanyak mungkin orang; dan kesejahteraan, yang dapat menyejahterakan sebanyak mungkin orang.

Salam sukses..

61. Tanto bode - July 11, 2008

Kalo yang cemooh pak Tung pasti orangnya miskin,… so. orang miskin cuma bisa gitu dan ga mau berusaha, punya pikiran negatif mulu ga ada positifnya, mikir bagimana ya kalo bisa seperti pak Tung, sama kalo pegawai pemrintah bisanya cuma kritik saja tapi kalo udah jadi pegawainya diem seribu bahasa… hmmmmm. Pak Tung saya pasti bisa seperti pak Tung..sukses secara finansial dan rohani, punya pasif income so aku bisa membantu sesama, dan rakyat miskin lebih banyak dan aku akan sebar semua duit dengan cara aku sendiri. dan aku selalu berpikir positif

62. ramdani1428 - July 11, 2008

Mungkin itu salah satu mimpi Pak Tung untuk memberikan rezeki buat orang2 dengan membuat hujan uang. Mewujudkan mimpi kayaknya gak papa toh tidak merugikan orang ataupun melanggar hukum.

Meskipun gak tertarik ikut trainingnya saya udah baca bukunya dan cukup bagus.

63. Tanto bode - July 11, 2008

Enakan mana ?, jadi Pak Tung, atau Patung?

64. sky quest - July 12, 2008

kalian harus bisa bedakan, mana sumbangan, dan mana promosi.
kalo pengen tahu uang yang dia sumbangin, nilainya lebih banyak dari pada yang dia sebarin tuh, dan diaga pernah gembar gembor.

lagian apa yang bisa kalian lakuin???
cuman hujat menghujat orang.
palagi yang punya blog ini, apa yang bisa kamu lakuin selain negejelek-jelekin orang dan ngelarang orang beli buku orang lain dengan bangganya ngasih judul gedhe banget “Jangan beli buku Marketing Revolution karya Tung Desem Waringin!”

APA YANG BISA KAMU LAKUIN???
nyebar gosip berjeti-jeti ngejelek jelekin orang & nglarang2 prang beli buku orang lain.

sama juga elu kagak bisa nyebar manfaat.

piss man

65. little star from west - July 12, 2008

wah..
byk juga sodara2 penggemar “jalan sukses”nya Pak Tung, he3..
kalo boleh saya minta emailnya donk..
pengen sharing n nambah pengalaman..
sbenarnya saya masih berstatus pelajar, tapi saya rasa informasi seperti ini saya rasa sangat baik untuk bekal perjalanan hidup nanti, ha3.. ^ ^

salam sukses buat smuanya.. ^ ^

66. harry lusi - July 12, 2008

strategi pemasaran yang jitu, membuat penafsiran pro dan kontra sehingga mengangkat nama dia dan menjadi pemberitaan di media masa maupun di dunia maya seperti yang kita baca saat ini

67. Adi Sulistyo - July 13, 2008

yaaa biarlah menurut saya ,,, bagus,, kita menunggu hujan uang di darmaga bogor tung desem waringin,,, ditunggu yaaa, Adi dukung ok

68. PRASETYO - July 13, 2008

GUA TETAP DUKUN PAK TUNG…
APA YANG KEBANYAKAN ORANG PIKIR ADALAH PIKIRAN ORANG-ORANG YANG MISKIN. SEMAKIN TERUS BERPIKIR UNTUK MISKIN, MAKA SEMAKIN MISKINLAH ANDA…
UNTUK MENJADI ORANG KAYA, BERPIKIRLAH SEPERTI ORANG KAYA..

SAYA TERUS DUKUNG PAK TUNG..
DEMI INDONESIA YANG LEBIH BAIK…

69. PRASETYO - July 13, 2008

GUA TETAP DUKUNG PAK TUNG…
APA YANG KEBANYAKAN ORANG PIKIR ADALAH PIKIRAN ORANG-ORANG YANG MISKIN. SEMAKIN TERUS BERPIKIR UNTUK MISKIN, MAKA SEMAKIN MISKINLAH ANDA…
UNTUK MENJADI ORANG KAYA, BERPIKIRLAH SEPERTI ORANG KAYA..

SAYA TERUS DUKUNG PAK TUNG..
DEMI INDONESIA YANG LEBIH BAIK…

70. PRASETYO - July 13, 2008

PAK TUNG UDAH MEMBENARKAN APA YANG ORANG SALAH BUAT. PAK TUNG MELURUSKAN APA YANG TADINYA BENGKOK.
PAK TUNG MEMBUAT PIKIRAN ANDA GELISAH,,,YAH!
KARENA ANDA BERPIKIR PENDEK…

71. PRASETYO - July 13, 2008

LEBIH BAIK MANA…
MENYEBAR KEBAIKAN (PAK TUNG) ATAU FOTO BUGIL (ANGGOTA DPR)
LEBIH BAIK MANA…
MEMBERI MOTIVASI (PAK TUNG) ATAU BER-VIDEO MESUM (ANGGOTA DPR)
LEBIH BAIK MANA…
MEMBERI KEKAYAAN (PAK TUNG) ATAU MENGHABISKAN KEKAYAAN NEGARA (ANGGOTA DPR)
ADAKAH WAKIL-WAKIL ANDA MEMBERI BANTUAN KECUALI HANYA UNTUK PROMOSI DEMI KEPENTINGAN PRIBADI DAN GOLONGAN???

TAHUKAH KAMU???

72. Rakyat Indonesia - July 14, 2008

Yth Tung Desem dan para penggemarnya
ohon kalo mau nyumbang lebih baik dengan cara yang cerdas dan rendah hati

Mari kita semua menyumbang tanpa perlu melukai kemanusiaan kita dan orang lain

Betapa banyak orang kaya dan miskin menyumbang dengan santun, mengharap ridha Allah, tanpa memperhitungkan biaya iklan, liputan media, wawancara pers asing, kelarisan buku

Mtabat mereka jauh lebih daripada Anda Mr Tung

Mr Tung dan para pengemarnya, Anda bebas memilih apa yang akan dilakukan
Tetapi tindakan itu menuai berkah maupun badai di kemudian hari, selama hidup, atau sesudah mati

Boleh saja Anda semua mengejar popularitas,
tetapi jangan membuat tindakan yang berada di luar batas moral, etika dan prinsip-prinsip kemanusiaan bermartabat

Dengan menyebarkan uang dari pesawat dan membiarkan orang yang membutuhkan duit tunggang langgang, keseleo, terhimpit, dan lain-lain, Mr Tung Desem Waringin merendahkan dirinya sendiri, membuatnya terlihat bodoh, sombong dan egois

73. KGBI - July 14, 2008

DULU SAYA ORANG MISKIN MENYUMBANG TIDAK DENGAN NIAT MENCARI KETENARAN

SEKARANG SAYA KAYA DAN MENYUMBANG TIDAK DENGAN NIAT MENCARI KETENARAN

KE DEPAN SAYA AKAN JAUH JAUH LEBIH KAYA JUGA TIDAK DENGAN NIAT MENCARI KETENARAN

DALAM NAMA TUHAN KITA BERDOA
MARI KITA SEMUA SUKSES DAN KAYA

DAN TETAP MENYUMBANG DENGAN DIAM

KARENA TUHAN SEMESTA ALAM
TIDAK MENYUKAI ORANG YANG MENYUMBANG DENGAN NIAT MENCARI KETENARAN

74. L.Star from West - July 14, 2008

bung KGBI yg terhormat, Anda memang org kaya..
Anda memang beramal dan ini adalah sebuah tindakan yg mulia menurut saya.. ^ ^

tapi saya juga tidak mengatakan Pak Tung salah dengan tindakannya menyebar uang di udara karena menurut saya ini bukan sekedar menyumbang..

tapi maksud utama dari tindakannya adalah MOTIVASI!!!

makanya saya sarankan sekali lagi untuk membaca bukunya atau mendengar audio rekamannya..

bisa saya katakan kecenderungan manusia Indonesia adalah mencemooh > memuji
mengomentari > mengintropeksi diri
banyak ngomong dari pada tindakan!!!

75. Loekito - July 16, 2008

Let’s everybody hold their opinion. it’s not good if you two (pro Tung n contra Tung) just debat in not same point of view. let me show
1. Purposes of Mr. Tung
The contra Tung said this is not wise if he give money for filanthropy purposes with sensational manner
The pro Tung said this is not a filanthropy but it’s a promotion. They see Mr.Tung’s do very good because he just expense 100 million rupiahs for promote his book.
I see it’s clear you two no need to debate because you have not in same line. I think if Mr. Tung purposes for filanthropy, it’s right he is not wise. but, if if Mr. Tung purposes for promotion, it’s right he is extraordinary motivator.

2. Sense of Mr. Tung
The contra Tung said his manner disclosure to country n people. an arrogant man. This is a sin.
The pro Tung said his manner motivate all people tobe rich. an motivator man. This is not a sin.
I see you two have different objectivity of sense Mr. Tung.so, you two are not need to more debate. it’s wise if you to arrange appointment to share with Mr.Tung, so he can clarification of his purposes and sense.
This is a sin or not, let The God makes judgement. We are as human being has not right to judge others.
Thanks.

76. HERO - July 23, 2008

HIDUP PAK TUNG!!
ANDA ORANG YANG LUAR BIASA
JANGAN PEDULIKAN ORANG YANG MENGATAKAN MELECEHKAN ORANG MISKIN DENGAN ANDA MENYEBAR UANG.
MEREKA ITU ORANG YANG BERPIKIR MISKIN.
YANG TAK MAU BELI BUKU ANDA BAHKAN DIKASIH PUN TAK MAU
ITU MANUSIA RESEH, PIKIRANNYA NEGATIF, ORANG YANG SUSAH LIHAT ORANG MAJU, ORANG YANG SUSAH LIHAT ORANG KAYA.
ANDA PUNYA NIAT YANG MULIA, ANDA MEMBUAT ORANG-ORANG MENGAMBIL ‘GIANT STEP’ NYA.
HIDUP PAK TUNG!
HIDUP PAK TUNG!

77. test - July 26, 2008

test

78. L.Star - July 29, 2008

buat manusia2 yg berbudi dan berakal baik :

“Anda sekalian mengecam perbuatan Pak TDW adalah buruk dengan menyebar uang, dan berpendapat lebih baik memberikannya langsung ke orang yg membutuhkan, dalam hal ini fakir miskin, panti asuhan, dll..”

pertanyaan saya :
“Sudahkah Anda melakukan hal itu sendiri???”

79. fulan - August 31, 2008

Ya jadilah manusia yang bijakasana…lagian apa yang dinilai orang benar,bukan berarti benar dimata Allah..memang kalo tung desem berniat beramal juga pasti ga kan dikoar2,ya memang alokasi dana tersebut itu untuk promosi koq..,ya mending anda mengecam para koruptor..yang jelas2 menyengsarakan rakyat..,dari yang dilakukan tung desem itu terdapat pelajaran “uang bisa didapat karena ada usaha”..ya saran jangan memandang satu sudut saja..key..

80. TOHA - September 5, 2008

SAYA BACA ARTIKEL INI ENERGINYA (psiksis) KOK NEGATIF (BANGET YA……

81. Golden Hearts... - September 15, 2008

Hai…

Kust Kidding…….

82. bangado - September 17, 2008

YANG DAPAT PIALA CUMA PEMAIN, BUKAN PENONTON, APALAGI KOMENTATOR ! (gak ada sejarahnya)

Pak Tung dengan bukunya yg (menurut saya) MAHAL itu, sudah menyumbangkan ide2 briliannya. Tujuannya adalah PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BAIK bagi yg membacanya.

Dan sudah terbukti berhasil.. silakan mampir ke blogernya para TDA (Komunitas Tangan Diatas)

Sementara masyarakat Serang yg menjadi target tebar uangnya, memang kudu belajar menjadi arif melihat ini.
Uang ? siapa yg tidak mau ? tapi kalau nantinya malah mencelakai diri sendiri saat berebut .. sudah tau deh resikonya.

dan Anda Penulis yang terhormat .. ada diposisi mana ? sudah berbuat sesuatu u/ PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BAIK ?

83. Zulfi - September 24, 2008

Duh, rame juga diskusinya…
Saya hanya niatnya nyari info ttg kontroversi TDW…

Emm.. ternyata seperti ini ya? Saya baru paham..

84. pras - September 25, 2008

ono ono wae…..
semua ada baik…. baik….
dan semua ada buruk… buruk….

yang penting lalu kalian mau buat apa?

sudah hal yang wajar di duania ini ada sisi baik dan sisi buruk, tetapi yang luar biasa kaita dap memilih yang terbaik untuk kita lakukan. Memang kita tuhan dapat menghakimi seorang dengan yang lain. Coba tanyakan antrian Rp 30.000, – sampai mati di pasuruan. sekarang kita sudah paham…

85. Farid Hs. - October 6, 2008

TDW adalah fenomena 100 tahun bangkitnya Pemuda Indonesia.Dalam diri TDW ada sisi baik sekaligus sisi jelek.Kontroversi TDW terjadi karena dia menyebar uang di lapangan Banten (karena alasan keamanan),tapi yang terjadi adalah pemandangan “yang tidak sedap”,bayangin aja,diatas choper itu seorang anak bangsa yang terlihat kaya raya menyebar uang sementara disisi lain dibawah sana anak2 bangsa yang lain berhamburan berebut uang (lambang kemiskinan).Pemandangan yang tdk perlu dipertontonkan.

Kalau seandainya acara nyebar uang itu dilakukan di senayan,apa tidak aman?..yang jelas mungkin kalo dilakukan di senayan tidak akan terjadi kontroversi,artinya strategi marketingnya belum tentu sukses.Jadi menurut saya yang dicari TDW adalah kontroversi.Maaf kalo salah,salam hangat untuk semua.

86. znedyar - October 6, 2008

Mungkin tujuan hujan uang adalah untuk marketing & membanggakan bahwa semua bisa dijual asalkan caranya benar. Tapi sejauh apa kita mengatas-namakan marketing ? Apakah sampai menghalalkan cara ? Apakah juga me-marketing-kan segala hal termasuk yang tidak untuk dijual ? (Mohon maaf terlebih dahulu) apakah Tuhan juga untuk dijual ? Nyawa manusia ? Akal Budi ?

Jangan naif, sukses marketing ditentukan oleh jadi tidaknya barang itu terjual, menjaga & merebut pelanggan bukan dengan caranya.

87. Edsar - October 8, 2008

Yang jelas itu promosi dari seorang TDW… ya begitulah bisnis lagi2 UUD (ujung-ujungnya duit). Menurut saya tentang mekanisme promosi si TDW “benar” atau “salahnya” harus diklarifikasi oleh yang berwenang yaitu aparat hukum / mekanisme promosi yang diperbolehkan di negara kita… Kalau memang si TDW ‘menyalahi” aturan main ya harus diseret ke meja hijau… setuja bpk”/ibu” ??..
Tetapi secara pribadi menurut rasa kemanusiaan saya tidak setuju dg tindakan si tuan TDW, ya shrsnya dia “andap asor” lah.. semakin kaya dia harusnya semakin merendah dan santun dalam bersikap…Jangan meniru para pejabat dan petinggi negara kita, bila itu dilakukan oleh tuan TDW baru itu namanya “revolution” seperti yang didengung-dengungkan dibukunya.
Salam tuk tuan TDW si “motivator tersukses di Indonesia” semoga masih mau menerima masukan “motivator ndeso” ini…. :-)…

88. Egomaniac - October 10, 2008

marketing insights :

kontroversi pro – kontra adalah salah satu tujuan dari “marketing stunt’nya si TDW. apa yang ia dapat ? kenaikan “public awareness” dari merk “Tung Desem Waringin”.

apa yang anda-anda lakukan di blog ini dan juga terjadi di media-media massa adalah bukti nyata dari premis di atas. Walaupun lewat strategi ini ia tidak berhasil mengontrol awareness yang positif, secara keseluruhan awareness tentang dirinya melonjak signifikan dengan rasio cost-benefit yang sangat kecil. End result marketing campaign-nya sukses berat.

Tapi apakah ini adalah bukti bahwa ia adalah seorang “Master” di bidang Marketing, dengan knowledge dan wisdom yg superlative ?
klo kt orang Jakarta.. Master dr HONGKONG !!!

Cheazy Marketter ? yes
Master ? heck No.

apa bedanya dia dengan tabloid2 yang memasang perempuan2 seksi di cover-nya dengan dalih idiom marketing “Sex Sales” ?
tabloid2 itu tak pernah mendapat penghargaan di bidang jurnalistik, dan tak akan pernah. Begitu juga seharusnya dengan Tung Desem Waringin.

Melakukan tindakan charity untuk menarik simpati apalagi jualan adalah hal yang terendah, serendahnya seorang manusia. Apalagi seorang pemasar. TDW seharusnya malu untuk dirinya sendiri !!
Apakah demi mencetak rekor penjualan bukunya ia harus mengeksploitasi situasi sulit bangsa ini ? Seorang yang bijak seharusnya bisa melihat jauh dari sekedar rekor pribadi dan uang.

Selain itu, untuk kita ketahui bersama, knowledge yang TDW sebutkan sebagai “Financial Revolution” dan “Marketing Revolution”, dalam bukunya seharga 300 rb Rupiah, bisa anda dapatkan di internet hanya dengan 100 rb iuran bulanan indosat starone (pemakai). atau bahkan gratis kalo anda browsing lwt kantor.

kalo ingin sukses ga salah belajar dari orang yang sudah sukses. Tapi TDW rasanya bukan orang yang tepat untuk itu.

89. Arief S. - October 12, 2008

Hehehehe pada ribut ya….!!!!
Ada sedikit komen bro……. ( AGAK serius ya….)

Ternyata ada yang PRO juga ada yang KONTRA , semua udah biasa.

Itulah Indonesia tanah airku, selalu berkomentar mudah panas tidak berfikir jernih dan selalu menyalahkan orang lain.

Orang Indonesia kapan bangkit jika orang mudah disetir seperti ini..!!!

Belum tentu yang membuat site ini juga ikhlas membuatnya…. untuk apa membuat site kalau hanya mengkomentari orang…. mengaca bro…. kalau anda mengaca akan sadar…. buatlah hal tersebuat sebagai acuan jgn dikomentari kayak orang BEGO.

Kalau TUNG bisa hujan duit 100 jeti,
Menurut saya maka kita sebagai bangsa Indonesia harus semangat untuk agar supaya bisa melebihinya akan menghujankan duit 200 jeti ( amin dan semoga terkabul ), jgn komentar tapi tidak membangun ( dasar orang CuPu bisanya komentar )

berbuat demikian wajar saja, memberi dengan hujan uang atau secara diam2 pergi ke panti asuhan juga wajar.

Ini saya beri contoh para CuPu, “Apakah kalian mau dihina dengan kata2 kotor bahkan diludahi lalu diberi uang 20 juta ?? ( Jawabnya MAU bener g tolol ) Jangan banyakkomentar yang g bermutu…!!!

Tq all.

90. Roellindra Kelana - October 15, 2008

Dulu saat usia saya antar 5 s/d 10 tahun,setiap ada helikopter lewat diatas rumah ,saya dan teman2 saya pasti teriak2 ke girangan :” kapal helikopter jalannya muter2 – ayo bagi duit – ayo bagi duit……” nyayian itu kami teriakkan dengan riang gembira sampai helikopter itu lenyap dari pandangan. tapi memang cuma nyanyian masa kecil yg tak pernah terwujud. pikir saya emangnya ada orang yg mau nyebar duit dari helikopter ya ???
Eh… tak disangka ternyata impian kami di masa kecil itu baru bisa kejadian saat pak Tung nyebar duitnya itu yaaa…. wah coba kalo dulu nyebarnya pasti akan jadi memori yang tak terlupakan buat saya….
kalau saja saya ada di lokasi tempat penyebaran itu,dan saya mendapatkan rezeki nomplok itu pasti saya akan mendoakan supaya orang yg menyebarkan uang itu diberkahi oleh Tuhan.
Nah karena saya tidak ada saat itu , saya juga akan mendoakan orang itu supaya Rezekinya bertambah berlipat ganda dan jadi tambah dermawan.
Soal orang setuju atau tidak… yah lumrah lah .. yang penting niat beramalnya sudah pasti ada,dan hanya Tuhan lah yang akan membalasnya…. amieen…

91. antown - October 31, 2008

wih…ramai sekali ya komennya…

saya dukung kebebasan berpikir dan mengungkapkan pendapat.

salam kreatif!!

92. alhakim - November 1, 2008

miris juga melihat orang tua (nenek nenek) lari kesana-kemari….

93. bocah lali omah - November 1, 2008

mau pro atau kontra ama TDW, yang penting maju terus Indonesia,,,,,
yang tidak mau di kasih buku gratis, hadiahkan pada Saya,,,,,

94. F @ Bloggingly - November 2, 2008

Saya ikut seminar Marketing Revolution TDW, dan yang saya tangkap :

Sasaran promosi hujan uang itu bukan mereka yang akan menerima uangnya, tapi orang yang akan mereportasekannya. Termasuk pers, dan anda. Terlepas reportase tersebut baik atau buruk, hasil nya lah yang akan membuktikan.

Saya pribadi sih setuju2 saja dengan tindakan TDW. menghina situasi bangsa yang sedang sulit? saya kira tidak. Yang menghina bangsa di situasi suli tini adalah program2 TV yang mengobral gaya hidup yang membuat generasi kita hancur. bukan usaha seseorang untuk memasarkan sebuah buku yang mana ilmu dalam buku tersebut terbukti menyelamatkan beberapa orang.

Well, disini beda pendapat boleh kan? yang penting damai terus. :)

Regards,
F @ Bloggingly.com & fikrirasyid.com

95. Venom - November 3, 2008

Pak tung membagikan uang Rp 100 juta, menurut saya itu adalah sebuah inovasi baru dalam hal marketing. Yang perlu dicermati ialah kata “inovasi” itu sendiri, setiap “inovasi” baru pasti mengundang pro dan kontra ( malah lebih banyak kontranya kali ). Biasanya yang kontra itu adalah orang yang miskin “inovasi” dan takut untuk berbuat sesuatu yang baru, karena jika mereka melakukan sesuatu yang baru mereka takut tindakan mereka juga akan dihujat banyak orang ( istilah kerennya negative thinking melulu ). Well itu semua cuma pendapat saya tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada semua yang udah comment di sini, thanks.

96. dito - November 4, 2008

sy ikut seminarnya itu beli tiketnya dari temen yang ikutan hujan duit itu..
eh ternyata sy ikutin sminar itu ya alhmdulillah dri allah,dr usaha sy dan dari tips2 pak tung ya omset usaha sy naik 500%…
pdahal sy g tau th dlunya sypa dia..
sy bsyukur g lgsg mampir k blog yang ada negatif2 tntg pak tung..
seandainya sy ktemu blog ini mgkn sy g ikt sminarnya…
y trserah kalian aja..

97. Hery - November 13, 2008

ya..ya..hm..
Saya kira kita termasuk saya dan anda-anda sudah kena strateginya Pak Tung ikut berkomentar tentang Hujan Uang.
Pak Tung memang Dahsyat… terlepas ada yang negatif atau positif komentarnya.
Saran say sih tetap semangat, slalu berpikir postif dan jangan emosional.
Kalo sudah sukses jangan lupa membantu yang belum sukses..
Salam

Good Luck Good Health

98. miguelle - November 22, 2008

Setiap tindakan selalu terdapat pro dan kontra. Hal ini terjadi karena prioritas sudut pandang, jangkauan berpikir setiap orang , pengalaman dan motivasi orang dalam hidup semua berbeda sehingga kita tidak melihat tujuan orang tsbt melakukan suatu tindakan sebenarnya untuk apa tapi sering malah melihatnya sebagai tindakan tsbt ” JIKA DIRI SENDIRI ”

Kita harus bisa melihat , Tujuan Pak Tung melakukan tindakan melempar uang dengan pesawat adalah Tujuan Bisnis bukan Tujuan Sosial. Didalam bisnis tindakan Pak Tung adalah Briliant. Beliau melakukan teknik marketing yang benar2 menghebohkan , di luar dari orang berkontroversi. Tapi justru dengan kontroversi tersebut membuat berita semakin gencar bahkan untuk orang yg tak mengenal beliau pun jadi ikut2an panas membicarakannya walau dengan komentar yang setuju maupun tidak setuju. Itulah Marketing!!!
Contoh : Para selebrity di infotaintment selalu membuat kontroversi yang heboh dan trik ini selalu berhasil menarik perhatian bukan…
Berkat Pak Tung, Blog ini juga jadi ikut2an rame n heboh bukan…Apa ini juga memang trik anda?? :)

Pak Tung secara tidak langsung sudah menjerat orang yang dari yang pro sampai yg jengkel dan kesal kedalam lingkaran Marketing yang di buatnya dengan biaya yang sedikit. Marketing adalah penipu. Dimana2 marketing dengan penipu bedanya cuma segaris. ( Baca buku : All Marketers Are Liar ) Bukan berarti bisnis itu harus menipu tapi lebih kepada permainan kata2 pikiran Contoh : iklan di TV jelas2 banyak yg menipu kan… tetapi itulah dunia bisnis, dunia marketing…

Saya bukan pro Pak Tung tapi yang saya ketahui Pak Tung adalah seorang yang tidak sombong, sosial dan dermawan. Jika Tujuan sosial pasti tindakan yg di jalankan bukan seperti tindakan di atas karena bisnis dan sosial adalah hal yg berbeda.PakTung malah melakukan kegiatan sosial jarang mengekspos ke media. Jika ada yang bilang merendahkan martabat orang, Coba di tanyakan yang menerima uang di Banten merasa di rendahkan atau tidak. Kalo mayoritas bilang ga, berarti yg merendahkan martabat itukan kata ” Diri Sendiri ”

Jadi Tindakan Pak Tung itu positif atau negatif ?
Tergantung sudut pandang dan Menurut hemat saya, setiap tindakan seseorang itu selalu mempunyai nilai positif. Jadi kita petik dan ambil aja mana yg positif yang bisa kita gunakan dan untuk yang rasanya negatif yah ga usa di ambil pusing tohh….karena jk makin jengkel dan di ambil pusing kalian malah makin masuk ke pikiran danmasuk ke lingkaran Marketing Pak Tung ditambah jeleknya malah membuat mental menjadi makin miskin , penuh energi negatif…

99. Sebel - November 28, 2008

iya, SOMBONG tuh pak Tung, sebar2 duit nga kasi tau saya. lain kali sebelum sebar duit taroh iklannya di koran dong kapan waktu dan lokasinya, saya pasti menang lah kejar duit jatoh lawan nenek2. jadinya nga kebagian degh… padahal lumayan khan buat tambah2 beli iphone… ;-)

jadi penasaran pengen baca bukunya…

100. Ien_dRa - December 6, 2008

Tak ada yang harus merasa terlecehkan, itu motivasi buat kita. Sekarang kita berpikir, sudahkah kita kaya?? Jalan seorang motivator adalah jalan yang siapapun tak mampu menebak apa sebenarnya simbol yang ingin disampaikan olehnya. Lakukan yang terbaik, itu saja..!!

101. T3A - December 14, 2008

saya rasa sah2 saja. betul juga kata sebagian orang kalo mereka yang menerima tidak merasa terhina kenapa kalian yang tidak terima menerima merasa terhina itu karna ke egoan dan kesombongan saja karna merasa mampu. coba kita tanya penduduk sana ( pa….pa…..bu…….bu terhina tidak ????? )

102. cocoi - December 24, 2008

Saya sama sekali tidak tertarik dengan seminarnya, bukunya, apalagi cara promosinya. Memang tujuan dia bagi2 duit lewat pesawat itu hanya untuk popularitas dan sensasi marketing. Bukan untuk beramal. Saya tidak menyalahkan hal itu. Setiap orang punya cara untuk terkenal. Ada yang masuk infotainment, ada juga yg mengundang semua wartawan koran top indonesia, trus suruh mereka memasang headline news “acara lempar duit dari udara”.

Saya juga tidak percaya apa yg Pak Tung katakan. Kalau dia memberikan seminar: “jalan untuk menjadi kaya”, saya musti lihat apa dia ini termasuk orang terkaya di Indonesia? Mari kita survey, berapa orang yg bisa berhasil dgn “financial Revolution”? NO OFFENCE, justru dia jadi semakin kaya kalau kita beli produknya, dateng seminarnya apalagi percaya dgn apa yg dia katakan :)

Saya juga tidak senang datang ke acara2 seminar ‘motivasi’. Bagi saya, seminar itu mirip dengan hipnotis secara persuasif. Menyajikan kebenaran atau teori dari satu sisi saja tanpa memperhatikan sisi yang lain.

Ayo, bangun dari mimpi dan hadapi realita yang ada :D

Bill Gates & Steve Jobs dan masih banyak Billioner lainnya suatu kali pernah berkata begini :

1. Cintai apa yang anda lakukan
Dengan mencintai apa yang anda lakukan, anda akan tetap hidup. Meskipun hasil ga seberapa, anda akan tetap bekerja keras dan mengusahakan segala cara, karena anda cinta dengan apa yang anda lakukan. Cinta ini yang akan menarik orang2 yang sama seperti anda, mencintai apa yang anda lakukan. Sehingga, pekerjaan tersebut akan menjadi lebih mudah untuk dijalani.

2. Dekat dengan sumber dana
Tanpa dukungan sumber dana dan kepercayaan, perlu waktu lama untuk membesarkan pekerjaan yang anda cintai. Pandai-pandailah bergaul dengan mereka.

3. Disiplinlah dalam hal2 kecil atau sederhana.
Tanpa ini, usaha yang anda cintai akan hancur dengan sendirinya karena anda membuang hal-hal kecil yang akan menopang kesuksesan anda di masa yang akan datang.

4. Jangan pernah berhenti untuk mengejar “Yang terbaik dan Kemenangan”
Dengan cinta terhadap apa yang anda lakukan, anda bisa sukses. Tetapi jika hanya berhenti di level itu saja, tinggal tunggu waktu saja akan ada yang akan melewatinya. Jadi, jangan pernah berhenti mengejar “yang terbaik dan kemenangan”

Semoga bermanfaat.

103. Aden - January 10, 2009

yaah…kita lihat aja ntar apa lagi yang dilakukan pak TDW yang jelas urusin perut sendiri lebih bermutu kalee….yang jelas Hal ini sudah bisa diajadikan ajang promosi ( menurut orang markating sih,,,)

104. acan - January 24, 2009

bagus dong punya inovasi keren seperti di luar negri

105. USMAN - January 28, 2009

JANGAN SUKA MENGHINA DAN MENGECAP ORANG LAIN APAPUN…..
WAHAI MANUSIA…
PAK TUNG DESEM WARINGIN ADALAH SAUDARA KITA JUGA, BAGIAN DARI KITA….
KAMU MENGHINA, MENGHUJAT SAMA DENGAN MENGHINA DIRIMU SENDIRI…
ASTAGHFIRULLAH,,,
SALING MENGINGATKAN, JANGAN SUMPAH SERAPAH
KARENA AKAN MENGECILKAN/ MEMBAWA DIRIMU KE ENERGI NEGATIF HIDUP…
INGAT NABI MUHAMMAD….BROO….

106. Dara - February 6, 2009

oh begitu ya…wah teman-teman ini punya kacamata yg dapat melihat jauh di kedalaman hati pak Tung…sesuatu yang tak bisa dilihat orang-orang polos seperti saya yang ingin sukses tetapi hanya dapat belajar dari orang yang sudah sukses…ya dong…kalo belajar dari orang yang belum sukses sama aja boong…

tetapi emang sih, bagi2 duit seperti itu kesannya gimana gitu..yg sutralah itu cuma bagian dari promosi yang salah tempat saja…semoga pak Tung bisa belajar dari cacian orang-orang miskin seperti kita…

107. suhari, M.PdI - February 9, 2009

Suhari, M.PdI
Dosen Psikologi IKAHA Tebuireng Jombang
Saya menilai tindakan tersebut jelas menuai pro dan kontra. Untuk ukuran orang yang kehidupannya pas-pasan, jelas tindakan tersebut sangat membantu, tapi bagi yang kehidupannya berkecukupan dan berlebihan tindakan itu berarti merendahkan martabat, harga diri, dst.
Oleh karena itu tinggal melihat dari kacamata yang mana? Kacamata orang pas-pasan & kekurangan atau kacamata orang berkecukupan dan berlebihan.
Masalah yang benar yang mana tinggal point of view nya dari mana?

108. arief - February 13, 2009

gampang ajah.. kenapa orang indonesia ga bisa ikud piala dunia..?
karena ya gini ini.. bisanya cuma berdebat n berkomentar..
jadilah bangsa yang cerdas, kreatif, inovatif, dan bermartabat.. jangan cuma bisanya cuma komentar doank.. wkwkwkwk…

jimmy sandro - March 17, 2009

Setujuuuuuuuuuuuu………………
Ya…komentar-komentar miring thd TDW yang seperi ini juga yang semakin menaikkan publisitas namanya toh????
Atau mungkin juga kali ya, mas Pujiono pemilik blog ini menggunakan “jurus yang serupa” walaupun tak sama?????
Hehe… jurus “anti maketing” yang seperti ini (aduh, ini anti marketing bukan yaa???) yang dibumbui dengan pernyataan negatif thd sesuatu hal memang terbukti memancing banyak perhatian bukan???
Buktinya, saya iseng cari blog yg ngebahas tentang TDW, eh ketemu blog ini, jadi deh saya terpancing posting komentar juga…hehehe….
Ya…salam kenal dan SALAM DAHSYAT aj dech buat pemilik blog sekaligus semua rekan blogger ya…..
Oya, mas Pujiono wajib juga nich tau tentang BEJ (Blame, Excuse, Justify) yang ada di buku pertamanya Pak Tung (Financial Revolution)…
Cukup mencerahkan bukan????

109. arief - February 13, 2009

sori double post, kenapa c sukanya mencerca orang? kenapa g lakukan hal yg lebih baik drpd hanya sekedar mencerca..? toh, banyak yg bisa qt lakukan? klu misal TWD mengajarkan hal baik y qt sedot.. klu mengajarkan yg buruk y jangan d sedot, apalagi d praktikkan.. betul? qt semua orang yg punya nalar dan fikiran.. g perlu mencerca orang yg pada kenyataannya qt g melakukan apa2.. satu j.. klu qt emang g mampu menjangkau.. diam adalah emas.. selesai.. ini pendapat saya yg cm orang biasa, sama seperti anda semua.. mohon maaf kalau ada yg merasa tersinggung atau merasa terhina..

110. doni - February 13, 2009

seseorang yang ingin sukses selalu berfikir positif
dengan kejadian itu saya melihat bahwa menjadi orang miskin itu tidak enak.seandainya saat itu kita jadi orang kaya maka kita tidak akan ikut berebut uang itu.sebenarnya kita di ajari bagaimana menjadi orang kaya dengan uang yang kita dapat dari penyebaran uang itu tetapi saat itu kita sudah berfikir negatif maka kita tidak bisa melihat peluang itu. selalu sukses untuk PAK TUNG DESEM WARINGIN salam dasyhat

111. SETO - February 14, 2009

PETA BUKANLAH KENYATAANNYA. diambil dari asumsi NLP.

112. seto - February 14, 2009

wakakakakakakak!
Pembaca jgn tertipu! justru penulis blog lagi promosi bukuna tung desem. dr judulny pembaca dibuat penasaran. ky anak kecil yg dibilangin: Jangan main air! apa jadiny? si anak malah makin heboh maen airny.
Bener g mas penulis?
tulisan anda justru ikut membantu publikasi buku tsb. org yg g tau apa2 ttg buku tsb gr2 mampir kesini malah ada yang jd penasaran kaya saya.
Kl g suka, diam malah lbh baik kynya utk kasus ini.
KALAU TIDAK BENAR, sekarang anda bisa merasakan menjadi tung desem yang tindakkannya dinilai berbeda2 dr maksud sebenarnya oleh orang lain.
peta itu bukanlah kenyataannya.
salam bahagia…………

113. arman - February 18, 2009

kita boleh saja berpikir positif dan itu sangat di anjurkan . yang tidak dianjurkan adalah berpikir positif tapi pasif. sempat terlintas dalam benak saya kenapa TDW menyebarkan uang dengan percuma ? dan saya khawatir klo ini adalah untuk mencari populeritas saja. tapi mudah- mudahan tidak. dengan tindakan tersebut saya rasa TDW telah membuat orang merasa pasif. coba direnungkan baik baik. dengan menyebar kan uang tidak sama dengan menyebar kan benih. klo kita menyebarkan uang so pasti semua orang pasti akan mengharapkan hujan uang tiap hari. betul tidak ?.tapi klo yang kita tebar adalah benih manusia super baru dapat kita pastikan bebrapa tahun ke depan mata dunia akan menyoroti indonesia. tapi manusia ini hanya dimiliki oleh orang yang bernama Rasulullah SAW saja saja. beliau menyebr ilmu tanpa harus membyar. bagaimana dengan TDW ? hmm mudah2aan saja..

114. Lutfi Istofa - February 19, 2009

Kalo membaca semuanya susah juga ya…. Tapi aku sedikit komentar yah…

saya setuju dengan komentarnya Mas Arief ama mas Dony, ya… namanya orang ada baik dan ada buruknya…
walaupun kegiatan itu ada sebagian yang mengatakan buruk itu bukan berarti seluruh kelakuan TDW juga buruk,

Yang yang baiknya kita terima aja seperti memotivasi orang. Karena memotivasi itu sulit lho…

Di dunia ini yang saya ketahui sangat jarang orang yang mengatakan kita “Jalankan Bisnis, kamu akan berhasil” mungkin termasuk orang tua sendiri yang lebih mengutamakan anaknya kerja di perusahaan maupun jadi pegawai negeri….

Sehingga perlu adanya TDW untuk menyemangati para entrepreneur… Sehingga bila banyak entrepreneur yang sukses bukannya makin banyak lagi lapangan pekerjaan

Adapun bila memang tindakan itu jelek ya bukankah lebih baik kita maafkan. Mungkin beliau khilaf dan ga nyangka perbuatannya menjadi kontraversi kaya gini…

Yah pokoknya intinya satu… Jangan fokus ama kesalahan orang lain sehingga kita melupakan untuk membangun diri kita sendiri

115. steve - February 23, 2009

ga ngurus pak tung dibilang apa…
kan namanya manusua ada plus minus
aku ga akan tiru cara nyebar uangnya tapi
aku akan tiru caranya bagaimana menjadi sukses…

tapi aku ga ngambil ilmu dari dia tok! kan banyak yang lain ilmunya

so what gitu lho…

aku ngambil yang baik yang jelek aku ga ambil..

ANDA berhak ga setuju sama pak tung dengan caranya tapi anda tidak berhak mengatakan bahwa ilmunya salah dan ga pantes dibaca….

116. Bagas Karyadi - February 27, 2009

Dahsyat!!! Tuhan dahsyat!!!

117. aziz - March 1, 2009

Salam Dahsyat ..
Sekali lagi, tujuan bagi – bagi duit sudah sangat jelas yaitu untuk promosi buku, terbukti kan dalam sehari saja sudah laku 10511 buku. Plizz, anda mau terima silahkan, nggak juga no problem. Nggak penting kali…OK Bro !!!

118. Mur - March 4, 2009

pro dan kontra akan slalu ada..
tapi balik lagi, ini salah satu trick untuk marketing..
walhasil Anda pun membuat blog ini untuk marketing..
walau dikluarkan ga setuju dengan Pak Tung, ato sombong..

Anda membuat orang bertanya..
Wah, sapa tuh pak Tung? Wah, ngebagiin 100 jt? hujan uang? masa seh? bukunya apa seh? emang buku tentang apa? koq bisa bagiin uang 100jt? Hehe..

Walhasil, trick yang dia gunakan memang sudah tercapai.
Anda sendiri yang mempublikasikan TDW.. hehehe :)

119. sii wiinaa - March 5, 2009

hahhahahha….
it was great!!

120. Denny - March 10, 2009

Yup, inilah yang diinginkan Tung, apapun yang anda katakan, negatif, positif, dialah yang menuai hasil, hebat euy…salam dasyat buat pak Tung. Ini adalah salah satu contoh teori yang banyak dibilang orang cuma teori semata tapi berhasil dipraktekkan dengan luar biasa oleh Tung. Jadi intinya dikembalikan ke masing masing individu aja, bukankah hidup ini adalah pilihan. Dan yang pasti untuk menilai Tung, anda harus mengenal dulu. Saya rasa kalimat ” tak kenal maka tak sayang” masih berlaku kan?. Pak Tung, saya dah bantu nih testimoni, ntar dapet diskon seminar ya…….wakakakakaka

121. lama - March 15, 2009

iku semua bener ta???

122. Susilo - March 24, 2009

Takoan Kau

123. ricky - March 30, 2009

hem… jadi geli kalo baca semua komen…. keep semangat aja lah ya..

124. dee - March 31, 2009

ambil yg bagus, tinggalkan yang buruk… yukk.. amar ma’ruf nahi munkar lah yaa..
iAllah, setiap perilaku ada balasannya. ada sebab ada akibat.
ahhh.. jd ga jelas dech..
smangatt dech bwt smua :D

125. Handri - April 8, 2009

HeHeHe lucu yah… TDW yg bagi2 duit, eh malah banyak yg pada sewot… Manusia ga ada yg sempurna, termasuk yg baca blog ini,TDW, ortu lu, ortu gue, dll lah…. Tapi yg pasti kita bisa belajar dari kejadian itu, apapun profesi kita..Impossible is nothing…right !?!
Ayo deh tuk kita semua, kalau mau bangsa ini maju, lakukanlah yg terbaik yg bisa kita perbuat. Berfikir Revolusioner sangat brilliant kalee… memang lebih mudah berkomentar ketimbang bertindak… so kalau mau maju jgn cuma jadi komentator….tapi jadilah inspirator.
Kalau hidup ini adalah pilihan, pilihlah yg terbaik buat hidup kita,bangsa dan negara kita ini.. SUKSES INDONESIA KU… AMIIN…

126. budisis - April 15, 2009

tung = untung untungan
desem = demen nye mesem mesem
waringin = wara wiri masuk angin

127. bhakti - April 16, 2009

pasti ini yang bikin blok pasti pak Tung Desem Waringin sendiri, biar tambah ngetop.. kalau mau ngetop harusnya sebar uang lebih banyak lagi aja.. atau kasih ke saya langsung aja, oke Bos… butuh modal nieh buat usaha.. Thanks

128. jhon - April 16, 2009

Namanya juga usaha boss…. selama ga ada yang merasa di rugikan… jadi yahhh sah – sah aja kan…

129. c47hy - April 17, 2009

Jika saja engkau adalah Pak Tung dan Pak Tung adlh engkau, bagaimana tanggapanmu?

Apakah selama ini dia telah membuat hal yg tidak berguna, menyinggung dan menjelek jelekkan kita?

Jika ia, mengapa sampai sekarang dia masih sukses walau umurnya juga semakin lanjut?Tidak seperti engkau yg msh skrg tidak bisa seperti dia, Betul tidak??

Jgn engkau semakin iri karena anda akan semakin ingin untuk membuat org kalah dgn cr curang. Bercermin diri kamu dahululah sebelum menyatakan seseorang itu.

Wahai para komenter..setuju dgn Pernyataan Aku???

130. uzi - April 25, 2009

hihihi…seru liat coment2 yang beraneka macam…tapi inilah nyatanya, betul kata bapak suhari,,pasti ada pro dan kontra, dan itu tidak salah..tergantung dari sudut pandang mana ente2 semua melihatnya….dari sinilah kita jadi tahu, dan mungkin penulis blog ini menjadi semakin banyak masukan/kritikan atau apalah namanya…yang pasti inilah sebuah forum…

131. bagas- - July 17, 2009

pak btuh modal neh, bntuin donk!!!
bwat bkin usaha t-shirt.

132. guderian - November 1, 2009

maju tdw… pada sirik itu yang ngehina…

jimi - February 2, 2010

menurut saya cara itu memang kurang relevan tp yg pst di samping promosi jg bantu masyaraket,.

133. goblok - November 15, 2009

ya menurut aku, ya itu kan salah satu cara dia melakukan marketing trik…… ya ga usah dikomen lah… namanya juga marketing.. tapi menurut saya itu cara yg cerdas dari seorang TDW… klo orang goblok kan cuma bisa protes, tapi nol ide… sama kayak teman2ku yg barusan protes… ho.hoho

134. goblok - November 15, 2009

itu kan salah satu trik dalam marketing…. ga usah bnyak ptotes lah… justru itu ide yg baru, perlu menjadi bahan inspirasi bagi kita

135. irin - December 5, 2009

:)
menurutku artikel ini juga turut mendukung promosi buku tersebut…
wel, sbenernya si aku lagi cari2 ttg TDW.. emang sbenernya dia orang kayak gimana sih?
sering diomongin sama dosenku..

136. 1stdian - January 12, 2010

Gw ngebela yang buat tulisan ini, ini negara demokrasi bos, simpan omongan kasar kalian, yang punya tulisan ini nggak syirik, dia cuman prihatin dengan cara penyebaran uang seperti itu, menurut gw angka 100 juta masih terlalu kecil untuk orang kaya !!!, coba expose kalo dia adain kegiatan amal saja atau pembangunan rumah panti jompo, sekolah, rumah sakit atau rumah ibadah (itu baru gw salut, kenapa ia tidak lakukan karena uangnya nggak sebanyak itu……………….

dajjal - April 28, 2010

mau diberantas?

137. IBNU KURNIAWAN - January 31, 2010

gw suka TDW. dari cara marketingnya. pokonya mantep deh. dy bsa dpgil GURU oleh sbgyn orang. ya tp aku suka pendatmu tentang caranya melakukan promosi atas bukunya itu. yah bisa dibilang kurang etis lah. apa yah yg ada di otaknya ketika dya menyebarkan uangnya itu???

138. Rosy Prihananto - February 1, 2010

Orang Yang suka menghina, menghujat dll (yang negatif), biasanya merasa dirinya paling sempurna….padahal……..(silahkan dilanjutkan sendiri). Berbuatlah dimulai dari diri anda sendiri. Jangan merasa sok sempurna……(semakin anda merasa sempurna semakin anda jauh dari kesempurnaan)……Lakukan apa yang bisa anda lakukan. SUKSES BUAT SEMUA……

139. MLARATABADI - February 1, 2010

YANG PRO PASTI DAPAT UANG SEBARANNYA YANG KONTRA PASTI GAK DAPAT UANG SEBARANNYA ………. BIASAAAAAA ….!!!!!

140. Aa - March 7, 2010

Mantap Kabeh!
aku juga mikir2 jangan-jangan yang nulis ini juga tangan kanan yang pake strateginya TDW… biar tambah tenaaaar… gitu lho… Kayak Dani Dewa yang nyleneh bikin logo di albumnya bertuliskan Allah… Mantap! Aku suka cara-caranya marketingnya… yg penting kita bisa buka mata, buka hati. Bisa memberikan yang terbaik untuk semua. Key?

141. tred goblok - March 30, 2010

nenek jg bs rebutan udit ny bro..
nama ny d tebar ya uang ny k mn2..
emang preman tngn ny sribu…
itu mala cara marketing yg handal dan kreatip n pertama x ny tu..
testi yg sok pintar,apakah mampu membuat market yg dasyat kek pak tung…
loserrrr

142. koko - June 4, 2010

Salut !!! YOU ALWAYS BE MY IDOL.
Bagi yang ngak mau baca bukunya I feel sorry. Dont jugde the book from the cover. Kalo tau isinya maka Anda akan menyesal. Ngak mau baca bukunya karena ngak punya uang untuk beli. Kan bukunya mahal

143. donny rahman - July 6, 2010

Mungkin bedanya gw sama penulis blog ini adalah gw tau dulu siapa itu TDW, beli bukunya dan dapet videonya dari temen, gw menikmati ilmu yang diberinya tanpa ada asumsi negatif apa-apa dan sedikit banyak merasakan manfaatnya. Baru kemudian baca kejelekannya dari blog ini.

Sementara penulis blog ini memulainya dengan sifat suudzon (berburuk sangka) dengan figur TDW, bahkan tidak sudi sama sekali membaca bukunya…suatu acuan sifat yang tidak boleh dicontoh oleh anak cucu kita nanti.

Semoga penulis lebih dewasa dalam memilih topik tulisan, daripada membuat tulisan yang bersifat personal dan provokatif lebih baik membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya dan orang lain.

Saran saya, bacalah buku/video THE SECRET (Law of Attraction), “Anda menarik apa yang menjadi fokus pikiran anda, anda berfokus hal negatif tentang seseorang dan hanya akan menarik hal negatif kembali kepada diri Anda sendiri”.

Salam.

144. amri kurniawan - August 8, 2010

marketing dasyat aja klu menurut aku..

145. iwil - August 8, 2010

Alaaahh….
saya mah udah beli.
Lagian saya seneng baca buku.

146. Anang Listy - August 31, 2010

Inilah gaya promosi seorang Motivator… !!!,
Yang bilang itu nyumbang jelas salah dong, lha wong jelas itu hanya promosi koq dibilang nyumbang, he..3x.
hayo yang ngerasa dilecehkan acungkan tangan!, lho koq pada bengong…hik..3x, berarti gak ada yang ngerasa dilecehkan to?
Gini lho… sodara2, bangsa kita ini tidak dilecehkan orangpun sebenarnya sudah melecehkan dirinya sendiri, mau bukti?, berapa banyak besi rel KA yang hilang hingga terjadi insiden maut?, berapa banyak baut jembatan Suramadu yang hilang sebelum diresmikan?, yang terima BLT didaerahku tergolong cukup jika dibandingkan tetanggaku yang lain, tapi mereka enjoy aja menerimanya, pokoknya banyak deh, coba kita tangkap pesan moralnya Pak Tung dari sisi yang berbeda, Pak Tung mungkin juga ingin ngomong begini :”Beginilah sodara2, kalo kamu kaya bisa kayak gini(sambil nyebarin uang), oleh karena itu ayo semua pada kaya biar bisa bagi2 duit buat sesama”.
Sorry, kasih komentarnya panjang banget dan terlambat, habis baru punya laptop sendiri dan baru belajar internetan, semua perubahan yang aku punya ini adalah dibangun setelah aku ikut seminarnya pak Tung pada Agustus 2009 di Empire Palace, Surabaya, disanalah aq termotivasi memiliki semangat kerja luar biasa.
Terimakasih Pak Tung,, SALAM DAHSYAT !!!

147. ilham - September 3, 2010

Itu namanya Trik Promosi………
Di dalem bukunya ada kok…. TRIK PROMOSI ALA GILA … MANJUR 200%

LIAT SEKARANG…………. SAYA BAHKAN TAKJUB DENGAN MOTIVASI TDW SAAT DI PATI

SALAM DAHSYAT!!!!!!!!!

148. nandang - September 18, 2010

SETUJU SETUJU SETUJU TOP BGT DCH BUAT TDW, kalo yang gak mau beli bukunya ya terserah loe loe pade lah gak ada yang maksa koq gk usah di gembor2 dpan org gk mau beli bukunya TDW emang gwa pikirin, emg TDW pikirin jg? kalo masalah hujan duit itu kan dia mau praktekin skaligus contohin ternyata kalo memberi itu tidak perlu ikhlas, memberi ya memberi aja jgn nunggu ikhlasnya krn ikhlas itu klo kita memberi sedikit dan memberi yg sudah gk kita pakai lg… salam sukses buat TDW

149. nazaruddin - September 24, 2010

saya dari ujung sumatra sangat ingin mengikuti seminarnya pak tung..
banyak audio pak tung sudah saya dengar, bnyak buku sudah saya baca..
salam dasyat

150. Ahmad - October 3, 2010

@BUKAN TUNG DESEM WARINGIN : GINI KALO SIRIK, BISANYA CUMA JELEK-JELEKIN ORANG, GA NYADAR APA SENDIRINYA UDAH BAIK ATAU BELUM… DASAR ORANG INDONESIA, BISANYA CUMA NGERUMPI… BLOG KAYA GINI AJAH BANYAK YANG KOMEN, SEMUA EMANG GA NYADAR YAH… DOSA SEOLAH DAH TIADA… ASTAGFIRULLAH… MUDAH-MUDAH YANG PUNYA HPUS NI POSTING TAK BERGUNA, DAN PEMBACA GA PERLU BACA… INI JELAS SAMPAH… TULISAN YANG TIDAK MEMBERI MANFAAT… MAAF, BUKAN KARENA SAYA PENGEN NGEBELA TUNG DESEM WARINGIN YAH, TAPI SAYA PEDULI KE AKTIFITAS BLOGGING… TOH BERIKAN LAH YANG BERMANFAAT… APA SIH GAN UNTUNGNYA BUAT AGAN NGOMONGIN ORANG KAYA GINI? CUMA NAMBAH DOSA DOANG KAN…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>