Demo mahasiswa semakin nggak simpatik, ya?

Dari KORAN TEMPO Rabu, 25 Juni 2008 halaman A2:
Jefry Silalahi, Ketua Panitia Nasional Lintas (Tali) Generasi, mengatakan kerusuhan di depan gedung DPR merupakan akumulasi kemarahan masyarakat akibat kenaikan harga BBM. “Ya, wajar saja yang namanya marah,” kata Jefry. Menurut dia, aksi ini didukung perwakilan organisasi intra dan ekstra kampus dari 22 provinsi.
Foto: Wahyu Setiawan (TEMPO)


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Posted by evold on January 9, 2009 at 16:53
indonesia__________________________hancur
ptinggi mkin kaya
rakyat mkin mlata ta berharga
Posted by kemal on September 8, 2008 at 23:53
tau gak gw orang yang terlibat langsung dipoto itu,coba tebak gw yg mana? yg jelas gw mahasiswa idealis,bukan orang2 bayaran kemal 94063213/085711158751
Posted by zaenal on July 9, 2008 at 10:14
ikut nimbrung,
saya juga mantan mahasiswa, dulu waktu kuliah sering didatangi oleh mereka yang katanya aktivis kampus, diajak demo. padahal sedang ada di dalam kelas dan sedang belajar, tapi dengan seenaknya mereka bawa toa masuk dalam kelas, teriak-teriak, ga’ peduli dengan dosen yang sedang mengajar. bagaimana ini.
tidak respek dengan dosen, bagaimana bisa dapat ilmunya.
Posted by pudakonline on June 29, 2008 at 09:05
Hm… mahasiswa, kadang dipuja, kadang dicerca!
*wah.. bukan membela siapa-siapa loh*
Posted by sapimoto on June 26, 2008 at 16:29
Bikin rusuh, bikin warga yang lain cemas dengan ulah anarkhisnya….
Posted by Ariston on June 26, 2008 at 14:57
Yah.. namanya mahasiswa lagie tumbuh dewasa. Tp kita telaah lagi. Setelah sekian lama LSM dan masyarakat demo damai, tanggapan pemerintah tidak ada yang nyata tentang kenaikan BBM.
Tapi setelah demo anarky dari mahasiswa di gedung DPR/MPR pada tanggal 25 Juni 2008. Barulah dewan2 yang kita “HORMATI” di DPR/MPR membuat keputusan dengan pengeluaran angket.
Apakah harus diberikan demo kekerasan seperti tanggal 25 Juni 2008 baru pemerintah mengambil keputusan. Saya yakin demo damai dapat dilakukan oleh segenap aspek masyarakan, tapi kembali apakah pemerintah akan menanggapinya?
TANYA KENAPA?
Posted by arnia on June 26, 2008 at 13:49
Demo…Demo…Demo…
Inikah bunga2 dan buah demokrasi yang ditanam oleh para pendiri bangsa kita dulu?
Kok buahnya terasa pahit yakss :(
Posted by dudi on June 25, 2008 at 21:36
kampungan banget demo-nya. malu-maluin. gitu pake dalih mahasiswa. ent*t ah…. :D
Posted by Hedi on June 25, 2008 at 21:05
ah mahasiswa model apa itu…
Posted by Ben on June 25, 2008 at 20:05
eh, fotonya jadi keren karena ‘efek’ water cannon…
Posted by Damian on June 25, 2008 at 17:16
He he he, Anak anak mantan genk tawuran aja kok dibilang mahasiswa. Mereka itu udah terbiasa tawuran ketika SMA, kemudian setelah jadi mahasiswa membuat rusuh sebuah demo menjadi hal yang biasa.
Posted by Vincent Teo on June 25, 2008 at 17:08
Eh, kemarin ketika demo itu ada mahasiswa yg ditabrak terpelanting sampai 3 meter. Anehnya, dia sama sekali tidak menderita geger otak. Ternyata setelah dokter memeriksa kepalanya, dia memang terbukti tidak punya otak. Hahahaha …
Posted by jalansutera on June 25, 2008 at 17:03
#15 – avianto
Saya nggak yakin semuanya mahasiswa. Masa ada mahasiswa S1 yang meninggal itu umurnya 27tahun. Wah! Mahasiswa abadi dia…
Syafi’i Ma’arif: Awas Demonstrasi Jadi Mata Pencaharian —- Kerjaan kok jadi demonstran. Cepetan lulus ajah, terus coba cari kerja.
Posted by avianto on June 25, 2008 at 16:19
Yakin tuh kalau semuanya mahasiswa? Benar-benar YAKIN? Atau karena koran atau media bilang begitu terus kita bilang mereka ‘mahasiswa’?
Sekali lagi, YAKIN?
Posted by aaulia on June 25, 2008 at 15:05
Kok sekarang saya melihat kampus-kampus (mahasiswanya umumnya) ini seperti tawuran gank sekolah jaman dulu cuman ini dalam skala lebih besar dan bukan saling serang tapi udah ada targetnya (pemerintah), sapa yang lebih brutal, itu yang menang (atau dihormati mungkin anggapan mereka). Jadi nilai nasionalisme, patriotisme dan keadilan dalam anggapan mereka adalah seberapa kuat mereka ‘perang’ lawan pemerintah. Kalaulah mau memperbaiki keadaan bangsa khan bisa pake dialog, kalo mentok, ya belajar lah yang baik, pemerintah sekarang khan manusia juga, pasti ada umurnya, ntar juga mati, tinggal mahasiswa-mahasiswa ini yang nanti menggantikan. Jangan sampe ini jadi lingkaran setan, waktu mahasiswa rajin demo, waktu udah naik rajin korupsi dan sering didemo mahasiswa.
Posted by joko supriyanto on June 25, 2008 at 14:53
mungkin mreke punya anggapan kalau ndak brutal ndak di dengar, dan ndak jadi perhatian public :D
Posted by F4T80YS on June 25, 2008 at 14:45
apalagi kalo yang demo ternyata mahasiswa pemakai narkoba….. sok mbela rakyat…. mending urus diri sendiri dulu deh….
Posted by jalansutera on June 25, 2008 at 14:44
#10 – haikal
sebelumnya tertulis 26 Juni. Seharusnya 25 Juni. Haikal benar, saya salah. Maaf. Sudah saya koreksi. Thanks Haikal.
Posted by haikal on June 25, 2008 at 14:30
tapi kan..
hari ini masih tanggal 25..
?
Posted by Ojat on June 25, 2008 at 13:34
mahasiswa, pejabat, ah, sama aja
Posted by Affan on June 25, 2008 at 12:58
Katanya mahasiswa itu pakai otak, kok nggak beda ama tukang becak yg pake otot… mending balikin aja semua uang sekolahnya dari SD, SMP, SMA, sampe kuliah itu, kasihin ke tukang becak, biar anak2nya bisa sekolah…
Posted by Rizal Akbar on June 25, 2008 at 12:37
Mayoritas demo mahasiswa saat ini bukan lagi untuk menyuarakan suara rakyat…tapi jadi ajang pembuktian diri dan show off di antara para mahasiswa sendiri…
banyak juga mahasiswa yang saat ini menjadi “besar kepala” karena telah menyandang gelar “mahasiswa”, dengan gelar itu mereka percaya berarti apapun yang mereka lakukan adalah benar, dan pihak yang mereka pojokkan pasti salah !!
memang sayang sekali….
Posted by Donny Verdian on June 25, 2008 at 12:27
Ngga bisa dibedakan mana mahasiswa dan mana yang bukan…
Harusnya anak-anak UNAS dipertemukan dengan para siswa IPDN aja biar seru :)
Sayang seribu sayang …
Posted by Anjar Priandoyo on June 25, 2008 at 12:20
iya, sedih sekali lihat demo seperti itu.
*btw akismetnya dah 1 digit ya, horee ngitungnya jadi guampang :D
Posted by Patrick on June 25, 2008 at 12:06
memang, sangat disayangkan sekali. Intelektualitas mereka sebagai seorang mahasiswa tidak keliatan sama sekali, otot lebih dipilih daripada otak.
Posted by KiMi on June 25, 2008 at 11:32
Demo apalagi sih itu? *ketinggalan berita*
Posted by opr on June 25, 2008 at 11:25
Apakah masih pantas menyandang titel mahasiswa?
Banyak yang kuliah 7 tahunan gitu..
Bukan menjelekkan yang sudah meninggal sih, tapi Maftuh yang meninggal itu mahasiswa angkatan 2000 (atau 2001?) fakultas Ekonomi. Kemudian berhenti (atau DO?) dan pindah ke Bahasa Asing angkatan 2003.
Temennya yang demo palingan juga banyak yang seangkatan dia.
Sudah gak pantas disebut mahasiswa lagi (masih pantas kalau mahasiswa S2).
Mereka sekedar klaim “mahasiswa” demi memperoleh legitimasi “demo oleh kaum intelektual”.
Yang jelas, mahasiswa yang intelek tidak demo dengan kerusuhan. Dan yang demo rusuh, bukan mahasiswa yang intelek.
Dah gak ada bedanya dengan preman.
Posted by Vavai on June 25, 2008 at 10:23
Kalau demo seperti ini, simpati masyarakat bisa luntur. Sayang sekali.