jump to navigation

Evolusi June 17, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
15 comments

Gubrak!

evolusi

Pertanyaan keponakanku yang masih kecil ketika membuka-buka buku pelajaran milik kakaknya.

“Om, kenapa sih bapak-bapak ini selalu diikutin sama orang hutan dan monyet?” katanya sambil menunjuk ilustrasi evolusinya Charles Darwin.

Tornado June 17, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
14 comments

Jam makan siang, jam main-main

Jam makan siang, nih. Saatnya bermain-main dengan browser, ah. Ya, mari mainan javascript menggunakan browser. Gimana caranya:

  • Pertama, arahkan mesin perambanmu ke halaman pencarian gambar Google. Misalnya, carilah gambar mobil di sana.
  • Kedua, copy paste kode javascript dari sini ke kolom URL di mesin perambanmu
  • Ketiga, tekan enter
  • Keempat, lihat hasilnya. Sebuah tornado yang berpusing-pusing akan muncul di monitormu. Tornado itu menyedot semua mobil yang berhasil ditemukan oleh Google. Keren, ya?

Selamat mencoba dan selamat makan siang…

17 Juni 2008 June 17, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
11 comments

Mereka menggunakan patokan waktu yang mana sih?

Forefox 3 World Record

Maksud hati siang ini saya ingin mendownload Firefox versi 3. Mozilla menetapkan tanggal 17 Juni 2008 sebagai ajang pemecahan rekor dunia sebagai software yang paling banyak didownload dalam satu hari. Ternyata, meskipun kita sekarang sudah masuk tanggal 17 Juni, link untuk mengunduh mesin peramban versi terbaru itu belum aktif. Oh, artinya Mozilla menggunakan waktu Amerika sebagai patokan karena kantor Mozilla ada di Mountain View, California yang beda waktu delapan jam dengan GMT. Bersama sekitar 6 ribu orang lain dari Indonesia, saya akan mendownload dan menggunakan si Rubah Api hari ini.

Duh, harus bersabar nih…

Untuk mengetahui jam berapa sekarang di California, silakan tanya ke Google saja. Di atas hasil pencarian itu ada gambar jam weker dan waktu lokal di California.

Update: untuk tahu dengan pasti kapan bisa download, lihat gambar Firefox Download Clock ini. Karena waktu Bangkok sama dengan waktu Jakarta, maka kita baru bisa mulai donlot pada pukul 00.00 nanti malam.

Gorila Cewek, Gorila Betina June 16, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
9 comments

Ada cewek mau nemenin gorila

Sebuah berita nongol di Kompas.com siang ini. Judulnya “Gorila Ragunan Segera Ditemani Cewek“. Pertama kali membaca berita itu, saya terkesima. Wah, ada cewek hebat nih yang berani menemani seekor gorila (jantan) di kebun binatang Ragunan. Hmmm, mungkin ini cewek yang nekad. Atau dia cewek yang terlalu lama menjomblo, putus asa dan akhirnya menyerahkan hidupnya ke pelukan seekor gorila (jantan).

Tapi, baru satu paragraf berita itu saya baca, sangkaan saya salah seratus persen. Tidak ada cewek yang akan menemani gorila (jantan) itu. Yang ada adalah gorila-gorila betina dari Howlett Zoo di Inggris yang didatangkan ke kebun binatang Ragunan untuk menemani gorila (jantan).

Ini masalah pilihan kata. Setahu saya, kata cewek itu untuk menunjukkan orang berjenis kelamin perempuan. Kata ini biasanya lebih banyak dipakai oleh kalangan muda untuk menunjuk perempuan yang masih muda juga. Jadi, tidak ada cewek yang berumur, katakanlah, 60 tahun. Perempuan seumur itu tidak pantas disebut cewek, kecuali yang menyebutnya ingin menghina nenek-nenek. Pasangan kata cewek adalah cowok. Pro dan kontra penggunaan dua kata ini sudah sering kita dengar. Namun, nampaknya itu semua tidak menghalangi penggunaan kata cowok dan cewek oleh anak muda sekarang.

Sementara itu ada kata yang tepat untuk menunjukkan jenis kelamin hewan, yaitu jantan dan betina. Oh, ya… kata jantan dan betina juga dipakai dalam ilmu biologi: bunga jantan, bunga betina.

Lalu, mengapa wartawan itu menggunakan kata cewek untuk menunjuk gorila berjenis kelamin betina? Jangan-jangan si pewarta itu begitu terpesona dengan wajah gorila betina itu sedemikian rupa sehingga tidak bisa membedakan mana yang gorila dan mana yang cewek. Hahahaha… Ada-ada saja nih KOMPAS.

Disusupi “Roy Suryo” kok Dibiarkan? June 13, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
18 comments

Ada apa dengan webmaster KPU Jatim?

Roy Suryo

Saya heran sekali melihat situs KPU Jatim. Hari ini situs itu dihack oleh seseorang. Beritanya saya baca di situs Detikinet pada sekitar jam 10.30 WIB pagi. Karena Detikcom salah satu portal berita utama di Indonesia, saya berasumsi bahwa para pejabat di KPU Jawa Timur langsung mengetahui adanya penyusupan ini. Kalaupun mereka sedang tidak online, paling tidak ada orang yang memberi tahu bahwa “Roy Suryo” telah menyusup masuk ke dalam situs itu dan menempatkan gambar di halaman depan.

Oalah, ternyata saya salah. Sampai saya menulis blog ini sekitar jam 15.30-an situs KPU Jatim itu malah disusupi “Roy Suryo” bersama Tiara Lestari, model telanjang dari Indonesia itu. Dalam waktu lebih dari tiga jam situs itu berada dalam genggaman hacker. Saya memaklumi seandainya kejadian ini berlangsung pada malam hari dan sebagian besar dari kita tidur. Tapi, penyusupan ini berlangsung pada siang hari dan dibiarkan tanpa ada perubahan apapun. Parah bener nih webmaster KPU Jatim.

Kemana nih webmaster KPU Jatim? Apa sulitnya menghapus file-file itu dan mengganti password untuk login ke CMS? Jangan-jangan webmaster situs itu bukan orang KPU Jatim sehingga sekarang pihak KPU masih mencari-cari webmaster outsource, ya?

Niche Market June 9, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
18 comments

A niche market may be thought of as a narrowly defined group of potential customers

niche market

Tiga orang gelandangan yang tidur-(tiduran) di depan sebuah mesin ATM entah di mana ini tahu benar apa itu niche market. Siapa sih orang yang datang ke ATM? Kemungkinan besar orang datang ke mesin itu karena punya uang. Entah itu untuk mengambil uang tunai beberapa lembar miliknya yang disimpan di bank, atau sekedar membeli voucher telepon seluler. Atau orang datang ke anjungan tunai mandiri untuk mentransfer uang ke rekening orang lain.

Ya, ketiga kere itu paham benar bahwa mereka tidak perlu ngemis di jalanan, berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Itu cuma menghabiskan energi saja. Lagipula belum tentu setiap pintu yang diketuk mau memberikan sedekah. Ah, inilah Indonesia.

Untunglah mereka punya akal yang brilian. Cukuplah mereka tiduran di emperan ATM dan menunggu dermawan memberikan limpahan rejeki pasca menarik uang kontan di mesin pintar itu. Hmmmmm, saya yakin ketiga orang yang “lesehan” di lantai itu tidak paham dengan berbagai istilah ekonomi masa kini yang canggih macam niche market, blue ocean, economy of scale, marketing effectiveness, market dominance, point of sale dan seterusnya. Namun secara insting mereka paham bahwa tempat terbaik untuk mencari dermawan adalah di depan mesin ATM.

Hohoho… inilah lokasi paling strategis. Bahkan ketiga orang itu tidak perlu membuka mata untuk mendapatkan “penghasilan”. Inikah yang oleh banyak marketer kelas dunia disebut sebagai “passive income”? Silakan Anda jawab saja pertanyaan saya ini.

Foto: Lukas B. Wijanarko/Borneo Tribune

Deddy Corbuzier vs Roy Suryo June 4, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
44 comments

Hayo, siapa yang menang kalo Deddy tarung lawan RS?

Roy Suryo & Deddy Corbuzier

Eh, Anda pasti sudah mengenal mereka berdua, khan? Deddy adalah seorang mentalist ternama. Berbagai aksinya sudah pernah kita lihat di televisi: menekuk sendok tanpa menyentuh, main tebak-tebakan angka dan lain-lain. Mentalis bergaya kaisar Ming dalam Flash Gordon itu juga pernah mengendarai mobil dengan mata tertutup. Lima tahun lalu Deddy juga pernah menebak headline KOMPAS sebulan sebelum koran itu terbit. Hebat, khan? Padahal ketika itu Deddy cuma yakin 90% saja. Ckckckckck!

Lalu, Roy Suryo kita juga sudah tahu. Dia adalah PAKARRRR telematika yang tidak mau punya blog. Apa “prestasi” yang sudah ditorehkan oleh pangeran dari Yogyakarta ini? Seandainya dia punya blog, saya bisa dengan mudah membuat daftar prestasinya. Sayangnya, karena dia nggak punya catatan resmi versi dirinya sendiri, saya jadi kesulitan. Halah, nggak usah saya jelaskan di sini. Terlalu banyak untuk disebutkan! Nanti blog saya malah kepenuhan daftar “prestasi” yang sepanjang jalan kenangan itu.

Lalu apa hubungan antara Deddy dengan Roy? Gini nih ceritanya…

Syahdan, Deddy kini berencana membuat sebuah acara. Dia akan menebak sebuah fenomena dunia yang akan melibatkan banyak pihak dan negara. Kejadian itu akan ditebak Deddy pada 6 Juni 2008 mendatang. Pada tanggal itu di Kemang Deddy akan merekam prediksinya di atas sebuah kaset. Lalu, kaset berisi ramalannya itu akan disimpan di sebuah tempat yang dijaga oleh polisi 24 jam penuh per hari selama satu bulan. Nah, pada 6 Juli 2008 kaset rekaman itu akan diputar untuk mencocokan antara fenomena yang sudah terjadi dan prediksi yang dilakukannya sebulan sebelumnya. Berdasarkan ilmunya, Deddy 100% merasa yakin prediksinya akan tepat.

Lalu, apa dong hubungannya dengan tokoh fenomenal kita yang bernama Roy Suryo itu? Sabar dulu dong…

Ternyata, event yang akan digelar oleh Deddy itu diragukan oleh Roy. Pakar telematika itu bilang itu hanya sebuah trik atau bisa juga menggunakan alat canggih. Berdasarkan kajian ilmiahnya Roy memprediksikan Deddy akan menebak hasil pertandingan olahraga yang melibatkan 16 negara, dan finalnya akan berlangsung pada 29 Juni. Oh, maksudnya sepakbola Piala Eropa itu, ya, Roy? Siapa pemenangnya, gitu?

Menurut saya sih Roy hanya memprediksi apa yang akan dilakukan oleh Deddy. Padahal Deddy memprediksi fenomena yang akan terjadi satu bulan mendatang. Jadi, ini sih namanya “jaka sembung naik ojek” alias “nggak nyambung lah jek!

Kalau memang Roy berani bersaing melawan Deddy, seharusnya Roy merekam prediksinya sama seperti yang dilakukan oleh Deddy. Lalu pada 6 Juli mendatang kaset Roy dibandingkan dengan kaset Deddy. Jika prediksi Roy sama dengan Deddy, berarti Roy memang hebring. Kalau tidak, berarti ya Roy memang tidak hebring. Hihihi… Ah, Roy emang pintar cari sensasi, kok.

Menurut Anda, lebih hebat mana: Roy Suryo si pakarrrr telematika atau Deddy Corbuzier sang mentalist?

Hujan Uang Tung Desem Waringin June 2, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
102 comments

Jangan beli buku Marketing Revolution karya Tung Desem Waringin!

tung desem waringin

Tung Desem Waringin, motivator yang belum pernah saya ikuti seminar maupun bukunya, kemarin menyebar uang Rp100juta di atas kota Serang, Banten. Dari sebuah pesawat Cessna yang melintas, motivator berkepala botak separo ini mengucurkan uang kertas pecahan Rp1000, Rp5000 dan Rp10.000. Mengapa dia melakukan itu? Intinya adalah promosi bukunya yang tidak akan saya beli: Marketing Revolution.

Di tengah kegalauan masyarakat yang terhimpit kenaikan harga BBM dan juga harga kebutuhan pokok, hujan uang adalah mimpi yang diharapkan oleh banyak orang. Kemarin Achmad Zaini Suparta sudah memberikan sinar benderang di tengah kegelapan. Bualannya yang mengatakan dia punya duit yang besarnya 20 kali APBN Indonesia jelas omongan kosong yang tidak perlu kita dengarkan.

Kali ini, seorang motivator menyebarkan uang Rp100juta dari langit seolah-olah dia adalah dewa penolong bagi masyarakat. Padahal, aktivitasnya ini tidak lebih daripada kegiatan marketing yang lain seperti: memasang iklan di media massa, memasang umbul-umbul di pinggir jalan, membuat happening art di perempatan jalan, membagikan sample produk di pasar becyek dekat pangkalan ojyek dan seterusnya.

Saya pikir kegiatan Tung Desem Waringin yang membagikan uang itu adalah bentuk kesombongan orang kaya saja. Apakah hujan uang ada manfaatnya? Well, bagi orang seperti Tung Desem Waringin pasti ada. Namanya kini berkibar-kibar di media massa. Aktivitasnya diliput dengan biaya yang minimal sekali. Dibandingkan biaya pememasangan iklan reguler, liputan hujan uang tentu jauuuuuuuh lebih murah. Tapi, apakah hujan uang berguna bagi orang-orang yang ada di bawah?

Menurut saya aktivitas itu tidak ada gunanya sama sekali bagi orang bawah. Hujan uang membuat nenek-nenek lari-lari lintang pukang tak tentu arah. Di tengah kegirangan banyak orang, seorang nenek yang meninggalkan barang dagangannya untuk merebut uang adalah kesia-siaan semata. Dia pasti akan kalah bersaing dengan preman pasar, pemuda gagah, sopir angkot, dan ibu-ibu muda. Yah, begitulah jadinya jika hujan uang ada di depan mata: kekacaubalauan!

Kalau memang Tung Desem Waringin ingin mendapatkan liputan media massa dengan “modal” Rp100juta, masih banyak aktivitas lagi yang pasti akan diliput media. Misalnya: Tung Desem Waringin memanjat menara telekomunikasi tanpa mengenakan baju, tanpa tali pengaman. Lho, bagaimana kalau jatuh? Aha, bukankah liputannya akan semakin luas? Bagaimana kalau dia terpeleset lalu keseleo? Nah, apakah Tung Desem juga memikirkan ada nenek-nenek yang keseleo gara-gara berebut uang?

Apakah saya mau membeli buku Marketing Revolution karya Tung Desem Waringin? Wow, diberi pun saya tidak akan baca! Nggak usah pula mengeluarkan uang untuk membeli sebuah buku yang memicu aktivitas gila berbentuk hujan uang di tengah rakyat miskin. Kelaut saja deh…