jump to navigation

Vladimir Odoevsky July 31, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
19 comments

Dua abad yang lalu dia sudah meramalkan adanya blog!

Nama lengkapnya adalah Vladimir Fyodorovich Odoevsky. Dia adalah seorang pangeran dari Rusia. Lahir ada 13 Agustus 1803, Odoevsky dikenal sebagai seorang pemikir, penulis, kritikus musik, filantropis, dan ahli pendidikan dari Rusia. Dia juga pernah menjadi wartawan pada suatu saat dalam hidupnya pada sekitar tahun 1824.

Ada yang menarik dari orang yang lahir lebih dari dua abad yang lalu ini. Odoevsky dalam sebuah novel yang ditulisnya menyebutkan aktivitas yang kini kita kenal sebagai blogging. Dalam novel itu dia juga “meramalkan” adanya internet. Wah, dia benar-benar seorang visioner, seorang yang “ngerti sakdurunge winarah“.

Novel yang berjudul “Year 4338: Letter from Petersburg” atau dalam bahasa Rusia “4338-i god: Peterburgskie pis’ma” ini sebenarnya adalah novel yang tidak sempurna. Dia meninggal pada 1869 ketika novel itu belum utuh.

Dalam novel itu, antara lain, dia mengatakan:

“Akhirnya, hari ini kita menerima jurnal rumah tangga dari perdana menteri, dimana kita, dan juga beberapa orang lain, diundang ke sebuah pesta malam. Anda perlu tahu bahwa di banyak rumah, terutama yang sudah terhubung dengan baik, jurnal seperti itu diterbitkan, menggantikan korespondensi biasa. …. Jurnal itu biasanya memuat informasi tentang baik buruknya keadaan kesehatan pemiliknya, berita keluarga, berbagai pemikiran dan komentar, penemuan kecil, dan juga undangan; jika itu undangan makan malam, juga dicantumkan menunya. Selain itu, untuk komunikasi darurat, rumah teman-teman juga dihubungkan dengan telegrap magnetik yang memungkinkan orang yang tinggal berjauhan untuk berbicara satu sama lain.”

Diterjemahkan dengan amat bebas dari kutipan di Wikipedia.

Hey, itu adalah tulisan orang DUA ABAD YANG LALU, bukan tulisan anak kemarin sore. Odoevsky benar-benar seorang yang jenius. Dia sudah meramalkan bahwa kita akan berbagi informasi lewat jurnal yang kini kita sebut sebagai blog. Bahwa kita sering secara narcis menuliskan status kita: sehat atau sakit. Bahwa kita akan menulis cerita dan berita tentang keluarga kita. Bahwa kita mengomentari jurnal orang lain dan sering menulis tentang penemuan kecil di jurnal kita sendiri. Dan, bukankah kini kita dihubungkan dengan kabel untuk mengakses internet dan ngobrol dengan sanak famili via telepon dan messenger? Ah, ternyata semua itu sudah diramalkan DUA ABAD YANG LALU.

Menurut Slobodan Sucur dari University of Alberta, selain meramalkan adanya blog dan internet, Odoevsky juga memprediksikan tentang perjalanan dengan pesawat, media penyimpanan permanen, dan gelas yang elastik (plastik). Wah, bener-bener ciamik nih.

Nah, mari kita meramalkan dua abad mendatang cucu-cicit kita ngapain aja, ya? Apakah mereka masih ngeblog seperti kita ini? Kelihatannya sih nggak, ya? Blog pasti sudah menjadi teknologi kuno pada dua abad mendatang. Ayo, apa prediksi Anda untuk masa dua ratus tahun di depan?

Ucapan Terima Kasih Seharga Rp.12.400.000 itu July 29, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
51 comments

Mahluk langka di bandara kita

Saya menemukan iklan di atas tampil di KOMPAS halaman 3 kemarin (28/7). Iklan BW itu sederhana saja bentuknya. Isinya pun cuma ucapan terima kasih belaka. Banyak iklan ucapan terima kasih yang sering kita baca di media massa.

Tapi yang ini lain.

Syahdan, Sanders Koswara dari Bandung kehilangan dompetnya ketika naik penerbangan Thai Airways. Ah, ini hal yang manusiawi khan? Ketika suasana ribut dan silang sengkarut, kita sering lupa meninggalkan barang milik kita. Entah itu dompet, handphone, buku, ballpoint atau barang mungil yang lain. Oalah, dompet Sanders tertinggal di pesawat.

Sanders pasti berpikir dompetnya itu akan hilang selamanya. Namun, tidak demikian adanya. Dompet itu kembali ke tangannya utuh, tanpa ada isinya yang menguap. Ini mengherankan. Jangankan dompet yang kecil (tapi biasanya isinya justru sangat berharga), tas koper pun sering digerayangi oleh tikus di Bandara kita.

Ah, tidak sia-sia juga kiranya Sanders memasang iklan setinggi 100 mm dan selebar dua kolom ucapan terima kasih seharga Rp.12.400.000 itu. Berderet nama orang disebut Sanders sambil mengucapkan terima kasih. Dari mulai Airport Service Manager (dari namanya dia kelihatannya dari Thailand, ya?) sampai Security Officer disebutnya seraya memohon agar Tuhan memberkati orang-orang yang baik hati itu. Dan Thai Airways pun mendapat pujian, khan? Wooo… ternyata masih ada orang jujur di negeri ini, ya? Pasti mereka mahluk langka, khan?

Anda pernah mengalami hal seperti yang dialami oleh Sanders? Atau justru barang Anda raib tak berbekas di terminal, airport, angkot atau tempat umum yang lain?

Tanda EK di KTP Koruptor July 23, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
Tags: ,
49 comments

Ini bisa bikin jera

Kompas hari ini menulis tentang usulan dari KNPI untuk membuat koruptor jera.

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Hasanuddin Yusuf mengusulkan, kartu tanda penduduk (KTP) pelaku korupsi, yang dipidana dan berkekuatan hukum tetap, diberi kode khusus yang menunjukkan yang bersangkutan eks koruptor (EK). Hal ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Hasanuddin, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, menegaskan, “Selama ini hukuman mati bagi pelaku korupsi tak pernah dan sulit diterapkan di Indonesia. Sebab itu, anggota KNPI mengusulkan agar memberikan cap EK bagi pelaku korupsi.”

Hasanuddin mengakui, usul itu memang kontroversial dan pemerintah bisa dituduh melanggar hak asasi manusia (HAM), seperti ketika eks tahanan politik (tapol) diberi cap eks tapol (ET) di KTP-nya. Namun, langkah itu perlu untuk menuntaskan pemberantasan korupsi.

Hmm…, usulan yang bagus jika dibandingkan dengan hukuman mati dengan cara dimutilasi. Iya, khan? Jadi, KTP siapa yang pertama kali diberi tanda EK nih…

Kring Kring Pos July 22, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
19 comments

Saya boikot lagu Kring-kring Pos

Untuk membuat Anya tertidur, saya sering mendendangkan lagu anak-anak. Bermacam-macam lagu anak sering saya bisikkan di dekat telinganya. Lama-lama si cantik ini akhirnya tertidur juga meskipun suara saya lebih sering sumbang daripada merdu.

Salah satu lagu yang sering saya nyanyikan adalah lagu tentang Tukang Pos. Liriknya singkat, isinya juga saya pikir bagus.

Begini nih liriknya:

aku tukang pos rajin sekali
surat kubawa naik sepeda
siapa saja aku layani
tidak kupilih
miskin dan kaya
kring kring pos

Biasanya Anya tersenyum mendengar saya menyanyikannya. Apalagi di akhir lirik saya sering menambahkan sebaris lirik lagi: Bannya gembos, karena mbledos. Kalau sudah begitu, si mungil Anya akan tertawa terbahak-bahak. Senang sekali rasanya melihat dia tertawa-tawa.

Tapi, kini saya ragu untuk menyanyikan lagu Tukang Pos ini setelah membaca berita kalau pucuk pimpinan tukang pos di negara ini ditahan karena korupsi Rp.40M.

Saya sekarang tidak akan mau menyanyikan lagu itu lagi, ah. Saya khawatir Anya nanti tahu bahwa tukang pos ternyata lebih rajin korupsi daripada ngantar surat. Lagipula, ngantar suratnya pasti khan tidak lagi naik sepeda. Korupsi Rp.40M gitu loch. Masa ngantar surat naik Ferrari? Nggak lucu ah. Saya juga yakin dengan korupsi sebesar itu dia tidak akan mau melayani siapa saja. Tukang pos yang korupsi ini pasti lebih memilih orang yang mau memberinya upeti. Hmmm…

Sejak saat itu saya memboikot lagu Tukang Pos. Begitu.

Jangan Matikan TV pada 20 Juli 2008 July 18, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
Tags: , ,
68 comments

Bukan dimatikan, tapi pilihlah acara televisi yang meperkaya batin dan otak kita

Ya, jangan matikan televisi. Jika sebuah acara televisi tidak mempunyai muatan pendidikan, bukan televisinya yang harus dimatikan. Carilah channel lain yang lebih berbobot.

Sinetron yang penuh dengan makian kasar, tangisan cengeng dan aksi di luar logika memang sebaiknya tidak dikonsumsi. Acara kontes nyanyi amatir antarkecamatan yang dimulai sejak maghrib sampai tengah malam memang harus dienyahkan dari ruang keluarga. Acara humor yang sering menghina orang dengan cacat tubuh juga harus hengkang dari layar kaca. Pun acara lawakan yang lebih sering mempertontonkan lelaki menggunakan pakaian wanita juga sebaiknya hilang dari pandangan kita.

Tapi, di luar itu semua televisi masih memberikan informasi yang kita butuhkan. Berita seputar korupsi yang dilakukan oleh wakil rakyat dan hamba hukum harus terus dipantau lewat televisi. Informasi cuaca pun sebaiknya tidak lepas dari perhatian. Televisi bukan hanya alat hiburan semata. Lewat kotak kaca ini kita juga bisa belajar tentang alam, kehidupan satwa dan tumbuhan, ilmu pengetahuan, ruang angkasa dan lain-lain.

Jadi, jangan matikan televisi pada 20 Juli 2008 nanti. Mematikan televisi selama SATU hari saja dalam setahun, namun selama 364 hari lainnya kita terus menonton acara sampah adalah sebuah tindakan naif. Silakan terus tonton televisi yang programnya memperkaya batin dan otak kita. Betul, acara sampah seperti sinetron itu memang harus dihindari, tidak hanya pada tanggal 20 Juli itu, tapi juga sampai kapanpun. Mari kita lebih selektif memilih acara. Silakan tonton televisi kapanpun juga.

Blogger Tertua Meninggal July 16, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
Tags: , , ,
34 comments

Blogger mati meninggalkan blognya

Blogger tertua di dunia, Olive Riley, meninggal dunia dalam usia 108 tahun pada Sabtu, 12 Juli 2008. Riley mulai ngeblog pada Februari tahun lalu.

Riley dianggap sebagai blogger tertua karena dia lebih tua 12 tahun dibanding Maria Amelia dari Spanyol yang pernah disebut-sebut sebagai blogger tertua. Riley lahir pada 1899 dan pada Oktober nanti sedianya dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 109.

Nenek asal Australia ini mempunyai 70 entri dalam blognya. Dia dibantu oleh seseorang yang memasukkan kata-kata ke dalam blognya.

Saya jadi ingat dengan postingan Paman Tyo, blogger senior kita itu, di Twitter. Dia menanyakan,”Maaf kalau kurang sopan. Berapa kali Anda menemukan blog yang pemiliknya sudah wafat? Pernahkah Anda membayangkan mati dan mewariskan blog?”

Hmm.. mau jawab bagaimana ya pertanyaan paman itu?

Bonus: Blogger Uzur

Limo Bike, Ojyek Eksekutif July 16, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
Tags: , , ,
35 comments

Kini eksekutif tak perlu malu naik ojyek

Bisa dibilang Jakarta sebenarnya punya moda transportasi yang lengkap. Ada yang ditenagai manusia, yaitu ojek sepeda di seputar Stasiun Kota dan becak. Ada yang ditarik hewan: delman di seputar monas. Ada kereta api. Ada taxi, angkot, bis umum. Dan kini ada ojek resmi eksekutif.

Adalah PT Ningrat Muda Mandiri, sebuah perusahaan outsourcing provider, yang menyediakan ojek khusus untuk eksekutif muda. Nama resminya adalah Ningrat Limo Bike. Apakah ini hanya untuk kaum ningrat saja? Halah, itu khan nama penyedia jasanya.

Ojek ini hanya akan beroperasi di kawasan bisnis Jakarta dan Bali. Jalan Sudirman, Thamrin dan Kuningan nampaknya akan menjadi sasaran utama operasional mereka di Jakarta.

Ojek yang menggunakan Piaggio Spy 125 dan GT 200 ini beda dengan ojek yang nongkrong di ujung-ujung gang. Kendaraannya jelas beda. Lalu, penumpang yang duduk di belakang juga diwajibkan memakai helm berkualitas tinggi serta perlengkapan berkendara lain seperti jacket, penutup kepala, penutup celana. Pengemudi ojek pun diseleksi dengan ketat. Kecepatan maksimalnya hanya 60km/jam.

Selain itu ojek ini juga dilengkapi dengan box untuk tempat laptop dan barang berharga milik penumpang. Oh, ya, penumpang dan pengemudi ojek juga dijamin dengan asuransi. Nggak usah khawatir terjadi kecelakaan. Semuanya sudah dikover oleh asuransi. Wah, keren nih.

Duh, tukang ojek tradisional kini punya saingan baru yang lebih kinyis-kinyis. Kira-kira tukang ojek tradisonal ini akan demo nggak, ya? Terus, berapa nih tarif ojek premium ini? Per kilometer seperti taxi atau per jam?

Anda pengin nggak naik ojek premium bernama Limo Bike ini?

Kondangan Digital July 15, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
Tags:
27 comments

Nyumbang kondangan pakai kartu kredit?

Musim apa sekarang? Musim kondangan! Ya, nyaris setiap Sabtu/Minggu selalu ada undangan kondangan. Ada temen yang kawin, atau ada anak tetangga yang disunat. Bisa dalam sehari ada undangan lebih dari satu, artinya ada lebih dari satu amplop yang harus dibenamkan ke dalam kotak sumbangan. Ehm, inilah konsekwensi hidup bermasyarakat.

Nah, ada cerita menarik dari Israel tentang sumbangan saat kondangan ini. Saya tidak tahu apakah di sana sekarang musim kondangan atau tidak.

Tamu undangan di sebuah gedung perkawinan di Israel kini bisa menggunakan kartu kredit saat menyumbang. Di depan pintu masuk ada sebuah mesin mirip EDC (Electronic Data Capture) tempat orang bisa menggesekkan kartu kreditnya, memencet rangkaian angka nominal uang untuk pengantin, dan… voila.. sejumlah uang sudah berpindah pundi. Setelah itu tamu mendapatkan slip “deposit” dengan nama tamu tercetak di atasnya. Slip itu dimasukkan ke dalam amplop bersama dengan kartu ucapan selamat. Tamu bisa memasukkan amplop itu ke dalam sebuah slot untuk nantinya dibaca oleh kedua pengantin.

Mesin elektronik itu disewakan seharga US$155 per hari. Keesokan harinya pelanggan mendapatkan data rekaman jumlah uang yang mereka “panen” saat resepsi pernikahan mereka. Ah, ada-ada saja!

Pergi kondangan ke mana Anda minggu ini?