jump to navigation

Pungkas Tri Baruno July 12, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
Tags: , ,
trackback

Tanpa ribut-ribut, anak muda ini berhasil meraih atap dunia.

Pendaki Gunung

Pendaki Gunung

Saya secara resmi belum pernah menjadi anggota Pramuka.

Dulu ketika sekolah saya lebih memilih PMR daripada Pramuka. Meski demikian, trenyuh rasanya mendengar berita kematian Pungkas Tri Baruno, anggota Pramuka asal Universitas Mercu Buana, Jakarta, yang tewas di puncak Mc Kinley pegunungan Alaska, Amerika Utara. Tragisnya, Pungkas meninggal justru setelah dia berhasil menancapkan bendera merah putih di puncak gunung itu. Aktivis gerakan Pramuka tewas ketika hendak turun pada Senin malam, 7 Juli 2008, waktu setempat, setelah dia mencapai puncak gunung setinggi 6.194 meter itu.

Benar-benar tragis. Ketika di Jakarta mahasiswa kini dituding lebih suka demo yang brutal daripada diskusi yang sopan, dengan diam-diam ada tiga orang anak Indonesia yang berangkat ke AS untuk peringatan 100 tahun kepanduan nasional tersebut.

Benar-benar tragis. Ketika di ibukota negara para wakil rakyat ribut siapa yang akan memimpin panitia khusus angket BBM, ada manusia dari Indonesia yang ingin menggapai salah satu atap dunia. Pemuda ini berhasil, tapi tewas ketika pulang.

Semoga Pungkas Tri Baruno tidak kesepian di alam baka. Bagaimana komentar Anda pada kegigihan anak muda seperti Pungkas Tri Baruno ini?


Comments»

1. gagahput3ra - July 12, 2008

Jelas menyedihkan yang pasti. :( Usaha yang baik, niat yang baik, sayang harus berujung kematian. Harusnya ada lebih banyak media coverage saat sebelum keberangkatan Pungkas, sehingga persiapan bisa lebih diperhatikan. Sayang ya…padahal udah nyampe.

Menurut saya Presiden harusnya memberi gelar Pahlawan Nasional untuk kk2 mahasiswa semacam ini. Juga buat yang mati dulu tahun 98.

Ini gak…malah diktator lama dipuja-puja. Halah. :(

2. Donny Verdian - July 12, 2008

Sekali berarti, sesudah itu mati!

Saya tidak meragukan bahwa Tuhan manapun akan mengangkatnya ke dalam tempat yang terindah di alam sana.

Slamat jalan, Sobat!

3. Adam Sundana WeBlog - July 12, 2008

patut diacungi jempol, saya rasa kepergiannya bukanlah hal yg sia-sia…

4. Jiwa Musik - July 12, 2008

Indonesia minggu ini telah kehilangan 3 putra-putri terbaiknya: Mak Erot (5/7), Pungkas Tri Baruno (7/7) , Prof. Dr. Said D Jenie / ketua BPPT ( 11/7)

Selamat jalan saudara-saudaraku

5. puty - July 12, 2008

hebat yaa…

semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya..

6. andity - July 12, 2008

banyak yang sedih atas kepergiannya,
tp insya Allah ini jalan kebahagiaan untuk pupung

salut, bangga semoga bisa jadi motivator, inspirator untuk kita semua

7. enda - July 12, 2008

Salut 4 Pungkas,,
Seandainya Q bs ktemu sm pungkas pazti aq bkl mnt foto brg, g rugi foto brg org yg smangat n nyalinya bsr bgt. Mercu buana hrs bgg pnya anak yg cnt bgt sm lingkungan.
Salut 4 him. Utk kluarga yg sbar y… Anak ibu n bapa’ it kebanggaan negara.

8. daustralala - July 12, 2008

Kemarin sempat diskusi soal ini dan kemungkinan besar penyebabnya (di luar memang sudah ajalnya) adalah kurangnya persiapan dan aklimatisasi.

9. dudi - July 12, 2008

bener kata daus, kemungkinan kurang persiapan dan gak gak ada aklimatisasi. tapi, bisa sampe ke puncak dengan kondisi seperti itu udah sebuah prestasi (walaupun bisa dibilang nekat)

10. Hedi - July 12, 2008

@Dudi dan Daus: kalo aklimatisasi kayaknya sih udah, karena dia meninggal dalam perjalanan turun. Kemungkinan karena fisiknya yg ga fit bener.

11. Dino - July 12, 2008

Harusnya dia dijadikan pahlawan nasional. Sama seperti mahasiswa yang tewas ketika berdemo itu.

12. Zuchrivious - July 12, 2008

Berangkat tak diantar, pulangnya…
Ah yang penting pulang…

Semoga ke tempat yang lebih baik

13. realylife - July 13, 2008

salut , semoga kita bisa menirunya , nyang penting aksi bukan banyak bicara no aksi

14. dudi - July 13, 2008

#6: hedi. AFAIK, aklimatisasi itu gak hanya berlaku pada saat pendakian tapi juga pada saat turun, apalagi kalo gunungnya cukup tinggi diatas ketinggian 3000 meter.

Contohnya Tim Kopassus yang dulu sempat mencapai puncak Everest waktu turun mereka juga tidak melakukan aklimatisasi. Akibat yang terjadi, kuping Pratu Asmujiono (yang mencapai puncak Everest) seperti ‘budeg’ dan itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Dia bilang, karena pada saat itu setelah mencapai puncak kemudian langsung turun dan langsung kembali ke Jakarta.

Cerita diatas saya peroleh waktu Pratus Asmujiono presentasi keberhasilannya mencapai Everest di Impala Unibraw Kota Malang.

15. daustralala - July 13, 2008

@Hedi, hehe. Betul kata Dudi. Aklimatisasi bukan hanya ketika pendakian. Kalau tidak salah informasi, Pungkas belum pernah mencoba gunung es sebelumnya. Kalau gak salah cuma tiga gunung: Salak, Gede, dan satu lagi gunung di Bandung (Papandayan?). Jelas nggak cukup.

Mestinya coba sebulan tinggal di ketinggian (gunung es yang “setara”).

16. anak_unhas_mks - July 13, 2008

selamat jalan, kawan!!!

17. devari - July 13, 2008

penyebabnya meninggalnya apa? kendalam teknis? atau accident?

18. top_deh - July 13, 2008

saya cukup tahu persiapan team ini. Yang saya tahu persiapan mereka cukup baik dan keras.Dan setiba disana mereka sempat sekolah gunung es dan juga telah di test fisik oleh mountain trip dan dinyatakan layak dan kebetulan pungkas mempunyai hasil test yang terbaik.Dan yang pasti meninggal bukan karena aklimatisasi. karena masih di ketinggian 17,200 dalam artian tidak lebih dari 1,000m dan itu tidak ada masalah.
Sampai saat ini pun belum diketahui penyebabnya. karena dari hasil otopsi sementara paru-paru beliau sangat baik.tidak ada tanda-tanda kelainan.
Kalau soal pengalaman, asmujiono jg belum kemana-mana waktu mau k everest. Yang penting tekad dan kemauan untuk belajar. Dan yang paling penting, kehendak yang diatas.
Salut untuk semua yang masih mau berpetualang dan pantang menyerah!!!!

19. top_deh - July 13, 2008

Sedikit bertukar pikiran tentang aklimatisasi. Aklimatisasi sangat dibutuhkan pada saat pendakian. yaitu penyesuaian tekanan udara di luar dan didalam tubuh kita. Sangat tidak mungkin orang berhasil mencapai puncak jika aklimatisasinya belum berhasil. Kenapa dikatakan demikian? karena jika belum berhasil aklimatisasi (penyesuaian metabolisme tubuh dengan keadaan sekitar)tanda-tandanya orang tersebut akan pusing berat, tidak bisa konsentrasi,hilang nafsu makan, dan susah buang air, apalagi summit attack. yang memerlukan konsentrasi dan energi yang tinggi. Dan untuk turun gunung tidak menjadi masalah dengan aklimatisasi, karena semakin ke bawah lebih banyak oksigen, metabolisme tubuh kita dapat bekerja semakin lebih baik.

20. agung - July 13, 2008

Kok ga dibahas soal pemilihan team yang berangkat?

21. pRazt - July 14, 2008

Ya ALLAH guw bner2 g nyangka bgt, sampe skrg guw msih berharap klo ini cuma brita bohong,

krang lebih dua tahun guw g ktemu pungkas sejak lulus sma, nyesel bgt rasanya klo tau bakalan begini jadinya,

tapi guw sneng bgt bisa jadi tmen sebangkunya waktu sma

luw bner2 tmen yg baik kas, luw org prtama yg ngajarin guw make internet, luw jg yg nge upgrade kompie guw dr windows 95 ke 98, “kas liat kas, skrg kompie guw udah XP”, guw g bakalan prnah bisa ngucapin kata2 itu k luw,

guw masih inget bgt wktu d klas luw kadang2 suka tidur, apalagi pas pelajaran kimia nya pa’ Edi

knangan bersama luw g bakal prnah guw lupain sampai kapan pun,
zutto…
itsumademo…
itsumademo…

luw udah ngeduluin kita bisa smpai ke level dunia,
luw jg udah negeduluin kita untuk dipanggil oleh Yang Maha Kuasa…

……….selamat tinggal sahabat
……….kau pergi begitu cepat
……….tanpa sebuah isyarat
……….diselimuti salju lebat
……….kini kau berada di tempat yang disebut
dengan “KEABADIAN”…………..

( Eien to iu basho ~ A Place Called Eternity)

22. Rindu - July 14, 2008

Semoga arwah pemberaninya diterima oleh ALLAH SWT. Amin ya Rabb :)

23. top_deh - July 14, 2008

Kenapa tidak ada pemilihan? Karena memang tidak ada seleksi. Ide awal adalah dari mereka sendiri yang mengajukan proposal kemana-mana. sampai akhirnya tidak disangka, justru dari pramukalah yang mengambil kesempatan itu. dan juga pungkas sendiri anak pramuka. jadilah kegiatan itu bernama Ekspedisi Tunas.
Demikianlah suatu keberanian dari saudara kita mengadakan suatu kegiatan yang dimata orang tidaklah berpengalaman. hidup adalah soal memilih. Kalau anda tunggu sampai berpengalaman adalah sulit, mengingat kondisi geografis kita yang tidak memungkinkan.Tetapi sangatlah bijak jika anda belajar dan mau belajar dari orang yang telah berpengalaman. Dan kita tahu betul pungkas adalah orang yang senang belajar.

24. kucingkeren - July 14, 2008

salut banget untuk Tri Baruno…. Semoga arwahnya diterima di tempat paling mulia di sisiNYA… semoga pula masih ada Tri BAruna lain di negeri ini… Semoga pula Indonesia menghargai usaha mahasiswa yang satu ini…

25. dudi - July 14, 2008

#18: top_deh. betul tuh yang kamu bilang. Asmujiono juga gak pernah mendaki gunung es, malah langsung ke Everest. Beberapa orang sempat bilang kalo Pendakian Everest pun juga tidak sesuai standar pendakian gunung es. Asmujiono juga ngakuin itu pada saat presentasi. Beberapa pendaki Indonesia dulu juga berkomentar begitu.

Pendakian everest lebih pas disebut “Operasi” daripada sebuah “Ekspedisi” karena desas-desusnya Tim Indonesia diberangkatkan sebelum tim ekspedisi Malaysia mau mencapai Everest. Keberangkatannya pun gak menggunakan publikasi. Semuanya murni menggunakan cara-cara militer (baca: kopassus). Itu kan pas jamannya Prabowo. Gosipnya sih, biar Indonesia menjadi negara Asean pertama yang mencapai puncak everest.

26. jamessebastian - July 14, 2008

PEMUDA HARAPAN BANGSA…….

BANYAK CARA YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH PEMUDA UNTUK MENGHARUMKAN NAMA BANGSA…..

INDONESIA PATUT MNGENANG DAN MEMBERI PENGHARGAAN YANG BESAR UNTUK alm.PUNGKAS TRI BARUNO….

27. top_deh - July 14, 2008

Iya mas, fisik bisa disiapkan koq. dan mereka pun juga ada beberapa metode latihan ambil dari kopassus.Dan memang secara teknis gunung everest tidak begitu sulit. Justru para seven summitter mengatakan gunung yang sulit didaki adalah carstensz. karena di dalam pendakian menggunakan semua peralatan. dan tujuan everest memang untuk menjadi negara Asean pertama. dan itu adalah suatu bukti orang yang tidak pernah mendaki tapi berhasil. dan satu alasan yang tepat disiplin dan pantang menyerah.

28. Embun - July 15, 2008

saya cuman sampai ke PANDEGA di kwarcab 231 Malang.
CUman sampai bikin simpul lasso dan simpul ikat.
Paling canggih adalah belajar Resusitasi.. pertolongan pertama korban kecelakaan.
Paling inget adalah praktek penyelamatan mouth-to-mouth, dimana peraganya yg jadi korban adalah cewek… hihi

29. tikabanget™ - July 15, 2008

terus terang.
sayah blom pernah naek gunung.
tapi sampe di atap dunia tertinggi, itu pasti membanggakan.
ndak kacang pula.

*kacang = kakehan cangkem

30. are-the-and - July 15, 2008

boleh kita melihat apa yang telah dicapai oleh pungkas…salah satu seven summits telah ia capai.

tapi ini bisa jadi petaka bagi dunia pendakian Indonesia yang terkenal cara nekat. Dengan persiapan yang minim tim ekspedisi Tunas ingin merengkuh dua dari puncak tertinggi di dunia.perhatikan SOP pendakian terlebih dahulu.

Saya rasa tidak perlu penyematan gelar pahlawan, justru akan menjadikan bumerang bagi dunia pendakian Indonesia. saya justru prihatin dengan pendakian seperti ini, apalagi seorang Don Hasman, pendakia senior Indonesia sudah memperingatkan sebelumnya, bahwa tim ini memang tidak layak dan minim pengalaman. Tapi semuanya ditabrak hanya demi sebuah prestise dan gengsi sebuah organisasi kepanduan. Ini jelas bukan murni SOP dari sebuah ekspedisi pendakian.

Jika dulu Norman Edwin meninggal di Aconcagua. sebagai pendaki berpengalaman, jelas ini cacat bagi Norman. Tapi dibalik itu semua, Norman yang dengan ego nya tinggi merasa mempunyai hutang akan ekspedisi ini, jadi ia harus menuntaskan pendakiannya, walaupun akhirnya ia menjadi korban dari Aconcagua.

Jelas ini merupakan kegagalan besar dari sebuah tim dan ekspedisinya.

31. mahameru - July 16, 2008

Izin ikut memberi komentar…dan semoga belum terlambat….

Indonesia kembali berduka, kali ini bukan siapa2, hanya seorang Pungkas TB yang berusaha untuk mendarmabaktikan dirinya pada Gerakan Pramuka melalui usahanya mencapai Gunung McKinley/Denali di Alaska, AS. Peristiwa ini mengingatkan saya pada tragedi tahun 1986, dimana waktu itu seorang putra bangsa juga meninggal dunia di gunung es. Mungkin ada yang masih ingat, dialah Norman Edwin, anggota Mapala UI yang tewas di tanjakan yang berjarak hanya 600 meter! dari puncak Gunung Aconcagua di Amerika Selatan. Dari tragedi tersebut, banyak sekali polemik yang berkembang, mulai dari keragu-raguan: layakkah orang tropis mendaki gunung es?, sampai kepada masalah lain seperti kecerobohan dan kenekatan. Bila dihubungkan dengan Pungkas, sekali lagi saya akan menanyakan: apakah layak orang-orang dari daerah tropis seperti Indonesia mendaki gunung es? Jelas, tanpa didahului latihan maupun simulasi, pekerjaan mendaki gunung es hanya akan menjadi upaya bunuh diri yang konyol. Saya tak menganggap Pungkas bunuh diri disana, saya hanya membenarkan bahwa efek ketinggian bisa membuat seseorang berbuat bodoh, dan apabila tidak bisa menguasai diri, seseorang akan mengalami hal buruk akibat ketinggian. Dalam hal ini, pastilah efek ketinggian itu telah menyerang Pungkas, yang notabene sudah melakukan latihan dan aklimatisasi sebelum naik, dan berakibat pada tragedi tersebut.

Selamat jalan Pungkas, semoga gunung-gunung yang pernah engkau daki dengan cinta dan ketulusan akan mengantarmu menuju tempat terbaik di sisi-Nya. Dan tenang saja, kali ini ribuan orang akan mendoakanmu…..

32. top_deh - July 16, 2008

Temans, adalah hak setiap orang untuk melakukan pendakian kemanapun. Setiap organisasi punya prosedur dan SOP sendiri. kita tidak bisa menghakimi siapa yang salah. yang ada harus kita banggakan pada saat ini masih ada orang yang seperti Pungkas mau berkorban untuk nama Pramuka dan bangsa Indonesia. dan yang pasti dia sudah sadari semua resiko yang ada. yang berarti dia sudah mempersiapkan semuanya. Dan yang membantu team ini adalah Sdr.Ogun dari wanadri seorang pendaki gunung es yang sangat berpengalaman.Tidaklah mungkin seorang ogun dengan ceroboh menjerumuskan adiknya sendiri, bila dikatakan mereka tidak siap. Dan setahu saya sdr.Ogun siap dikonfrontir soal kesiapan mereka dan hasil latihan mereka. Maut tidak bisa dihindari hanya bisa dicegah. Ingat Anatoly Boukreev pelatih team Kopasssus yang 6 kali sampai ke everest. Dia tewas pada saat perjalanan turun.

Orang tropis ke gunung es? kenapa tidak? Justru itu yang kita cari. kita adalah petualang mas justru tantangan yang lebih besar yang akan kita cari. dimana batas antara hidup dan mati sangat tipis!!! kalau ada gunung di bulan juga kita daki!!!. Soal prosedur? ya harus .karena kita tidak mau mati konyol. soal layak dan tidak layak? pelatih dan mereka sendiri yang tahu. Kita tidak bisa bilang langsung demikian.

Soal pahlawan? biarlah organisasi mereka yang putuskan. kalau anda merasa bukan pahlawan anda ,tidak apa-apa. Tapi mungkin bagi pramuka justru pungkaslah yang membuka mata,hati dan pikiran mereka akan arti sebuah pengorbanan. Dan sebuah pelajaran yang berharga.

Kita hanya bisa mendoakan arwah beliau dan juga semangat beliau supaya terus membara di hati para petualang di Indonesia.

33. japspress - July 16, 2008

Turut berduka cita…

Tanpa ribut-ribut, anak muda ini berhasil meraih atap dunia.

semoga disana pun ia mancapai puncak yang tertinggi, amien.

34. iyus - July 16, 2008

pungkas itu anak yang periang,sabar,tenang,….
kami disini akan kehilangan sekali sosk yang selalu ceria, bersahaja..
tapi semangatnya akan terus hidup dalam jiwa kami…
semoga ia mendapat tempat yang terindah…
bumi majapahit..

35. rendy - July 16, 2008

kami pemanjat tebing dari medan mengatakan turut berduka cita untuk saudara kami pungkas…..

semoga dia diterima disisinya……

36. are-the-and - July 17, 2008

memang hak setiap orang untuk melakukan apa yang dia cintai. Apalagi menyangkut pendakian meraih atap-atap dunia. Tidak ada yang menyalahkan, tapi hanya disayangkan.

Dan siapa yang mempertanyakan orang tropis tidak bisa ke gunung es, anda semestinya memperhatikan dengan jelas makna dari testimoni yang disampaikan sebelumnya. Kita hanya melihat dari sebuah data dalam kondisi yang normal (tidak dalam keadaan sebenarnya dilapangan), yang lantas langsung dinilai layak. Akibatnya fatalkan!. Harus diingat pula, Pungkas memang memiliki fisik yang baik, tapi dia masih muda dalam bidang ini. Pada saat berada pada ketinggian dan kondisi cuaca dingin, kemampuan mengontrol diri sangat tidak bisa disamakan pada saat keadaan normal saudara top_deh. Walaupun anda mampu berkelit banyak pendaki-pendaki senior Indonesia ataupun pendaki seven summits dunia lainnya yang meninggal di gunung2 es, tapi sebelumnya para pendaki2 ini sudah melalui beberapa pendakian gunung2 es yang berhasil. Dan Ekspedisi Tunas, ini adalah pendakian perdana mereka digunung es bung!. Sebaik apapun kualitas pelatihnya, tapi ini bisa jadi fatal untuk sang pelatih, dan ini bukanlah masalah seperti sepakbola yang hanya menang dan kalah, tapi ini menyangkut dengan mati hidupnya seseorang!

Memang Masalah kematian adalah kehendak-Nya dan nasib, walaupun itu sudah dipersiapkan sedemikian mungkin. Tapi setidaknya ini bisa diminimalisir. Lalu anda bilang ini adalah pengorbanan, apakah harus saudara punkas yang berkorban demi organisasinya!.Soal mimpi pungkas dan kawan-kawan, boleh lah. tapi ini dijadikan pelajaran penting bung!.

37. Rock n' Roll - July 17, 2008

gw emang bukan teman alm pungkas,tapi gw tau siapa dia dari cewe gw teman smannya alm. (adhe)gw hanya bisa mendoakan: BISMILLAH HIROHMANNIROHIM’ YA ALLAH PUNGKAS TRI BARUNO MAKHLUK CIPTAAN ENGKAU TELAH BERPULANG KE PANGKUANMU,ENGKAU MAHA SEGALANYA YA ALLAH, DAN ENKAUPUN TAU,DIA(PUNGKAS TRI BARUNO) ORANG YANG BAIK MURAH SENYUM SERTA RAJIN IBADAH KEPADAMU,TERIMALAH DIA, TEMPATKANLAH DIA DI SISIMU,AMPUNILAH DOSANYA DAN DOSA ORANG TUANYA SERTA KELUARGANYA YANG TELAH DITINGGALKANNYA,BERILAH KESABARAN UNTUK KELUARGANYA.AMIN YA ALLAH. gw memang ga kenal lu alm. tp gw salut bgttttt sama lu,hidup lu penuh dengan kedamaian,karna lu orang yang murah senyum.selamt jalan Boss

38. top_deh - July 18, 2008

yang mempertanyakan orang tropis bukan are-the-and bung!!!. Sorry, saya tidak menanggapi testimoni anda saja.tapi secara keseluruhan di milis ini.
Makanya mas, kalau memberikan comment akan suatu kejadian di telaah dulu, apa yang sebenarnya terjadi. saya akan memberikan sedikit tambahan :
1. Memang pungkas masih sangat muda, tapi pada saat terakhir dipuncak dia masih tertawa sangat lebar dan tidak ada tanda kelelahan dan cuaca sangat baik. mereka pun didampingi guide dengan perbandingan 1:1, yang dalam artian 1 pendaki didampingi 1 guide. Jadi pada saat terakhir kondisi pungkas sangat baik. itu berarti dia sangat bisa mengontrol diri. dan pada saat turun dia sangat sigap.

2. Memang pendaki senior sudah berhasil duluan dengan mendaki beberapa gunung es baru mereka meninggal. Tetapi ini gunung es pertamanya pungkas dan nasibnya dia langsung meninggal. tetapi harap diingat, pendakian es ini adalah yang terbaik di dua tahun terakhir ini yang diadakan oleh team-team dari Indonesia.Saya tantang anda dengan data , pendakian mana yang bisa menyiapkan team gunung es sebaik team pramuka. dengan perencanaan yang matang, peralatan yang terbaik dan fisik yang terbaik.

3. Dan yang ketiga ingat bung!!!!! Dari pihak rumah sakit pun sampai sekarang belum bisa menemukan penyebab kematian pungkas, tetapi anda suda me-judge inilah itulah. sangat disayangkan, orang yang tidak tahu menahu secara keseluruhan akan team ini, tetapi hanya bisa berkomentar banyak dan besar. Dari pihak denali pun sampai sekarang menyesali keadaan ini. Karena dari mereka pun memantau team ini. dan dari pihak mereka, kata yang keluar pertama “maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin”. bukan perkataan goblok luh,orang tropis malah kesini.

4.Karena mereka tahu sekali kemampuan dan kondisi team ini.Perlu diketahui hanya beberapa ratus meter sebelum camp, tiba-tiba pungkas duduk dan denyut nadinya langsung berhenti. Dan kejadian ini yang ketiga kalinya di Mc.Kinley .Menurut pihak taman nasional Denali yang pertama terjadi pada pendaki yang sudah pernah ke everest dari AS, Dennis dan juga pendaki yang 2 minggu sebelum pungkas mencapai puncak Mc.Kinley yaitu Nasty. Yang sampai akhirnya beberapa organ dari pungkas diambil oleh mereka dengan ijin dari keluarga, untuk menelaah lebih jauh penyebab kematiannya..

Selamat Pungkas,Salut untuk orang muda seperti lu, sudah berpikir untuk bangsa Indonesia. Dan melakukan sesuatu yang benar-benar berguna, tidak hanya melalui mulut saja.

Hidup Indonesia

39. JalanSutera.com™ - July 18, 2008

….Sorry, saya tidak menanggapi testimoni anda saja.tapi secara keseluruhan di milis ini…

hmmm… apa kau bilang? milis? ini bukan milis, bung. Ini blog. B L O G.

40. Markus Fernando - July 18, 2008

dlm1 th seorang pendaki hanya melakukan ekspedisi sebanyak 1 sampai 2 X. Jadi ketika mendengar umurnya baru 20 th sudah dapat dipastikan bahwa almarhum punya jam terbang yg kurang. Tapi gw bangga Indonesia punya pemuda yang pemberani (nekat.red) seperti Almarhum. Dunia dibangun oleh orang2 nekat, God Bless U All….

41. maya - July 18, 2008

5 KATA

SALUT!!

kata nyokap gw, bundanya pupung ga sadar2 ketika tau anaknya meninggal.. sedih memang..
tp nyokapnya pasti bangga bgt punya anak yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia.

selamat tinggal temans…

42. monic - July 18, 2008

bangga punya kk pramuka kayak kak pungkas tri baruno..
walopun saya tk aktif di pramuka lagi..tapi saya tetap bangga…

tak menyangka ada ank pramuka indonesia yang berhasil mendaki gunung yang berketinggian 6100an meter.
saya saja mendaki gunung indonesia yg berketinggian 3000an..sudah hampir menyerah
apalagi mendaki dua kali lipatnya..

salut deh buat kak pungkas…semoga dia tenang dan bahagia di sisi Tuhan..
Buat keluarganya..jangan bersedih..walopun saya tahu sulit utk tdk bersedih..kak pungkas telah mengharumkan nama indonesia..
dan itu pasti membuat bangga keluarganya juga..

saya mewakili pecinta alam sma xaverius 1palembang mengucapakan turut berduka cita yg sebesar2 nya

43. Radik Novan Pamungkas - July 18, 2008

Salam Pramuka !! ……
Apa yang sudah kau lakukan itu tidaklah sia-sia, justru kau telah mengharumkan nama bangsa ini.
Tapi sayang kenapa kau pergi begitu cepat. Semoga kau mendapatkan tempat di sisi Allah Swt N kau berhak di jadikan pahlawan di negeri ini, Sobatku!!

Aktivis
Kwartir Ranting
Kecamatan Cipatat

44. KWARTIR RANTING CIPATAT - July 18, 2008

Seluruh jajaran pangurus kwartir Ranting Gerakan Pramuka kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Mengucapkan :
Turut Berduka cita terhadap Adek PUNGKAS TRI BARUNO semoga usahanya itu di kenang terus oleh negeri ini dan semoga kau di terima di sisi Allah SWT.

45. Loveinside - July 18, 2008

Walah..bung TOP_DEH sama bung ARE_THE_AND sampe berdarah2 gitu brantemin opini masing2..

itu yg punya B L O G (sekali lagi ini BLOG ya, mas) udh mau marah tuwh…jangan pake kata2 kasar dong, bung…

^^V *peace

maap2, aku dah 2 taun berdomisili di luar Indonesia, jadi aga kurang ‘peka’ lagi sama brita2 di Tanah Air. Sedih dan terkejut juga denger kabar ini. Infact, saya baru tau hari ini ttg kematian Pungkas Tri Baruno, semoga almarhum diterima di tempat yang terbaik di alam sana.

pernah dulu naik gunung sekali dua kali waktu masih SMA dan kuliah. Biasa2 aja sih..takaran gunung2 Gede dan Salak…tanpa persiapan apa2 sampe puncak, rasanya ky jalan2 ke hutan aja ko, cuma aga ngos2an dikit aja c…hehe, tp dulu saya masih berstatus atlit nasional di satu cabang olah raga loh ^^..jadi ya kondisi fisik emg slalu baik..

emang jelas bukan pendaki, tapi sedikit banyak tau lah rasanya di gunung itu ky apa. Tapi..kalo untuk gunung2 top dunia, wah rasanya ga kebayang rasanya ky gmn, apalagi sampe suhunya -73, omG..pasti bener2 butuh persiapan matang.

kalo aku boleh tanggapin tulisan2 di blog ini sih, ga pake brantem ya…well semuanya masih misteri. Kita ga tau lah yg mana yg bener2 terjadi di sana, bahkan jika Pungkas ‘terselamatkan’ (misalnya) dan kembali ada di skitar kita kemudian menceritakan kembali apa yg terjadi di sana, mungkin beliau pun belum tentu tau betul apa yg terjadi dengan dirinya seputar kondisi fisik dsb.

di satu sisi ada benernya untuk ‘membela’ keberangkatan tim Tunas (maaf apa ya nama lengkap ekspedisinya..sy lupa :P) tersebut dan mnyatakan bahwa mereka dlm kondisi yang siap, sesiap2nya. Saya pun yakin kalo mereka dlm kondisi yang siap, dan bukan datang untuk sekedar ‘setor nyawa’…melihat fakta juga bahwa Pungkas bukan satu2nya korban tewas akibat mendaki McKinley, tp ada 101 korban lain sebelumnya terhitung sejak tahun 1932. (http://ap.google.com/article/ALeqM5g4bYRloFELd4FyjGo_4iU6HYU5IAD91Q01I00)

tp di sisi lain…ada benernya yg dibilang bung ARE_THE_AND. Sejujurnya sy lbh setuju pada pendapat bung are_the_and, bahwa faktor2 spt pengalaman dan jam terbang punya pengaruh yg sangat besar. Orang2 yg melakukan sesuatu yg hebat dengan modal nekat memang ga sedikit yang berhasil. Tapi kan ada faktor2 laen yg berada di luar kendali kita.

setuju bgt kalo bung are_the_and bilang, “Memang Masalah kematian adalah kehendak-Nya dan nasib, walaupun itu sudah dipersiapkan sedemikian mungkin. Tapi setidaknya ini bisa diminimalisir. Lalu anda bilang ini adalah pengorbanan, apakah harus saudara Pungkas yang berkorban demi organisasinya! Soal mimpi pungkas dan kawan-kawan, boleh lah. Tapi ini dijadikan pelajaran penting bung!”

yang jelas, ini patut dijadikan pelajaran bagi kita semua.

PEACE to all…

jgn brantem ya..yah2..yaaa??? ^^

46. s1nch4n - July 18, 2008

sejujurnya saya sangat bangga dengan niat pungkas untuk mengharumkan nama bangsa…

tapi disisi lainsaya juga kecewa dengan “kenekatan” kwarnas pramuka untuk memberangkatkan tim “hijau” ke medan yang berat dan belum pernah dikuasai sebelumya…

mana tanggung jawab kalian sebagai para pembina di kwarnas????

bersumber dari kwarnas sendiri dan kutipan di situs lain

http://www.pramuka.or.id/id/ekspedisi/index.htm

http://www.mapala-upn-yk.org/artikel/sekilas-tentang-ekspedisi-tunas-indonesia-mt-mc-kinley-alaska.html

ternyata pungkas dan rekannya masih hijau dalam pendakian… Pengalaman mendakinya baru sebatas gn. gede, gn. salak dan gn. galunggung, itu semua dikisaran 2000-3000 meter, masa langsung mau dikirim ke misi pendakian gunung es diatas 6000 meter…? kalian sudah gila???

berikut komentar di milis indobackpacker

http://www.mail-archive.com/indobackpacker@yahoogroups.com/msg08472.html

semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua…

mendaki gunung bukan untuk menaklukan gunung, tapi untuk kembali dengan selamat dari gunung…

untuk pungkas “Selamat jalan dik”

47. s1nch4n - July 18, 2008

untuk top_deh

situ memang tolol….

memberangkatkan tim yang belum berpengalaman pada pendakian gunung es dan diatas ketinggian 6000m adalah tindakan tolol dan nekat… mengorbankan nyawa… apakah tujuan summit attack lebih penting dibandingkan PULANG DENGAN SELAMAT?

kamu ga kasian liat orang tua pungkas yang kehilangan anaknya, hanya karena ambisi dari pembina kwarnas yang nekat memberangkatkan tim, meskipun dinilai sebagai “tim tidak masuk akal” [karena kurang pengalaman] oleh para pendaki senior…?

dan kamu kira persiapan yang dilakukan tim sudah cukup?? salah bung…

jangan lupa PENGALAMAN pendakian adalah hal yang sangat berharga… dan tim tersebut benar-benar masih “hijau” dari sisi pengalaman…

sekian

48. brown_ped - July 18, 2008

kepada para commentator blog ini…………
apakah blog ini pantas anda gunakan untuk saling beradu argumen ttg mekanisme pendakian…???

apakah pantas anda mengtakan tindakan beliau nekat????
silahkan anda ngaca siapa diri anda???
bagi yg mencemooh tindakan pungkas,silahkan tanyakan pada diri anda apa yang sudah anda lakukan untuk bangsa ini???

bagi para pencemooh,anda adalah kritikus yang lupa daratan….
anda perlu memperhatikan team2 yang berada disana mengawal mereka 1:1….

bilang saja anda iri dg pungkas, karena diusia muda dia sudah mampu mengalahkan ego demi mengharumkan bangsa…

satu hal lagi, jika kita berandai2, seandainya pungkas msih hidup, apakah anda jg akan mencemoohnya?????!!!!!

anda harusnya sadar dg apa yang sudah dilakukan oleh pungkas, bahwa pemuda yang masih belia mampu mengalahkan ego untuk sebuah pengabdian………
lalu apa yg sudah anda lakukan.???!!!

BERPIKIRLAH LEBIH BIJAK DG DATA DAN NARASUMBER YANG PATRIOT BUKAN PENJILAT…………………

salut untuk pungkas,terima kasih engkau mampu buktikan bahwa anak muda indonesia tidak hanya mampu bicara saja tp jg bisa untuk action ….

49. top_deh - July 19, 2008

oh, iya mohon maaf bapak pujiono. ini blog bukan milis. hehe.Keren banget blog nya. siiip lah

50. dwi manick - July 19, 2008

sedih bgt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pungkas ur d best!!!!!!

51. yayan - July 19, 2008

Salam Rimba…. Salut Buat Team Indonesia…telah mencapai Puncak MC Kinley Semoga amal ibadahnya diterima Allaw Swt…….

Kami Bangga….pada Mu..

Yayan

52. Dody - July 19, 2008

Saya tidak bisa mengerti membaca beberapa SKH yang memberitakan tentang Punkas, dberitakan bahwa ybs bersama timnya mempersiapkan diri dengan berlatih di Senayan ?? Cibubur ?? Naik Gunung Gede ?? Naik Gunung Salak ?? dan sebuah Gunung Di Bandung (mungkin Tangkubanperahu) trus langsung berangkat ke Canada naik Gunung Mc Kinley, kenapa tida Try Out dulu ke Jayawijaya misalnya, apa Gunung Salak, Gede, Cibubur, Senayan dan sebuah Gunung di Bandung cukup mewakili untuyk medan latihan pendakian Gunung Es ?? binun saya.
Saya berharap Tim bisa menjelaskannya jadi secara teknis persiapan dapat dipertanggung jawabkan.

53. wuwu - July 20, 2008

salam…..

angkat topi buat pungkas yang pemberani…di antara anak muda yg mulai menjadi apatis trhadap lingkungan, pungkas tampil mengharumkan nama negeri. mudah”an kedepan akan tampil pungkas pungkas yang hebat…….yang dapat meneruskan cita” nya.
salam to keluarga pungkas…kalian pasti bangga memiliki pungkas..”semoga saudaraku pungkas mendapatkan tempat yang paling indah di sisi Nya (amin)

salam…

54. are-the-and - July 20, 2008

hahaha…anda terlalu bersemangat sampai isi kepala anda ingin meledak bung top_deh!…saya sekali lagi minta ijin dengan bung Pujiono

siapa yang tidak menelaah, ini justru jadi bahan diskusi dan arena sharing yang hebat ditempat kami berkumpul. Dan kami telah menelaah ini terlebih dahulu!
saya akan coba balik mempertanyakan lagi, tapi per point dari yang anda sampaikan.

pada point
1. Memang pungkas masih sangat muda, tapi pada saat terakhir dipuncak dia masih tertawa sangat lebar dan tidak ada tanda kelelahan dan cuaca sangat baik. mereka pun didampingi guide dengan perbandingan 1:1, yang dalam artian 1 pendaki didampingi 1 guide. Jadi pada saat terakhir kondisi pungkas sangat baik. itu berarti dia sangat bisa mengontrol diri. dan pada saat turun dia sangat sigap.====
+Toh pada kenyataannya hal yang tak terduga, justru pungkaslah yang menjadi korban kan!hehehe…

2. Memang pendaki senior sudah berhasil duluan dengan mendaki beberapa gunung es baru mereka meninggal. Tetapi ini gunung es pertamanya pungkas dan nasibnya dia langsung meninggal. tetapi harap diingat, pendakian es ini adalah yang terbaik di dua tahun terakhir ini yang diadakan oleh team-team dari Indonesia.Saya tantang anda dengan data , pendakian mana yang bisa menyiapkan team gunung es sebaik team pramuka. dengan perencanaan yang matang, peralatan yang terbaik dan fisik yang terbaik.=======
+berarti sial lah pungkas, seharusnya menuai prestasi, tapi malah hanya namanya dan jasadnya pulang ke tanah air. Dan hebatlah team pramuka yang sudah anda klaim lebih hebat dari pada team pendakian manapun, sampai harus berani bertaruh nyawa didalam perencanaannya, sombong dan egois sekali anda bahwa ini pendakian terbaik dalam dua tahun terakhir…kalau terbaik tidak sampai jatuh korban BUNG!. Lalu kenapa sampai seorang Don Hasman mengundurkan diri dari team penasihat, padahal proposal lengkap!. Dan saya tantang kembali berani tidak dengan data lengkap ini, anda mendaki seperti persiapan team pramuka (biasa jadi pulang hanya nama anda). Kalau sekedar mencapai puncak itu permasalahan biasa, tapi bukan puncak cita-cita tertinggi, tapi kembali kerumah dan keluarga itu yang lebih tinggi dan berharga. Karena Pungkas adalah mimpi dari keluarganya! Sekali lagi sehebat apapun peralatan dan matangnya perencanaan, tapi kematangan pengalaman dan kedewasaan menguasai medan harus lah dipertimbangkan. Apakah itu parameter anda. Kalau begitu saya lebih setuju kalua anda yang menggantikan Pungkas. Karena anda saya pandang dalam testimoni ini lebih kuat dan matang dalam menjawab. Dan saya lebih bangga anda menggantikan posisi pungkas, dan mengalami hal yang sama!

3. Dan yang ketiga ingat bung!!!!! Dari pihak rumah sakit pun sampai sekarang belum bisa menemukan penyebab kematian pungkas, tetapi anda suda me-judge inilah itulah. sangat disayangkan, orang yang tidak tahu menahu secara keseluruhan akan team ini, tetapi hanya bisa berkomentar banyak dan besar. Dari pihak denali pun sampai sekarang menyesali keadaan ini. Karena dari mereka pun memantau team ini. dan dari pihak mereka, kata yang keluar pertama “maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin”. bukan perkataan goblok luh,orang tropis malah kesini.===========
+ya iyalah…pihak manapun akan bereaksi yang sama, dan itu sudah etikanya bung!, maaf, saya masih memakai ketokohan Norman Edwin, sehebat apapun prestasinya dan kegemilangannya dalam dunia penggiat di Indonesia, sampai harus meninggal dalam pendakiannya. Tetap saja itu adalah kenekatan!, dan tetap saja spekulasi yang merebak adalah minimnya peralatan dan keegoisan (entah pertarungan apa yang ada didalam benak Norman dan Didiek Samsu). Masalah penyebab kematiannya, yang pasti dimanapun butuh dianalisis dulu bung…sudah standar kali!

4.Karena mereka tahu sekali kemampuan dan kondisi team ini.Perlu diketahui hanya beberapa ratus meter sebelum camp, tiba-tiba pungkas duduk dan denyut nadinya langsung berhenti. Dan kejadian ini yang ketiga kalinya di Mc.Kinley .Menurut pihak taman nasional Denali yang pertama terjadi pada pendaki yang sudah pernah ke everest dari AS, Dennis dan juga pendaki yang 2 minggu sebelum pungkas mencapai puncak Mc.Kinley yaitu Nasty. Yang sampai akhirnya beberapa organ dari pungkas diambil oleh mereka dengan ijin dari keluarga, untuk menelaah lebih jauh penyebab kematiannya.=====
+Nah apalagi ini, yang sudah pernah ke everest saja bisa meninggal apalagi kita melihat pengalaman Pungkas, Puncak Gng. Salak, Galunggung, dan Gede (maaf saya melihat data pungkas melalui berbagai media, dan koreksi bila salah). Kalau masalah diperbolehkan atau tidak, yah pasti bisa saja melihat data-data normal team Pramuka tersebut!. Malah ini bisa jadi preseden buruk bagi dunia pendakian Indonesia, kalau melihat riwayat dari pendakian2 team tunas…Dan ini menjadi anekdot dalam pembicaraan kami, bahwa kami bisa mendaki McKinley, asal ada pendanaan yang kuat!, tapi sekali lagi kami sadar diri…Naik McKinley Jika Mampu. (berarti Team Tunas sudah mampu).

Jadi sebenarnya saya intinya cuma mempersoalkan SOP, masalah keselamatan jiwa, dan keamanan dalam pendakian dan saat turun dari pendakian. Ini jadi peringatan bagi kita semua para penggiat, bahwa setiap kejadian adalah pelajaran untuk yang akan datang. Tapi kalau anda masih saja bertahan dengan pendapat anda bahwa team ini layak, ya sudah, keegoisan dan ketakaburan yang didapat.

Sudahlah, saya sebenarnya kurang berkenan jika Pungkas yang saya kambing hitamkan, dan terkesan seperti itu…bukan dan bukan pungkas yang menjadi titiknya. tapi ini semua adalah team.
Kalau anda bung top_deh terus bersungut-sungut…HEBAT SEKALI ANDA!, sampai terlontar kata tantang dan pendakian terbaik. Dapat data darimana anda…lebih baik pendakian yang baik daripada ingin jadi yang terbaik justru fatal!
Terimalah hal yang kontradiktif, agar tidak melambung dan belajar dari kesalahan!, bukan masalah banyak omong tapi coba berpendapat dan bertukar pikiran.

“Janganlah kita mencoba menaklukkan ganasnya alam, tapi belajarlah untuk menaklukkan ego serta mengetahui batasan diri kita sendiri, faktor ini adalah yang terpenting jika ingin menekuni olahraga beresiko tinggi”, Karina (istri Norman Edwin)

55. top_deh - July 20, 2008

are_the -and, sayang sekali mungkin otak anda agak bergeser ya, tidak mengerti sama sekali yang saya maksud.
Mudah-mudahan anda dapat mengerti arti sebuah SOP,nasib dan petualangan. Yah, banyaklah bergaul dan belajar dengan orang.
Terima kasih atas tanggapannya yang tidak bermutu.Bung!!!! anda tahu kisah tragis Norman Edwin dan Didiek Samsu? Apakah ada yang menyalahkan ? padahal om Don dan kita semua (maaf om Don) tahu persis peristiwa itu….!!!!!. JANGAN ASAL BICARA BUNG!!!!!

56. tsubowo - July 21, 2008

Kenapa kita bangga harus menghadapi petualangan hidup dan mati.

57. are-the-and - July 21, 2008

hahaha…soal bergaul tidak usah ditanyakan bung, memang harus yah saya menjelaskan pekerjaan saya dan aktivitas saya disini, kan tidak etis bung…hahaha…hanya orang yang pintar mampu menanggapi kontradiksi dengan cara yang cerdas.
Ini saya yang tidak paham atau anda yang terlewat kemakan emosi membela sesuatu yang anda anggap benar yah…hahaha.
Hati-hati kawan top_deh, kearoganan, skeptis dan kepicikan pikiran, akan menjadikan anda manusia kerdil.
Sekali lagi hal yang berulang anda utarakan mengenai saya yang asal bicara, maaf, saya berupaya tidak asal berbicara. Kita coba berdiskusi sehat, tapi tanggapan anda sudah tidak cerdas dan kurang bermanfaat.

58. are-the-and - July 21, 2008

ada kawan baru rupanya,brown_ped…hehehe
yang pasti siapa yang tidak ngiri melihat orang muda mampu menaklukkan atap-atap dunia. Tapi saya rasa bukan iri tepatnya, kita pun patut senang dan bangga ada orang Indonesia mampu melakukan ekspedisi ditengah karut-marutnya perekonomian bangsa.
Kalau saja Pungkas hidup, saya harap dia dan rekan-rekannya mampu menghasilkan jurnal-jurnal yang baik buat dunia penggiat di Indonesia. Seperti pendaki-pendaki senior lainnya.
Saya rasa bukan hanya pungkas dkk saja yang mampu mengharumkan nama bangsa, masih banyak dari bidang lainkan…bagaimana dengan juara-juara olimpiade sains kita, mereka pun mampu menorehkan prestasi dan mampu mengejutkan dunia dengan kemampuan berpikirnya.
Sekali lagi berdiskusilah yang sehat dan bahasa yang kuat.

“BERPIKIRLAH LEBIH BIJAK DG DATA DAN NARASUMBER YANG PATRIOT BUKAN PENJILAT”….
+maaf saya tidak paham dengan penjelasan dari arti kalimat ini, maksud dari data dan narasumber patriot itu apa, dan data serta narasumber yang penjilat itu apa…hehehe. Maklum awam saya…hahaha

59. Wahyu Priyo Wicaksono - July 21, 2008

Malam itu kuterima kabarmu
Saat kau telah terbujur kaku
Kematian memisahkan kau dan aku
Memisahkan kita di dunia tak berpadu
Kekejaman tak lagi kau rasakan
kepenatan tak lagi kau risaukan
kejahatan tak lagi kan kau jamahkan
hanya keabadian yg lagi menantikan
Kerinduanmu telah terbayar
Menghadap Sang Kekasih
Tuhan Ilahi Rabbi
Tak kan lagi ada air mata yg menetes
Tak kan lagi ada tawa yg renyah antara kita
kebahagian yg dahulu terasa akan menjadi kenangan terindah bagi ku
kita kan slalu ada..kau dan aku akan selalu dihati
berbahagialah kawan
karena Allah telah menyelamatkanmu
dari kepenatan dunia
dari kekejaman indonesia
tubuhmu takkan lagi ada disampingku
ragamu takkan lagi menemaniku
ilmu mu takkan lagi kau berikan padaku
tapi aku bangga terhadap dirimu
kau kan selalu ada
kau kan selalu hidup
kau kan selalu hadir
dalam hatiku
dalam mimpiku
dalam sanubariku
selamat jalan sahabat terbaiku.

Tak kusangka persahabatan kita selama 20tahun berakhir seperti ini.Gw bangga banged jun punya sahabat kaya lo,& gw banyak belajar dari lw,2 kalimat yang selalu lw ucap “KEEP MOVE ON GUYS” “BUILDING FOR BETTER FUTURE”,You’re the greatest friend i ever had,u die with full honor..

Goodbye My dearest friend.I’ll always missing u..

60. dyahdyahdyah - July 21, 2008

innalillahi wa innaillaihi rojiun . smga alm pungkas dterima di sisi Alloh swt . actually aku tau ini dr cek dan ricek di RCTI , dan aku bangga sekaligus sedih . slamat jalan ka pungkas x)

61. Laporan - July 22, 2008

Tuhan hanya beserta pada orang-orang yang pemberani

62. gusdur - July 22, 2008

HIDUPLAH INDONESIA RAYA ……

ini dia anak bangsa yg meninggal demi mengharumkan nama bangsa
bukan seperti para poliTIKUS yg kerjanya membunuh bangsa secara perlahan

63. ichaRehe - July 23, 2008

salut bwt pungkas….
rada nyesel jg sihh,, kenapa skrg baru diberitain,
pas ada kjadian kyk gini..
bkn mulai keberangkatan…
tp salut bgt buat pungkas. . .
semangatnya patut diacungi jempol. . .

slmt tinggal ank bangsa!!!
semoga bahagia disana. . .

64. Dewi - July 24, 2008

“rada nyesel jg sihh,, kenapa skrg baru diberitain,
pas ada kjadian kyk gini..
bkn mulai keberangkatan…” icharehe

tim sudah mengundang semua media massa untuk jumpa pers jauh hari sebelum keberangkatan sampai 3 KALI tapi tidak ada SATUPUN yang datang….sampai ketika semua media minta wawancara setelah tim tiba di bandara yang terlontar adalah “kalian pers semuanya brengsek !”…. setelah ada mayat barulah para elang pemakan b…berdatangan. sampai dari media yang jauh hubungannya dengan petualangan seperti Nova minta jatah wawancara, emangnya acara demo masak !

65. Dewi - July 24, 2008

Mas mujiono terimakasih telah menyediakan ruang untuk berbagi pendapat, Pungkas telah menjadi martir namun tolong untuk jangan dijadikan arena perdebatan benar dan salah, cukuplah kematiannya menjadi darah yang menyuburkan bumi pertiwi….mohon segala perdebatan diakhiri….terimakasih

66. PEBI PRIYATNA - July 24, 2008

selamat jalan pungkas,,,kecintaan mu pada alam takaan pernah terlupakan…
kau akan menjadi kenangan bagi semua anggota pramuka dan para pecinta alam indonesia…

SELAMAT JALAN BUNG,,SEMOGA KAU TENANG DI ALAM SANA..

AMIN..

67. 4nggoro - July 24, 2008

gw sepupu “pupung” pangglian akrab kelurga dari “Pungkas Tri Baruno”
pertama d kabarin kaget banget,.. ga’ nygka aja! dalam hati, “kapan pupung naek gunung??”
pertama sempet nyalahin pramuka., aneh2 ja pramuka naek gnung.,. tp setelah datang ke sana, nanya pada orang tua pupung, kakak pupung, temen2 pupung semua deh yang berhubungan dengan ekspidisi ini,., pikiran gw berubah total.

ternyata pupung suka banget naek gunung dari SMP, orange gak sombong, makanya gak pernah crita2 ma kluarga dekat! bahkan orang tuanya mo crita, pasti pupung marah2! “ngapain sh gto aj dicritain?”
pupung bukan hanya 3x aja naek gunung, banyak banget belum di sebutin! mungkin itu jawaban orang tua pupung yang masih shock so beliau jawab yang diinget aj!!

persiapan ini dilakukan 1 tahun lebih, bahkan pupung cuti kuliah gara2 mempersiapkan ini! selama tahun, pupung jarang banget di rumah! paling cuma sabtu minggu! yang laen dihabisin buat latihan! YANG PERU DI INGET!! mereka sudah latihan di gudang es yang suhunya diperkirakan sama dengan kondisi yang dihadapi, dengan alat2 yang akan digunakan mereka untuk ekspedisi.

are-the-end jangan asal ngomong deh!! gw anak pecinta alam, pengalaman gw mungkin kurang,.,., tapi puncak gunung di jawa tengah dan jawa timur sudah gw injek!! sedikit banyak tahu gimana persiapan yang matang dan ngga’! selidiki dulu gimana ceritanya, baru berkomentar!

ALLAh mengambil nyawa hambanNYA dengan cara yang berbeda-beda! mungkin cara ini yang dikehendaki oleh ALLAH! buktinya, dokter di Amerika sampai detik ini, belum mengetahui penyebab kematian pupung! mungkin are-the-end punya kenalan dokter??

jadi buat semua yang berkomentar, jangan asal berkomentar yach,, berita koran, tv ga’ semuae akurat! karena gw sudah selidikin, dari pertama sampai akhir gimana espidisi ini,.,.

salut ma kmu pung! bangga bgt jadi spupu kamu! kamu berhasil nginjek pucak gunung es yang ga’ pernah gw injek! beribu ribu orang mendoakan kamu, semoga tenang dan damai di sisi ALLAH
amin,.,.,.,.,.,

68. are-the-and - July 26, 2008

upss…salah tanggap lagi…hebatlah buat 4nggoro, yang sudah menginjak semua gunung jawa tengah dan timur…hehehe.makannya bung…baca dulu apa yang hendak saya sampaikan. Itu semua karena anda yang “marah” dengan pernyataan saya karena ada faktor kedekatan dengan pupung dan organisasinya…mungkin saya kalo dekat dengan pungkas akan seperti itu, dan memberi pernyataan yang saya ketahui. Tapi disini tidak mengkambinghitamkan pungkas sajalah (kan kasihan pungkas diomongin terus).

saya sadar pasti diantara testimoni ini ada anak pecinta alam. Kita kan harus berdiskusi kuat bung, bukan masalah asal bicara…hahaha.

Saya tidak tahu dengan maksud anda semua yang “marah” dengan saya dan menyebut asal bicara…hehehe. Kenapa setiap kontradiksi harus ditanggapi dengan kata asal bicara, toh belum tentu anda semua yang kontra benar secara telak juga toh…hehehe.

jangan pada esmosi dong…yang cerdaslah!…huahahaha..keep ROCKIN man!

69. mAnDa - July 28, 2008

whatever u say…
meski saya bukan orang terdekatnya…
meski saya bukan orang yg terlalu mengenalnya…
meski saya bukan orang yg terlalu jelas penyebab kematiannya…
meski saya bukan orang pecinta alam….

siapapun yg berkomentar…
dan apapun komentarnya…
Pupung telah menjadi legend di Indonsia…
Pupung telah mengharumkan nama bangsa dengan berkibarnya bendera merah putih di puncak gng McKinley…

Pupung bukanlah seorang selebritis atopun tokoh politik…
Tapi setiap media begitu santer memberitakannya…

sungguh kehormatan dg upacara pemakamannya…
berbagai kalangan telah menghadiri pemakamanmu…
sampai namamu dijadikan nama perpustakaan…

keluargamu begitu sedih dg kepergianmu…
tapi kluargamu jg menyimpan kebanggaan yg luar biasa…

sungguh kematianmu tidaklah sia2…

SELAMAT JALAN PAHLAWAN KECILKU….

next… apa yg bisa kita lakukan utk bangsa ini???

70. -415- - July 31, 2008

saya turu berduka cita ….
tapi dalam sebuah pendakian membutuhkan suatu skill yg baguz..
makanya bli dnk buku saya yg berjudul “PENDAKIAN GUNUNG”
THNK

71. pipit - August 3, 2008

pipit pratiwi..
(duduk di depan pungkas swaktu klas 3 SMA)

gw pernah belajar tentang apa itu “prestise”
yang pengantarnya bukan cuma support (pro) tapi juga suatu kontradiksi…

terlepas dari semua polemik.
lo sosok yang fenomenal..

jadi pemberitaan dan buah bibir dimana2..

lo membuktikan bahwa lo putra bangsa yang patut dibanggakan kas..

ternyata kesederhanaan dapat meluluhkan puncak alaska…
selamat jalan kawan…..

72. upiLgoReNg - September 6, 2008

Gua denger dari kwarcab tangerang kalo jantungnya (alm) Pungkas masih di US untuk diselidiki penyebab kematiannya.
Emang sampe sekarang penyebab kematiannya masih simpang siur.
Tapi gua di ceritain dari orang2 kwarnas kalo (alm) Pungkas memiliki stamina yang luar biasa.
Dan para guidenya mengakui bahwa baru pertama kali pendaki ke Mc Kinley yang berhasil melalui 3 pos tanpa istirahat. Dan kata guide mereka, fisik mereka sangat luar biasa.
Mudah2an oktober ini Jantung (alm) Pungkas sudah tiba di Jakarta dan penyebab kematiannya dapat diketahui.

73. Loveinside » Blog Archive » menanggapi ribut2 Pungkas Tri Baruno di blog mas Pujiono - September 7, 2008

[...] 45. Loveinside – July 18, 2008 [...]

74. Nanamut - September 7, 2008

Pungkas U’re the BEST!

75. Nanamut - September 7, 2008

I Love You Pungkas ..!!

76. Nana - November 17, 2008

na2 sdiiih … bgt begitu denger berita dari tv bahwa ada seorang pemuda Indonesia yg meninggal stelah mengibarkan bendera merah-putih. Wlaupun na2 gak knal sma k’Pung, tp smua kpribadian k’Pung mmbuat na2 bangga akan k’Pung. Slamt jlan k’Pung, kmi cinta dan sayang padamu …

77. yana sakura 245 - November 25, 2008

salam pramuka
saya dri anak pramuka brawijaya 245 sakura,mengucapkan selamat jalan k’pung,kami semua akan selalu mendoakan k’pung,karna kami cinta dan sayang bgt ma pramuka,kami semua kagum bgt ma k’pung atas kegigihan k’pung terhadap pamuka,
SELAMAT JALAN
WAHAI ANAK MUDA
BANGSA I

78. liddia-TM - February 7, 2009

.hebat mas pungkas.
sy doa’in masuk surga.
.sy salut sama mamas.

79. ariffhakimiTAIPOR - September 29, 2009

saya turut berasa simpati atas pemergian allahyarham pungkas tri baruno.
semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi NYA. insyaallah.

takziah dari sepupu di Malaysia.

80. ismael - October 13, 2009

mas pungkas hebat..oiuy…

81. Putut - January 19, 2010

Ga terasa sudah satu setengan taun….
Banyak kenangan manis yang ga mungkin terlupakan…
We all missed U brother.. :)

82. ricky - April 21, 2010

saya bener2 bangga sama ka.pungkas dan kawan-kawan … semoga ini menjadikan motipasi kita untuk terus semangat dalam mengisi kemerdekaan …
semoga engkau tenang di sana ka … !!!

83. pala baja - April 21, 2010

ka.pungkas kami akan meneruskan anda walaupun kami belum menguasai sepenuhnya …
salam pramuka…
salam rimba …
andah yang membuat motivasi untuk kami !!!