Obama di New Yorker July 15, 2008
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: Barrack Obama, cartoon, Michelle Obama, New Yorker, Obama, satire, The New Yorker
trackback
…di perapian sebuah bendera Amerika terbakar.
New Yorker edisi 21 Juli 2008 memunculkan banyak kritik. Majalah yang selalu menerbitkan reportase, komentar, kritik, esay, fikso, satire, kartun dan puisi yang berbobot itu menampilkan gambar sampul yang memicu kontroversi.
Pada edisi itu digambarkan Barack Obama dan istrinya sudah menempati gedung Oval. Istri calon presiden dari Partai Demokrat yang kribo itu digambarkan menenteng sebuah senapan. Obama sendiri dilukiskan mengenakan pakaian adat Arab yang panjang menjuntai di bawah lutut, lengkap dengan penutup kepalanya. Di atas perapian tergantung foto Osama bin Laden, orang yang dicari-cari pihak Amerika sampai kini. Sementara itu di perapian sebuah bendera Amerika terbakar.
Obama dan istrinya dilukis sedang melakukan “toss pukulan” sambil tersenyum simpul sedikit.
Cerita di bagian dalam, konon, menampilkan pendidikan politik Obama dan tahun-tahun pertamanya di Chicago.
Sampul ini dilukis oleh Barry Blitt bisa ditafsirkan macam-macam, tergantung sudut pandang orang yang melihatnya.
Bagaimana Anda menafsirkan sampul majalah New Yorker itu?


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Rasis, naif, subjektif, shallow. :evil:
Tapi disisi lain smart, karena memang itulah satir dari Obama dimata Republikan dan pendukung McCain. Teroris karena ingin menarik pasukan dari Irak, tidak patriot juga karena ingin menarik pasukan dari Irak, dan terlalu dekat dengan Muslim dalam masa lalunya.
Kesimpulannya, you see what you want to see. :)
Dimana letak satirenya? *garuk2*
provokatif dan shallow… :D
coba kalo ini terjadi di Indonesia, mungkin udah berakibat pada kerusuhan massal para pendukungnya ya…hueheuhuehe…
kalo saya menafsirkannya gini:… obama itu dekat dengan kalangan Arab, makanya dia pengin narik pasukan amrik dari kawasan Arab. Dia memandang terorisme dengan cara yang berbeda dibanding bush. Tentang bendera yang terbakar, mungkin bendera itu tertiup angin dan masuk ke dalam perapian. Gitu kali ya… namanya juga tafsiran. Terserah gue yang punya mata dong..
Kalau saya melihatnya sebagai kesadaran dari si pelukis bahwa tanda-tanda kejatuhan Amerika Serikat sudah sangat dekat. Amerika harus belajar dari kejatuhan Jerman dan kejatuhan negara-negara lain dulu sekali, yang berusaha menjadi penguasa di dunia.
Stereotip ala Amrik, biasa itu. Kan kebenaran dan demokrasi adalah apa yang ada dipikiran mereka ;-)
gw taunya cman PHP
* ikutan garuk2 *
Saya melihat obama dan istrinya sedang ikut karnaval 17 agustusan :)
biasalah kalo sudah mendekati pemilu suka aneh aneh
buat gw bukan masalah tafsir gambarnya, mas…tapi kira2 itu media bakal kena tuntutan hukum dari obama ga ya :D
@10. Hedi -
Hedi, keliatannya sih nggak akan ada tuntutan hukum. Jangan berharap pula para pendukung Obama datang ke kantor redaksi The New Yorker sambil membawa pentungan dan mengobrak-abrik taman kantor itu. Para pendukung Obama juga tidak akan minta The New Yorker dilarang beredar. Dan pemred The New Yorker pasti bisa tidur nyenyak karena tidak diseret ke pengadilan. Kekekekekkk….
@11
Untungnya gak ada FPI disitu….wkwkwkwkwk
itu pan mo pesta kostum ala hallowen, kenapa harus ribut?
kata oom blit karikatur itu untuk memberi gambaran satire atas mis-intrepretasi orang amerika terhadap Obama. 39% percaya Obama sekolah madrasah di Indonesia, 26% percaya ia dibesarkan keluarga muslim, 12% percaya Obama akan bersumpah dengan quran ketika jadi presiden, dan surprisingly 13% Obama adalah muslim taat.
Well, ndak ada satupun yang benar. Ia adalah seorang Kristen.
kalo dimata Indonesia dan di mata orang amrik pasti beda :D
@ Ambar
Jadi oom blit cuma menggambarkan bagaimana sekian banyak orang Amrik pola pikirnya sudah diracuni isu, gosip, stereotip, suudzon, negative thinking, dll, dan tidak mau susah payah meneliti benar tidaknya pandangan dan informasi yang mereka terima.
Untuk masyarakat “seberadab” Amrik, itu MEMALUKAN!!!
media skrg harus bikin sensasi biar laku..
biasa aja lagi,
jenenge lagi dodolan,
ya apa bae carane’ dilakukan,
nek ora kaya kuwi dodolane ora payu…
iya mbokan kang?
Naif dan cenderung bodoh. Karena kenyataannya Obama tetap akan meneruskan kebijakan antiterorisme dan tetap tidak bersikap terhadap pendudukan Israel di Palestina.
Obama memberi harapan baru bagi warga AS, tapi tidak bagi dunia.
Kecuali kalau memang dimaksudkan untuk satir sebagai sindiran bagi warga AS sendiri. Well, saya belum baca artikelnya, cuma disuruh menafsirkan oleh sang empunya blog :P
ah..biasa lah…
sekadar kartun kan..?
Satire.
Tapi…, gw heran, di jaman internet dan TV gini (apalagi di amrik), koq masih ada sejumlah besar orang “disinformed” gitu sih. Ga kecil pula, antara 10-30% lumayan tuh. Lagian itu kan udah ditayangkan jelas2 di media2 nasional sana…, Masak sih gak tau mereka? Gw aja tau :D