jump to navigation

Tanda EK di KTP Koruptor July 23, 2008

Posted by http://jalansutera.com™ in Blog.
Tags: ,
trackback

Ini bisa bikin jera

Kompas hari ini menulis tentang usulan dari KNPI untuk membuat koruptor jera.

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Hasanuddin Yusuf mengusulkan, kartu tanda penduduk (KTP) pelaku korupsi, yang dipidana dan berkekuatan hukum tetap, diberi kode khusus yang menunjukkan yang bersangkutan eks koruptor (EK). Hal ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Hasanuddin, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, menegaskan, “Selama ini hukuman mati bagi pelaku korupsi tak pernah dan sulit diterapkan di Indonesia. Sebab itu, anggota KNPI mengusulkan agar memberikan cap EK bagi pelaku korupsi.”

Hasanuddin mengakui, usul itu memang kontroversial dan pemerintah bisa dituduh melanggar hak asasi manusia (HAM), seperti ketika eks tahanan politik (tapol) diberi cap eks tapol (ET) di KTP-nya. Namun, langkah itu perlu untuk menuntaskan pemberantasan korupsi.

Hmm…, usulan yang bagus jika dibandingkan dengan hukuman mati dengan cara dimutilasi. Iya, khan? Jadi, KTP siapa yang pertama kali diberi tanda EK nih…

Comments»

1. Dhimas - July 23, 2008

Wah ide sangat bagus nih… Salam kenal…

2. Donny Verdian - July 23, 2008

Halah.. ide yang belum terlalu bagus!
Mbikin KTP palsu itu gampang buat mereka, eks koruptor itu.
Masih bagusan menerapkan hukuman seberat-beratnya bagi para koruptor itu sendiri sehingga mereka nggak akan berkesempatan untuk mempunyai KTP lagi karena berada di penjara selamanya atau di dor.

3. itikkecil - July 23, 2008

ide bagus itu…. tapi siapa yang jamin kalo mereka gak akan ganti ktp

4. eka - July 23, 2008

Protes! Kodenya jangan EK dong. Ganti!

5. gagahput3ra - July 23, 2008

Gak Setuju! Seberapapun jahatnya koruptor, jangan jawab kejahatan dengan kejahatan. Cukup jalankan hukum dengan benar, masukkan penjara dan jalankan hukumannya. Harusnya proses hukumlah yang dapat membersihkan seseorang dari dosa sosial. Marginalisasi karakter seorang individu justru akan memundurkan kedewasaan peradaban.

Ide kayak gini bagus niatnya, tapi buruk efeknya. Menurut saya mending bagian “agama” di KTP diilangin dulu, sama aja sama ini, sangat-sangat berbau marginalisasi. :(

6. Yoyo - July 23, 2008

efeknya nggak terlalu ngaruh kayaknya, kan yang udah korupsi banyak duit, dia bisa berlaku apa aja, ganti KTP atau ganti nama juga bisa…..nggak kayak ET dulu….., hukumannya 7 turunan :)

7. Anang - July 23, 2008

untuk blogger ada EB, EKS BLOGGER

8. JalanSutera.com™ - July 23, 2008

@4. eka
EK khan eks koruptor. Memang sih dibacanya EKA. Hmmm… Anda antikorupsi juga, khan?

Atau apa singkatannya harus diganti menjadi MK alias Mantan Koruptor. Nah, nanti orang-orang dari Mahkamah Konstitusi marah dong… Kekekekekekkkk….

9. kucingkeren - July 23, 2008

Tapi.. ntar bisa diputihkan gak dengan segepok uang?Jangan2 nanti malah memberi peluang lagi untuk para petugas ybs jadi koruptor… ..duhhh jadi parno nehh..

10. Epat - July 23, 2008

Klo kiyai yang jadi koruptor mungkin perlu ditambahi jadi EK2, Eks Koruptor dan Eks Kiyai kekeke

11. culuntea - July 23, 2008

Sekalian, tolong kalo kawin dikasih tanda, berapa istri.
Enak betul tuh agama tertentu, bisa kawin berkali kali, kita kan juga kepingin.

12. tukangmoto - July 23, 2008

sekalian aja di namanya..ditambahin setelah gelar-gelar akademis yg berderet panjang ituh.. :p

13. iway - July 23, 2008

kalo yang dihukum mati dikasih tanda apa ya? logo kuburan ato gambar tengkorak hehhehehe

14. Chic - July 23, 2008

kan KTP bisa bikin dimana-mana Mas?
*selama sistem KTP ga online, kayaknya ga jaminan bikin efek jera*

15. okkykrisna - July 23, 2008

Kayaknya ga ngaruh deh klo cman dikasih EK, masalahnya taw g? orang dipenjara aja g maw kapok.. coba deh mereka langsung “dihukum mati!” g da alesan Hak Asasi Manusia cz mreka udah nyakitin orang banyak duluan.. perbuatan mrka udh mirip genocida klo mreka tau.

Cina bisa dijadikan contoh…

just opinion! :D

16. BARRY - July 23, 2008

Kalau koruptor yang sudah banyak uangnya saya rasa tidak akan mau menyerahkan KTPnya yang nantinya akan dicap EK. Bukankah uangnya sudah banyak? Suruh saja si A atau B untuk melakukan transaksi, beres kan?! Mau ditangkap polsi karena melanggar lalu lintas? Lho, kan si pak supir yang nyetir bukan sang koruptor.

Untuk membuat metode ini saja sudah akan menghabiskan anggaran belanja padahal intinya adalah untuk mengurangi alias berhemat. Kalau mau adil (wah sulit, hidup di dunia ini mana ada keadilan ya) sita senua kekayaan, telusuri lalu dijatuhi hukuman (hukumannya apa dong? Wah saya tidak mau ikut campur, sebab bukan ahlinya).

17. Andra - July 24, 2008

kenapa tidak ‘K’ saja.

18. zyrajawa - July 24, 2008

apapun solusinya, harus ada unggah-ungguhnya dunk…positive thingking…sak elek-elek e wong isih ono apike, sa apik-apik e wong isih ono elek e…lam kenal :)

19. DilLa Emaknya Qia - July 24, 2008

Bikin blog Daftar Koruptor plus foto, riwayat ditangkap, kisah2 seputar korupsinya. Jd setiap org bs akses. Malu, tah?

Oya, u KTP, EK nya dikasih dibelakang nama, kayak “TM” di akhir tulisan JalanSutera. Hihi

20. Catshade - July 24, 2008

Daripada dikasih tanda di KTPnya (yang bisa ditanggulangi dengan bikin KTP baru), mending jidatnya aja yang dicap EK…pake cap besi panas yang biasa dipake buat nandai bokong sapi itu lho :lol:

21. dobelden - July 24, 2008

jangan di EK deh mending melintang di KTP tulisan KORUPTOR walau agak dibuat greyscale.. klo kecil gitu mah gak keliatan

22. Xnu_G - July 24, 2008

Wah saya setuju. Tapi mungkin perlu dilengkapi dengan KU (dangan huruf Kapital Warna Merah) alias Koruptor Ulung. Gelar ini disandingkan kepada orang-orangnya yang jelas2 korupsi tapi pengadilan belum mampu membuktikan dan menangkap basah. Piss :)

23. tukangobatbersahaja - July 24, 2008

kasihan pegawai kecamatan, lah wong semua orang pada korupsi hehehe. anak kecil kalo dikasih duit untuk beli ke warung bilangnya harganya segitu padahal sisanya buat beli permen :). *itu korupsi bukan*

24. risiyanto - July 24, 2008

KTP gampang diedit. Mustinya diberi cap tatoo di pipi/jidat. Itu extrimnya, kalau yakuza yang pernah berbuat salah, yang pertama dipotong kelingkingnya. Salah yang kedua jari manis. Tapi susahnya di indonesia, sudah tahu koruptor, tapi kalau masih kaya tetep banyak yang mau mendukung.

25. tukang-gantung - July 24, 2008

ide bagus tuh, tapi lebih bagus lagi hukum gantung sih

26. aLe - July 24, 2008

wah, bisa stress tuh pada koruptornyah :lol:

27. Remo Harsono - July 24, 2008

Susah emang…udah dikasi Tsunami ga ngaruh tuh…apalagi cuman tulisan…

Potong tangannya ajah biar ga bisa tanda-tangan :)

28. hanny - July 24, 2008

kalo hukuman mati aja bisa ‘dibeli’, apalagi cap di KTP hehehehe :D

29. Mihael "D.B." Ellinsworth - July 24, 2008

Bagi saya, Pemberian label EK masih jauh lebih baik daripada hukuman mati. Indonesia jangan rewel lah, Hukuman Mati dibilang melanggar HAM, pemberian label dibilang juga melanggar HAM. Hemat saya, tanpa pemberian label itu, seperti mendzalimi orang yang diperas haknya (berupa imbas korupsi). Dan serta - merta melanggar HAM juga. ;)

Begitulah.

30. orangutanz - July 24, 2008

Waaa, ilustrasinya bagus…

31. japspress - July 24, 2008

Buat bikin efek jera bisa jadi cukup efektif, tapi kalau masih bisa diselewengkan juga. Hukuman mati nampaknya akan benar-benar menjerakan siapapun untuk tidak berani korupsi lagi. amien.

32. Catshade - July 24, 2008

Setelah dipikir2 lagi… sebagus apapun hukumannya buat koruptor, percuma kalo polisi, jaksa, dan hakimnya masih bisa diakali. Soalnya, yang menentukan status seseorang itu (saksi atau tersangka), bukti-buktinya, pasal2 dakwaannya, serta bersalah atau tidaknya, kan mereka-mereka juga. Kalaupun mereka ketahuan, lalu ditangkap dan diadili…kalau hakim yang mengadili mereka bisa diakali juga, pegimana tuh? :D

33. imam - July 25, 2008

koruptor dipotong saja tangannya, mas.

34. mostboy - July 25, 2008

wah… menarik…. memperlakukan koruptor seperti dulu orde baru memperlakukan para tapol eks PKI… mantap….

terus diikuti dengan penyiksaan dan penistaan dari lingkungannya? mantap klo iya… dikucilkan karena bekas koruptor… even better than death sentence i think….

35. fajar - July 25, 2008

dukung korupsi, biar ada orang Indonesia yang masuk jadi jajaran miliader terkaya di dunia selevel sama Bill Gates… kan prestasi dunia tuh… dari pada nungguin timnas bolanya… kelamaan… huehehehehehe

btw salam kenal ya,

36. orangutanz - July 25, 2008

tanggapan lawan arus yang cukup menyegarkan pikiran dari om mostboy… nice…

37. mantan kyai - July 26, 2008

tidak sependapat. harusnya langsung aja gak pake kode2an. KORUPTOR. sebab kalo EK nanti nyasar ke saya … EKS KYAI

38. edison76 - July 26, 2008

Saya pribadi berpendapat ini usul yang tidak bermanfaat. Usul semacam ini datang dari ketua umum KNPI… sedih banget dengarnya…masak cuma segitu kaliber ketua KNPI. Atau mungkin dia sekedar ‘joking’ ya?

Orang yang berani korupsi, tidak akan jera hanya karena sekedar ada cap “Eks Koruptor ” di KTPnya. (jangankan ‘eks-koruptor’, tulis ‘Koruptor’ pun tidak akan berpengaruh :) ) Lagipula seberapa sering kita mengeluarkan KTP kita utk diperlihatkan ke orang lain?

Bahkan jika usul ini dijalankan pun, mungkin tidak banyak orang yg akan mengerti apa arti “EK”.

Edison on janganserakah.com

39. akhyari hananto - July 27, 2008

di Indonesia, KTP “kurang begitu berguna”, saya saja hanya punya paspor. Saya mau kok, dapat puluhan milyar, lalu hanya KTP saya yang ‘dihukum’. Bagusnya, nggak usah dapat paspor, diberi tanda permanent di dahi/wajahnya. so, mau shoppping, mau jalan2 kemanapun, orang akan mengenal kalau dia adalah koruptor. saya sendiri setuju hukuman mati, kalau udah korupsi sampai trilyunan, gimana lagi?

40. heper70 - July 27, 2008

Nga jaminan, karena sekarang banyak KTP yang bisa di beli, jadi bisa ganti nama atau ganti KTP deh ….., Hukum mati aja …. salam kenal
http://www.heper70.wordpress.com

41. Affan - July 28, 2008

Bisa2, buat KTP main kolusi juga, biara ga ada tanda EK

42. IRupiah.com - July 29, 2008

Ide yang bagus ekali.
Tapi yang jadi masalah di implementasinya. Kalau ujung ujungya bisa buat KTP palsu pakai nama lain yah sama aja boong.

43. arv - July 29, 2008

Apa gak mending di tato di jidatnya.mirip kuda gitu mak nyyus

44. aRuL - July 29, 2008

hehehe lucu2 boleh juga nih..

45. qizinklaziva - July 30, 2008

lebih bagus juga tuh kalo fotonya diberi garis hitam di bagian mata… bila perlu fotonya masih pake seragam tahanan… hahahaha

46. undercover - July 30, 2008

Nggak setuju mas… bukan masalah melanggar ham atau apalah, saya ndak pusing karena dah ada yang ngurusinnya. Tapi dengan begitu sama aja kita nyerah dengan kondisi penegakan hukum di indonesia yang tebang pilih. Ketua KNPI macam apa itu, ngasih usulan begitu. Harusnya kita tetap keukeh mengusahakan hukuman seberat-beratnya bagi para koruptor, tidak bisa tidak.

47. fajarsaptono - August 6, 2008

iya bagusnya hukumannya dikasih Tato Permanen tulisan “Koruptor” di jidatnya, jadi kalo mau dihapus ya monggo operasi plastik =))

48. agungk - August 13, 2008

Siapapun yang punya ide yang demikian sungguh BODOH.
Itu apa bedanya dengan “Bahaya Laten PKI”? Suatu kekonyolan ORDE SOEHARTO?
Inikah hasil reformasi yang didengung-dengungkan itu?
KEBODOHAN BERJAMAAH.
Kelaut saja enteh semua.

49. abd - August 20, 2008

lebih bagus lagi ditambah voucer menginap gratis 3 hari 3malam dihotel berbintang 5. bersama Ryan.