Stop Permainan Panjat Pinang! August 14, 2008
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Perlu waktu 5-6 tahun supaya pohon pinang tumbuh setinggi 15-an meter!
Pinang (Areca catechu) dulu dekat dengan masyarakat, terutama orang-orang yang suka nyirih. Campuran antara daun sirih, pinang, kapur menjadi menu wajib nenek saya dulu. Relief pada Candi Borobudur dan Candi Sukuh, keduanya berselisih sekitar delapan abad, juga menampilkan pohon pinang secara jelas. Artinya keberadaan pinang memang sudah menjadi bagian dari masyarakat di nusantara ini sejak lama.
Menurut primbon.com, pohon pinang merah dapat mengundang rezeki dan mmenjadi penangkal niat jahat dari orang yang hobby meneluh, guna-guna, santet dan sebagainya. Anda percaya? Saya sih nggak percaya…
Nah, setiap bulan Agustus masyarakat Indonesia semakin dekat dengan pohon pinang. Permainan panjat pinang seakan menjadi menu wajib untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Ini sebenarnya permainan lucu-lucuan yang memadukan antara kerjasama, kekuatan, keberanian, kekonyolan, dan keberuntungan. Bagaimana detail permainan itu?
Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan. Pada bagian atasnya diletakkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Oleh karena batang pohon tersebut licin karena dibaluri minyak pelumas, para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.
Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa diperlukan waktu antara enam sampai lima tahun bagi sebuah pohon pinang untuk tumbuh setinggi kurang lebih 15 meter? Jika, katakanlah, semua kecamatan di Indonesia yang berjumlah 5500 menyelenggarakan panjat pinang, maka ada 5500 pohon pinang yang tumbuh sejak lima atau enam tahun lalu dibabat dan teronggok begitu saja setelah tujuh belasan.
Apa jadinya jika bukan tiap kecamatan, tapi tiap desa membuat acara panjat pinang? Akan lebih banyak lagi pohon pinang yang tercabut dari akarnya. Padahal selama ini tidak pernah ada masyarakat yang melakukan penanaman pohon pinang di lingkungan mereka. Jika dari tahun ke tahun hal seperti ini terjadi, adalah sebuah keniscayaan bagi punahnya pohon pinang dari bumi nusantara. Kita tidak ingin itu terjadi, khan? Pakai apa dong nenek-nenek kita nanti kalau pengin nyirih?
Jadi, sudah saatnya kita hentikan acara panjat pinang. Masih ada acara lain yang lebih menghibur daripada panjat pinang itu. Setuju?
Bonus:
Tahukah Anda bahwa permainan panjat pinang itu konon berasal dari Cina? (PDF)


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Wduh Mas…
Kalo permainan panjat pinang
harus di Dihapuskan Tanya Kenapa>>>???
kalo harus mengorbankan kesukaan masyarakat>>?
^^
Mas Puji nyirih ya, jadi merasa tersinggung kalau nanti pinang habis :-D
Di Beberapa tempat (utamanya di Bekasi sini) untuk anak-2 malah pakai bambu petung atau pakai batang pohon pisang, soalnya pinang sudah mahal.
Saran saya, mendingan ganti jadi pohon kelapa saja, atau sekalian manjat tiang listrik, kan mulus dan lurus seperti pohon pinang diserut :-P
setuju ama vavai, ga harus distop ganti aja pake pohon bambu ato pipa besi, lagian setahu gw pohon pinang tuh mahal, untuk ukuran panitia kelas cere jelas ga mampu untuk beli pohonnya (belum termasuk hadiahnya)
perbanyak lomba makan tempe dan tahu (kerupuk mulu bosen) :D
Pinangnya diganti aja pake tiang listrik, Bos.
Kalau nenek-nenek kita mau nyirih, disuruh pakai permen karet aja hahahah!
@1,2,3
panjat pinang boleh jalan terus asal ada peremajaan kembali, biar nggak cepet punah.
tuh vavai pernah manjat tiang listrik yang diolesi oli bekas. padahal nggak ada hadiahnya. asyik, ya Om? untung nggak kesetrum… kekekekekekk… :P
@4. Donny Verdian
Ide elo sangat brilian. Coba bikin buble gum rasa campuran sirih, kapur dan pinang. Dan silakan pasarkan ke panti jompo. Semoga sukses! Kekekekekk….
Manjat tiang listrik sih belum boss, tapi manjat pohon kelapa yang bikin kancing baju pada trondol (apa ya ini namanya, kancing pada lepas gitu) sih pernah.
Jadi inget humor garing, bulat, panjang dan manis, tiang listrik digulain :-P
Sensasi memanjat pinang itu sulit digantikan media apapun Mas Puji.
*pengalaman soalnya*
@7. priandoyo
Mas Priandoyo, coba deh nulis tentang tips dan trik memenangkan kompetisi panjat pinang. Dijamin nanti akan menjadi BOTD karena Anda adalah praktisi panjat pinang yang sudah berpengalaman. Saya tunggu tulisan Anda ya…
lomba kok gitu-gitu aja,
muali kecil sampai tua.
makan krupuk,
panjat pinang.dll-nya,
kagak ada yang mutu.
kagak adakah yang punya ide yang brilian untuk menggantinya?
meding pohon pinagnya diganti pake pohon bambu atau pohon pisang saja barangkali mas?
mbecak usul lomba apa untuk 17-an ?
tahun lalu saya dapet 3 ekor ayam, 2 payung, 4 tas, senter dan beberapa bolpoin. tahun ini, kayaknya belum nemu deh yang mau nyelenggarain panjat pinang di negeri jiran
Kalo gitu diganti aja pake batang pohon laen yang tumbuhnya cepet, cuma siapa yg mau nurut saran sampeyan ya? :D
@13. Hedi
nggak ada yang mau nurut. apalah arti blog saya ini di tengah blogosfer yang bagaikan lautan teks super crowded. apalagi nggak ada panitia panjat pinang yang baca blog ini juga. duh…
lagipula saya lebih sering membayangkan blogging itu seperti saya sedang ngedumel kok. didengerin syukur, nggak didengerin ya nggak apa-apa. dikomentari syukur, nggak dikomentari ya no problemo. lebih seringnya sih dicuekin oleh orang-orang. kekekekekk….
wewkewk… ide yg tidak populer di bangsa inih :D:D
WADUH… KALAU ACARANYA JANGAN DI-STOP,
TAPI POTONG POHON PINANGNYA SETUJU DI ST0P !!
SO…. ADA CARA LAIN GANTIKAN POHON PINANG, MISAL DENGAN BAMBU PETUNG YG BATANGNYA BESAR DAN LURUS, BISA JUGA MENGGUNAKAN POHON PISANG YANG DIGANTUNG…,
KARENA…. DENGAN ACARA PANJAT PINANG…KITA DIINGATKAN AKAN BERATNYA PERJUANGAN UTNUK MENGGAPAI KEMENANGAN.
PERLU KERJASAMA, KEULETAN/KEGIGIHAN, KESABARAN, DAN PENGORBANAN. ITU……. ESENSINYA…AGAR KITA PENIKMAT KEMERDEKAAN TIDAK LUPA… ATAS JERIH PAYAH PARA PEJUANG KITA!!!!!!!!!…BUKAN HANYA SEKEDAR MENCARI KESENANGAN…. DAN HURA-HURA….OKEY????????
Pohon pinangnya dikasih pengawet sehingga bisa digunakan minimal 6 tahun. Kalau perlu malah lebih.
Mungkin kalau bisa dijalankan, kita bisa bikin persewaan pohon pinang. Sedia berbagai macam ukuran: pendek panjang, besar kecil.
Hebat. Ntar postingannya diliat greenpeace. Hehehe
nenek-nenek sekarang kan gak ada yang nyirih lagi udah pada bisa ke diskotik semua.. :P
Mas Puji,
kalau kita hentikan:
1. Saya takutnya nanti budaya ini diambil lagi sama Malaysia.
2. Jumlahnya bisa kita kurangi, dengan menggunakan pinang tahun lalu.
kalo pinang nya di ganti, namanya bukan panjat pinang lagi dong Mas… hihihihi
yang saya ngga ngerti sampe sekarang ya makna dari permainan itu sendiri. menggalang kerja sama gitu? trus kalo kompak ada hadiahnya yang bisa diambil di atas?
aaah rasanya ada banyak permainan yang bisa bikin kompak dan kerjasama tanpa harus mengorbankan alam…
iya…sekalian permainannya dihentiin aje…
Gini aja solusinya biar pinang nya ngak habis. Bagi peserta yang ikut harus nanam pinang, jika peserta nya ada 20 dan ada 5500 jadi dalam 5 tahun lagi ada 11000 pinang yang akan tumbuh, maka pinang yang tumbuh lebih banyak dari yang di cabut…..=) bayangkan aja kalo tiap tahun gitu, bisa-bisa pinang nya ngak habis habis di pake….
Sehingga tradisi panjat pinang di 17-an ngak musnah dan bisa di mainkan sampai anak cucu kita…..heheehe
saya setuju dengan Om Vavai.
Dulu di Pertamina Dieng kalo “panjat pinang” diganti dengan pipa yg dilumuri oli bekas :)
Di kampung saya, permainan panjat pinang menggunakan bambu sebagai tonggaknya. Jadi tidak ada pinang yang disakiti :)
iyah pinangnya diganti dengan bahan lain, tapi modelnya seperti pinang gitu :D
bagaimana kalau panjat beton saja? kan beton lebih mudah ditemui, dan awet
tadi malam sy lihat kabaretnya teater koma di metro tv, salah seorang pemainnya -butet- menyentil soal panjat pinang ini. Katanya aktivitas ini simbol dari penindasan, lihat saja untuk mendapat hadiahnya seseorang harus menginjak kepala orang lain. Konon ini simbol kisah yg terjadi di masyarakt sekarang ini. Injak sana, injak sini, kemudian menanglah dia… haaa.. bener juga yaa.. kesimpulannya, saya setuju kalau panjat pinang ini dihapuskan. di sisi lain, lingkungan dan budaya kita yg real akan tetap tejaga toh? Paling tidak, nenek2 kita masih aman utk bisa nyirih tahun depan… :-)
@28. kucingkeren
hmmm… analisis yang tajam dari Mba Susan nih. Jadi panjat pinang diganti dengan permainan apaan ya?
saya belom pernah ikutan panjat pinang hehehe.
lomba panjat pinang tetap ada tapi ga pake pohon pinang asli. pake pipa pralon yang gede dan kuat. emang sih mahal tapi bagus buat inventaris 17-an tahun depan dan beberapa tahun lagi.
sante aja mas..
skrng dah banyak diganti dgn bambu kog.. (krn cari poon pinangnya susah-hehehe..)
lomba panjat pinang hanya sebuah simbol kemenangan berada di puncak tertinggi..( diusulin aja panjat monas….)
Okelah, gak ada pinang balap krupuk atau makan karung pun jadi…. :D
rasanya yg sering gw liat pake bambu tuu ga pake pohon pinang..
kan perasaan pohon pinang tuu mahal.. :D
gimana kalo ngadain lomba nanam pohon pinang aja?
ntar dirawat baek2 sama para peserta, dinilai 5-6 tahun lagi (kalo gak lupa :D).
yang punya pohon yang paling tinggi yang menang. hadiahnya: hasil penjualan pohon pinang buat lomba 17an.
ntar kebun pisang pada ganti jadi kebun pinang. hihi
bener juga…gimana klo diganti panjat peminangan…hehehhe
cuma juri harus pake KUA ama amil…hihih
truz panjat apa dong..?
Logika berfikirnya perlu dilurusin mas. Di Kampung saya, lebih dari 1000 pohon pinang titanem tiap tahunnya. Di kampung tetangga-tetangga juga kayak gitu. Jadi, gak masalah kalo ditebangin satu — sepuluh juga ga papa tuh.
Di tempat saya biasanya pake bambu…
ngomong2… mahalnya harga pohon pinang itu berapa sich?
klo yang sempet saya dengar dari serial Para Pencari Tuhan jilid 2 sih, permainan panjat pinang tu dipopulerkan oleh penjajah Belanda yang kekurangan hiburan dan beranggapan bahwa menonton kaum jelata yang mati2an memanjat pohon pinang demi hadiah yang tidak seberapa adalah jenis hiburan yang mengasyikkan. katanya sih…
Ganti aja dengan pohon bambu…
AKHIRNYAAAAA….. ada yang menyuarakan hal ini!! Sudah sejak 10 tahun lalu saya khawatir. Soalnya, saya tinggal di jakarta dan kuliah di yogya dulu. Setiap kali lewat daerah banyumas, yang banyak l´pohon pinangnya, setiap tahun saya perhatikan semakin berkurang tegakannya.
Terima kasih untuk menyuarakan hal ini!!