Minal Aidin Wal Faizin yang Tidak ada dalam Budaya Arab

Kata-kata ini berasal dari Bahasa Arab, tapi tidak dikenal dalam budaya Arab.

Lebaran hampir tiba, beberapa hari lagi akan dirayakan. Frasa yang akan banyak diucapkan orang di hari kemenangan ini adalah Minal Aidin Wal Faizin. Seringkali frasa berbahasa Arab ini diikuti dengan frasa berbahasa Indonesia: maaf lahir dan batin. Orang mengucapkan dua frasa ini biasanya sambil menyorongkan tangan untuk bersalaman. SMS pun akan banyak mengutip frasa ini. Bahkan iklan di media cetak dan televisi juga menampilkan rangkaian kata ini. Seringkali pula tulisan berhuruf latin ini dibikin sedemikian rupa sehingga menyerupai kaligrafi huruf Arab.

Tapi, tahukah Anda bahwa frasa Minal Aidin Wal Faizin itu tidak dikenal dalam budaya Arab?

Saya baru saja membaca buku berjudul Bahasa! terbitan TEMPO. Di halaman 177 buku ini, Qaris Tajudin mengungkapkan bahwa memang frasa Minal Aidin Wal Faizin “berasal dari bahasa Arab, bahasa yang banyak menyumbang istilah keagamaan di Indonesia, baik agama Islam maupun Kristen.” Qaris mengatakan bahwa selain tidak dikenal dalam budaya Arab, frasa Minal Aidin Wal Faizin juga hanya dapat dimengerti oleh orang Indonesia. Frasa ini bisa ditemui dalam kamus bahasa Indonesia, tapi tidak ditemukan dalam kamus bahasa Arab, kecuali dalam lema kata per kata.

(Copy artikel berjudul Halal bi Halal oleh Qaris Tajudin itu bisa dibaca di halaman blog ini)

Lalu, apa arti Minal Aidin Wal Faizin? Terjemahan frasa ini adalah: dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Mungkin maksud lengkapnya adalah:”Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).” Oh, saya baru tahu sekarang bahwa Minal Aidin Wal Faizin itu artinya bukan “maaf lahir dan batin”.

Demikianlah salah satu keunikan lebaran di Indonesia. Selamat menanti datangnya hari lebaran.

70 Responses to this post.

  1. Posted by safriadi on January 27, 2009 at 23:40

    assalamualaikum wr.wb
    dalam hemat saya, rasanya kurang tepat untuk mengatakan bahwa “minal aidin walfaizin” tidak ada dalam budaya Arab, karena telah lama saya dan kawan-kawan bertempat tinggal baik dalam rangka menempuh pendidikan maupun kegiatan lainnya di tanah Arab dan Timur Tengah lainnya, masalah minal aidin walfaizin sama saja penggunaannya sebagaimana layaknya di negara2 yang berpenduduk muslim lainnya, jadi hendaknya dapat melihat lebih dalam dan dan lebih jauh sebelum mengatakan apa itu makna “minal aidin walfaizin” atau untuk lebih jauh lagi anda dapat melakukan croscheck atau sarch saja di Google.com, pasti insyaallah anda akan menemukan jawaban yang lebih lengkap.
    karena itu dapat membuat makna islam menjadi kerdil alias terbonsai.

    ini contoh kecil yang dapat anda lihat.

    Reply

  2. [...] Akhir dari Ramadhan Saya rasa Indonesia terlalu kaya akan tradisi unik, apalagi untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadhan. Misalnya, tradisi mudik yang selalu bikin heboh tiap tahun, tradisi maaf-maafan, sampai keidentikannya dengan ketupat. Bahkan kata Minal Aidin Wal Faizin, yang biasa diucapkan saat lebaran, juga cuma ada di negeri ini. [...]

    Reply

  3. tradisi Mudik masal juga cuma ada di negeri ini. >,<

    Reply

  4. Setahu saya, frase Minal aidzin wal faidzin ini memang produk asli orang Indonesia. Sepertinya kurang afdol kalau pas bersalaman tidak mengucapan ungkapan tersebut. Saya khawatir itu bisa jadi suatu hal yang dianggap sebagai bagian dari agama (?). Kalo yang saya tahu, konon Nabi Muhammad hanya mengajarkan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” ketika bersalam-salaman di hara fitri.
    Wallahu a’lam bish shawwab!

    Reply

  5. Posted by Edy Santoso on October 9, 2008 at 11:12

    Taqobbalallohu minna wa minkum wa taqobbal yaa kariim,
    Ngaturaken sedaya kalepatan, nyuwun agunging pangaksami
    Mugi kito tansah pinaringan barokah, rahmah lan maghfiroh saking
    ALLOH SWT.

    Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal fa’izin.
    Sugeng Riadin Idul Fitri 1429 H

    Reply

  6. mas, kalau taqobblallahu minna wa min kum bagaimana ?

    Reply

  7. Saya tidak sependapat bahwa minal aidin wal faizin tidak ada dalam budaya arab. Pada kenyataannya saya saat ini ada di Mekkah al mukarommah KSA rata-rata orang arab tahu juga pengucapan dan arti minal aidin wal faizin. Walaupun yang lebih banyak di ucapkan adalah ” kullu am enta bi khoir” ( atau pasarannya untuk TKI ” kullu sannah enta toyib ” ).La waktu saya ucapkan ” minal aidin wal faizin ” mereka juga tahu…la wong itu bahasa mereka. Kalau masalah budaya ya jelas beda. Arab negara kaya/petro dollar kalau gaya budaya mereka tidak berlebihan / berlebihan itu karena sistem pemerintahan yang jelas berbeda dengan indonesia. Arab kerajaan, indonesia demokrasi. Untuk perayaan hari raya idhul fitri dengan hari raya idhul ad’ha di Arab saya lihat sama meriahnya…kalau tidak percaya datang saja ke Arab…http://kluwan.wordpress.com

    Reply

  8. Posted by endar1999 on October 3, 2008 at 14:19

    Mas Aditcenter, saya punya pendapat. ..

    Jangan menyalahkan nilai2 eksakta untuk sebuah kesalahan typical masyarakat Indonesia.

    Dua-duanya penting, nilai eksak dan nilai moral. Lagi pula nilai2 eksak kita juga masih kurang kok? Sehingga sebagian kita berfikir kurang rasional.

    Ok, salam kenal dan sukses bersama.

    Reply

  9. Ohhh gittuu…… infor menarik…

    Reply

  10. [...] Idul Fitri 2. Waspadailah Minal Aidin wal-Faizin! 3. Minal Aidin Wal Faizin yang Tidak ada dalam Budaya Arab 4. Minal Aidin wal Faizin – Mohon Maaf Lahir Batin 5. Makna Minal ‘Aidin wal Faidzin 6. [...]

    Reply

  11. ooowwhh,, baru tahuuu,,,,

    Reply

  12. Posted by haneefa90 on October 2, 2008 at 19:42

    apapun,,,

    kita negara dengan penduduk muslim terbanyak,,namun sayang arti’y saja ta’kenal,,

    tanya pada diri kita
    sebenarnya ta’ hanya satu kalimat tu saja,,
    namun penerapan syariah islam’y pun dianggap menyeramkan oleh sebagian besar penduduk msulimnya

    sungguh luar biasa,,

    Reply

  13. [...] Idul Fitri 2. Waspadailah Minal Aidin wal-Faizin! 3. Minal Aidin Wal Faizin yang Tidak ada dalam Budaya Arab 4. Minal Aidin wal Faizin – Mohon Maaf Lahir Batin 5. Makna Minal ‘Aidin wal Faidzin 6. [...]

    Reply

  14. benar,
    dalam sebuah riwayat, ALLAHU allamu bishawab,
    yang benar,
    para shahabat ketika dahulu mereka bertemu,
    mereka saling mengucapkan “Taqabballallahu Min A Wa Minkum”
    hanya itu,
    jadi…yach ucapkan itu saja!!

    :)

    Reply

  15. Mas. Begitulah orang indonesia. Aku sudah nulis tentang itu di sini. Mampir ya….biar tambah lucu ajah…

    Reply

  16. Posted by elpian on October 1, 2008 at 23:15

    setidaknya dengan tulisan abang kan kita jadi tau…… tapi ngelurusinnya gimana ya…. emang dah membudaya.

    indonesia….indonesia…….

    ah… minal adin walfaidzin juga deh kalo gitu…… (makananya kan baik)

    :)

    Reply

  17. Posted by adhin on October 1, 2008 at 13:58

    thanks 4 infona yaaaa

    Reply

  18. Posted by Irwandiaz on October 1, 2008 at 12:52

    Bid’ah hanya untuk kategori ibadah..
    selamat idul fitri dari irwandiaz.co.cc

    Reply

  19. Halo,

    Saya rasa mendoakan orang bukanlah bidah, menurut saya Minal Aidzin Wal Fa Idzin nilainya sama dengan kalau kita mendoakan orang lain untuk kebutuhan kebutuhan spesial. Seperti semoga naik kelas, semoga lulus ujian, semoga keterima di universitas negri.

    Sekian dulu.

    “Taqqobalallahu Minna Waminkum,”
    Minal Aidzin Wal Faidzin,
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

    BB

    Reply

  20. Posted by firdha on September 30, 2008 at 15:39

    iia.. emang gtu,, minal aidzin ga ada sejarahnya..

    emang unik ya indonesia..

    wakaka

    Reply

  21. Bagi saya itu bukan hal negatif ko….

    Reply

  22. Posted by yani bin muski on September 30, 2008 at 14:03

    Selamat hari raya Idul fitri 1429 H.
    MINAL AIDIN WAL FAIZIN : Mohon maaf lahir & Bathin.
    Wassalam:
    Yani bin Muski
    Alamat: Kp.Tajur Rt.29/08
    Desa.Ciracap-Kec.Ciracap-Kab.Sukabumi
    Jawa barat 43176

    Email: yanisunarti@aol.com

    Reply

  23. Minal Aidin wal Faizin “Mohon maaf lahir & bathin”.
    Selamat hari raya Idul fitri 1429 H.
    Best regards:
    http://riswandizone.blogspot.com

    Reply

  24. Posted by Interista on September 30, 2008 at 12:58

    Islam itu bukan Arab !!
    Jadi kita gak mesti ngikutin budaya Arab !!

    Yang mesti kita ikutin, jelas hanya Rasulullah SAW melalui warisan beliau buat kita (Al Qur’an & Sunnah) !!!
    Titik !!!

    Reply

  25. Posted by aditcenter on September 30, 2008 at 10:30

    Yah…

    Itulah typical masyarakat Indonesia… Banyak yang berucap tapi tak tahu makna/artinya…

    Gara2 sistem pendidikan Indonesia yang hanya mengajarkan nilai2 Eksakta tanpa mengajarkan nilai2 moral….

    Reply

  26. Yang menarik juga, banyak yang mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin dengan maksud meminta maaf lahir batin karena mengira arti ucapan itu demikian :)

    Tahukah Anda bahwa ucapan-ucapan seperti Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faizin dan Taqobbalallhu Minna Wa Minkum bukanlah ucapan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW?
    Lihat di http://penamuslim.wordpress.com/2008/09/30/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/

    Reply

  27. [...] seiring gema takbir berkumandang. Budaya perayaan kemenangan Minal Aidin Wal Faizin ternyata ndak ada di arab sana, padahal notabennya arab adalah basis [...]

    Reply

  28. Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah :)

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

    Reply

  29. Waah .. Jadi yang tepat harusnya bilang apa dong? Kalau misalnya diganti, takutnya malah orang-orang gak ngerti dan bingung. Maklum … dah terbiasa walaupun (mungkin) salah.

    Selamat merayakan Idul Fitri mas. Mohon maaf lahir dan batin ..

    Reply

  30. [...] Saya rasa Indonesia terlalu kaya akan tradisi unik, apalagi untuk merayakan berakhirnya bulan Ramadhan. Misalnya, tradisi mudik yang selalu bikin heboh tiap tahun, tradisi maaf-maafan, sampai keidentikannya dengan ketupat (saya ikutan memasang gambar ketupat di atas). Bahkan kata Minal Aidin Wal Faizin, yang biasa diucapkan saat lebaran, juga cuma ada di negeri ini. [...]

    Reply

  31. Posted by iwan on September 29, 2008 at 10:29

    kata-kata Minal Aidin Wal Faizin sebenarnya adalah kata sambutan bagi pasukan nabi muhammad setelah pulang dan menang dari perang badar.
    dan memang benar kalau kata-kata Minal Aidin Wal Faizin tersebut tidak ada disejarah islam sebagai kata -kata menyambut atau ucapan selamat idul fitri kecuali di indonesia, akan tetapi kita juga harus was-was apabila kita melakukan ibadah tetapi ibadah tersebut tidak pernah dilakukan atau dicontohkan oleh nabi Muhammad maka ditakutkan ibadah tersebut jatuhnya menjadi Bid’ah.

    Reply

  32. emang budaya lebaran dan budaya mudik itu adanya hanya di Indonesia

    Reply

  33. Br tau nih…

    Reply

  34. nice info mas..
    saya pikir ucapan ini tuh salah, makanya saya lebih sering make Taqaballahu mina wa minkum (salah gak ya..??)

    Reply

  35. Posted by iwanmalik on September 27, 2008 at 22:42

    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari:
    http://iwanmalik.wordpress.com

    Reply

  36. Posted by rangga on September 27, 2008 at 18:42

    @ anang–> minal minul itu apa? Ngece banget, ditimpuk fpi kapok lu.

    Reply

  37. wah ternyata aku salah donk.. hehehehehe wah wah .. makasih infonya.. :P

    Reply

  38. :lol:
    Saya juga baru tahu.
    Selama ini persepsinya spt itu, apalagi jumlah katanya sama.

    Reply

  39. Info yang menarik…..
    Mungkin itu ya, setelah ucapan Minal Aidin wal Faizin…terus ada tambahannya, mohon maaf lahir dan batin.
    Berarti orang Indonesia kreatif???

    Reply

  40. Posted by safriadi on September 26, 2008 at 21:02

    saya ingin meminta maaf juga atas segala kekhilafan dan kekurangan baik secara langsung maupun tidak , karena sesungguhnya Allah SWT selalu punya hadiah untukmu saudaraku: sebuah cahaya untuk setiap kegelapan, sebuah rencana untuk setap hari esok, sebuah jalan keluar untuk setiap permasalahan, sebuah kebahagiaan untuk setiap kesedihan, tetap semangat, mengahadapi hidup, ALLAH SWT akan selalu bersama kita
    Saat Wajah Tak Mampu Bersua & Saat Tangan Tak Mampu Menjabat,
    Saat Lidah Salah Berucap & Bila Langkah Membekas Lara,
    Bila Kata Salah Berucap & Bila Tingkah Menoreh Luka,
    Hari Ini Izinkan Kedua Tangan Bersimpuh…
    Memohon Maaf Atas Segala Salah & Khilafku,
    Semoga Message Ini Mampu Mejembataninya,
    “Taqqobalallahu Minna Waminkum,”
    Minal Aidzin Wal Faidzin,
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
    wassaalam wr wb

    Reply

  41. Memang kalo masuk Indonesia jadinya nyeleneh,

    Reply

  42. ya iya lah masa’ ya iya dong.
    duren aja dibelah bukan dibedong.
    Budaya Arab pasti beda dengan budaya Indonesia, itu kehendak ALLAH.

    Reply

  43. Tentang ucapan hari raya Idul Fitri nih tak copas dari almanhaj:

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang ucapan selamat pada hari raya maka beliau menjawab [1] :

    “Ucapan pada hari raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied :

    Taqabbalallahu minnaa wa minkum

    “Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”

    Dan ( Ahaalallahu ‘alaika), dan sejenisnya, ini telah diriwayatkan dari sekelompok sahabat bahwa mereka mengerjakannya. Dan para imam memberi rukhshah untuk melakukannya seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata : Aku tidak pernah memulai mengucapkan selamat kepada seorangpun, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka aku menjawabnya. Yang demikian itu karena menjawab ucapan selamat bukanlah sunnah yang diperintahkan dan tidak pula dilarang. Barangsiapa mengerjakannya maka baginya ada contoh dan siapa yang meninggalkannya baginya juga ada contoh, wallahu a’lam.[2]

    Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[3] :

    “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata :

    “Artinya : Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya : Taqabbalallahu minnaa wa minka (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.

    Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka

    Imam Ahmad menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)” [4]

    Adapun ucapan selamat : (Kullu ‘aamin wa antum bikhair) atau yang semisalnya seperti yang banyak dilakukan manusia, maka ini tertolak tidak diterima, bahkan termasuk perkara yang disinggung dalam firman Allah.

    “Artinya : Apakah kalian ingin mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik.?”

    [Disalin dari buku Ahkaamu Al Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]
    _________
    Foote Note
    [1]. Majmu Al-Fatawa 24/253
    [2]. Al Jalal As Suyuthi menyebutkan dalam risalahnya ” Wushul Al Amani bi Ushul At Tahani” beberapa atsar yang berasal lebih darisatu ulama Salaf, di dalamnya ada penyebutan ucapan selamat
    [3]. Fathul Bari 2/446
    [4]. Lihat Al Jauharun Naqi 3/320. Berkata Suyuthi dalam ‘Al-Hawi: (1/81) : Isnadnya hasan

    Reply

  44. wah, semoga menang dan kembali ke jalanNya…

    Reply

  45. thanks infonya :)

    Reply

  46. Gue lagi di arab nieee,
    mudah-mudahan ga jadi ‘bang toyyib’ hikss………..

    Reply

  47. Posted by Syafrudin Abi-Dawira on September 25, 2008 at 18:33

    @hendri (16)
    Menurut saya Minal ‘aidin juga do’a, sama seperti taqoballallahu …
    Sebagai doa, berarti keduanya sama – sama bagian dari agama. Apakah ada yang tahu dalil naqli (hadits) untuk ucapan taqobalallahu ?

    Doa beda dengan sholat, bisa menggunakan redaksi apa saja dan bahasa apa saja selama kandungan isinya tidak bertentangan dengan ajaran agama.

    @vavai (7), damian (13)
    Apakah berdoa termasuk bid’ah ?

    @kucingkeren(20)
    Benar Minal ‘Aidin itu frasa yang terpotong dari sebuah doa lengkap, khas Indonesia, khususnya kalangan pesantren. Kalangan awam cuma kenal frasa akhirnya saja :-)

    Kalau saya memilih keduanya, sehingga ucapan yang ada di kartu lebaran saya dulu (zaman belum umum SMS :-) kurang lebih demikian:

    —————–
    Ied Mubarrok
    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    1 Syawal 1429AH

    Taqobbalallahu – minna – wa minkum – shiyamana – washiyamakum
    Semoga Allah menerima – (amal) dari kami – dan (amal) dari kalian – (dan juga menerima) puasa kami – dan puasa kalian.

    Ja’alanallahu – wa iyyakum – minal ‘aidin – wal fa’izin
    Semoga Allah menjadikan kami – dan juga kalian – (termasuk) dari (golongan orang – orang) yang kembali (kepada fitrah) – dan yang menang (melawan hawa nafsu)

    Mohon maaf Lahir Batin
    —————–

    Nah, ucapan yang tidak ada versi arabnya :-)

    Reply

  48. saya yakin banyak dari kita yg bangga indonesia punya budaya yang nggak dimiliki negara lain. tapi sayangnya, karena cuma ikut2an, kita jadi salah kaprah dalam memahami istilah2 tertentu.

    menurut saya, isu2 seperti ini perlu diangkat terus menerus supaya menimbulkan public awarness. caranya? dibikin banner, mungkin.

    jadi, ada yang mau bikinin? :)

    Reply

  49. Bahkan tradisi salam-salaman saling bermaaf2an pun hanya ada di Indonesia…

    Tapi, memang inilah Indonesia. Negeri penuh keunikan

    Reply

  50. cara orang indonesia dalam menyerap sebuah budaya mas, dimodifikasi dengan yang sudah ada..

    Reply

  51. arti Minal Aidin Wal Faizin? Terjemahan frasa ini adalah: dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Mungkin maksud lengkapnya adalah:”Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).”

    Kalau dilihat dari artinya seperti itu, maka bener juga ya kalau Minal Aidin Wal Faizin selalu diikuti kalimat : Maaaf Lahir Batin… jadi lengkap begitu.. :-)

    Reply

  52. Itu budaya orisinal Indonesia, dan kita harus bangga karenanya :)

    Reply

  53. wah berarti artinya malah bagus dong, mendoakan orang lain ;)

    Reply

  54. Budaya imsak masuk kategori ini. Cek deh faktanya ;)

    Reply

  55. Assalamu’alaikum
    Taqobbalallahu minna wa minkum lebih baik dibandingkan dengan Minal Aidin wal Faidzin, karena Taqobbalallahu minna wa minkum mengandung do’a buat saudara-saudara sesama muslim (artinya: Semoga Allah menerima amal kami dan amal Anda). Mau ngucapin Minal Aidin wal Faidzin ya boleh boleh saja selama gak dianggap bagian dari ajaran agama :)

    Reply

  56. Posted by nurrahman18 on September 25, 2008 at 11:08

    memang sebenarnya, banyak kesalahan pengucapan “selamat lebaran” di Indonesia….

    Reply

  57. Aku gak iso mudhik mas puji….

    Reply

  58. Posted by Damian on September 25, 2008 at 09:36

    Bid’ah itu untuk urusan ibadah. Kalo urusan ngasih selamat aja saya pikir gak ada masalah.

    Reply

  59. Posted by umay on September 25, 2008 at 09:22

    kata2 mohon maaf lahir batin cuma ada di indonesia, kalau di malaysia, thailand, singapore, brunei, bilangnya zahir bathin..hehehe..teman2 foreigner saya sering terkejut kalau kita bilang minal aizin wal faizin pas lebaran, soale mereka gak tau, biasa cuma bilang eid mubarak, taqabbalallahu minna wa minkum, trus pulang deh ke rumah masing2, dianggap hari libur biasa, emang kalo di indo meriah banget ya lebaran…jadi pengen lebaran di indo…

    Reply

  60. maaf lahir bathin deh..

    Reply

  61. Indonesia memang beda, Selalu meng arabkan Islam. Tapi Oke juga budaya mudiknya berarti masih inget kampung halaman dan mempererat persaudaraan.

    Reply

  62. Owh.. ternyata bukan mohon maaf lahir dan batin towh.. makasih infonya..

    Reply

  63. hehe, negara kita ini unik memang :D

    Reply

  64. Sebenarnya tak masalah boss, karena toh tidak semua harus berasal dari Arab, hehehe… Niatnya kan bagus. Kalau disebut bid’ah ya diserahkan pada orang yang mengerti dan ahlinya.

    Contohnya, di Arab tidak ada Jamus Kalimasada yang terkenal di Jawa :-P

    Meski demikian, kalau saya minal aidzin wal faidzin pada mas Puji gpp dong, soalnya suka ngeyel :-D

    Reply

  65. jadi minal aidin adanya di endonesiah saja mas :)

    Reply

  66. @aria turns,
    idul adha di arab (makkah) tidak meriah, yang ada itu sepi
    semua orang mayoritas wukuf pada saat itu di arafah,

    bahkan itu merupakan titik terendah pengunjung masjidil haram, saat itulah kabah dimandikan dan diganti sarungnya

    Reply

  67. halal bil halal dah jd tradisi kita, eh minal minul ya mas… met menunggu lebaran

    Reply

  68. kalo di arab lebih merih Iduk adha kareana saat itu semua pesta daging dibandingkan idulfitri

    Reply

  69. katanya yg ada di sana adalah taqabalallahu minna wa minkum..
    budaya halal bihalal juga adanya di Indonesia :D

    Reply

  70. Konon lebaran di luar negeri juga tak seheboh mudiknya kita di negeri ini.

    Selamat untuk semuanya…

    Reply

Respond to this post