jump to navigation

Obama, McCain dan Sifat Ksatria November 5, 2008

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Sifat ksatria dua senator itu harus kita tiru

Obama-McCain

Bagi saya pribadi siapapun yang menjadi presiden Amerika Serikat tidak akan berpengaruh banyak. Hanya saja, Obama nampaknya memang mempunyai “hubungan batin” yang lebih dekat dengan kita di Indonesia. Ya, itu tentu saja karena dia pernah sekolah dan tinggal di Menteng ketika dia masih anak-anak. Bagaimana dengan program dan visinya? Terus terang saya tidak mempedulikannya, pun program dan visi McCain.

Yang lebih saya perhatikan adalah bagaimana Obama bersikap terhadap McCain dan sebaliknya. Saya tidak beruntung untuk bisa menyaksikan pidato kemenangan Obama di Grant Park, Chicago, Illinois lewat layar kaca. Tapi untunglah ada internet yang serta merta bisa menghadirkan transkrip lengkap pidato itu dan bisa membacanya dengan hati-hati.

Dalam pidato kemenangannya, Obama menyebut McCain sebagai lawan yang tangguh. Katanya tentang McCain dan Palin:

Sen. McCain fought long and hard in this campaign. And he’s fought even longer and harder for the country that he loves. He has endured sacrifices for America that most of us cannot begin to imagine. We are better off for the service rendered by this brave and selfless leader.

I congratulate him; I congratulate Gov. Palin for all that they’ve achieved. And I look forward to working with them to renew this nation’s promise in the months ahead.

Source: CNN ElectionCenter2008

Lalu, bagaimana McCain mengambil sikap terhadap Obama? Begini katanya McCain:

Sen. Obama has achieved a great thing for himself and for his country. I applaud him for it, and offer him my sincere sympathy that his beloved grandmother did not live to see this day. Though our faith assures us she is at rest in the presence of her creator and so very proud of the good man she helped raise.

Sen. Obama and I have had and argued our differences, and he has prevailed. No doubt many of those differences remain.

These are difficult times for our country. And I pledge to him tonight to do all in my power to help him lead us through the many challenges we face.

Source: CNN ElectionCenter2008

Lihatlah, betapa indahnya demokrasi. Yang menang tidak menyombongkan kemenangannya, yang kalah tidak mencari-cari alasan untuk menggugat kemenangan lawan. Menang tanpa ngasorake, menang tanpa merendahkan pihak lawan.

Lihatlah betapa Obama masih menghormati McCain dan Palin. Bahkan dia mengharapkan kerjasama dengan keduanya untuk memperbaharui negaranya, Amerika Serikat. Lalu, McCain pun bersumpah untuk membantu Obama memimpin Amerika menghadapi tantangan yang akan dihadapi. Oih… betapa indahnya.

Bandingkanlah dengan di negara kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para mantan-mantan presiden kita tidak akur satu sama lain. Mereka belum pernah hadir di upacara 17 Agustus bersama-sama semua. Nampaknya masing-masing mempunyai dendam kesumat yang tak termaafkan. Ada yang merasa ditendang ketika masih menjabat sebagai presiden sehingga terjengkang dari kursi kekuasaannya. Ada yang merasa digembosi di ujung masa pemerintahannya sehingga dia kemudian kalah. Ada yang merasa dirinya terus menerus dipersalahkan karena “menjual” salah satu provinsi. Begitulah pemimpin kita. Mereka nampaknya tidak secara ksatria mengakui kemenangan pihal lawan dan merendahkan lawan yang telah kalah.

Cobalah kita lihat pemilu di negara kita besok. Pasti akan ada nyawa yang melayang gara-gara bentrok antarpendukung. Pasti KPU akan digugat oleh calon presiden gara-gara dia kalah dan menganggap KPU telah curang atau terlalu mendukung calon yang lain. Yah, begitulah..

Jangan pula kita menengok betapa banyaknya perselisihan pada pemilu bupati dan gubernur. Terlalu banyak contoh buruk yang ada di hadapan kita. Ada baiknya kita memang belajar dari Obama dan McCain untuk satu hal itu: sifat ksatria.

Be the first to like this post.

Comments»

1. Catshade - November 5, 2008

Yah, boro-boro pemilihan presiden, gubernur, atau bupati… memilih ketua umum satu partai saja ada yang sikut-sikutan…. kalah? Ya keukeuh bikin ‘sempalan’ atau malah sekalian bikin partai baru lagi :D

2. botaks - November 5, 2008

duhh enndoonessiaa

3. tukangobatbersahaja - November 5, 2008

Salut buat Obama.
“kapan main ke Menteng lagi?”
nostalgia masa kecil

4. Anang - November 5, 2008

ah itu hanya kulitnya saja. upaya amerika memperbaiki citra lewat ‘demokrasi’…… jangan mudah tertipu lipstik..

5. chic - November 5, 2008

mungkin ga banyak pengaruh buat negara Mas, tapi yang pasti Obama telah membuktikan pada semua anak di dunia kalo mereka boleh bercita-cita untuk menjadi apapun, even become a President!

oh iya, kapan ya pemilu di sini bisa secepat pemilu AS ini. yang kalah langsung mengakui kekalahannya. ga perlu nungguin rapat pleno KPU dulu, atau gontok-gontokan di sidang dulu.. :)

6. JalanSutera.com™ - November 5, 2008

@4. Anang
Saya sih tidak merasa tertipu oleh sifat ksatria Obama dan McCain. Saya justru lebih merasa tertipu oleh pemimpin kita yang tidak gentle, saling menyalahkan, tidak menghormati hukum, tidak beretika dan seterusnya…

7. gagahput3ra - November 5, 2008

Demokrasi memang seharusnya indah, sistem pemerintahan apapun selama mendasarkan diri pada kebahagiaan rakyat dan kedamaian harusnya indah…..Obama udah membuktikan kalo Politik gak sekotor itu….dia maju tanpa dukungan para lobbyist & korporasi besar, mendasarkan kampanyenya di tangan donasi rakyat, banyak deh inspirasi & pelajaran yg bisa diambil dari pemilu Amerika yg sekarang. :D

Sementara disini mantan Presiden benci banget sama penggantinya. Fiuh :(

8. Kunderemp An-Narkaulipsiy - November 5, 2008

@anang:
Nope.. itu bukan kulitnya.
Sikap yang ditunjukkan oleh McCain adalah sama persis dengan sikap yang ditunjukkan oleh Hillary Clinton saat dia kalah. Memang sudah jadi etika di sini. Itu sudah jadi standar, umum, biasa.

Aku mengikuti perkembangan karena aku sedang ada di Amerika. Aku bahkan membaca beberapa opini simpatisan partai Republik yang ironisnya memihak Obama, bukan McCain, karena mereka kecewa dengan McCain yang berkampanye melawan Obama.

McCain sesungguhnya (di tahun 2000), konon adalah McCain yang kita lihat saat pidato mengakui kekalahan, dan McCain yang kita lihat selama kampanye, adalah McCain semu, yang didesak kepentingan-kepentingan orang-orang di Partai Republik untuk agresif, garang, untuk menang. Banyak orang-orang Republik yang kaget dengan perubahan McCain saat kampanye.

Kampanye-kampanye awal McCain sebelum Palin terpilih termasuk cukup bijak dan sebenarnya cukup kuat. Tiba-tiba, ketika Palin masuk, citra McCain berubah menjadi garang.

Cobalah lihat video SNL di mana McCain (beneran) hadir. Jauh berbeda dengan McCain saat kampanye.

9. wirawan - November 5, 2008

itu juga terjadi ketika John Kerry kalah dari George W. Bush pada tahun 2004.

sementara di Pemilu kita kemarin, ada salah satu pasangan calon yang kalah. tidak mengucapkan selamat, malah nuntut KPU untuk ngadain Pemilu ulang. kelihatannya bangsa kita harus belajar untuk menerima kekalahan. :wink:

@kunderemp
tentang perubahan sikap McCain mungkin ada hubungannya dengan kritik media AS terlalu kejam pada McCain-Palin selama ini. Mereka banyak mengkritik dengan agak keterlaluan. Padahal sebenarnya itu cermin penolakan rakyat Amerika terhadap Bush & Republican. Andaikan pemerintahan Bush berjalan baik dan diterima rakyat, saya rasa McCain malah lebih berpeluang menang daripada Obama.

10. Oskar - November 5, 2008

McCain-nya sih ksatria, tapi pendukungnya engga. Keliatan banget rasisnya gila deh. Bahkan di forum2 ultra kanan dan ultra konservatif udah ngedumel macem2 and tried to down play Obama’s historic win.

Keliatan sekali beda strategi kampanye McCain dengan Obama. Yg satu menyebarkan fear, dan yg 1 lagi memberikan hope.

11. aRuL - November 5, 2008

wah betul2 kesatria yakz….
ada juga sih beberapa pilkada yang begitu.. cuman tertutupi gara2 ada pemimpin yg kurang dewasa…

12. grubik - November 5, 2008

maklum mas, untuk urusan ini, kita kan bener-bener pemula,
tapi sampai kapan yo?

13. ogi - November 5, 2008

terharu deh membaca komentar mereka berdua,
negara kita kapan yah.
Mega aja sampe sekarang masih males ketemu SBY

14. ircham - November 5, 2008

ya begitulah indahnya ENDONESA….kalo gak gtu bukan ENDONESA…

15. Donny Verdian - November 6, 2008

Anda kok malah nyumpahi orang mati di Pemilu besok tho Kangmas..:) Ora ilok huahuahua…

16. emfajar - November 6, 2008

yup kita tunggu aja di pemilu ’09 apakah pemimpin kita bisa meniru sikap ksatria ini

17. F4T80Y5 - November 6, 2008

Seingat saya… pada saat pemilihan gubernur selesai dan dimenangkan oleh Fauzi Bowo…. Banyak spanduk yang dipasang oleh PKS yang isinya mengucapkan Selamat kepada Fauzi Bowo atas terpilihnya menjadi gubernur…… dan permohonan maaf kepada pendukung PKS karena tidak dapat memenangkan calonnya…. padahal PKS adalah lawan politiknya FB pada saat pemilihan gubernur DKI……

18. banjar gilar-gilar! - November 6, 2008

sing menang obama orang sini kok
gegap gempita ikut-ikut merayakannya,
sampai-sampai RI1+2 juga ikut-ikutan,
kayak hamba-hamba yang memuji-muji
rajanya biar dilihat sama si raja,
biar nanti dikasih sesuatu sama si raja.
terus akan begitukah orang sini selalu
menjadi pelayannya orang sono & tidak
punya kebanggaan ama negeri sendiri?
duh kasihan….

19. kucingkeren - November 6, 2008

beneran keren banget ya mereka berdua itu.. moga2 pemimpin di Indonesia bisa mencontoh.. btw..tiba2 saya berimajinasi nih : kalau saja obama dan mccain adalah kandidat di Malut (maluku Utara) ..pasti Malut gak kacau kayak sekarang, ya.. heeeee…

20. Moh Arif Widarto - November 6, 2008

Kita menerima demokrasi tanpa sifat demokratis. Tanpa sportivitas. Tidak mau mengakui keunggulan lawan. Padahal sejatinya demokrasi itu indah.

Mudah-mudahan para capres dan para calon kepala daerah kita dapat belajar dari pilpres Amerika.

21. anagustini - November 6, 2008

Iya Mas, saya setuju juga sikap ksatria ini harus kita contoh, jangan seperti pilkada di kita apabila salah satu kandidat kalah, mereka cari-cari alasan misalnya saja yang kalah mengatakan bahwa mereka dalam diliciki dalam penghitungan suara lantas terjadi bentrokan dlll, sungguh memalukan.

22. qizink - November 6, 2008

maklumlah kita belum dewasa… karena pemimpin kita masih kayak anak TK (nyolong istilah Gus Dur)

23. sandy - November 6, 2008

patut dicontoh tuh mccain..

meskipun kalah tapi mengakui kekalahannya dan lapang dada…

gak kayak di indonesia…

kalah,demo…

24. dondanang - November 6, 2008

Sebenarnya gak hanya sikap ksatria aja yang pantas dicontoh. Cara berdemokarsi pun harus dijadikan contoh. Masyarakat kita masih harus banyak belajar. Ingat kultur kita gak seperti amerika. But, nothing impossible

25. henny hendarini - November 6, 2008

Sebenernya yang bisa kita petik hanya betapa mereka bersikap sangat fair. Gak kayak di Indonesia. Kayak kata dondanang , yang kalah demo. Apaan tuh…

Udahlah.. gak usah ngeributin Obama.. yang penting sekarang kita lihat gimana hubungan politik dan ekonomi Indonesia dengan US.
Bikin VISA masih dipersulit gak?

Saya juga heran.. presiden US yang terpilih kok rakyat Indonesia siih yg bersorak sorai?.. perasaan waktu SBY kepilih gak gini-gini amet.. sampe ada pesta pula di SD Besuki… hmmm.. kenapa ya? (sambil plongo)…

26. Ben - November 6, 2008

pejabata2 di sini paling gembiranya hanya karena obama pernah tinggal di sini. saya tdk yakin mereka bisa mengambil sisi positif soal kebesaran hati itu…

27. galang - November 6, 2008

Dari kampanye aja dah beda pa lagi dari segi pemikiran, ya tow.

28. planetmiring - November 7, 2008

Jadi malu ngaku orang Timur. Selama ini kita selalu mengagung-agungkan adat ketimuran kita. Tapi semua ini sepertinya gak lebih baik dari budaya barat ketika demokrasi sedang diuji. Hampir tidak ada istilah lapang dada dalam dunia politik di negeri kita ketika mengalami ada pihak yang kalah.

29. blackstone - November 7, 2008

Memang kaya anak kecil kalo di Indonesia, antara Presiden yg lagi menjabat dengan mantan presiden bisa nggak saling menyapa, dan sepertinya tersimpan dendam.

30. Catra - November 7, 2008

saya berharap siapapun yang menjadi presidennya dia bisa menjaga perdamaian dunia. tidak asal serang negara berdaulat saja. seperti irak dan afganistan. sama saja kondisinya bahkan lebih parah pasca invasi.
aku berharap padamu obama

31. Freddy Hernawan - November 7, 2008

bener banget kang, disini, di kabupaten kubu raya, kalimantan barat, pas pemilihan kepala bupati nya aja sempat adu jotos. dan mobil calon bupati dilemparin batu sampai hancur. makanya saya terharu liat pidato nya MacCain dan Obama.

32. nancy - November 7, 2008

kedua-duanya punya plus minusnya, tapi mereka adalah orang-orang hebat, kalau tidak mana mungkin jadi calon presiden amerika.

33. Pangeran Siahaan - November 7, 2008

yg memalukan itu pendukung republikan pas mccain ngasih speech…. pas nama obama dimention mccain, mereka booing… sampe mccain harus kasih sinyal pake tangan biar mereka berhenti…. persis kaya di indonesia….

blom lg para republikan kekanak-kanakan itu chanting, “we want john, we want john…” dan (yang menggelikan) “USA….USA…..USA”

lha, emangnya barack obama bukan orang USA? hahaha….

34. Mihael "D.B." Ellinsworth - November 8, 2008

Soal pendukung dan simpatisan kandidat di Indonesia, saya punya pandangan khusus yang diinspirasi dari Benny dan Mice :

“Calon mendukung rakyat, belum tentu! Tetapi Rakyat mendukung calon, sudah pasti (sepenuh hati malah)!” :mrgreen:

35. L 34 H - November 9, 2008

bedanya kalo pemilu amrik banyak suka relawan tanpa dibayar kalo indonesia banyak sukarelawan dengan balas imbalan.

36. Tirta. - November 9, 2008

bentar lg,kita bakal mengikuti pemilu 2009,asyik..!! partai2 bagi2 duit deh,duitnya boleh diambil,tapi klo ga sesuai dengan pilihan n hati nurani,ga usah dipilih deh,klo duitnya boleh diambil..!!! kan lumayan,klo ada 20partai aja yg ky gt,udah berapa duit,ybg bakal kita dapet. hehehe. muka2 lama ga usah dipilih lagi deh,cari pemimpin yg emang benar2 sesuai.. ga cuma ngomong doang!!

37. wahyu - November 11, 2008

bagaimana dengan peluang sultan pak?

http://keris.blogs.ie/2008/11/04/sultan-for-president-symbol/

Pendukung tidak resmi Sultan for President

salam

38. ricohsanusi - November 11, 2008

uniquely indonesia, ^^

39. Herman Saksono - November 12, 2008

Untuk Anang, andaikata apa yang dipertontonkan Obama dan McCain hanyalah ‘lipstick’, tidak ada salahnya politikus kita mencontoh sikap legowo dan rendah hati.

Untuk kunderemp: saya juga sangat terkesima ketika menonton McCain di SNL dan waktu pidato kekalahannya. Dia terkesan lebih arif dan hangat.

40. vie - November 13, 2008

ck… ck… ck…. hmmm…. oke… oke…

seandainya aj rakyat indonesia bs kompak yah…

41. eMo - November 15, 2008

hmm.. liat aja ntar.. bakal terus akur kek gini nggak? hehe..

42. Ned - November 21, 2008

yap betull kayak gini dunk…

jangan kyk indonesia..

pa lg dlm sepak bola.teamnya kalah malah tawurr..
astagaa.. kapan indonesia mo maju kyk negara USA sana ??

43. agung purnomo - November 25, 2008

iya pak …
sapa preidenya

yg penting gak ngobok2 negeri Indonesia

AgungPurnomo.com

44. kita - November 27, 2008

yah..indonesia..cerita lama nih..dari jaman saiah masih tk juga gak berubah2 sampe sekarang..malah makin parah..

45. andril21 - November 29, 2008

saya tetep bangga jadi bagian dari negara ini. meskipun dibesarkan pada masa kegelapan berpolitik. wajar bila hal-hal macam begini terjadi di negara-negara yang umur kedaulatannya sudah lebih dari umur republik ini.

sebagai kaum muda jadi kewajiban kita untuk terus berharap dan bermimpi sambil belajar dan berjuang dengan nyata. kalo kata Budiman Sudjatmiko “jangan sampai trauma berpolitik karena nation ini berdiri harapan dan mimpi kaum muda”

ayo Indonesia!!!!

46. bukhory - December 2, 2008

ya gitu dah Hidup Indonesia Raya…
Kita masih harus menunggu lama untuk bisa demokrasi dengan baik..
Jangan kita mencontoh orang tua jaman dulu yang selalu merasa paling benar…
Kita harus ajarkan pada anak2 kita untuk bisa saling hormat menghormati..setuju?

47. bukhory - December 2, 2008

ya gitu dah Hidup Indonesia Raya…
Kita masih harus menunggu lama untuk bisa demokrasi dengan baik..
Jangan kita mencontoh orang tua jaman dulu yang selalu merasa paling benar…
Kita harus ajarkan pada anak2 kita untuk bisa saling hormat menghormati..setuju?

48. Matthew - December 9, 2008

Tanah Airku Indonesia Tercinta…
Memang sesama partai saling bermusuhan, di US aj ga ada demo besar2an yg bisa bikin kota kacau sendiri. Di Indo! Buceee! Demo nya keren2!

Semua orang yang hidup kan manusia, mereka juga mau dihormati. Coba kalo sesama partai saling menghormati, pasti Indo maju na cepet kale. Iya g seh? Ato gw salah? Hehe…

49. sanggita - December 11, 2008

OOT : Alter kepribadian yang satu lagi mana? Kok lama ga aktip nulis?

JalanSutera.com™ - December 12, 2008

#49
saya lagi hiatus. hehehehe… (sebenarnya sih lagi malas saja…)

50. sanggita - December 12, 2008

Hayo-hayo…nulis lagi yak…

51. rayearth2601 - December 12, 2008

bukannya saya mendukung salah satu partai di indonesia ya….hanya memberi salah satu contoh saja

tetapi ingat juga kan waktu pemilihan gubernur di dki beberapa waktu lalu ?
bagaimana sikap calon yang kalah dan bagaimana pernyataan2nya ?

beliau juga legowo menerima kekalahan … :)

52. biro jasa - December 14, 2008

ga bakal akan ada pengaruh nya OBAMA terhadap indonesia…lobby israel terlalu mencengkram obama

53. sunardi - December 23, 2008

Kampanyenya patut ditiru untuk pemasaran. hehehe…

Sukses!

54. Mischa - December 24, 2008

Indonesia kyknya bangga banget ama Obama, tp apa bner obama punya hubungan batin dengan Indonesia. Toh, yang didapet Obama waktu di indonesia aja banyak penderitaan.
jadi apakah oBama bangga bisa mengenal indonesia??

55. Blog Cantik - December 25, 2008

berani diadu adalah kstaria..!

56. galang - December 31, 2008

yaw jangan diadu nuw…
kasihan obama juga manusia

57. Masari - January 6, 2009

yah, obama di indonesia cuma sampe sd (sekolah dasar), paling yang dia inget cuma lagu ‘balonku’ (itu juga kalo diajarin). Kalaupun diajarin lagu ‘balonku’ paling doi juga lupa warna-warnanya apa aja… (orang saya aja udah lupaaa, hi..hi..hi.)

58. nonadita - January 7, 2009

Eh…
lama banget ga update, Mas?

59. Dhimas - January 7, 2009

Yang merasa teripu oleh pidato Obama dan McCain adalah orang yang bodoh aja, atau mereka gak ngerti bahasa Inggris

60. Prajurit - January 10, 2009

Ingin dapat MARYAMAH KARPOV gratis ?
atau Ingin Pulsa 100 Ribu ?

* Tersedia untuk 200 SMS pertama. (Untuk buku alamat pemenang akan dihubungi)

Pertanyaan :
Berapa jumlah huruf (x) Ketua Partai yang memperjuangkan petani & pedagang.

SMS ke : 021-2804099(x)

Ketik salah satu dari yang anda ingin :

- Basmi Dewi Kolusi
- Basmi Dewi Nepotisme

61. BARRY - January 10, 2009

Mereka bisa play hard saat kampanye. Namun saat tahu siapa pemenangnya, mereka bisa kembali mengingat sebab kenapa mereka ingin memimpin yakni ingin mempersatukan seluruh masyarakat dibawah kepemimpinannya nanti.

62. Masari - January 10, 2009

kalo memang kita ingin jadi ksatria atau paling tidak disebut ksatria, posting dibalas posting aja kali, kalo cuma comment ga ksatria, ya ga mas puji? (lagian jalansutera udah full comment!!)

63. Andi Sugiarto - January 11, 2009

yang bagus kayak gitu, ya ditiru lah.. minimal di ‘permukaannya’.. udah lumayan buat langkah awal..

mendingan daripada gontok2an dan perang statement..

64. Lowongan CPNS - January 12, 2009

Mampir mapir eh masuk sini
Duh duh ane bingung nih mo ngomong apa ya bang, maju terus blogger Indonesia

65. rio - January 15, 2009

Kita sebagai orang Indonesia seharusnya malu..mengapa pemimpin kita tidak bisa seperti mereka.

66. Lowongan CPNS - January 15, 2009

Boleh boleh….

67. Kang Adek - January 16, 2009

Y,a, tetapi kita juga harus seperti itu, bersifat kesatria, tidak saling tuduh, tidak saling membenci jika lawan politik kita menang…

Mas tukeran link yuk…
Link blognya mas sudah saya pasang di
htp://kang-adek.blogspot.com

thx…

68. syafyess - January 21, 2009

wah kalo di Indonesia kalah nesu mas….
pokoke ngak mau kalah…,maunya menang…
kalo kalah kan rugi modale durung balik….
oooaaaalaaah….

th3-3city.blogspot.com

69. baju - January 22, 2009

Tokoh yang patut di tiru, kapan Indonesia memiliki Tokoh pemimpin yang seperti itu?????

70. Remo Harsono - January 22, 2009

Gw ga senengnya baik mcCain maupun Obama cuman mereka “wayang”-nya AIPAC…itu aja sih

coba kunjungi deh
http://www.aipac.org/

71. banjar gilar-gilar! - January 30, 2009

kok lama kagak diupdate kang,
lagi banyak project-nya?

yo wis moga sukses aja Kang

72. Gadis Cantik - January 31, 2009

Kapan ya di Indonesia terjadi seperti ini???

73. bayu nugroho - February 12, 2009

sifat yang sangat ksatria terlihat dari 2 tokoh tersebut, seharusnya kita bisa meniru mereka mulai dari diri sendiri aja, pasti deh bangsa kita bisa lebih maju…

74. sanggita - February 12, 2009

mana mana? kok ndak nulis lagi? Jangan kecewakan penggemarmu ini dunk…

75. Rafael - February 17, 2009

saya nyaranin para pemimpin kita harus diwajibkan melanjutkan sekolah ke US,,utk jurusan SALING MENGHARGAI & MENGHORMATI..jadi ntar syarat utk ikt pemilu harus bergelar SMM……;-)…

76. s - February 27, 2009

Menurut gue, Obama kurang tegas soal masalah Israel dan Palestina. Emang sih, Israel sangat menekan Amerika agar menutup mata soal Human-Rights Violations di sana, namun Obama kan berjanji akan membawa Change? Harusnya dia nggak takut mengenai konsekuensi mencoba mengubah dunia, dong!
Gue waktu itu sempet liat ada political fashion company, namanya shirTalks, yang dengan kerennya menyindir masalah ini. Ada desainnya, Obama tampangnya bego dan bingung banget. Konyol, tapi bermakna! Ada di blog gue:

http://shirtalks.wordpress.com/2009/02/20/amerika-pilih-obama-tapi-siapa-yang-akan-obama-pilih/

77. kampanye damai pemilu indonesia 2009 - March 3, 2009

@rayearth2601
emang berapa prosentase para pemimpin yang bisa legowo dengan yang tidak? saya gak akan munafik dengan kondisi negara kita, coba aja baca postingan di blog saya di alamat ini http://www.kampanyedamaipemiluindonesia2009.org/wujudkan-pesta-demokrasi-dengan-damai.html ya semua memang tergantung pada siapa orangnya

78. mas stein - March 4, 2009

mungkin calonnya mau bersikap ksatria, tapi karena dipanasi sama “penanam modal” akhirnya jadi nggak terima juga. lha siapa yang rela polis asuransinya hangus :mrgreen:

79. jono - March 6, 2009

tergantung orangnya sie,, kalo di indonesia bisa gak ya.. punya sifat satria

80. kucingkeren - March 11, 2009

mana nih postingan terbarunya.. kan udh ada si jagoan. posting dong soal si jagoannya.. plus teteh-nya tentu.. haha..

81. Novri - March 13, 2009

Jangan trlalu salut deh, sama mereka!

82. Gek - March 13, 2009

Wah postingannya belum ada yang baru ya…
hehehe…siapapun peminpinnya yang penting bisa buat damai…

83. Ngeselin - March 14, 2009

Udah lihat iklan PKS belom?

84. ahmad - March 14, 2009

Saya sempat mempostingkan pidatonya saat dia dilantik menjadi presiden namun saya dan orang indonesia lainnya sempat terpukul juga. Dalam pidatonya tidak ada menyinggung sedikit masalah israel dan palestina. Ini berarti bukan masalah yang serius bagi OBAMA dan pihak AS. So masihkan membanggakan OBAMA ???

85. warren - March 16, 2009

rasanya trenyuh kl bandingin pemilu indonesia ama amrik..jauhhhh bangatz!!

86. thepods - March 16, 2009

yg jelas, saya pesimis ama cara caleg2 indonesia berkampanye..motivasi untuk menjabat adalah sepertinya final goal…bukan untuk kesejahteraan rakyat…

87. Embun - March 18, 2009

akhirnya ramalan Sang Pakar™ terbukti. Blog hanya TrendSesaat™.
Setelah Priyadi hiatus, ganti JalanSutera…. kapan diapdet boss?? RSS feedku kosong.

88. w4onecom - April 6, 2009

ntar lagi Pemilu nih,

mari kita lihat perkembangan nya,

salam…

89. indotopten - April 9, 2009

Hari ini pemilu…
kira-kira siapa yang jadi presidennya yah…?

90. buyungsandy - April 13, 2009

he,he,,he,,,he,,, masih kontroversi mas :)

—blog walking—

91. info hb - April 17, 2009

contoh yang baik dalam menerima kekalahan dan kemenangan.
untuk indonesia harusnya juga begitu, bukan seperti kondisi sekarang banyak caleg yang stress hingga bunuh diri karna kalah pemilu…
olala…

:(

92. master arsyad - April 27, 2009

wow, bagusnya citermu :) Jom singgah blog Malaysia

93. pasang iklan - May 15, 2009

kalah atau menang mang dah biasa …
yang kaga biasa n susah adalah,bisa ga nerima kekalahan itu dengan lapang dada ;))

patut di tiru tuh…
moga aja para calon pemimpin kita bisa kaya gitu yah…

maju terus ……..

94. Rental Projector Murah - August 26, 2009

Maka dari itu kita harus menanamkan sifat ksatria kepada anak cucu kita agar dikemudian hari mereka akan selalu menerima kekalahan dengan lapang dada

95. software.um.ac.id - September 30, 2009

Kita cuman kalah otak aja. Banyak memang orang Indonesia yang pinter, tapi itu tidak merata. Proses pendewasaan demokrasi juga masih baru disini. Cuman setidaknya kita sudah lebih baik, lihat saja debat capres kemarin, adem ayem karena disiarkan di TV. Meski belum maksimal, ini sudah mendingan dibanding dulu yang gontok2an, adu sikut tanpa kenal urat malu.

96. ismael - October 6, 2009

kalo saya malah cenderung berpikir lebih baek menang untuk kebaekan daripada kalah untuk kejahatan..he..he

97. ismael - October 9, 2009

salut buat obamania…

98. ruswan - April 16, 2010

iya benar bang harus punya jiwa ksatria ….untuk jadi seorang pemimpin bukannya jadi perang dingin ………

99. ade - June 11, 2010

hahahaa..
betul2..

100. doris - July 16, 2010

Kampanyenya patut ditiru untuk pemasaran. hehehe…

Sukses!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>